cover
Contact Name
Alpiani
Contact Email
fishianajournal@gmail.com
Phone
+6285399432765
Journal Mail Official
fishianajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan KM 11, Tamalanrea, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries
ISSN : -     EISSN : 29640555     DOI : -
Fishiana Journal of Marine and Fisheries menyediakan forum untuk semua pemangku kepentingan di sektor perikanan dan kelautan, yang menampilkan artikel ulasan, penelitian asli, komentar, berita, sorotan penelitian dan pengembangan, wawancara dengan para pemimpin opini kunci, dan banyak lagi, dengan tujuan untuk membangun komunitas komunikasi perikanan dan kelautan. Artikel yang diterbitkan dalam Fishiana Journal mencakup bidang-bidang utama dalam pengembangan dan penerapan perikanan dan kelautan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): November" : 10 Documents clear
Studi Pengaruh Frekuensi Pemberian Probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Pertumbuhan Mutlak Ikan Lele Sistem Budikdamber : Study of the Effect of Frequency of Administration of Lactic Acid Bacteria (LAB) Probiotics on Blood Glucose Levels and Absolute Growth of Catfish in the Budikdamber System Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Masriah, Andi; Rafi, Muhammad; Alieyati, Putri Fauziah; Sabrina, Nur Aini; Romadhona, Muhammad Rizki
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.282

Abstract

Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) merupakan sistem budidaya terpadu yang mengombinasikan ikan lele (Clarias sp.) dan tanaman kangkung dalam satu wadah, sehingga mendukung efisiensi lahan serta daur ulang nutrien secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh frekuensi pemberian probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap kadar glukosa darah dan pertumbuhan ikan lele dalam sistem budikdamber. Penelitian dilakukan selama 28 hari dengan empat perlakuan frekuensi pemberian BAL, yaitu kontrol (tanpa BAL), A (setiap 1 hari), B (2 hari sekali), dan C (3 hari sekali), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar glukosa darah, berat dan panjang mutlak ikan, serta pertumbuhan kangkung. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan C menghasilkan kadar glukosa terendah dan paling stabil pada minggu keempat, menandakan tingkat stres fisiologis ikan yang rendah. Sementara itu, perlakuan B menunjukkan pertumbuhan berat dan panjang ikan lele serta berat kangkung tertinggi, menunjukkan efisiensi pertumbuhan yang optimal. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk budidaya. Dengan demikian, frekuensi pemberian probiotik dua hari sekali (perlakuan B) direkomendasikan untuk optimalisasi pertumbuhan, sedangkan frekuensi tiga hari sekali (perlakuan C) efektif untuk menjaga stabilitas fisiologis ikan.
Analisis Pengaruh Jenis Musik terhadap Perubahan Kadar Amonia dalam Air sebagai Indikator Stres pada Akuakultur Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Hadiana, Hadiana; Awlarijal, Abdillah Febri; Aprianto, Achmad; Islamy, R. Adharyan
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.286

Abstract

Keberlanjutan budidaya ikan nila semakin terancam oleh faktor-faktor stres, yang berdampak buruk pada kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh jenis musik terhadap kadar amonia, suhu, dan oksigen terlarut (DO) pada ikan nila (Oreochromis niloticus), serta dampak amonia terhadap kualitas air. Lima kelompok perlakuan musik diterapkan pada ikan nila dalam sistem akuarium, yaitu kontrol (tanpa musik), musik klasik, musik rock, musik pop, dan musik elektronik. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 minggu dengan pengukuran kadar amonia, suhu air, dan DO setiap minggu. Kadar amonia diukur menggunakan alat tes kit amonia, suhu air diukur dengan termometer digital, dan kadar DO menggunakan DO meter. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) untuk menguji perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kadar amonia antara kelompok perlakuan, dengan nilai p sebesar 0,0407 (p < 0,05). Kelompok yang terpapar musik rock dan elektronik menunjukkan peningkatan kadar amonia yang lebih tinggi dibandingkan kelompok musik klasik dan pop. Peningkatan kadar amonia ini mengindikasikan adanya peningkatan stres pada ikan, yang berpotensi menurunkan kualitas air, terutama DO. Sementara itu, musik klasik dan pop memberikan efek yang lebih menenangkan, meskipun tetap ada peningkatan kadar amonia. Penurunan kadar DO yang terkait dengan peningkatan amonia memperburuk kondisi stres pada ikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa musik dapat mempengaruhi kesejahteraan ikan, dan jenis musik tertentu dapat memicu stres yang mempengaruhi kualitas air dalam sistem akuakultur.
Hubungan Panjang-Berat dan Faktor Kondisi Ikan Payangga (Giuris margaritacea Valenciennes, 1837) di Sungai Cikaso, Sukabumi: Length-Weight Relationship and Condition Factors of Snakehead gudgeon (Giuris margaritacea Valenciennes, 1837) in the Cikaso River, Sukabumi Baihaqi, Faqih; Annida, Shafira Bilqis; Pratama, Gilar Budi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.324

Abstract

Sungai Cikaso merupakan sebuah ekosistem perairan yang mengalir sepanjang sekitar 60 km di bagian tenggara Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Sungai ini dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai salah satu sumber perairan utama yang memiliki keragaman hayati perikanan yang melimpah. Salah satu spesies ikan yang dapat ditemukan di wilayah ini adalah Giuris margaritacea, yang oleh penduduk lokal disebut sebagai ikan Payangga. Ikan Payangga menjadi salah satu ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Namun, penelitian ilmiah terkait aspek biologi ikan Payangga, terutama mengenai pertumbuhannya dan faktor kondisinya, masih sangat terbatas hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan Payangga di Sungai Cikaso, Sukabumi. Data diperoleh dari 502 ikan yang berhasil terkoleksi menggunakan alat tangkap bubu selama periode penelitian sejak Januari hingga Desember 2021. Panjang total ikan Payangga terukur antara 98–238 mm dengan bobo tantara 28-244 gram. Hubungan panjang-berat ikan Payangga mengikuti persamaan kurva logistik W = 0,0008 L2,3048 dengan nilai determinasi sebesar 98,2%, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara panjang dan berat ikan. Faktor kondisi ikan Payangga bervariasi antara 0,87 hingga 1,26, dengan nilai tertinggi terjadi pada awal musim kemarau pada bulan Mei dan nilai terendah pada awal musim penghujan di bulan Agustus. Hasil penelitian ini memberikan informasi yang berguna terkait aspek biologi ikan Payangga, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan dan konservasi spesies ini di perairan Sungai Cikaso.
Pendapatan Pelaku Usaha pada Objek Wisata Danau Limboto Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto Mamuki, Emiliyan; Andjoe, Silvana; Mohamad, Abdurahman Kano; Antu, Yulinda R.
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.325

Abstract

Danau Limboto merupakan salah satu objek wisata yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha lokal. Aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan ini menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian warga. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pendapatan pelaku usaha pada objek wisata Danau Limboto Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan metode analisis pendapatan yaitu dengan menghitung penerimaan dan biaya yang dikeluarkan dalam berdagang untuk memperoleh pendapatan. Data yang digunakan dalam studi ini meliputi data primer dan sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Snowball sampling, yakni penentuan narasumber dari yang relatif kecil, kemudian berkembang lebih besar seiring kebutuhan data yang belum terpenuhi. Untuk data analisis menggunakan perhitungan berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepada pelaku usaha di Kelurahan Hutuo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat pendapatan pelaku usaha menunjukkan variasi yang cukup signifikan dengan penerimaan yang diperoleh pelaku usaha yaitu sebesar Rp28.150.000. Sedangkan total biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha yaitu sebesar Rp21.820.000. Dengan demikian, total pendapatan bersih seluruh pelaku usaha pada objek wisata Danau Limboto yaitu sebesar Rp4.050.000.
Pengaruh Penggunaan Alat Tangkap (purse seine) terhadap Pendapatan Nelayan di PPI Inengo Kabupaten Bone Bolango Nusa, Perdiyanto; Erlansyah, Erlansyah; Mohamad, Abdurahman Kano; Antu, Yulinda R.
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat tangkap pukat cincin (purse seine) terhadap pendapatan nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Inengo, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menjadi relevan mengingat dominasi metode penangkapan tersebut sebagai penopang utama kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah studi. Pengumpulan data primer dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner, yang datanya kemudian diolah menggunakan pendekatan kuantitatif inferensial. Pengolahan data statistik dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22, mencakup tahapan uji validitas, analisis regresi linier berganda, serta pengujian t. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, ditemukan adanya keterkaitan positif yang signifikan antara variabel penggunaan pukat cincin (X) dengan tingkat pendapatan nelayan (Y). Temuan ini diperkuat oleh perolehan koefisien regresi sebesar 0,395 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Lebih lanjut, pengujian hipotesis mengonfirmasi temuan tersebut, di mana nilai t-hitung (4,976) secara signifikan melampaui nilai t-tabel (1,665). Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan efektivitas operasional pukat cincin berbanding lurus dengan eskalasi pendapatan yang diterima nelayan. Besaran pendapatan ini sendiri ditentukan oleh beberapa variabel kunci, termasuk variasi jenis ikan yang tertangkap, kuantitas pukat cincin yang dioperasikan, serta intensitas melaut atau jumlah trip bulanan. Secara konkret, pendapatan awak kapal berkisar antara Rp1.600.000 hingga Rp3.000.000 per bulan, sementara pemilik kapal dapat memperoleh hingga Rp330.000.000 per bulan. Sehingga, dapat dirumuskan suatu kesimpulan bahwa produktivitas hasil tangkapan dan frekuensi operasional menjadi determinan utama bagi tingkat pendapatan nelayan pukat cincin di PPI Inengo.
Pengaruh Metode Aplikasi Bakteri Asam Laktat terhadap Bahan Organik dan Pertumbuhan Ikan Lele Sistem Budikdamber Pratiwi, Rizky Kusma; Nadiro, Vina Nur; Maulidiyah, Vika; Cahya, Muhamad Dwi; Sabrina, Nur Aini; Romadhona, Muhammad Rizki
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.337

Abstract

Budidaya ikan dalam ember (budikdamber) merupakan integrasi budidaya ikan dengan tanaman. Masukan pakan dan feses dalam budidaya dapat menurunkan kualitas air. Bakteri asam laktat (BAL) dapat digunakan sebagai probiotik dalam budidaya ikan yang diketahui mampu berperan dalam memperbaiki kualitas air, namun perlu diteliti metode pengaplikasian BAL yang paling optimal untuk menurunkan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh metode pengaplikasian BAL terhadap kadar bahan organik air serta pertumbuhan ikan lele pada sistem budikdamber. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei-Juni 2025 selama 28 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen RAL, terdiri dari 3 perlakuan yaitu pengaplikasian BAL melalui pakan (A), pengaplikasian BAL melalui air (B) dan pengaplikasian BAL melalui pakan dan air (C) dan 1 kontrol (K) dengan 3 ulangan. Parameter utama yang diamati adalah bahan organik dan pertumbuhan ikan, serta terdapat parameter pendukung yaitu suhu, pH dan oksigen terlarut. Hasil dari penelitian ini didapatkan kadar bahan organik rata-rata dari masing-masing perlakuan yaitu perlakuan A sebesar 31.3 mg/L, perlakuan B sebesar 28.4 mg/L, perlakuan C sebesar 21.6 mg/L dan perlakuan kontrol sebesar 26.3 mg/L. Pertumbuhan mutlak ikan didapatkan hasil 2.53 (A), 2.92 (B), 3.15 (C) dan 2.42 (K). Pertumbuhan relatif ikan didapatkan hasil 104.11 (A), 120.17 (B), 129.24 (C) dan 98.62 (K), sehingga perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan C (kombinasi pakan dan air). Parameter kualitas air suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO) optimal untuk budidaya ikan lele kecuali DO karena < 3 mg/L, tergolong rendah untuk budidaya. Aplikasi bakteri asam laktat (BAL) pada sistem budikdamber terbukti mampu menurunkan kadar bahan organik dan meningkatkan pertumbuhan ikan lele, dengan hasil terbaik pada perlakuan kombinasi melalui pakan dan air. BAL dapat direkomendasikan sebagai strategi sederhana untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan budidaya ikan.
Analisis Sensoris Nugget Ikan Kembung Fortifikasi Tepung Daun Kelor Zainuddin, Nurul Muchlisah; M, Ayla Ainayyah; Kamal, Winda; Kurniawan, Abdi Wahid; Saputra, Ian
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.348

Abstract

Nugget ikan merupakan salah satu produk olahan pangan yang digemari masyarakat karena praktis, bergizi, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Upaya peningkatan nilai gizi pada produk olahan ikan dapat dilakukan melalui fortifikasi bahan pangan fungsional, salah satunya dengan tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) yang dikenal kaya akan protein, zat besi, vitamin, dan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fortifikasi tepung daun kelor terhadap karakteristik sensoris nugget ikan kembung (Rastrelliger sp.) serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan perlakuan empat formulasi, yaitu P1 (100% ikan kembung tanpa tepung daun kelor), P2 (85% ikan kembung, 15% tepung daun kelor), P3 (80% ikan kembung, 20% tepung daun kelor), dan P4 (75% ikan kembung , 25% tepung daun kelor). Uji organoleptik dilakukan terhadap 25 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik 1–5, dengan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis pada semua atribut organoleptik. Rata-rata nilai kesukaan terhadap warna berturut-turut adalah 3.44; 3.56; 4.04; dan 3.04. Untuk aroma, diperoleh nilai 3.6; 4.04; 3.32; dan 2.48. Parameter tekstur menunjukkan nilai 3.4; 3.84; 4.04; dan 3.00, sedangkan rasa memperoleh nilai 3.4; 4.08; 3.6; dan 2.96. Berdasarkan hasil tersebut, perlakuan P3 (20% tepung daun kelor) menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi pada sebagian besar parameter, yang menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor dalam jumlah moderat mampu meningkatkan mutu sensoris tanpa menurunkan daya terima produk. Fortifikasi tepung daun kelor sebanyak 20% merupakan formulasi paling optimal dalam pembuatan nugget ikan kembung yang memiliki keseimbangan terbaik antara nilai gizi dan karakteristik sensoris.
Pengaruh Pemberian Pakan Buatan pada Berbagai Stadia terhadap Laju Pertumbuhan dan Sintasan Post Larva Udang Windu (Penaeus Monodon) Fabricus Kasim, Muhammad Rijal; Hanif, Hasan; Asni, Asni
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan pada berbagai stadia yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu (Penaeus monodon). Penelitian dilaksanakan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar, Sulawesi Selatan selama satu bulan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu kombinasi pakan alami dan pakan buatan pada stadia yang berbeda. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, sintasan, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (pemberian pakan buatan dimulai pada stadia zoea II) memberikan hasil terbaik dengan laju pertumbuhan mutlak 0,002054 gram dan sintasan tertinggi 41,4%. Pemberian pakan buatan yang tepat pada stadia awal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang windu.
Daerah Penangkapan dan Dinamika Hasil Tangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) dengan Jaring Insang di Perairan Kepulauan Raja Ampat Bachri, Samsul; Suruwaky, Amir M.; Mustasim, Mustasim; Bakula, Elisa; Sumbung, Sepri; Prasetyo, Djoko; Haruna, Haruna
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.350

Abstract

Salah satu komoditas unggulan yang menjadi andalan dalam aktivitas ekonomi masyarakat Raja Ampat adalah ikan tenggiri (Scomberomorus sp.), yang termasuk dalam kelompok ikan pelagis besar dengan karakteristik nilai ekonomi tinggi, mutu daging yang baik, serta permintaan pasar yang stabil di tingkat lokal maupun antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daerah penangkapan dan dinamika hasil tangkapan ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) yang tertangkap menggunakan jaring insang di perairan Kepulauan Raja Ampat selama tahun 2024. Data yang digunakan berasal dari rekapitulasi hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di pelabuhan pendaratan ikan setempat, mencakup informasi hasil tangkapan dan jumlah trip penangkapan tiap bulan. Hasil analisis menunjukkan total hasil tangkapan tahunan mencapai 570.180 kg dengan 1.241 trip penangkapan. Nilai CPUE rata-rata sebesar 458,35 kg/trip dengan puncak hasil tangkapan terjadi pada bulan Desember dan nilai terendah pada bulan Juli. Daerah penangkapan yang dominan meliputi Misool (Misol), Batanta, Salawati, dan Kepulauan Sembilan. Variasi hasil tangkapan diduga dipengaruhi oleh fluktuasi musiman, pergerakan stok ikan pelagis, serta intensitas penangkapan. Hasil penelitian ini menjadi dasar dalam perumusan strategi pemanfaatan sumber daya tenggiri yang lebih berkelanjutan di kawasan Raja Ampat.
Komposisi Jenis, Bobot dan Tutupan Sampah Laut di Pulau Nusmapi Kabupaten Manokwari Boli, Paulus; Wardhani, Aryo; Pattiasina, Thomas Frans; Parenden, Dedi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.354

Abstract

Sampah laut (marine debris) merupakan bahan padat hasil aktivitas manusia yang dibuang ke laut, termasuk di pantai, terapung atau tenggelam. Identifikasi komposisi jenis sampah laut serta perhitungan bobot dan tutupan sampah laut perlu dilakukan untuk mendeskripsikan dampak sampah laut dan pengelolaannya. Penelitian ini dilakukan pada Mei 2024 di Pulau Nusmapi Kabupaten Manokwari, pengambilan data dilakukan pada tiga stasiun pengamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, bobot, tutupan, dampak, serta mendeskripsikan pengelolaan sampah laut. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan adaptasi metode Line Intercept Transek (LIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis sampah laut yang ada di Pulau Nusmapi didominasi oleh plastik yang terdiri dari botol air minum, karung, waring, kayu, kelapa, popok bayi, kain, kaca dalam bentuk botol minuman kaca dan pecahan botol, logam atau metal seperti kaleng minuman atau seng, karet seperti karet ban dalam motor dan sandal. Bobot sampah laut ditemukan tertinggi pada Stasiun 3 sebesar 0.238 kg/m2 dan terendah pada Stasiun 2 yakni 0.066 kg/m2. Tutupan sampah laut pada Stasiun 1 tertinggi adalah berasal dari bahan lainnya sebesar 10.16%, Stasiun 2 adalah plastik 8.13% dan Stasiun 3 adalah lainnya 5.79%. Arus dan curah hujan mempengaruhi penyebaran sampah, yang mayoritasnya berasal dari kota, mencemari perairan, merusak ekosistem, dan mengurangi daya tarik wisata. Pengelolaan sampah yang terpadu dari darat hingga ke laut serta penerapan teknologi modern perlu dilakukan dalam mengurangi dampak ini serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10