cover
Contact Name
Genoveva Mari
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalintheos@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Teologi
Published by Actual Insight
ISSN : 27767450     EISSN : 27757676     DOI : https://doi.org/10.56393/intheos.v1i1.170
In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi. Jurnal ini adalah jurnal penelitian yang terbit bulanan dengan berfokus pada publikasi hasil-hasil riset dalam bidang pendidikan agama secara umum dan kajian-kajian teologis. Jurnal ini ditujukan untuk teolog praktis dan guru pendidikan agama, ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam agama, dan perwakilan dari disiplin budaya-ilmiah lainnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempromosikan kajian-kajian mendalam dalam kelimuan di pendidikan agama dan teologi. Jurnal ini memuat sumbangan teori yang deskriptif empiris dan kritis tentang praktik religius dalam masyarakat, terutama berkaitan dengan deskripsi agama sebagaimana yang dipraktikkan. Agama dalam konteks ini dapat dipahami dalam arti luas kata yang dengannya semua kecenderungan apresiatif terhadap pandangan akhir tentang diri sendiri dan dunia dapat digambarkan sebagai yang religius.
Articles 270 Documents
Advokasi Disabilitas Dalam Perspektif Teologi Kristen: Memahami Martabat, Keadilan, Dan Kasih Sebagai Dasar Sandangan, Cantika Yuni Triyani; Kombong, Gita Dulianty; Palute, Marliyanti; Liku, Novita; Membea', Rini Krisyanti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i10.2523

Abstract

Advokasi disabilitas dalam perspektif teologi Kristen berakar pada ajaran-ajaran alkitabiah tentang martabat manusia, keadilan, dan kasih. Teologi Kristen menegaskan bahwa setiap individu, tanpa memandang keterbatasan fisik atau mentalnya, diciptakan menurut gambar Allah (Imago Dei), sehingga memiliki nilai dan martabat yang tidak dapat digantikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep advokasi disabilitas melalui perspektif teologi Kristen, dengan fokus pada peran martabat manusia, keadilan, dan kasih sebagai landasan etis dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Dalam teologi Kristen, penciptaan setiap individu menurut gambar dan rupa Allah menekankan pentingnya penghargaan terhadap martabat manusia, termasuk mereka yang hidup dengan disabilitas. Konsep keadilan dalam ajaran Kristen mengharuskan adanya perlakuan yang adil dan setara, serta penghapusan ketidakadilan struktural yang kerap dihadapi oleh kaum disabilitas. Selain itu, kasih, yang merupakan inti dari ajaran Kristus, memotivasi gereja dan komunitas beriman untuk secara aktif memperjuangkan hak serta kesejahteraan penyandang disabilitas, bukan sekadar sebagai tindakan belas kasih, tetapi sebagai panggilan iman untuk mewujudkan kasih Allah di dunia. Kajian ini mengacu pada teori Karl Rahner mengenai teologi inkarnasi, di mana advokasi disabilitas dilihat sebagai tindakan teologis yang mencerminkan iman dan keadilan, serta melampaui sekadar gerakan sosial.
Pendekatan Holistik dalam Pendidikan Iman Kristen untuk Anak Usia Dini di Sekolah Minggu Padang, Priskayanti Kapu'; Pawarrang, Norma; Paelongan, Virdayanti; Karurukan, Debora Meylianti; Juli, Juli
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 11 (2024): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i11.2527

Abstract

Pendekatan holistik dalam pendidikan iman Kristen bagi anak usia dini di sekolah minggu bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek kehidupan anak, baik secara spiritual, emosional, sosial, maupun intelektual. Pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pengajaran doktrin atau ajaran iman semata, tetapi juga melibatkan pengalaman nyata dalam hidup sehari-hari, relasi dengan sesama, dan keterlibatan dalam komunitas gereja. Dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis dan kognitif anak usia dini, pendekatan holistik memadukan metode pengajaran kreatif, aktivitas interaktif, dan bimbingan pribadi untuk membentuk fondasi iman yang kokoh sejak dini. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pendekatan holistik diterapkan di sekolah minggu dan dampaknya terhadap pertumbuhan iman anak, serta peran guru dalam mendukung proses pendidikan yang menyeluruh ini. Teori pendidikan John Dewey menekankan pengalaman langsung sebagai inti dari proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan studi pustaka. Menurut Dewey, belajar bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi lebih pada bagaimana seseorang belajar melalui pengalaman yang nyata dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik efektif dalam membantu anak mengenal Tuhan dengan cara yang relevan dan bermakna, serta memperkuat keterlibatan mereka dalam komunitas gereja dan kehidupan sehari-hari.
Berteologi Advokasi: Keadilan Kepala Desa Dalam Pengambilan Keputusan Saranga’, Gusni; Sarira, Nopita; Tandirerung, Krisdayanti Masirri; Rangka, Riska
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 11 (2024): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i11.2534

