cover
Contact Name
Lantip Rujito
Contact Email
smhj@unsoed.ac.id
Phone
+6281343880797
Journal Mail Official
smhj@unsoed.ac.id
Editorial Address
Address: Jl. Dr. Gumbreg, Medical Street, Mersi, Purwokerto Central Java 53122 Telp. (0281) 622022, Fax. (0281) 624990
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Medical and Health Journal
ISSN : -     EISSN : 28073541     DOI : https://doi.org/10.20884/1.mhj.2023.2.2.8053
Core Subject : Health,
Medical and Health Journal (EISSN. 2807-3541) is containing various articles/ manuscripts in the forms of research article, systematic reviews, case reports in the field of medicine focusing on basic medicine, clinical medicine, biomedical sciences, medical biotechnology, and public health. This journal is published by Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2023): February" : 11 Documents clear
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF EGGPLANT ETHYL ACETATE EXTRACT (Solanum melongena L.) AGAINST Escherichia coli Handayani, Mira Syafira; Setiawati, Setiawati; Krisniawati, Nia; Sutrisna, Eman
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.796 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8053

Abstract

Terong ungu mengandung senyawa metanol, flavonoid, saponin dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Escherichia coli merupakan salah satu kuman penyebab berbagai macam infeksi dan saat ini banyak dilaporkan telah mengalami resistensi terhadap sejumlah antibiotik onvensional. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi aktivitas antibakteri dari ekstrak etil asetat terong ungu terhadap bakteri Escherichia coli (E. coli). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode mikrodilusi untuk menentukan nilai konsentrasi hambat minimal (KHM) dan metode spread-plate untuk menentukan konsentrasi bunuh minimal (KBM). Penelitian ini menggunakan berbagai dosis ekstrak etil asetat terong ungu (5-40 mg/mL) sebagai kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan ekstrak etil asetat terong ungu. Ekstrak etil asetat terong ungu mempunyai nilai KHM sebesar 20 mg/mL dan nilai KBM sebesar 20mg/mL. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etil asetat terong ungu, semakin besar pula persentase hambatan ekstrak etil asetat terong ungu terhadap bakteri E. coli. Ekstrak etil asetat terong ungu mempunyai potensi sebagai antibakteri terhadap E. coli
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PENYINTAS COVID-19 DI DESA KARANGNANAS KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH Sandya Apsariane Akmilia; Rahmawati Wulansari; Siti Munfiah
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.613 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8226

