Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling
urnal Pendidikan Sosial dan Konseling (JPDSK) merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan januari, April , Juli, dadn Oktober. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2987-8381
Articles
480 Documents
Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Implementasi Model Problem Based Learning
Syifa, Qur’ani;
Maimunah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ditemukan masalah dari penelitian ini kurangnya aktivitas dan belum meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan menganalisis aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis dengan model Problem Based Learning. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digunakan dalam penelitian ini berlangsung selama IV kali pertemuan. Siswa kelas IV SDN Pemurus Luar 1 Banjarmasin menjadi peserta penelitian yang berjumlah 24 siswa. Analisis informasi menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif menjadi ketentuan jenis data yang digunakan. Data kualitatif ditemukan dari observasi aktivitas guru, siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa. Data kuantitatif ditemukan dari hasil klasikal persentase aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa. Dari pertemuan I ke pertemuan IV ditemukan aktivitas guru dari 24 menjadi 31. Selain itu, pertemuan I sampai dengan IV, keterlibatan siswa meningkat dari 50% menjadi 92%. Kemudian pada pertemuan I sampai dengan IV, kemampuan berpikir kritis siswa berkisar di angka 46% sampai dengan 92%. Dapat disimpulkan hasil penelitian ini terjadi peningkatan aktivitas dan keterampilan berpikir kritis siswa.
Upaya Perbaikan Aktivitas dan Hasil Belajar Menggunakan Model PBL, GI, dan Snowball Throwing Di SDN Kelayan Selatan 2 Banjarmasin
Tamami, Muhammad Fajar;
Darmiyati
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan yang terjadi pada penelitian ini yaitu rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam materi pecahan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kegiatan pendidik, menganalisis kegiatan siswa, serta hasil belajar. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis PTK terlaksana dalam 3x pertemuan. Subjek penelitian ini siswa kelas V SDN Kelayan Selatan 2 Banjarmasin dengan jumlah siswa 22 orang. Data yang digunakan berbentuk kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kegiatan pendidik dan peserta didik, serta tes hasil belajar. Analisis data dihitung berdasarkan dari skala persentase dan indikator ketuntasan belajar yang telah ditentukan. Hasil temuan ini memperlihatkan kalalu kegiatan pendidik dipertemuan pertama hingga ketiga mencapai kategori “Sangat Baik”. Kegiatan peserta didik juga mengalami peningkatan yang bermula “Cukup Aktif” pada pertemuan 1 menjadi “Sangat Aktif” dipertemuan terakhir. Ketuntasan klasikal hasil belajar pada pertemuan pertama belum tuntas, dan mencapai ketuntasan pada pertemuaan ketiga. Dari hasil temuan ini bisa diambil kesimpulan dengan penggunaan model PBL, GI, Snowball Throwing dapat meninkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Implementasi Model PBL, PAP Dan MAKE A Match Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa SD
Irawanti, Herlia Prisma;
Rini, Tika Puspita Widya
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hasil penelitian membuktikan adanya peningkatan di setiap pertemuan saat proses pembelajaran menggunakan model PBL, PAP dan Make A Match. Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran ini disebabkan pembelajaran cenderung hanya mengasah aspek mengingat dan memahami, pembelajaran yang bersifat satu arah, kurang aktifnya peran siswa dan aktivitas siswa serta guru belum melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Pengumpulan data aktivitas guru dan siswa diperoleh dari lembar observasi dan hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes secara individu. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik pada pertemuan IV. Aktivitas siswa pada pertemuan IV memperoleh persentase 96.56%. Hasil belajar siswa pada pertemuan IV memperoleh persentasi 100% secara klasikal. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model PBL, PAP dan Make A Mtch dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Penggunaan Cerita Anak Terhadap Pengembangan Kemampuan Bahasa dan Imajinasi Anak di SDN 02 Candisari
Winarsih, Sri;
Sarnita;
Aulia, Aida Salsabila;
Sukasih, Sri
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masa usia 6 hingga 12 tahun merupakan masa peralihan dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar (SD). Tahap ini dikenal juga dengan masa peralihan dari prasekolah ke akhir masa kanak-kanak hingga pubertas Pada umumnya setelah usia 6 tahun, perkembangan fisik dan mental anak sudah membaik, menjadi lebih sempurna. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif yang mana data yang didapatkan yaitu dengan hasil dari wawancara dari pihak SDN 02 Candisari. Hasil penelitian bisa dilihat bahwa cerita yang disukai anak – anak yaitu bisanya tentang dongeng apalagi dongeng kalau kelas tinggi legenda berbau mistis. Kemudian menanggapi atau feedback cerita yang sudah pak guru sampaikan itu tadi tentang apa cerita tersebut. Strategi khususnya yaitu kalau anak rendah itu biasanya suka dongeng tentang hewan atau fabel begitu dengan menggunakan media gambar dan lain – lain. Kalau untuk tugas biasanya ada tentang cerita rakyat disekitar (desanya), mereka pun menggunakan bahasa baku saat penugasan dan menceritakan ceritanya. Kesimpulannya penggunaan cerita anak sangat lah memiliki pengaruh yang positif terhadap pengembangan kemampuan bahasa dan imajinasi anak. Diantaranya anak memahami kemampuan bahasa yakni meningkatkan kemampuan berbahasa anak agar dapat berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya.
Meningkatkan Aktivitas dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model PBL Berbasis Media Powerpoint Canva
Dewi, Putri Puspita;
Radiansyah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rendahnya aktivitas dan keterampilan berpikir kritis siswa. Ini disebabkan karena proses pembelajaran masih bersifat satu arah sehingga peserta didik susah mngingat dan memahami pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan digunakan Model PBL, dan Pendekatan TPACK Berbasis Media Powerpoint Canva. Penelitian bertujuan mendeskripsikan aktivitas pendidik dan peserta didik yang berdampak pada hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah kelas V UPTD SDN Panggung Baru tahun pelajaran 2022/2023 berjumlah 34 orang. Jenis data adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari obervasi aktivitas guru dan siswa. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran tes tertulis secara individu. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan aktivitas guru meningkat dari 26 hingga 32 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa meningkat dari 62% hingga 94% dengan kriteria sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 59% hingga 85%. Sehingga mempengaruhi meningkatnya hasil belajar peserta didik meningkat dari 68% hingga 94%. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru telah terlaksana sesuai kriteria yang ditetapkan, selain itu aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar menggunakan model pembelajaran PBL dan pendekatan TPACK berbasis media Powerpoint Canva di UPTD SDN Panggung Baru meningkat.
Pengimplementasian Model PASSING Pada Kelas V Dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Motivasi Belajar Siswa
Redhani, Muhammad Alfian;
Agusta, Akhmad Riandy
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini ialah hasil belajar siswa yang rendah. Hal ini terjadi karena kurangnya partisipasi, konsentrasi, dan minat siswa dalam proses pembelajaran, serta pembelajaran cenderung satu arah. Upaya untuk mengatasi tantangan ini melibatkan kombinasi model Problem Based Learning, Two Stay Two Stray, dan Role Playing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan interaksi antara pengajar dan siswa, serta tingkat motivasi belajar yang memiliki dampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Partisipan dalam penelitian ini adalah 34 siswa dari kelas V UPTD SDN Panggung Baru pada tahun pelajaran 2022/2023. Data yang dikumpulkan terdiri dari aspek kualitatif dan kuantitatif. Informasi kualitatif diperoleh dari pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa, sementara data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran tes tertulis secara individual. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan skala persentase dan mengacu pada indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan aktivitas guru pertemuan 1 sampai 3 meningkat dari 24 hingga 40 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas siswa mencapai 85% dengan kriteria sangat aktif. Motivasi belajar siswa pada mencapai 85%, sehingga mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa mencapai 85%.
Implementasi Model Problem Based Learning Dan Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pada Muatan PPKN Kelas V SDN Tanipah 2 Barito Kuala
Syahdewa, Arlana Ridho;
Sunarno
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan penelitian adalah rendahnya aktivitas siswa dan hasil belajar yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar pada muatan PPKn Tema 7 materi Peristiwa Dalam Kehidupan. Hal ini disebabkan pembelajaran kurang melibatkan keaktifan siswa, Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan Numbered Head Together. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam II siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Tanipah 2 Barito Kuala, berjumlah 11 siswa terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan, semester II tahun ajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor 63% dengan kriteria “aktif” dan meningkat pada siklus II mencapai skor 82% dengan kriteria “sangat aktif”. Hasil belajar siswa ranah kognitif pada siklus I mencapai 63% dengan kriteria “baik” dan meningkat pada siklus II mencapai 100% dengan kriteria “sangat baik”. Pembelajaran muatan PPKn Tema 7 Peristiwa Dalam Kehidupan menggunakan model Problem Based Learning dan Numbered Head Together disarankan penggunaan model tersebut sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar.
Meningatkat Aktivitas dan Hasil Belajar Menggunakan Kombinasi Model PBL, NHT dan MAM
Pangastuti, Sukma Indah;
Rizalie, Ahmad Muhyani
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan kombinasi model pembelajaran PBL, NHT dan MaM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama tiga pertemuan. Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin pada kelas V dengan jumlah siswa 20 orang tahun pelajaran 2022/2023. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif berupa observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran serta data kuantitaif berupa hasil belajar siswa yang diperoleh melalui penilaian ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Analisis data dihitung berdasarkan skala persentase dan indikator ketuntasan belajar klasikal yang telah ditetapkan. Hasil belajar menunjukkan bahwa kombinasi model pembelajaran PBL, NHT dan MaM pada pertemuan III menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh skor 97 dengan kategori sangat baik. Aktivitas siswa memperoleh skor 90,63 dengan kategori sangat aktif. Hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik ketuntasan mencapai 100%.
Implementasi Model Problem, Course, dan Investigation untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar Kota Banjarmasin
Siti Rahmah;
Darmiyati
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ditemukan masalah pada penelitian ini kurangnya hasil belajar dan aktivitas siswa pembelajaran matematika khususnya materi pecahan. Upaya mengatasinya dengan mengaplikasikan pembaruan dalam kegiatan belajar yakni dengan model pembelajaran Problem Based Learning, Group Investigation dan Course Review Horay. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan aktivitas guru dan menganalisiskan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian dengan pendekatan kualitatif jenisnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan empat pertemuan. Jenis data dalam penelitian yakni data kualitatif serta kuantitatif. Instrumen penelitian mempergunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar siswa. Temuan hasil penelitian memaparkan aktivitas guru pertemuan terakhir mencapai kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas siswa pertemuan terakhir mencapai kriteria “Sangat Aktif”. Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pertemuan terakhir telah mencapai ketuntasan klasikal. Temuan penelitian menawarkan wawasan penting bagi pendidik dalam penentuan metode dan strategi pembelajaran yang menarik. Studi ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap sekolah sebagai opsi alternatif untuk memperbaiki jalannya proses pembelajaran, dengan tujuan meningkatkan tingkat aktivitas siswa serta pencapaian hasil belajar siswa dalam menguasai materi pecahan melalui model pembelajaran yang beragam.
Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pelangi Pada Siswa Sekolah Dasar
Wati, Lidya;
Sari, Raihanah
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan dari penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siwa terhadap muatan PPKn. Penyebab dari masalah tersebut adalah siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran hanya mendengarkan penjelasan dan arahan dari guru tanpa melakukan interaksi langsung atau pembelajaran yang bersifat satu arah. Siswa tidak fokus belajar sehingga mengikuti pembelajaran kurang aktif, siswa kurang percaya diri untuk bertanya, mengemukakan pendapat dan memberikan tanggapan terhadap pembelajaran. Solusi dalam mengatasi masalah di atas adalah melakukan pembelajaran menggunakan model PELANGI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas siswa, menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar PPKn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas selama tiga pertemuan dengan subjek penelitian 24 orang siswa. Hasil penelitian menujukkan bahwa aktivitas siswa dengan presentase 96% dengan kriteria “sangat aktif“. Keterampilan berpikir kritis siswa dengan presentase 96% dengan kriteria “hampir seluruh siswa berpikir kritis”. Hasil belajar siswa dengan presentase 99% dengan kriteria “tuntas”. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model PELANGI dapat meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa.