cover
Contact Name
-
Contact Email
jpsi@usk.ac.id
Phone
+628121815214
Journal Mail Official
jpsi@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Nomor 5 Gedung C Lantai 1 Kantor Pengelola Jurnal Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Darussalam – Banda Aceh 23111, Indonesia Email: jpsi@usk.ac.id.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education)
ISSN : 23384379     EISSN : 2615840X     DOI : https://doi.org/10.24815/
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) offers an interdisciplinary forum for the publication of original peer-reviewed, contributed and invited research articles of the highest quality that address different topics of science education with implications for improving and enhancing science education practices and theories. The topics involves biology, chemistry, physics, as well as some applications pedagogy and teacher development. The journal provides an invigorating and informative variety of research papers that expand and deepen our theoretical understanding. It also provides practice and policy based implications in the relevant contexts of science education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 578 Documents
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES PADA MATERI GERAK HARMONIK Trya Andayani Mirda; Adlim Adlim; Mursal Mursal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 5, No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.656 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v5i2.9823

Abstract

Abstrak Peserta didik memiliki beragam kecerdasan yang dikenal dengan multiple intelligences (MI). Kecerdasan peserta didik meliputi sembilan jenis kecerdasan yang dapat dioptimalkan jika diasah dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja berbasis MI. Jenis penelitian ini adalah research and development dengan menggunakan model pengembangan 4D (four-D) yang meliputi empat tahap yaitu define, design, develop dan disseminate. LKPD ini telah diujicoba secara terbatas pada peserta didik SMAN 3, SMAN 5 dan SMAN 12 di Banda Aceh yang dipilih secara cluster sampling untuk mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar penilaian kualitas LKPD, respon peserta didik dan tes identifikasi kecerdasan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh persentase kelayakan LKPD mencapai 87% dan respon peserta didik mencapai 84%. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan LKPD berbasis MI sudah berhasil dilakukan dan sudah layak digunakan sebagai bahan ajar fisikaKata Kunci: LKPD, MI, model Four-D
Development of Problem Based Learning E-module Based on Research Hormone Leptin Levels in Rats Hyperglycemic Atika Anggraini; Sri Rahayu Lestari*; Murni Saptasari
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 10, No 2 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.134 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v10i2.23399

Abstract

One cause of low student understanding of the material is the hormone leptin, a less comprehensive learning resource. Problem Based Learning is one of the demands in education that must be taught to students, one of the ways to use the results of research on the levels of the hormone leptin in rats hyperglycemic as a learning resource. This study aims to develop a problem-based learning-based e-module based on research hormone leptin levels in rats hyperglycemic invalid and practical. The e-module is developed based on the stages of the ADDIE development model. The e-module has developed later through the validation stage of the material and media experts. The practicality test was carried out by educational practitioners and 15 students who had taken the Endocrinology course at the State University of Malang. The data analysis technique used quantitative  data in the form of a validation scores of material experts, media experts, and  practicality. The data collected in the form of qualitative data in the form of comments and suggestions validators. The results obtained from the results of the validation of material experts were 91.66%, teaching materials experts 92.11%, field trials expert practitioners 95.83%, and the average student response 86.54%. Based on these results, e-module can be very valid and practical for use in teaching and learning
PENGEMBANGAN LKPD PEMISAHAN CAMPURAN BERBASIS PBL TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MTsN 1 GEUMPANG Maulina Maulina; Adlim Adlim; Mudatsir Mudatsir
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.013 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan para pakar dan peserta didik terhadap LKPD berbasis PBL dan efektifitasnya ditinjau dari hasil belajar, keterampilan proses sains dan juga tanggapan peserta didik dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan rancangan one group pre-test post-test. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains dan tes hasil belajar serta angket tanggapan peserta didik. Analisis data hasil belajar dan keterampilan proses sains menggunakan perhitungan N-gain dan uji t, sedangkan untuk angket menggunakan persentase. Hasil olahan data tanggapan pakar terhadap LKPD berbasis PBL dari segi penyusunan, isi dan bahasa ketiganya menunjukkan kriteria baik sehingga layak digunakan. Hasil olahan data tes hasil belajar dan keterampilan proses sains pada α (0,05) diperoleh ThitungT tabel, yaitu 15,391,71. Data tes keterampilan proses sains diperoleh ThitungT tabel, yaitu 5,621,71, maka terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains dari penggunaan LKPD berbasis PBL. Hasil olahan data tanggapan peserta didik terhadap LKPD berbasis PBL diketahui bahwa47,5% peserta didik yang merespon dengan  kriteria “sangat baik” dan 47,5% peserta didik yang merespon dengan kriteria “baik”. LKPD berbasis PBL yang dikembangkan layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses sains.
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Berbasis PhET Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Gelombang Cut Luthfia Harum; Muhammad Syukri; Yusrizal Yusrizal; Cut Nurmaliah
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.208 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i2.15776