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 berpengaruh pada kesehatan psikologis masyarakat termasuk kecemasan. Kecemasan dapat menimbulkan dampak fisik termasuk penurunan tingkat imunitas tubuh. Hal ini akan menimbulkan adanya reinfeksi COVID-19 pada penyintas Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan penyintas COVID-19 di Desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Metode Penelitian: Rancangan penelitian deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 63 pasien post-COVID-19 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan consecutive sampling. Data diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan kuesioner data pribadi responden dan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) untuk tingkat kecemasan. Analisis univariat digunakan untuk menjelaskan karakteristik gambaran deskriptif responden dari setiap variabel yang diukur dalam penelitian ini. Hasil: Sebanyak 31 responden (49,2%) berusia < 40 tahun dan 32 responden (50,8%) berusia ≥ 40 tahun. Sebanyak 20 responden (31,7%) berjenis kelamin laki – laki dan 43 responden (68,3%) berjenis kelamin perempuan. Pendidikan terakhir tidak tamat SD 0 responden (0%), SD/Sederajat 19 responden (30,2%), SMP/Sederajat 14 responden (22,2%), SMA/Sederajat 22 responden (34,9%), dan Akademi/Perguruan tinggi 8 responden (12,7%). Jenis pekerjaan tidak bekerja 2 responden (3,2%), Ibu rumah tangga 25 responden (39,7%), petani dan buruh 14 responden (22,2%), wirausaha 13 responden (20,6%), dan PNS 9 responden (14,3%). Pernah rawat inap 18 responden (28,6%) dan tidak pernah rawat inap 45 responden (71,4%). Terinfeksi COVID-19 1 kali sebanyak 54 responden (85,7%) dan > 1 kali sebanyak 9 responden (14,3%). Sudah vaksin COVID-19 sebanyak 62 responden (98,4%) dan belum vaksin COVID-19 sebanyak 1 responden (1,6%). Kesimpulan: Mayoritas responden mengalami kecemasan sebanyak 36 responden (57,1%) yang terdiri dari kecemasan ringan sebanyak 17 responden (27%), kecemasan sedang sebanyak 10 responden (15,8%), kecemasan berat sebanyak 8 responden (12,7%), dan kecemasan berat sekali sebanyak 1 responden (1,6%). Mayoritas berusia ≥ 40 tahun, 32 responden (50,8%) mengalami kecemasan sebanyak 18 responden (56,2%). Mayoritas perempuan, 43 responden (68,3%) mengalami kecemasan sebanyak 24 responden (55,8%). Mayoritas pendidikan terakhir SMA/Sederajat, 22 responden (34,9%) mengalami kecemasan 13 responden (59,1%). Mayoritas jenis pekerjaan ibu rumah tangga, 25 responden (39,7%) mengalami kecemasan 15 responden (60%). Mayoritas tidak pernah rawat inap, 45 responden (71,4%) mengalami kecemasan 27 responden (60%). Mayoritas responden pernah terinfesi COVID-19 1 kali, 54 responden (85,7%) mengalami kecemasan sebanyak 31 responden (57,4%).
PERCEPTIONS OF SOCIAL SUPPORT WITH STRESS LEVELS OF HOSPITAL INPATIENT PATIENTS Rafika Zamri; Wahyudin Wahyudin; Arfi Nurul Hidayah; Diyah Woro Dwi Lestari; Rani Afifah Nur Hestiyani
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.099 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8247

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi mengharuskan pasien melakukan perawatan di Rumah Sakit. Hal tersebut dapat menjadi stressor bagi beberapa pasien. Interaksi dengan tenaga kesehatan dan keluarga dapat mengurangi stres pada pasien. Selain itu, dukungan sosial dari teman juga dapat meningkatkan status kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan sosial dengan tingkat stres pasien rawat inap di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 30 orang pasien rawat inap ruang perawatan interna Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil: Pada penelitian ini 86,7% pasien memiliki tingkat stres normal. Persepsi dukungan sosial yang tinggi banyak diberikan oleh keluarga. Nilai signifikasi pada uji korelasi antara tingkat stres pasien rawat inap dengan persepsi dukungan keluarga 0,703, teman 0,815 dan significant others 0,249 (p<0,005). Hal ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan antarvariabel. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara persepsi dukungan keluarga, teman dan significant others dengan tingkat stres pasien rawat inap rumah sakit.
DESCRIPTION OF THE KNOWLEDGE AND ATITUDES OF POSTPARTUM OTHERS ABOUT BREAST CARE BEFORE AND AFTER GIVING THE MODULE IN THE WORK AREA OF THE MANGNGARABOMBANG HEALTH CENTER 2022 Anita Kartini; Riska Nuryana; Ernawati Ernawati; Zainuddin Zainuddin
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.635 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8281