Abstract

Keputusan yang tidak dipertimbangkan dengan adil dapat mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan dan kelembagaan. Hal tersebut sering terjadi dalam lembaga pemerintahan di Indonesia. Untuk itu, penulis dengan penuh rasa empati melakukan penelitian dengan tujuan untuk menemukan konsep yang harus dilakukan oleh para pelajar teologi dalam beradvokasi guna merespons permasalahan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya di Desa Tondok Rante. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Studi kepustakaan yang digunakan oleh penulis melibatkan literatur-literatur terpercaya. Lokasi penelitian berfokus pada Desa Tondok Rante, Luwu Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemegang kuasa di wilayah tersebut belum mampu memberikan pengaruh yang positif di tengah masyarakat, sehingga pembangunan menjadi terhambat. Oleh karena itu, berdasarkan studi analisis dan wawancara, diperlukan dialog yang lebih intensif antara pemerintah dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan gereja untuk mencapai kesepahaman. Selain itu, perlu juga adanya struktur pemerintahan yang realistis dan terarah demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat setempat. Penelitian ini merekomendasikan strategi advokasi yang berbasis nilai keadilan untuk memperkuat peran pemangku kebijakan dalam pengambilan keputusan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan publik.
Menyingkap Wajah Keadilan Allah: Perspektif Nahum 1:1-8 dan Relevansinya bagi Umat Kristiani Masa Kini Jakarias, Jakarias
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 11 (2024): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i11.2535

Abstract

Fokus studi ini adalah analisis konteks Kitab Nahum 1:1-8, dengan tujuan menggali pemahaman mengenai latar belakang sejarah, sosial, dan teologis yang mempengaruhi penulisan kitab tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang mengeksplorasi konteks kultural dan sosial, agar pembaca dapat memahami bagaimana budaya dan masyarakat Asyur berperan dalam membentuk narasi serta pandangan tentang Tuhan dalam konteks itu. Analisis ini menemukan bagaimana kitab ini merefleksikan pandangan masyarakat Israel tentang kekuatan dan kehancuran. Relevansi tulisan ini memberikan wawasan tentang konteks sejarah dan sosial pada masa itu, khususnya terkait kekejaman kekaisaran Asyur dan perasaan masyarakat yang tertindas. Dengan demikian, tulisan ini mengajak pembaca untuk menemukan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup, terutama di saat-saat kesusahan, karena Tuhan memperhatikan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari dan percaya kepada-Nya. Pembaca dapat belajar dari bangsa Israel bagaimana mereka menyadari bahwa Allah adalah dasar pengharapan dan penjamin dalam berbagai kesulitan, terutama saat menghadapi ketidakadilan.
Konsep Imago Dei sebagai Dasar Misi Gereja Terhadap Diskriminas Kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender Adiatman, Adiatman; So’nono, Anugrah; Prisilia, Ririn; Sumule, Fika; Ega, Ega
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 11 (2024): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i11.2537

Abstract

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) bukan lagi isu yang baru. Topik ini telah lama muncul di ruang publik dan juga banyak diperbincangkan dalam diskursus-diskursus akademis. Teologi Kristen juga tak ketinggalan, tak jarang ditemukan sekolah teologi menjadikan topik ini sebagai tema dalam seminar atau diskursus yang mereka lakukan. Masalahnya, sebagian besar warga jemaat meyakini bahwa heteroseksual yang sesuai dengan iman Kristen. Itulah sebabnya, jika ada laki-laki suka dengan laki-laki (gay) atau perempuan suka dengan perempuan (lesbian), maka secara otomatis mereka akan dianggap menyimpang, tidak normal, bahkan dicap berdosa. Berdasarkan masalah tersebut, tulisan ini menawarkan konsep imago Dei sebagai dasar misi gereja terhadap diskriminasi kaum LGBT menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil tulisan ini mengajak gereja untuk mengambil langkah progresif untuk bisa merangkul mereka diterima di dalam gereja dan terlibat dalam organisasi gereja. tidak hanya itu, mereka tidak boleh dibatasi pergerakannya di dalam gereja, sebab mereka sama saja dengan heteroseksual, sama-sama penyandang gambar dan rupa Allah.
Peran Agama Membentuk Sikap Solidaritas Sosial Di Masyarakat Keron, Herlinda; Derung, Teresia Noiman
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i12.2553

