cover
Contact Name
Rani Rubiyanti
Contact Email
rani.rubiyanti@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285317157670
Journal Mail Official
jurnal.emass@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gedung Direkorat Lt.2 Jl.Cilolohan No.35, Kel.Kahuripan, Kec.Tawang Kota Tasikmalaya 46115 INDONESIA
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
ISSN : 26560364     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.37160/emass.v5i1
Core Subject : Health,
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2025): Januari" : 28 Documents clear
MEDIA MINIATUR “PATUH” SEBAGAI PENGINGAT UNTUK PRAKTEK GAYA HIDUP SEHAT PENDERITA HIPERTENSI PADA ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 Dwi Widayanti, Esti; Dyah Wahyuningsih; Munjiati; Herry Prasetyo
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.67

Abstract

 Salah satu cara untuk menanamkan pengetahuan ini dengan suatu penyuluhan kesehatan yang memerlukan beragai modifikasi agar menarik dan mengingatkan untuk praktek sehari-hari tentang isi pesan, antara lain dengan media miniature”PATUH”. Rumusan masalah dalam pengabdian masyarakat ini adalah media miniature “PATUH” sebagai pengingat untuk praktek gaya hidup sehat penderita hipertensi di masa era new normal pandemic covid-19. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah keluarga sadar dan memahami serta menerapkan perilaku gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari - hari secara berkelanjutan dan tercapai tekanan darah yang stabil. Metode yang digunakan dengan dengan penyuluhan kesehatan denga media miniature “PATUH”, yang sebelumnya dilakukan pemberian materi dan contoh langsung menerapkan gaya hidup sehat dengan kesepakatan di buat jadwal bersama dalam kehidupan sehari-hari yang akan tertanam dalam perilaku sehari-hari, selanjutnya untuk membuat media miniature untuk di pasang di ruangan penderita hipertensi. Praktek gaya hidup tersebut dimonitor oleh anggota keluarga dan kader kesehatan setempat dengan jadwal yang sudah disusun. Hasil : 25 keluarga dari 30 keluarga yang salah satu anggota keluarga menderita hipertensi menjawab “ ya “ untuk pernyataan dalam Kepatuhan Gaya Hidup Sehat, namun dalam perilaku sehari-harinya untuk program “PATUH” masih belum dialksanakan secara maksimal, karena kurang mengetahui dan kurang informasi tentang perawatan /gaya hidup penderita hipertensi. Media miniature yang dipajang di rumahnya setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan bimbingan serta pendampingan telah menjadikann media pengingat bagi keluarga dengan hipertensi.
PELATIHAN ORAL PHYSIOTHERAPY DALAM MENUNJANG PSIKOMOTOR KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MASYARAKAT PENDERITA PENYAKIT KRONIS Daniati, Nia; Jachja, Shantika
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.539

Abstract

Persentase menggosok gigi masyarakat setiap hari pada waktu mandi pagi dan atau sore adalah sebesar 90,7%, sesudah makan pagi hanya 12,6% dan sebelum tidur malam hanya 28,7%. Riskesdas tahun 2013 menunjukan prevalensi masalah kesehatan gigi-mulut adalah 25,9%, dengan prevalensi karies aktif sebesar 53,7%. Pemeliharaan gigi termasuk yang harus diperhatikan dan ditingkatkan melalui kegiatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM). Kegiatan yang dilakukan yaitu mengimplementasikan Oral Physiotherapy untuk meningkatkan keterampilan kesehatan gigi dan upaya promotif-preventif pada masyarakat penderita penyakit kronis. Permasalahan mitra pada pengabdian masyarakat adalah kurangnya keterampilan kesehatan gigi dan mulut masyarakat yang akan menjadikan meningkatnya masalah kesehatan gigi jadi melalui pengabdian kepada masyarakat kami akan mengimplementasikan Oral Physiotherapy dalam Menunjang Psikomotor Kesehatan Gigi dan Mulut pada Masyarakat Penderita Penyakit Kronis. Mitra berjumlah 100 orang. Metode pelaksanaan adalah memberikan pengajaran cara menyikat gigi, edukasi tentang masalah kesehatan gigi, memberikan edukasi tentang perawatan gigi, memberikan edukasi tentang perawatan gigi, melakukan pengajaran cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat penderita penyakit kronis. Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan setelah semua tahap persiapan diselesaikan. Sebelum melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan kalibrasi untuk menyamakan persepsi selanjutnya memberikan pengajaran cara menyikat gigi, edukasi tentang perawatan gigi, melakukan pengajaran cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat penderita penyakit kronis secara berkesinambungan sesuai dengan penjadwalan prolanis selama 8 bulan
PELATIHAN MOBILE JKN UNTUK OPTIMALISASI AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI KECAMATAN TARAJU KABUPATEN TASIKMALAYA Ari Sukawan; Andi Suhenda; Dedi Setiadi; Ida Sugiarti; Fery Fadly; Dewi Lena Suryani; Wahyuni, Ida; Fajar Yunita Sari; Ayu Rahayu Lestari; Ulfah Fauziah; Neli Puspitasari
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.542

Abstract

Mobile JKN merupakan inovasi teknologi untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Teknologi yang baik adalah yang mudah dipahami, dijangkau, dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Literasi digital masyarakat menjadi salah satu factor layanan digital tidak tersampaikan secara efektif. Pelatihan kepada para kader merupakan upaya mendekatkan teknologi kepada masyarakat khususnya pemanfaatan teknologi Mobile JKN. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberian pelatihan khusus ini telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Bina Wilayah Prodi DIII RMIK Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya kepada 20 kader di Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya. Pelatihan disampaikan melalui kegiatan ceramah, tutorial, dan konsultasi teknis. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian 10 soal pre dan post test kepada peserta. Diperoleh 30% peningkatan pengetahuan kader yang awalnya cukup menjadi baik. Sebanyak 65% kader mencapai peningkatan skor rata-rata 1 poin. Akses layanan Kesehatan sebenarnya sangat dekat melalui peningkatan pengetahuan melalui pelatihan ini. Namun, diperlukan kontinuitas kegiatan tetap diperlukan terhadap update teknologi mobile JKN yang lebih advance (maju/canggih) kepada masyarakat. Disamping itu juga diperlukan adanya pengukuran pengalaman dalam pemanfaatan mobile JKN dari masyarakat.
IMPLEMENTASI EDUKASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN SETIAWARGI TASIKMALAYA Saragih, Marianawati; Naning Hadiningshih; Edri Indah Nur Edi; Rosni Herlani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.568

Abstract

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada di atas batas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Studi pendahuluan yang dilakukan pada tenaga pelaksana gizi dan koordinator penyakit tidak menular belum pernah ada memberikan informasi atau penyuluhan tentang pemanfaatan buah pisang ambon yang dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita penyakit hipertensi. Permasalahan pada mitra belum maksimal dalam pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi sarana edukasi yang perlu diwujudkan di masyarakat melalui partisipasi dan komitmen seluruh warga. Metode yang diberikan kepada masyarakat berupa edukasi penyuluhan dalam upaya penanggulangan hipertensi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya penderita hipertensi, mengenai pemanfaatan pangan lokal, seperti pisang ambon, sebagai salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah. Hasil melalui tahapan edukasi yang dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pemanfaatan pangan lokal, khususnya pisang ambon untuk menurunkan tekanan darah, adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam kegiatan yang akan berkontribusi pada keberhasilan program dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Publikasi hasil dalam jurnal EMaSS dengan status submit, HKI, dan artikel di media massa elektronik. Kesimpulannya edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal, khususnya pisang ambon, dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan hipertensi. Kegiatan ini berhasil melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan mendapatkan dukungan dari Puskesmas, yang merupakan faktor penting untuk keberhasilan program. Selain itu, evaluasi hipertensi menunjukkan rendahnya peningkatan pemahaman pada kelompok penderita setelah diberikan edukasi.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA REMAJA PUTRI TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI APLIKASI GIPSI (GIZI PRAKONSEPSI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAHURIPAN KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2024 Yuliastuti, Santi; Herliani, Yulia
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.571

Abstract

Masalah gizi di Indonesia pada umumnya masih didominasi oleh masalah gizi kurang. Masalah gizi kurang pada kelompok wanita prakonsepsi dipengaruhi oleh ketidaktahuan akan gizi seimbang yang diperlukan selama masa prakonsepsi. Upaya strategis untuk meningkatkan status gizi wanita adalah melalui edukasi dengan menggunakan media edukasi Aplikasi GIPSI (Gizi Prakonsepsi). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan gizi remaja prakonsepsi melalui Aplikasi Gipsi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pendidikan kesehatan kepada remaja putri yang dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dalam 2 bulan dengan penyampaian materi pada setiap kali pertemuan yang telah ditentukan. Tempat kegiatan dilakukan di Posyandu Remaja Wilayah Kerja Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya. Data hasil penelitian diperoleh, hampir semua remaja belum mengetahui akan gizi seimbang pada masa prakonsepsi, namun setelah diberikan edukasi melalui Aplikasi GIPSI selama 6 kali pertemuan, terjadi peningkatan pengetahuan remaja dengan 20 remaja tingkat pengetahuan kategori baik (74,07%). Semua remaja menunjukkan antusias yang tinggi terhadap kegiatan ini dan berharap kegiatan edukasi remaja prakonsepsi dapat terlaksanan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan remaja putri.
PEMANFAATAN MEDIA VIDEO ANIMASI JARI CENTINI (REMAJA PUTRI CEGAH STUNTING SEJAK DINI) SEBAGAI MEDIA EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING Diana, Helmi; Wiwin Mintarsih Purnamasari
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.572

Abstract

Stunting has an impact that affects the child's future if prevention is not carried out early. Adolescents are a group that has a large role in producing offspring in the future. Lack of knowledge of adolescents about stunting is a factor causing the high rate of stunting, educational media that can be easily understood by adolescents is animated videos. The purpose of this community service is to increase knowledge about preventing stunting in adolescents. The activities carried out were in the form of education, using CENTINI educational videos, conducting HB, TB, BB level checks on adolescent girls, making a form for filling out a compliance monitoring sheet for consuming FE tablets. The method used was socialization and health education to adolescent girls through videos and explanations of the FE calendar which were distributed to all respondents. The location of the activity was SMPN 9 Kota Tasikmalaya. The stages of the activity include the stages of preparation, implementation and reporting. Data from the results of community service activities showed an increase in the capacity of adolescent girls, showing a change of 22 points in the pre-post test education, HB level checks from 30 people. The adolescent girls who were examined who had anemia were 16 people (53%) and 14 people did not have anemia. All teenagers showed high enthusiasm for this activity and hoped that educational activities on stunting and nutritional status could be carried out sustainably to improve the fitness and health of adolescent girls.
PEMANFAATAN BUKU SAKU TENTANG MANAJEMEN PEMBERIAN AIR SUSU IBU DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA MANDALAWANGI KECAMATAN SALOPA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2024 Rismawati, Sariestya; Gantini, Dede
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.573

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi adalah salah satu praktik kesehatan yang sangat dianjurkan oleh berbagai organisasi kesehatan dunia, termasuk WHO dan UNICEF. Angka cakupan ASI eksklusif secara nasional tahun 2023 yaitu sebesar 70%, di Jawa Barat 72,5%, sementara di Kabupaten Tasikmalaya, cakupan ASI eksklusif sedikit lebih rendah, yaitu sekitar  65%.  Pencapaian  ini  belum  mencapai  target  dari  Kementerian  Kesehatan  sebesar  80%. Beberapa faktor yang mempengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif diantaranya pengetahuan dan sikap ibu mengenai pentingnya dan cara yang tepat dalam memberikan ASI eksklusif.  Faktor lain yaitu bagi ibu yang bekerja, dimana komitmen untuk memberikan ASI eksklusif sering kali menjadi tantangan yang lebih kompleks, terutama karena keterbatasan waktu dan akses untuk menyusui langsung selama jam kerja, sehingga penting bagi ibu untuk mengetahui pengetahuan mengenai ASI eksklusif dan ASI perah bagi ibu bekerja. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan pemberian informasi untuk memberikan pemahaman pada ibu mengenai manajemen pemberian ASI dengan media dan metode  yang  sesuai,  salah  satunya  dengan  buku  saku  yang  berisi  informasi  seputar  ASI  dan manajemen  ASI perah.  Hasil kegiatan menunjukkan  ada  peningkatan pengetahuan  dan sikap  ibu tentang pemberian ASi eksklusif. Kesimpulan dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu pendidikan kesehatan  tentang  manajemen  pemberian  ASI  penting  diberikan  pada  ibu  sejak  masa  kehamilan sebagai upaya dalam mempersiapkan masa menyusui sehingga bisa meningkatkan cakupan ASI Eksklusif.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DAN WASTING DENGAN PEMANFAATAN SUSU, KUNING TELUR DAN TEMULAWAK SEBAGAI NUTRACEUTIKAL PADA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGANDARAN Sutiswa, Shandra Isasi; Nunung Yulia; Asep Kuswandi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.576

Abstract

Stunting dan Wasting merupakan masalah kesehatan yang disebabkan karena kekurangan asupan nutrisi dalam waktu lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Puskesmas Pangandaran merupakan Puskesmas dengan kasus wasting sebanyak 23 kasus dan kasus stunting sebanyak 20 kasus. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang stanting dan wasting baik penyebab, cara pencegahan dan dampak dari kasus tersebut. Kegiatan edukasi bertema “Cegah Stunting dan Wasting Dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Nutraceutical Lokal” diberikan pada 5 orang perwakilan kader dari masing desa serta ibu hamil dan ibu balita. Metode yang akan dilakukan dalam kegiatan ini yaitu dengan kegiatan penyuluhan mengenai penyebab wasting dan stunting, cara pencegahan wasting dan stunting melalui asupan nutrisi yang tepat bersumber dari bahan local, serta dampak dari kasus stunting dan wasting. Kegiatan ini yaitu penyuluhan tentang dilakukan pada 20 orang kader. Evaluasi hasil kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dilakukan melalui pre test dan post test. Nilai pre test dan post test dianalisis secara statistik menggunakan analisis data t-Test: Paired Two Sample for Means dengan nilai signifikansinya 0,05. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai signifikansinya < 0,05 artinya terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang penyebab wasting dan stunting, cara pencegahan wasting dan stunting melalui asupan nutrisi yang tepat bersumber dari bahan local, serta dampak dari kasus stunting dan wasting.
SOSIALISASI PENGGUNAAN ICD 10 ELEKTRONIK KASUS PENYAKIT MENULAR PADA PETUGAS PMIK DI FASYANKES DI KOTA TASIKMALAYA Fadly, Fery; Sari, Fajar Yunita; Trikusumah, Rizka Ajeng; Ramdhani, Fadillah Awaliyah; Aziizah, Najwa Nur; Widiahesty, Anggiani Maulida
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.577

Abstract

Penyakit menular adalah masalah kesehatan global yang tetap menjadi perhatian utama di banyak negara, termasuk Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit menular masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit menular dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini, penggunaan sistem informasi kesehatan menjadi faktor penting untuk membantu tenaga medis dalam melakukan diagnosis, pengobatan, dan pemantauan terhadap pasien yang terinfeksi. Salah satu sistem informasi kesehatan yang penting adalah International Classification of Diseases (ICD), yang telah diadopsi secara global sebagai standar untuk mengklasifikasikan dan mencatat data penyakit. Meskipun penggunaan ICD-10 sebagai sistem klasifikasi penyakit telah diterapkan secara global, masih ada banyak laboratorium pendidikan rekam medis yang belum beralih ke penggunaan sistem informasi kesehatan berbasis elektronik untuk mempermudah penggunaan ICD-10 dalam memproses data penyakit menular. Dalam pendidikan rekam medis, penggunaan sistem informasi kesehatan seperti ICD-10 elektronik dapat membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang standar kode internasional yang digunakan dalam mengidentifikasi dan mencatat penyakit. Selain itu, penggunaan sistem informasi juga memudahkan mahasiswa dalam mempelajari dan memahami konsep pengelolaan data rekam medis, termasuk identifikasi dan pencatatan penyakit. Dengan menggunakan sistem informasi yang tepat dan efektif, mahasiswa dapat belajar bagaimana mengelola data rekam medis dengan lebih mudah, cepat, dan akurat, terutama saat menjalani praktek kerja lapangan di fasilitas kesehatan. Kegiatan ini direncanakan akan dilakukan dalam jadwal yang telah ditentukan, dengan harapan luaran yang dihasilkan berupa artikel yang dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat.
PELATIHAN PELAKSANAAN PERSONAL HEALTH RECORD (PHR) PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PARAKANNYASAG TASIKMALAYA TAHUN 2024 Ulfah Fauziah; Setiadi, Dedi; Suhenda, Andi; Iskandar, Riadho; Amany, Fadhila Azhar; Wahyuni, Tariska Desri
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.581

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sangat berbahaya (Silent Killer), dikarenakan sering terjadi tanpa keluhan. Prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1% (Riskesdas 2018), meningkat 25,8% (Riskesdas 1013). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya (2020), menurut jenis penyakit di Kota Tasikmalaya, pada tahun 2019 Hipertensi menjadi peringkat ke-2 sebanyak 36.466 kasus setelah Nasofaringitis Akut. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan kontrol untuk penanganan kasus dengan penggunaan Catatan Kesehatan Pribadi/Personal Health Record (PHR). Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mendorong masyarakat menggunakan PHR untuk penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Parakanyasag Tahun 2024. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan atau penyuluhan informasi tentang penggunaan PHR dalam memantau kesehatan pasien hipertensi. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan pelaksanaan PHR berhasil meningkatkan kesadaran pasien hipertensi untuk bisa kembali menata gaya hidup, pola makan, dan mengetahui pentingnya adanya pencatatan kesehatan pribadi dan kontrol rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan terkait.

Page 1 of 3 | Total Record : 28