cover
Contact Name
Baharuddin
Contact Email
bahardpore@gmail.com
Phone
+6285394596633
Journal Mail Official
pendidikan.kreatif@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/jpk/Editorial
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kreatif
ISSN : 29873231     EISSN : 29634083     DOI : 10.24252
Educational science,educational management,educational philosophy,educational psychology,historical education,political education.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER" : 9 Documents clear
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Waingapu dengan Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing Berbasis Media Mystery Box Dilengkapi LKPD Word Search Richviera Grace Widyarti; Anita Tamu Ina; Riwa Rambu Hada Enda
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa melalui tiga tahap, sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing, saat penerapan dengan bantuan media mystery box, dan setelah penerapan pada Kelas VII E di SMP Negeri 2 Waingapu. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan 32 siswa pada tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data merupakan aspek krusial dalam penelitian, dimana data yang akurat dan lengkap sangat mempengaruhi hasil penelitian. Untuk mendapatkan data, digunakan dua metode pengumpulan yaitu instrumen tes dan instrumen non-tes yang menargetkan aspek kognitif dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam ranah kognitif dari pra-siklus, Siklus I, hingga Siklus II. Pada ranah kognitif, skor pra-siklus adalah 15,63% yang meningkat menjadi 40,62% di Siklus I dan mencapai skor akhir 56,25%. Hal ini berlanjut ke Siklus II dengan skor mencapai 75%, mencerminkan peningkatan sebesar 90,63% dari pra-siklus menuju Siklus II. Untuk ranah afektif, skor pra-siklus tercatat 34% dalam Siklus I terjadi peningkatan sebesar 13%, dengan skor akhir mencapai 47%, sementara Siklus II menunjukkan peningkatan lebih lanjut dengan skor akhir 54%, menghasilkan skor akhir 88%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing yang didukung oleh media mystery box dan dilengkapi dengan LKPD word search efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII E SMP Negeri 2 Waingapu pada topik Tata Surya.
Gaya Mengajar Pendidik Perspektif Hadis dan Aktualisasinya pada Pendidikan Islam Modern Hasni; Ayu Ramadhani; Tasbih; Subehan Khalik
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya mengajar adalah cara atau metode yang dipakai oleh guru ketika sedang melakukan pengajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan gaya mengajar adalah cara yang digunakan, yang bersifat implementatif. Dengan kata lain, metode yang dipilih oleh masing-masing itu adalah sama, tetapi mereka bisa saja menggunakan teknik yang berbeda. Macam-macam gaya mengajar yang relevan dengan pendidikan agama Islam, yaitu sebagai berikut: 1. Gaya mengajar klasikal, 2. Gaya mengajar teknologis, 3. Gaya mengajar personalisasi, 4. Gaya mengajar interaksional. Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW memberikan pedoman penting terkait metode pengajaran yang berfokus pada kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan. Gaya mengajar beliau yang menggunakan pendekatan ceramah, diskusi, tanya jawab, demontrasi dan eksperimen, pemberian tugas (resitasi), dan kerja kelompok dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip yang terkandung dalam hadis mengenai gaya mengajar dan aktualisasinya dalam pendidikan Islam modern, dengan menekankan pada relevansi nilai-nilai Islami dalam proses belajar mengajar saat ini. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan gaya mengajar berdasarkan hadis, serta bagaimana mengharmoniskan antara tradisi dan tuntutan zaman modern. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan perubahan sosial dan budaya dalam pendidikan Islam modern cukup signifikan, prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tetap sangat relevan untuk diaplikasikan dalam konteks pendidikan kontemporer guna membentuk karakter, keterampilan, dan akhlak peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Belajar Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Alauddin Makassar Muhammad Yahdi; Andi Achruh; Sitti Nadirah; Mappasiara; Syakilah Fadliyah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. (Asyar, 2011). Belajar menurut pengertian psikologis merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam menentukan kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Menurut psikologi klasik, hakikat belajar adalah all learning is a prosses of developing or training of mind. Belajar adalah melihat objek dengan menggunakan substansi dan sensasi. Menurut teori mental State, Belajar adalah memperoleh pengetahuan malalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Pengalaman-pengalaman berasosiasi dan bereproduksi. Oleh karena itu latihan memegang peranan penting. Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi peserta didik dan kreativitas pendidik. Peserta didik yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pendidik yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreativitas pendidik akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar. Kualitas lembaga pendidikan dipandang baik jika kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana dan atmosfer akademik baik. Mahasiswa akan merasa puas jika kinerja baik, yaitu sesuai yang diharapkan. Tenaga pendidik di perguruan tinggi yaitu dosen memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kinerja perguruan tinggi sebagai penyedia layanan pendidikan. Kinerja perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik apabila dosen memiliki kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan kompetensi kepribadian. Kompetensi yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang optimal. lembaga pendidikan bekerja dengan. Selain kompetensi dosen, kinerja perguruan tinggi akan berjalan dengan baik jika ditunjang dengan sarana dan prasarana atau fasilitas yang baik untuk proses kegiatan belajar mengajar. Asiabaka (2008) mengemukakan bahwa fasilitas belajar memainkan peran penting dalam aktualisasi tujuan dan sasaran pendidikan dengan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional dari staf dan mahasiswa di perguruan tinggi.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al- Arba’in Al-Nawawiyah Karya Imam Nawawi Muhammad Rusmin B; Suaidah, Idah; Abudzar Al Qifari
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah karya Imam Nawawi serta konsep implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan moral di masyarakat yang menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak berbasis sumber ajaran Islam. Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah dipilih karena memuat hadis-hadis fundamental yang menjadi kaidah utama dalam ajaran Islam dan sarat dengan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data utama adalah teks hadis dalam kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah yang didukung oleh literatur relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat nilai-nilai pendidikan akhlak yang komprehensif, meliputi akhlak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pembentukan karakter peserta didik dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, kisah, serta pendekatan targhib dan tarhib. Dengan demikian, Al-Arba’in Al-Nawawiyah memiliki kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan karakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah karya Imam Nawawi serta konsep implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan moral di masyarakat yang menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak berbasis sumber ajaran Islam. Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah dipilih karena memuat hadis-hadis fundamental yang menjadi kaidah utama dalam ajaran Islam dan sarat dengan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data utama adalah teks hadis dalam kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah yang didukung oleh literatur relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat nilai-nilai pendidikan akhlak yang komprehensif, meliputi akhlak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pembentukan karakter peserta didik dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, kisah, serta pendekatan targhib dan tarhib. Dengan demikian, Al-Arba’in Al-Nawawiyah memiliki kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan karakter Islami.
Pelaksanaan Manajemen Tenaga Pendidik dalam Membentuk Karakter Religius di Sekolah Dasar Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kab. Gowa Siti Aisyah Hamdayani Nur; Awaliah Musgamy; Wahyuddin; St. Syamsudduha; St.Ibrah Mustafa Kamal
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen tenaga pendidik dalam membentuk karakter religius di Sekolah Dasar Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kab. Gowa yang mencakup aspek perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan, pembinaan, dan evaluasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari informan utama yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru agama, dan guru program keagamaan, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen tenaga pendidik berjalan cukup baik, didukung oleh seleksi berbasis kompetensi akademik dan religiusitas, penempatan sesuai bidang keahlian, serta program pembinaan dan evaluasi yang dilakukan secara rutin. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala berupa tingginya beban kerja guru, ketidaksesuaian latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diampu, serta kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter religius dapat dicapai melalui penguatan pembinaan berkelanjutan, evaluasi sistematis, penempatan yang tepat, serta kolaborasi intensif antara pihak sekolah dan orang tua, sehingga hasilnya dapat menjadi rujukan praktis bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
Kepemimpinan Pendidikan Nilai Islam Dalam Kehidupan Sehari-Hari Rosdiana; Nurul Fauziah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kepemimpinan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, nilai-nilai Islam yang mendasari kepemimpinan pendidikan, serta implementasi kepemimpinan pendidikan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelusuri, mengidentifikasi, dan menganalisis berbagai sumber literatur berupa Al-Qur’an, Hadis, buku, dan artikel jurnal yang relevan dengan topik kepemimpinan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui telaah kritis dan analisis isi (content analysis) terhadap konsep, teori, dan temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan dan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam berlandaskan nilai-nilai amanah, keadilan, kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, dan keteladanan yang memiliki dasar normatif yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Implementasi nilai-nilai tersebut dalam praktik kepemimpinan sehari-hari mampu menciptakan budaya pendidikan yang religius, humanis, dan berkarakter, serta meningkatkan kepercayaan, kedisiplinan, dan kualitas hubungan antar warga pendidikan. Oleh karena itu, penerapan kepemimpinan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Celebrity Worship as a Factor in Marriage Delay: An Islamic Legal Perspective Maurellia Aphrodiety Arestita Arsyad; Deni Irawan
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika kekaguman pada selebriti berkembang menjadi obsesi yang selanjutnya dikenal sebagai celebrity worship, fenomena ini semakin meluas di kalangan masyarakat modern, terutama dengan berkembangnya sosial media yang memengaruhi persepsi individu terhadap aspek kehidupan, termasuk pernikahan. Studi ini berfokus pada pengguna media sosial X, yang menunjukkan perilaku obsesif terhadap figur publik dalam kadar yang memengaruhi minat mereka untuk menikah. Mengingat meningkatnya intensitas dan implikasi sosial dari celebriy worship, studi ini ditujukan untuk menganalisis dampak celebrity worship pada penundaan pernikahan di kalangan individu dewasa awal, dengan pendekatan perspektif hukum Islam. Melalui metode pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan berdasarkan wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keterlibatan emosional yang mendalam terhadap idola mendorong individu untuk menjadikan figur selebriti sebagai tolak ukur dalam menentukan pasangan. Selain itu, tingginya intensitas aktivitas pengidolaan juga membuat individu lebih fokus pada kehidupan selebriti dibandingkan menjalankan hubungan nyata, sehingga membentuk pola pikir di mana pernikahan bukanlah menjadi prioritas utama dalam kehidupan mereka. Dimana dalam Islam, pernikahan dipandang sebagai ibadah yang penting dan bagian dari penyempurnaan agama. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan reflektif terhadap konsumsi media sosial, serta penanaman nilai pernikahan dalam Islam guna meminimalisir dampak negatif budaya populer terhadap persepsi dan kesiapan menikah. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada literatur studi Islam kontemporer dan psikologi sosial, serta menawarkan perspektif baru untuk memahami implikasi celebrity worship terhadap prioritas hidup dalam kerangka nilai-nilai Islami.
Pendidikan Multikultural Berbasis Islam sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi di Sekolah Sudirman; Nurzamsinar
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intoleransi di lingkungan sekolah yang berwujud diskriminasi agama, perundungan berbasis identitas, dan pengucilan sosial mengancam iklim belajar inklusif di Indonesia yang majemuk. Makalah ini mengkaji pendidikan multikultural berbasis Islam sebagai strategi pencegahan melalui integrasi nilai tasamuh, ta‘aruf, ‘adl, dan rahmatan lil ‘alamin dalam kurikulum PAI, pendekatan pedagogis dialogis, peran guru sebagai teladan moderasi beragama, serta pembentukan budaya sekolah humanis. Berdasarkan analisis konseptual dan studi literatur, pendekatan ini efektif membentuk siswa toleran, berakhlakul karimah, serta kebal terhadap radikalisme dan diskriminasi, sebagaimana dibuktikan oleh penelitian empiris yang menunjukkan peningkatan 78% sikap saling menghargai antar siswa heterogen. Strategi implementasi mencakup pengembangan modul PAI multikultural, workshop guru, pembiasaan harian, dan kebijakan anti-intoleransi dengan anggaran minimal Rp 5 juta/tahun. Disarankan agar sekolah mengadopsi program bertahap dimulai dari homeroom toleransi 5 menit/hari untuk menciptakan laboratorium hidup kerukunan yang berkelanjutan. Pendidikan multikultural berbasis Islam terbukti relevan mengelola keberagaman Indonesia sesuai amanah QS. Al-Hujurat: 13 dan Piagam Madinah, sekaligus mewujudkan sekolah sebagai miniatur masyarakat Bhinneka Tunggal Ika yang harmonis.
Teori Konektivisme dalam Pembelajaran Abad Ke-21 Lala; Nurzamsinar; Sudirman
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan pesatnya arus informasi telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran abad ke-21. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan dan teori pembelajaran yang mampu menjelaskan cara individu memperoleh, mengelola, dan memaknai pengetahuan dalam lingkungan berbasis jejaring. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori konektivisme sebagai salah satu teori pembelajaran kontemporer yang relevan dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi akademik yang membahas konsep, prinsip, serta implikasi teori konektivisme dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori konektivisme menekankan pentingnya jejaring (network), koneksi antarindividu dan sumber belajar, kemampuan mengakses informasi, serta keterampilan memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses belajar. Teori ini memandang belajar sebagai proses membangun dan memelihara koneksi dalam komunitas belajar yang dinamis. Oleh karena itu, teori konektivisme memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan teoretis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan era digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 9