Abstract

Agama merupakan suatu bentuk kepercayaan manusia terhadap sesuatu yang bersifat Spritual yang berhubungan dengan Tuhan Yang Kuasa, yang terhubung dengan seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk individu dan masyarakat. Dengan mengetahui peran agama dalam membentuk solidaritas kehidupan sosial dimasyarakat, maka ketika seseorang beragama pasti dapat merasakan tingginya nilai-nilai sosial, terutama dalam perilaku didalam masyarakat. Agama sebagai peran harus dipelihara dan dikembangkan dalam kehidupan sosial, meliputi: peran sebagai nilai-nilai dan norma sosial,peran yang membangun solidaritas sosial, peran yang dapat membentuk identitas sosial, peran pengendalian sosial, peran yang dapat menyebarkan kerukunan dan toleransi social,peran dalam menggerakkan kegiatan social dan peran yang menciptakan stabilitas sosial.kesimpulannya agama berperan sebagai sarana dan tanda keagamaan dalam masyarakat, spritual yang bersumber dari kepercayaan masyarakat pada diri masing-masing dan anggotanya, peranannya menjaga dan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, kewajiban dan kesejahteraan masyarakat Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi literatur Peneliti mendeskripsikan dan menjelaskan peran agama terhadap dalam membentuk solidaritas sosial masyarakat Data ini diolah melalui beberapa artikel dan jurnal.
Dekonstruksi Faktor-Faktor Penyebab Bunuh Diri dalam Perspektif Jacques Derrida: Studi Kasus pada Jemaat Ria Klasis Mengkendek Rante, Sandi; Momba', Khelly Tulali; Upa', Jonatan Tandi
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i12.2554

Abstract

Fenomena bunuh diri merupakan realitas yang tak terelakkan dalam kehidupan masyarakat. Kasus-kasus bunuh diri telah terjadi di berbagai tempat, termasuk di Gereja Toraja Jemaat Ria Klasis Mengkendek. Tindakan ini memunculkan berbagai pandangan di kalangan masyarakat yang dipengaruhi oleh beragam latar belakang keyakinan dan pemahaman. Seseorang yang melakukan bunuh diri seringkali dinilai buruk atau bahkan dianggap melakukan dosa besar. Namun, pandangan semacam ini cenderung dangkal dan tidak memperhatikan faktor-faktor penyebab yang melatarbelakangi tindakan bunuh diri tersebut. Motif di balik bunuh diri dapat disebabkan oleh tekanan sosial yang dihadapi individu. Dalam penelitian ini, teori dekonstruksi Jacques Derrida digunakan untuk menganalisis dan mengurai faktor-faktor penyebab fenomena bunuh diri di Jemaat Ria Klasis Mengkendek. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi faktor-faktor penyebab bunuh diri di jemaat tersebut melalui perspektif Derrida. Dengan menggunakan metode kualitatif, pendekatan historis, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, ditemukan bahwa: pertama, faktor penyebab bunuh diri tidak semata-mata berkaitan dengan keimanan; kedua, masalah percintaan juga menjadi salah satu penyebab; ketiga, masalah ekonomi turut menjadi faktor penyebab; dan keempat, ketiga faktor tersebut dipengaruhi oleh kurangnya peran dan fungsi yang dijalankan oleh pemerintah, gereja, dan masyarakat. Faktor terbesar yang memicu tindakan bunuh diri di Jemaat Ria adalah kurangnya perhatian dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, gereja, dan pemerintah.
Peran Sabda Allah dalam Pembentukan Spiritual dan Profesional Calon Katekis di Era Globalisasi Doa, Floriana; Keron, Herlinda; Habu, Elisabeth Merchi; Derung, Teresia Noiman
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i12.2564

Abstract

Artikel ini mengkaji peran penting Sabda Allah dalam membentuk kehidupan spiritual dan profesional calon katekis, yang memegang peran sentral dalam menyebarkan kabar baik di tengah masyarakat. Sabda Allah dipahami sebagai wahyu ilahi yang membimbing, mengajar, dan mengubah hidup umat Katolik, sekaligus menjadi landasan utama dalam tugas katekese. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam untuk menggali pengalaman calon katekis dalam memahami dan menerapkan Sabda Allah dalam kehidupan dan pelayanan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teologis yang mendalam, kesiapan untuk mewartakan ajaran Kristus, serta pengembangan karakter spiritual merupakan elemen kunci yang harus dimiliki calon katekis. Studi ini juga mengidentifikasi tantangan utama yang meliputi keterbatasan pemahaman teologis, kesadaran diri, keterampilan mengajar, akses terhadap sumber daya, adaptasi terhadap keberagaman umat, serta pengaruh perubahan sosial di era globalisasi dan teknologi. Dengan upaya untuk memahami dan mengatasi tantangan tersebut, diharapkan calon katekis dapat menjadi individu yang tangguh, responsif, dan efektif dalam menjalankan perannya sebagai pewarta iman di tengah tantangan zaman modern. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan program pendidikan dan pelatihan calon katekis.
Dinamika Politik Gereja: Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Menyikapi Isu-isu Kontemporer Tammu, Yuliana; Rua’, Ribka; Limbu’, Yonita Sanda; Karua, Putri
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i12.2638

Abstract

Kehidupan umat Kristiani sebagai anggota masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka memiliki hak dan tanggung jawab baik dalam konteks gereja maupun sebagai warga negara. Menjalankan peran ini dalam hubungan gereja dan negara yang kompleks dan terus berkembang menghadirkan tantangan. Memahami prinsip-prinsip Alkitabiah mengenai hubungan gereja dengan negara menjadi penting. Gereja, seperti garam dan terang (Matius 5:13,14), memiliki tugas, sikap, dan pelayanan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan gereja tidak dapat dipisahkan dari negara/pemerintah, dan sebaliknya. Keduanya memiliki kuasa, fungsi, dan wilayahnya masing-masing. Posisi Gereja dalam politik telah kerap dibicarakan, namun ada yang belum memahami arti gereja dan politik. Mengamati situasi politik, orang percaya atau Gereja harus mengambil sikap. Pendidikan agama Kristen memiliki peran penting dalam membantu umat Kristiani memahami permasalahan politik dan memberikan bimbingan moral dalam mengambil sikap. Jika umat Kristiani memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika politik dan nilai-nilai Kekristenan, mereka dapat memberikan dampak positif dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Pemahaman Keluarga Muda Katolik Terhadap Tujuan Perkawinan Berdasarkan KHK 1055 Taek, Edelfrida; Bay, Maria Sonita; Kolin, Veronika Nato; Meo, Yohanes Wilson B Lena
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i12.2641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemahaman keluarga muda Katolik mengenai tujuan perkawinan berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1055 dan bagaimana mereka mengimplemeentasikan ajaran Gereja dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fenomenologi, yang berfokus pada pengalaman dan persepsi pasangan muda Katolik yang baru menikah atau memiliki anak kecil. Temuan penelitian menunjukan bahwa meskipun keluarga muda Katolik umumnya memahami dua tujuan utama perkawinan, kesejahteraan suami istri dan kelahiran serta pendidikan anak-anak tantangan signifikan muncul dan penerapannya, terutama terkait dengan kesibukan kerja, tekanan ekonomi, dan perbedaan harapan antara pasangan. Gereja, melalui program pendidikan agama dan bimbingan pastoral, memainkan peran penting dalam mendukung pasangan muda untuk memahami dan mengimplementasikan ajaran Gereja dalam kehidupan mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran gereja dalam menyediakan dukungan berkelanjutan untuk pasangan muda, baik dalam bentuk pendidikan agama, konseling keluarga, maupun program paca-nikah yang sesuai dengan tentangan kehidupan modern.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 6 (2025): Juni Vol. 5 No. 5 (2025): Mei Vol. 5 No. 4 (2025): April Vol. 5 No. 3 (2025): Maret Vol. 5 No. 2 (2025): Februari Vol. 5 No. 1 (2025): Januari Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue