cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular pada Perancangan Gedung Pasar Modern di Kota Banda Aceh Pane, Syafira Rachma; Ridwan, Nasrullah; Djamaluddin, Masdar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.26817

Abstract

Aliran arsitektural yang masih sama dengan Arsitektur Post Modern yaitu Arsitektur Neo-Vernakular. Arsitektur Neo-Vernakular juga arsitektur yang memperhatikan peraturan dan kebudayaan lokal dalam kehidupan manusia serta keselarasan antara arsitektur, alam, dan lingkungan. Pada intinya arsitektur Neo-Vernakular adalah penggabungan dari bangunan modern dengan bangunan lokal. Ciri khas dari gaya Arsitektur Aceh masih sama dengan Arsitektur Austronesia yang dimana tatanan letak ruangan dari Rumoh Aceh yang berbentuk persegi panjang, rumah panggung dan atap yang tinggi. Agar arsitektur lokal Aceh tidak tergerus dan hilang di makan oleh zaman, maka bangunan gedung-gedung perkantoran di Aceh tetap mengaplikasikan desain dengan gaya Arsitektur Vernakular Aceh. Perancangan gedung pasar modern ini mengadaptasi tema Neo-Vernakular yang terinspirasi dari Rumoh Aceh dan kebiasaan atau ciri khas orang Aceh, tepatnya Kota Banda Aceh. Pada perancangan gedung pasar modern ini menempatkan bagian Arsitektur Neo-Vernakular pada bagian fasad, atap, bentuk bangunan, dan juga pada tatanan letak lanskap dan bangunan pada tapak. Bentuk dasar bangunan persegi panjang dan dengan atap pelana yang tinggi merupakan unsur yang paling dapat ditonjolkan pada perancangan gedung pasar modern ini.
Penerapan Tema Arsitektur Biomorfik pada Perancangan Aquarium Center di Banda Aceh Mardiyah, Hafshah Amatullah; Fuady, Mirza; Qadri, Laila
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26460

Abstract

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya kelautan dan perikanan. Setidaknya 15 dari 20 jenis biota perairan yang dilindungi oleh undang-undang ditemukan di Aceh, beberapa diantaranya ditemukan mati atau terdampar. Hal itu, menjadi permasalahan khusus yang membutuhkan solusi edukatif mengenai pengenalan-pengenalan biota perairan yang dilindungi. Selain itu, di antara banyaknya tempat wisata di Kota Banda Aceh, masih belum adanya bangunan yang berfungsi sebagai tempat wisata edukasi yang dapat memberikan informasi menyeluruh terkait keanekaragaman hayati biota di perairan. Dengan beragam isu dan potensi yang ada, maka perancangan Aquarium Center ini diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat salah satu pilihan destinasi wisata yang tidak hanya menyediakan aktivitas rekreasi, tetapi juga menawarkan pengalaman bagi pengunjung mempelajari kehidupan bawah air secara langsung. Pada perancangan Aquarium Center di Banda Aceh ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan arsitektur biomorfik yang mengambil inspirasi dari biota koral zoa untuk menciptakan bentuk, fasad, dan struktur pada bangunannya. Dari perancangan ini dapat disimpulkan bahwa, pengimplementasian tema rancangan arsitektur biomorfik sesuai diterapkan bersama dengan fungsi bangunannya, yaitu untuk membantu dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati biota di perairan di Indonesia, terkhususnya di Kota Banda Aceh.
Pendekatan Ekspresif dan Dinamis sebagai Prinsip Arsitektur Kontemporer pada Perancangan Exhibition Center di Banda Aceh Lestari, Azelia Ayu; Munir, Abdul; Rauzi, Era Nopera
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i3.26109

Abstract

Kota Banda Aceh memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadikan kota ini memiliki potensi dalam mengadakan acara yang berkaitan dengan industri pariwisata. MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibition) merupakan kegiatan industri pariwisata yang berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan dan devisa negara. Penyelenggaraan kegiatan ini diperlukan tempat yang mampu mengakomodasi terselenggaranya acara tersebut. Maka dari itu, penting untuk membangun gedung exhibition center di kota-kota yang berkembang di bidang pariwisata, termasuk Kota Banda Aceh. Tujuan perancangan ini adalah untuk merancang bangunan exhibition center sebagai tempat mewadahi kegiatan terkait indutri pariwisata dimana para pengusaha dan profesional berkumpul dalam suatu tempat berikaitan dengan acara dan pertemuan bisnis. Bangunan ini dirancang dengan pendekatan ekspresif dan dinamis sebagai prinsip arsitektur kontemporer, pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan fungsionalitas ruang yang optimal sehingga bangunan ini dapat menarik perhatian serta memberikan pengalaman dramatis dan memukau kepada pengunjung. Pendekatan ekspresif dan dinamis dalam arsitektur kontemporer pada perancangan menciptakan gubahan massa dengan bentuk organik serta geometris yang kompleks, pengaplikasian struktur yang ditonjolkan, pemilihan material yang terkini, dan penggunaan cahaya sebagai permainan bayangan dalam bangunan. Pendekatan ini diterapkan untuk menciptakan bangunan exhibition center di Kota Banda Aceh memiliki karakter yang kuat dan tampilan visual yang baik dari eksterior bangunan maupin interior bangunan.
Penerapan Arsitektur Modern pada Perancangan Galeri Seni dan Budaya di Banda Aceh Tasir, Nur Izzah; Edytia, Muhammad Heru Arie; Taqiuddin, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No.2, Mei 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i2.28236

Abstract

Banda Aceh merupakan daerah yang memiliki kekayaan seni yang beragam. Kehadiran seni ini tercipta oleh beragam budaya dan sejarah Aceh dari masa lampau. Kekayaan seni di Aceh kini berkembang pesat terlihat dari banyaknya pagelaran pameran seni yang dilakukan oleh seniman setempat. Namun, ruang ekspresi seni di Aceh berupa galeri seni masih terbatas dan belum mumpuni khususnya untuk karya seni rupa. Dampaknya, para pelaku seni terbatas dalam mengekspresikan diri dan kian meredup. Agar para pelaku seni dapat terus eksis di Aceh, diperlukan galeri seni dan budaya sebagai sarana untuk mewadahi aktivitas kesenian tersebut. Perancangan galeri seni dan budaya di Kota Banda Aceh dengan penerapan arsitektur modern diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan eksistensi para seniman rupa di Aceh. Perancangan galeri seni dan budaya di Banda Aceh mengadopsi tema arsitektur modern dengan aliran kubisme. Aliran kubisme dicetuskan oleh Le Corbusier dan terinspirasi seni yaitu lukisan Pablo Picaso. Aliran kubisme yang berawal yang dari seni diharapkan dapat menginterpretasikan makna seni rupa di perancangan galeri seni dan budaya di Banda Aceh melalui desain dan fasad bangunan. Penerapan arsitektur modern pada perancangan galeri seni dan budaya di Kota Banda Aceh diterapkan dengan menghadirkan prinsip bangunan geometris susunan kubus, mengedepankan fungsional dan efisiensi ruangan, desain minimalis, kejujuran penggunaan material dan kesan simetris pada fasad bangunan.
Penerapan Konsep Arsitektur Kontemporer Pada Perancangan Cinema Center di Aceh Besar Fadillah, Muhammad Zairi; Haiqal, Muhammad; Ridwan, Nasrullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.26440

Abstract

Aceh adalah provinsi dengan minat tinggi pada seni dan pertunjukan film, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya berdiri gedung bioskop pada masa lalu di seputaran kota Banda Aceh dan kota lainnya di provinsi Aceh. Namun bioskop di Aceh telah berhenti beroperasi sejak bencana tsunami pada tahun 2004. Meskipun demikian, industri film di Aceh tetap berkembang dengan acara-acara seperti Aceh Film Festival dan Peukan Dokumenter, yang membuktikan minat aktif masyarakat dalam industri film. Studi literatur mengenai Arsitektur Kontemporer menjadi landasan dalam perancangan Cinema Center, yang menggabungkan berbagai aliran Arsitektur dan menunjukkan perkembangan teknologi. Cinema Center diharapkan memiliki bangunan yang kokoh dengan struktur rigid dan atap turss frame, serta massa bangunan yang ekspresif dan dinamis. Ruang dalam Cinema Center diharapkan terkesan terbuka dengan fasad transparan, dan ada harmonisasi antara ruang dalam dan ruang luar. Konsep Arsitektur Kontemporer dipilih untuk menciptakan keselarasan dengan era modern yang telah maju. Dengan adanya Cinema Center di Aceh, masyarakat dapat menikmati hiburan film tanpa harus keluar kota. Selain itu, Cinema Center diharapkan menjadi wadah pengembangan kreativitas dalam industri film, yang dapat memunculkan berbagai komunitas. Perancangan Cinema Center ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan memberikan daya tarik serta kenyamanan bagi pengunjung yang datang untuk menonton film dan menikmati fasilitas lainnya.
Penerapan Tema Eco-Culture pada Perancangan Islamic Arts Center Banda Aceh Ulfaani, Husna; Irzaidi, Irzaidi; Djamaluddin, Masdar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No.2, Mei 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i2.24896

Abstract

Seni Islam sebenarnya sudah berkembang sejalan terhadap penyebaran Islam di Indonesia. Lamanya perkembangan seni Islam di Indonesia, menjadikan seni Islam beragam jenisnya, sehingga berpotensi untuk dieksplorasi sebagai sarana edukasi, agar dapat membentuk generasi muda Islam yang kreatifitas. Namun generasi muda Islam di Banda Aceh kini dalam masa krisis generasi, karena terpengaruh oleh arus seni budaya asing, yang membuat mereka lupa akan jati dirinya sebagai muslim. Oleh sebab itu perlu adanya pelestarian seni Islam, dengan memberikan fasilitas seni Islam berupa Islamic Arts Center/Pusat Seni Islam, untuk mewadahi kegiatan seni Islam yang meliputi pengenalan, pembelajaran dan pengembangan seni Islam. Perancang berupaya tetap menerapkan prinsip Islam dan Aceh melalui metode pendekatan eco-culture. Metode pengumpulan data yang dipakai merupakan metode kualitatif dimana teknik pengumpulan data observasi serta studi pustaka. Memakai tiga kriteria eco-culture yaitu image of space, building image, idealized concept of place, sebagai penerapan desain pada bangunannya. Perancangan terletak di Jalan T. P. Nyak Makam, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, yang mayoritas penduduknya adalah masyarakat Islam. Dengan adanya rancangan ini akan menjadi salah satu fasilitas publik yang berfungsi sebagai edukasi dan rekreasi. Diharapkan dapat melatih kreatifitas seni Islam sebagai metode dakwah yang bernilai keindahan serta sebagai objek dan destinasi wisata religi. Dengan sasaran utamanya ialah generasi muda Islam maupun masyarakat luas.
Persepsi Masyarakat Kota Banda Aceh Terhadap Karakter Fisik RTH Lapangan Blang Padang Asra, Al Jannatul; Haiqal, Muhammad; Ivan, Teuku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 4 (2023): Volume 7, No.4, November 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i4.24961

Abstract

Lapangan Blang Padang merupakan salah satu kawasan yang berada di Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Blang Padang ini difungsikan sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan lapangan luas ditengah pusat kota Banda Aceh. . Penelitian bertujuan untuk melihat persepsi masyarakat kota Banda Aceh terhadap karakter fisik RTH Lapangan Blang Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Pengambilan Sampel pada penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling dengan total sampel 35 responden. Analisis menunjukkan bahwa Lapangan Blang Padang merupakan model yang layak untuk dijadikan sebagai model ruang terbuka hijau publik yang baik berdasarkan variabel kemenarikan fisik taman, elemen pendukung, keberadaan vegetasi, dan aksesibilitas.
Perancangan Kondominium dan Toserba (Department Store) di Kota Banda Aceh Muslim, Muhammad Syukur; Nursaniah, Cut; Safwan, Safwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 3 (2023): Volume 7, No.3, Agustus 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v7i3.24875

Abstract

Kota Banda Aceh yang merupakan kota yang berfungsi sebagai kota yang menjadi pusat dari segala kegiatan pemerintahan, politik, sosial, ekonomi, dan pendidikan di Provinsi Aceh menyebabkan pertumbuhan penduduk yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menyebabkan permintaan akan hunian di kota Banda Aceh pun semakin meningkat yang kemudian menyebabkan penurunan fungsi lahan untuk permukiman semakin sedikit. Oleh karena itu, perancangan Kondominium dan Toserba menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan akan permintaan akan hunian di kota Banda Aceh. Perancangan Kondominium dan Toserba ini nantinya diharapkan dapat menjadi hunian yang dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya.Pendekatan tema yang digunakan pada perancangan Kondominium dan Toserba ini yaitu Arsitektur Kontemporer yang mengambil konsep perancangan dari gaya arsitektur yang sedang tren pada saat ini. Konsep ini juga mengacu kepada konsep keberlanjutan, modern dan desain yang dinamis. Konsep ini diharapkan dapat membuat objek rancangan menjadi penanda zaman dan inspirasi desain bangunan modern di kota Banda Aceh.
Penerapan High Technology pada Perancangan Showroom Mercedes-Benz di Banda Aceh Adilah, Raida; Ivan, Teuku; Djamaluddin, Masdar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 3 (2024): Volume 8, No. 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i3.28261

Abstract

Arsitektur high-tech adalah salah satu pendekatan tema yang digunakan dalam proses perancangan suatu bangunan. Showroom mobil merupakan sebuah tempat yang berfungsi untuk memamerkan produk mobil. Pada perancangan ini produk yang dipamerkan adalah merek mobil Mercedes-Benz sekaligus merancang bengkel untuk merek tersebut. Pentingnya Penerapan tema high-tech tersebut karena memiliki keterkaitan dan mendukung citra dari perancangan showroom Mercedes-Benz ini. Lokasi pembangunan dipilih di jalan Dr. Mr. Mohd Hasan, Lamdom, Kec. Lueng Bata, Kota Banda Aceh, karena memiliki aksesibilitas yang mudah, infrastruktur yang memadai, dan terletak pada land use yang sesuai. Metode proses perancangan ini adalah dengan mengkaji data studi literatur dan studi banding yang kemudian disimpulkan untuk menjadi acuan. Konsep bentuk juga dikaitkan dengan potensi dan tantangan site. Hasil perancangan adalah bentuk menyerupai eksisting tapak untuk memaksimalkan penggunaan lahan. Sebagai bangunan tunggal luasan bangunan 6787.943 m2 berlantai 2, bangunan dibagi dalam 3 zona, yaitu zona ruang pamer, zona bengkel, dan zona kantor. Implementasi tema high-tech pada perancangan showroom Mercedes-Benz adalah penggunaan material kaca di fasad bangunan yang mewakili poin transparan pada bagian area ruang pamer, menggunakan kolom dari pipa baja yang memberikan kesan megah sehingga dapat menyeimbangi citra dari Mercedes-Benz itu sendiri. Penggunaan balok dari material baja. Perbedaan fungsi ruang dan elemen yang ditandai dengan perbedaan warna pada lantai ruang yang akan memberikan kesan perbedaan ruang walau tanpa partisi.
Aksesibilitas Penyandang Disabilitas terhadap Kawasan Wisata di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat Mahdy, M. Rafi; Fuady, Zahrul; Rizkiya, Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26692

Abstract

Dalam Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, dinyatakan bahwa Negara wajib mewujudkan hak penyandang disabilitas, dan salah satunya ialah hak untuk berwisata. Pemenuhan hak wisata ini diciptakan dengan penyediaan fasilitas dan aksesibilitas yang ramah terhadap penyandang disabilitas di kawasan wisata. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ialah untuk mengetahui pemenuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pada kawasan wisata Jam Gadang dan sekitarnya dalam upaya menerapkan prinsip kota inklusif di Kota Bukittinggi. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggunakan wawancara bersama organisasi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bukittinggi, pengelola objek wisata pada lokasi penelitian, dan instansi terkait. Kemudian hasil dari wawancara diolah dengan memakai analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil studi, pemenuhan aksesibilitas di kawasan wisata Jam Gadang dan sekitarnya belum ramah terhadap penyandang disabilitas, menjadikan penyandang disabilitas sulit untuk menggunakan fasilitas yang telah tersedia dan melakukan aktivitas wisata secara mandiri, namun pengelola kawasan wisata dan instansi terkait selalu berusaha melakukan upaya agar aksesibilitas penyandang disabilitas pada kawasan wisata terpenuhi dengan baik.