Abstract

Abstrak. Peranan ilmu fisika dalam proses pembelajaran agar siswa dapat menumbuhkan keteramplan berpikir kritis dalam memecahkan persoalan sehari-hari. Penerapan pembelajaran fisika yang menarik akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model generatif berbasis PhET dalam pembelajaran fisika terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi siswa pada materi gelombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA yang berjumlah 227 siswa, sedangkan teknik pemilihan sampel berupa purposive  sampling. Teknik ini ditentukan berdasarkan nilai akhir ujian yang dimuliki oleh setiap kelas, kemudian membandingkan untuk memilih kelas yang memiliki hasil belajar dengan nilai rata-rata yang sama. Sampel dalam penelitian terdiri dari dua kelas yaitu siswa kelas XI MIA 2 berjumlah 33 siswa dan XI MIA 5 yang berjumlah 34 siswa. Prosedur pengumpulan data menggunakan soal KBK dan angket motivasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji t test dan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran generatif berbasis PhET diperoleh N-gain KBK 1 sebesar 0,55 atau 55% kriteria sedang, KBK 2 sebesar 0,63 atau 63% kriteria sedang, KBK 3 sebesar 0,73 atau 73% kriteria tinggi, KBK 4 dan KBK 5 sebesar 0,60 atau 60% kriteria sedang, selanjutnya KBK 6 sebesar 0,71 atau 71% kriteria tinggi. Motivasi siswa melalui penerapan model pembelajaran generatif pada keempat indikator termasuk dalam kategori setuju. Hasil dari keempat indikator terdiri dari perhatian pembelajar diperoleh 4,23, membangun relevansi 4,17, kepercayaan diri 4,15 dan kepuasan 4,21.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah model generatif berbasis PhET dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan motivasi belajar siswa menjadi lebih baik.Kata Kunci:Model Generatif, PhET, Keterampilan berpikir Kritis, dan Motivasi Abstract. The role of physics in the learning process so that students can develop critical thinking skills in solving everyday problems. The interesting application of physics learning will increase student motivation. The purpose of this study was to determine the effect of the PhET-based generative model in physics learning on critical thinking skills and student motivation on wave material. The method used in this research is quasi-experimental. The population in this study were 227 XI MIA students, while the sample selection technique was purposive sampling. The sample in this study consisted of two classes, namely students of class XI MIA 2 totaling 33 students and XI MIA 5 totaling 34 students. Data collection procedures using KBK questions and motivation questionnaires. The data analysis technique was performed using t test and percentage formula. The results showed that students' critical thinking skills through generative learning models based on PhET obtained N-gain KBK 1 of 0.55 or 55% moderate criteria, KBK 2 of 0.63 or 63% moderate criteria, KBK 3 of 0.73 or 73 % high criteria, KBK 4 and KBK 5 are 0.60 or 60% criteria are medium, then KBK 6 is 0.71 or 71% high criteria. Student motivation through the application of generative learning models to the four indicators included in the agreed category. The results of the four indicators consisting of student attention were obtained 4.23, building relevance 4.17, confidence 4.15 and satisfaction 4.21. The conclusion in this study is that the generative model based on PhET can improve students 'critical thinking skills and students' motivation to learn better. Keywords: Generative Models, PhET, Critical Thinking Skills, and Motivation
PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI MENGGUNAKAN METODE PICTORIAL RIDDLE PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Alfi Zarisa; Saminan Saminan
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 5, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.412 KB)

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran inkuiri menggunakan metode pictorial riddle. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desainonegroup pretest-posttest design. Sampel penelitian diambil secara acak dari seluruh siswa kelas VIII, sehingga yang menjadi sampel adalah sebanyak 20 orang siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi kreativitas siswa dan tes hasil belajar. Teknik analisis data lembar observasi kreativitas siswa menggunakan tafsiran persentase. Peningkatan tes hasil  belajar siswa dianalisis menggunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri menggunakan metode pictorial riddledapat meningkatkan kreativitas siswa sebesar 42% dengan rata-rata skor kreativitas yang diperoleh siswa pada pertemuan pertama sebesar 2,45 dengan kategori cukup dan pada pertemuan kedua sebesar 2,87 dengan kategori baik. Pembelajaran inkuiri menggunakan metode pictorial riddle mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada pertemuan pertama sebesar 19% dengan N-gain sebesar 0,41 dan tergolong dalam kategori sedang, dan sebesar 13% pada pertemuan kedua dengan N-gain sebesar 0,36 dan tergolong dalam kategori sedang.
Application of Problem-Based Learning Model STEM-Based on Biology Lessons for High School Students Communication Skills Gamar B.N. Shamdas*; Mursito Bialangi; Amalia Buntu; Ihwan Ihwan
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 11, No 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.758 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v11i2.28541

Abstract

Good quality communication skills are not evenly distributed among students in secondary schools. This quantitative study with a quasi-experimental method aims to describe high school students' communication skills through STEM-based PBL learning in Biology, describe high school students' oral and written communication skills through STEM-based PBL learning in Biology, and describe high school students' communication skills through PBL-based learning and STEM in Biology lessons by gender. The research design is a Posttest Only Control Design carried out on class XI students of SMAN Terpadu Madani Palu with a population of 7 classes totaling 220 students. The research sample used 2 classes totaling 64 students. Determination of the sample by purposive sampling considering the number of students and cognitive abilities of students in 2 classes are homogeneous. Data on written communication skills were obtained through tests using multiple-choice reasoned given during the post-test. Data on oral communication skills were obtained through observation of student activities during the learning process. The results showed that Biology learning by applying STEM-based PBL had a significant effect on the communication skills of high school students compared to direct STEM-based learning, written communication skills were better than oral communication skills and female students' communication skills were significantly better than male students
Differences and Relationship Between Attitudes and Self Efficacy of Female and Male Students in Science Subjects in Junior High School Retni Sulistiyoning Budiarti; Dwi Agus Kurniawan*; Sabila Eka Septi; Rahmat Perdana
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 10, No 1 (2022): JANUARY 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.074 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v10i1.21979

Abstract

Students' attitudes and self-efficacy are very important in science subjects. With a good attitude and self-efficacy, learning will be easier and more enjoyable. This study aims to examine the attitudes and self-efficacy of female and male students from two classes, namely VII A and VII B in junior high school. This research is a type of quantitative survey research. The sampling technique used in this study was simple random sampling with the research subjects as many as 74 junior high school students studying science. The instrument used in data collection was 28 questions containing 5 choices that must be filled out by students. Analysis of the data used in this study in the form of descriptive analysis and T test and correlation test to determine whether there is a comparison and relationship between students' attitudes and efficacy towards science. The results obtained indicate that there are significant differences and relationships between attitudes and self-efficacy of female and male students. These results indicate that male students have an average attitude and good self-efficacy compared to female students at the junior high school level
Pengembangan Kemampuan Multimodal Materi Pengajaran Kinematika untuk Meningkatkan Representatif Calon Guru Fisika Abdul Karim Sabdin; Dr. Yusrizal; Suhrawardi Ilyas
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 1, No 1 (2013): OKTOBER 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.936 KB)

Abstract

Tujuan kajian ini adalah mengembangkan materi kinematika yang dapat digunakan untukmeningkatkan kemampuan mahasiswa (calon guru) dalam mempresentasikan multijudul fisika padafakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode deskriptif danevaluatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendapatkan data dan informasi awal tentang kondisiyang ada. Sedangkan metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi pengembangan materipembelajaran. Material pembelajaran dikembangkan melalui penggunaan sedereta uji coba danmasing-masing uji coba dievaluasi aktivitasnya, yaitu terkait dengan proses dan hasil kegiatan.
Experiment Optimization on the Reaction Rate Determination and Its Implementation in Chemistry Learning to Develop Science Process Skills Ida Farida; Ridha Rizqia Zahra; Ferli Septi Irwansyah
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.454 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15608

Abstract

Keterampilan proses dalam sains sangat diperlukan untuk membangun konsep dan pemahaman peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan proses ialah dengan aktivitas belajar di laboratorium. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan proses sains mahasiswa melalui penggunaan perangkat praktikum yang dapat mengukur laju reaksi secara kuantitatif. Eksperimen untuk mengetahui kondisi optimum dari praktikum penentuan laju reaksi pembentukan gas dilakukan untuk selanjutnya diturunkan menjadi lembar kerja. Lembar kerja yang telah divalidasi diimplementasikan kepada mahasiswa dengan menggunakan pre-experimental design dengan bentuk one shot case study. Subjek penelitian ialah 38 orang mahasiswa semester IV program studi Pendidikan Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengambil mata kuliah kinetika dan kesetimbangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen lembar kerja, lembar observasi aktivitas mahasiswa dan daftar ceklis kinerja praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum praktikum penentuan laju reaksi pada variasi konsentrasi H2O2 sebesar 1,5 - 6% ialah penggunaan tabung reaksi sebagai reaktor, pipet ukur sebagai penampung gas, katalis KI dan MnO2 sebanyak 0,002 mol, serta volume gas O2 yang diamati sebanyak 10 mL. Hasil observasi terhadap aktivitas mahasiswa pada saat berlangsungnya kegiatan praktikum menunjukkan nilai rata-rata sebesar 98±4,737%, nilai ini menunjukkan bahwa mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan praktikum. Hasil analisis keterampilan proses sains mahasiswa pada praktikum penentuan laju reaksi pembentukan gas secara keseluruhan diinterpretasikan sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 88±1,785. Aspek mengumpulkan data memiliki nilai rata-rata tertinggi yang diinterpretasikan sangat baik dengan nilai sebesar 100. Aspek KPS menyimpulkan memiliki nilai rata-rata terendah yang diinterpretasikan baik dengan nilai sebesar 76.
EFEKTIFITAS MEDIA INTERAKTIF BERBASIS MICROSOFT EXCEL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Nena Puspita Sari; Yusrizal Yusrizal; Ibnu Khaldun
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 3, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.677 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di lapangan saat pelaksanaan studi kasus terhadap proses pembelajaran kimia di SMA Negeri 11 Banda Aceh adalah sebagian besar peserta didik tidak mampu menyelesaikan soal-soal untuk memprediksikan terbentuknya endapan. Selain itu, pembelajaran praktikum masih banyak kendala dalam pelaksanaannya diantaranya keterbatasan waktu, khususnya waktu persiapan menjelang praktikum dan alokasi waktu belajar di kelas serta tidak semua topik dalam pembelajaran kimia dapat disampaikan dengan metode praktikum.Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti ingin mengembangkan sebuah media interaktif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan media interaktif berbasis Microsoft Excel terhadap keterampilan proses sains peserta didik  pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan metode Pretest-Postest One Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif berbasis Microsoft Excel yang dikembangkan efektif terhadap keterampilan proses sains peserta didik  pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan nilai rata-rata gain 0,53  pada kategori sedang. Tanggapan peserta didik  terhadap media interaktif berbasis Microsoft Excel yang dikembangkan pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan adalah 72,33% sangat setuju.