Abstract

Latar belakang:Perawatan payudara sangat penting selama kehamilan dan menyusui. Karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi baru lahir, maka hal ini harus dilakukan sedini mungkin dalam masa kehamilan. Fokus penelitian:Pembentukan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang ASI sebelum dan sesudah pelaksanaan modul di wilayah kerja Puskesmas Manggarabombang Tahun 2022. Metode penelitian:Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini meliputi seluruh ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Manggaratombang tahun 2022. Sampel penelitian ini adalah ibu nifas di desa Banggae dan Topejawa yang berjumlah 34 orang. Hasil penelitian:Sebanyak 34 responden Data sebelumnya menunjukkan 30 orang dengan kualifikasi rendah (88,2%), 4 orang dengan kualifikasi cukup (11,8%) dan 0 orang (0%) berada pada kategori “baik”. ). Menurut informasi yang diberikan, paling sedikit 30 orang menunjukkan pengetahuan dalam kategori kurang (88,2%), sedikitnya 4 orang dalam kategori pengetahuan cukup (11,8%) dan 0 orang dalam kategori pengetahuan baik (0%). Kata kunci:Pengetahuan, sikap, ibu setelah melahirkan, perawatan payudara
EFFECT OF GIVING GARLIC ON URIC ACID LEVELS OF HYPERURISEMIC WHITE RATS (Rattus norvegicus) Fajar Wahyu Pribadi; Afifah Afifah; Gita Nawangtantrini
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.031 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8340

Abstract

Hiperurisemia adalah kondisi dimana kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal akibat peningkatan sintesis purin yang berlebih dalam tubuh karena pola makan tidak sehat, proses pengeluaran asam urat dari dalam tubuh mengalami gangguan atau kombinasi dari keduanya. Bawang hitam mengandung s-alyl cistein (SAC), tetrahydro-β-carbolines, alkaloid, dan flavonoid yang diduga menghambat kerja dari enzim xanthine oksidase sehingga dapat menurunkan asam urat. Tujuan jangka pendek penelitian ini untuk mengetahui efek bawang hitam terhadap kadar asam urat tikus putih hiperurisemik. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai yaitu pemanfaatan bawang hitam untuk pencegahan dan atau mengatasi dampak negatif hiperurisemia. Tikus dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kontrol control positif (A), kelompok allopurinol (B), kelompok bawang hitam dosis 240mg (C), 480mg (D) dan 960mg (E). Induksi hiperurisemia dilakukan dengan injeksi kalium oksonat dan penambahan otak sapi selama 14 hari, dilanjutkan bersama dengan pemberian perlakuan. Hasil rata-rata asam urat pada masing- masing kelompok adalah A: 15,02 ± 0.71, B: 6,45 ± 0,13, C: 8,46 ± 0,12, D: 7,64 ± 0,14, E: 7,55 ± 0,55. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc LSD. Kesimpulan pemberian bawang hitam berbagai dosis dapat menurunkan kadar asam urat pada tikus hiperurisemia.
LITERATURE REVIEW: IS CONSUMPTION OF AKING RICE RECOMMENDED FOR PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS? Sindhu Wisesa
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.117 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8341

Abstract

Asupan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah dianjurkan untuk penderita diabetes melitus maupun individu sehat karena memperbaiki kontrol gula darah, sensitivitas insulin, dan profil lipid. Nasi aking dibuat dengan cara mengeringkan nasi sisa dan memasaknya kembali. Proses pembuatan nasi aking merupakan salah satu teknik retrogradasi nasi yang umum dilakukan di Indonesia. Retrogradasi pada sumber karbohidrat meningkatkan jumlah pati resisten yang tidak dapat dicerna sehingga menurunkan indeks glikemik dan baik dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Penulisan review ini bertujuan untuk melakukan telaah terkait potensi penurunan indeks glikemik pada nasi aking untuk dikonsumsi penderita diabetes melitus. Literatur yang digunakan dalam penulisan review berasal dari google scholar dan pubmed. Belum ditemukan studi yang menunjukkan manfaat langsung konsumsi nasi aking pada penderita diabetes melitus. Retrogradasi nasi aking meningkatkan jumlah pati resisten dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih. Pada hewan coba, nasi aking memberikan respon glikemik yang lebih baik daripada nasi putih. Asupan nasi yang dilakukan retrogradasi dengan cara didinginkan memiliki kurva kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih pada manusia sehat dan memperbaiki respon glikemik pada penderita diabetes melitus. Walaupun demikian, jumlah penelitian terkait konsumsi nasi aking atau nasi yang didinginkan pada penderita diabetes melitus masih terbatas dengan jumlah sampel yang kecil. Oleh karena itu, walaupun memiliki potensi sebagai sumber karbohidrat yang baik, manfaat langsung konsumsi nasi aking pada penderita diabetes melitus belum dapat disimpulkan.
EnglishDAMPAK UJIAN LISAN TERSTRUKTUR TERHADAP PROSES BELAJAR MAHASISWA: PENELITIAN KUALITATIF DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Miko Ferine; Rizkia Nauvalina; Diyah Woro Dwi Lestari
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.115 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8342

Abstract

The oral examination is one of the traditional assessment methods which is considered to have low validity and reliability. However, several medical schools in Indonesia use structured oral examination as a part of the assessment systems, such as faculty of medicine Universitas Jenderal Soedirman. Structured oral examination is expected to have positive impact on student learning motivation. This research was conducted to explore students’ perception on the impact of structured oral examination on their learning. The research was a qualitative research with phenomenology approach. In-depth interviews were conducted with 5 students who were selected based on different gender and year of study. The results of this research indicated that students were motivated to learn better for structured oral examination since they had to face the examiner directly, they should understand the learning material in order to be able to do the examination and they must present the answers in a structured manner so that the examiner understood them. The issue of subjectivity became one of the triggers for students to study better. The methods used by students in preparing for structured oral examination were attending lectures and group discussions well, studying in groups and using audiovisual media to increase understanding. The negative impact of structured oral examination was the anxiety that arouse when students were about to take the examination. The large number of possible materials to be tested caused students to lose their focus on learning. Students realized that they should have good preparation to take the structured oral examination. Based on the results, it could be concluded that structured oral examination had a more positive impact than negative impact on student learning process. Keywords: learning impact, medical education, oral examination, structured oral examination
CHARACTERISTICS OF CERVICAL CANCER PATIENTS UNDER 40 YEARS OLD AT REGIONAL GENERAL HOSPITAL PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIOD JANUARY 1–DECEMBER 31 2022 Aditiyono Aditiyono; Sutrisno Sutrisno; Edi Priyanto
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.377 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8348

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak sebagai penyebab kematian pada wanita di seluruh dunia, terhitung dengan sekitar 500.000 kasus baru terdeteksi dan 250.000 kematian pada setiap tahunnya. Sekitar 80% kasus terjadi pada negara berkembang. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil dan distribusi kanker serviks pada wanita dengan usia di bawah 40 tahun di RSUD Prof dr Margono Soekarjo Purwokerto periode Januari 2022 - Desember 2022. Metode: Rancangan deskriptif observasional dengan sampel penelitian adalah semua data rekam medis pasien wanita kanker serviks dengan usia di bawah 40 tahun di RSUD Prof dr Margono Soekarjo Purwokerto periode Januari 2022 - Desember 2022. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, dan data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Total kasus baru kanker serviks selama periode Januari 2022 -Desember 2022 adalah 285. Penderita kanker serviks pada wanita dengan usia di bawah 40 tahun sebanyak 58 orang dimana mayoritas kelompok usia 30-39 tahun sebanyak 50 orang (86.2 %). Sedangkan pada paritas paling banyak adalah pada kelompok paritas 2-3 sebanyak 33 orang (56.8%). Untuk stadium yang paling dominan mengenai pasien wanita kanker serviks di bawah usia 40 tahun adalah stadium IIIB sejumlah 26 orang (44.8%). NKSCC merupakan gambaran histopatologis yang paling banyak ditemui pada penelitian ini yaitu sebesar 33 orang (60.3%). Dan Sebagian besar menjalani penanganan kemoradiasi sebesar 43 pasien (74.1 %) Simpulan: Faktor risiko dominan yang didapat pada penderita kanker serviks usia dibawah 40 tahun di RSUD Prof dr Margono Soekarjo Purwokerto adalah multiparitas. Rata- rata pasien kanker serviks dengan usia di bawah 40 tahun datang di saat stadium lanjut dengan gambaran histopatologi terbanyak adalah Squamous Cell Carcinoma tipe Non Keratinizing
DISTRIBUSI SPASIAL KUALITAS AIR TANAH DAN DESKRIPSI PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN AIR DI DESA BRINGKENG, KECAMATAN KAWUNGANTEN, KABUPATEN CILACAP Siti Munfiah; Hajid Rahmadianto Mardihusodo; Tirta Wardana; Yudhi Wibowo; Joko Mulyanto
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.431 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8361

Abstract

Access to clean water is fundamental for the population health, but for many rural and remote areas in Indonesia include Cilacap Regency those accesses are still limited. Furthermore, studies that assess the water quality in remote and rural areas in Indonesia are still lacking. Most of the people in Cilacap regency use dug wells and ponds as sources of clean water. Preliminary observations indicate that well and pond water smells fishy, reddish-yellow, or brownish. This condition indicates high iron levels. The test results showed that the iron content exceeded the standard in the pond in Sumbereja Hamlet, RT 03 RW 02, which was 9.8 mg/l (standard quality of 1 mg/l). This study aims to determine the spatial distribution of the water quality and the health-related problems in the rural areas of Cilacap Regency, Central Java, Indonesia. This was a descriptive observational study with a cross-sectional approach. We purposely sampled 40 wells and ponds located in Bringkeng Village, Cilacap Regency, Indonesia and assess the water quality by measuring the level. The results showed the lowest and the highest level of TDS (125.90-5090 mg/l), color (40 -2047 TCU), iron (0.16-6.45 mg/l), manganese (<0.1- 3.61 mg/l). Health problems experienced by respondents and or their families during the last three months, namely 3 people with diarrhea, 7 people with diabetes, 12 people with gout arthritis, 10 people with hypertension, 1 person with nervous system disorders, and 7 people with dry skin disorders/scaly. All dug wells and ponds did not meet the quality standards based on TDS, color, iron, and manganese levels. Water from dug wells and ponds needs special treatment to obtain water that is suitable for hygiene and sanitation purposes.
PERAN TENAGA KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGENDALIAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KECAMATAN SUMBANG BANYUMAS Dwi Arini Ernawati; Diah Krisnansari; Pugud Samodro; Nafiisah Nafiisah
Medical and Health Journal Vol 2 No 2 (2023): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.978 KB) | DOI: 10.20884/1.mhj.2023.2.2.8374

Abstract

Latar belakang masalah : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan banyak komplikasi. Agar komplikasi tidak memberat, perlu pengendalian glukosa darah, yang dapat dinilai dari kadar HbA1c. Untuk pengendalian glukosa darah diperlukan peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga. Tujuan : mengetahui peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga terhadap pengendalian glukosa darah pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas Metode : desain penelitian adalah cross sectional. Pengendalian glukosa darah dilihat dari kadar HbA1c, jika < 6,5 % baik, jika ≥ 6,5 % buruk. Peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga diperoleh dari kuesioner, dikatakan baik jika nilainya ≥ median. Hubungan antara peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga dengan kadar HbA1c diuji dengan chi square. Hasil : Dari 49 responden didapatkan data : pengendalian glukosa darah buruk 40 orang (81,6%),peran tenaga kesehatan baik 40 orang (81,6%), dukungan keluarga buruk 26 orang (53%). Peran tenaga kesehatan dengan pengendalian glukosa darah tidak memiliki hubungan yang bermakna , p=0,470 (p<0,05) , dukungan keluarga dengan pengendalian glukosa darah memiliki hubungan yang bermakna, p=0,007 (p<0,05) Kesimpulan : peran tenaga kesehatan dan pengendalian glukosa darah tidak memiliki hubungan yang bermakna, dukungan keluarga dengan pengendalian glukosa darah memiliki hubungan yang bermakna.

Page 1 of 2 | Total Record : 11