cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Rekonstruksi Materi Hari Akhir sebagai Counter-Narrative terhadap Fenomena Nihilisme dan Keputusasaan Remaja Khilwatissalamah; Dwi Naili Hidayah; Mohammad Syaifuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi materi Hari Akhir sebagai counter-narrative terhadap fenomena nihilisme dan keputusasaan remaja. Fokus kajian diarahkan pada pengembangan konsep Yauumul Jaza dalam pembelajaran pendidikan agama Islam bukan hanya sebagai ancaman hukuman, tetapi sebagai bentuk keadilan tertinggi yang mampu membangun harapan hidup dan optimisme peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data diperoleh melalui buku, jurnal ilmiah, artikel, tafsir, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan nihilisme remaja, pendidikan agama Islam, dan konsep Hari Akhir dalam Islam. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi materi Hari Akhir dengan pendekatan yang lebih humanis dan reflektif dapat membantu peserta didik memahami kehidupan secara lebih bermakna. Konsep Yauumul Jaza dapat menjadi sumber harapan, motivasi, dan ketahanan mental bagi remaja karena memberikan keyakinan bahwa setiap perjuangan dan kebaikan manusia akan memperoleh balasan yang adil dari Allah Swt. Pembelajaran PAI yang kontekstual juga berperan dalam membangun optimisme dan kesadaran spiritual peserta didik di tengah tantangan kehidupan modern.
Analisis Keragaman Individual: Dampak Perbedaan Tingkat Kecerdasan Terhadap Gaya Belajar Siswa Ummul Hairi; Nia Ramadhani; Samsinar Syarifuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.9028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami perbedaan individu, keragaman, dan tingkat kecerdasan dalam perspektif psikologi serta pengaruhnya terhadap proses pendidikan. Setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik dari segi kepribadian, kemampuan intelektual, minat, bakat, motivasi, maupun gaya belajar. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan perlu memperhatikan kebutuhan dan potensi masing-masing individu agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang berkaitan dengan psikologi pendidikan, keragaman individual, tingkat kecerdasan, serta gaya belajar siswa. Hasil kajian mengungkapkan bahwa perbedaan individu dan keragaman memiliki dampak yang signifikan dalam kegiatan belajar, terutama pada aspek gaya belajar, dorongan belajar, interaksi sosial, dan kemampuan akademik peserta didik. Selain itu, tingkat kecerdasan tidak hanya mencakup kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga kecerdasan emosional (EQ), spiritual (SQ), serta kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap individu. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan pembelajaran yang fleksibel, variatif, dan berpusat pada peserta didik agar seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing. Dengan demikian, perbedaan individu, keragaman, dan tingkat kecerdasan bukan merupakan hambatan dalam pendidikan, melainkan potensi yang dapat memperkaya proses pembelajaran dan membantu pengembangan peserta didik secara optimal.
Aktualisasi Konsep Akhlak Mahmudah Dan Mazmumah Dalam Membentuk Etika Bermedia Sosial Siswa Fakhrun Nisa; Aenun Mutoharoh; Nidhya Risthy Ramadhani; Nur Azka Dhiyaul Aulia; Mohammad Syaifuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.9450

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai bagian dari transformasi teknologi digital telah memengaruhi pola komunikasi dan interaksi sosial masyarakat secara signifikan. Di samping memberikan kemudahan dalam memperoleh serta menyebarluaskan informasi, media sosial juga memunculkan berbagai persoalan etika, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, ghibah, fitnah, dan perundungan siber. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktualisasi konsep akhlak mahmudah dan akhlak mazmumah dalam membentuk etika bermedia sosial berdasarkan perspektif Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur’an, hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi akhlak mahmudah dalam media sosial tercermin melalui penerapan nilai tabayyun, amanah, tanggung jawab, kesantunan berkomunikasi, toleransi, tawadhu’, dan husnuzan. Sebaliknya, akhlak mazmumah termanifestasi dalam perilaku penyebaran hoaks, ghibah, fitnah, serta ujaran kebencian yang berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi digital, terganggunya hubungan sosial, dan melemahnya nilai-nilai moral masyarakat. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai akhlak Islam melalui pendidikan, literasi digital, keteladanan, dan pembiasaan refleksi diri menjadi langkah strategis dalam membentuk etika bermedia sosial yang bertanggung jawab, santun, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Implementasi Standar Proses Pembelajaran pada Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Sukawana Ni Wayan Riska Novita Yani; I Gede Nesa Wijaya; Ni Kadek Afrillianingsih; Ni Wayan Rati; I Wayan Lasmawan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.9471

Abstract

Standar proses pembelajaran merupakan salah satu Standar Nasional Pendidikan yang berperan penting dalam menjamin kualitas penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi standar proses pembelajaran di SD Negeri 1 Sukawana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah dan guru kelas IV sebagai informan penelitian. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek perencanaan pembelajaran telah memenuhi standar proses melalui penyusunan modul ajar yang mengacu pada Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan pembelajaran telah mengikuti tahapan pendahuluan, inti, dan penutup sesuai ketentuan standar proses. Namun, metode pembelajaran masih didominasi oleh ceramah dan pemanfaatan media pembelajaran belum optimal. Penilaian telah mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, meskipun pelaksanaan asesmen formatif belum dilakukan secara sistematis. Pada aspek pengawasan, supervisi akademik oleh kepala sekolah belum dilaksanakan secara langsung melalui observasi kelas dan masih didominasi oleh komunikasi informal dengan guru. Dengan demikian, implementasi standar proses pembelajaran di SD Negeri 1 Sukawana telah terlaksana pada aspek perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan, namun masih memerlukan penguatan pada beberapa komponen untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Tantangan dan Peluang dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Roudoh; Rifatul Uliah; Raihan Delpha Amir; Wita Seftiani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.9507

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan pendidikan tinggi yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran serta meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep MBKM, implementasinya di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan MBKM dan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi data berdasarkan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBKM di PTKI dilakukan melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pemberian hak belajar di luar program studi, pelaksanaan delapan bentuk kegiatan MBKM, serta penguatan kerja sama dengan berbagai mitra. Implementasi tersebut tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman sebagai karakteristik utama PTKI. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi penyesuaian kurikulum, kesiapan dosen dan tenaga kependidikan, keterbatasan sarana pendukung, serta kemandirian belajar mahasiswa. Di sisi lain, MBKM memberikan peluang yang besar dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperluas jejaring kerja sama, memperkuat relevansi pendidikan dengan dunia kerja, dan meningkatkan daya saing lulusan. Dengan demikian, MBKM menjadi strategi penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan PTKI
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Islami Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tebo Padriyah Krisnawardani; Saeroji; Hoerul Umam Amir; Ifah Khadijah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.9513

Abstract

Pembentukan karakter Islami peserta didik menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan pendidikan di era modern yang ditandai dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan berbagai tantangan moral yang dihadapi generasi muda. Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter peserta didik melalui proses pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter Islami peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tebo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan peserta didik sebagai informan penelitian. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter Islami peserta didik dilaksanakan melalui keteladanan guru, pembiasaan religius, pembelajaran kontekstual, dan penguatan budaya madrasah. Guru berperan sebagai teladan dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan kegiatan religius seperti tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah, doa bersama, dan pembiasaan perilaku Islami menjadi sarana efektif dalam menanamkan karakter religius. Lingkungan madrasah yang kondusif dan religius turut mendukung terbentuknya sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial peserta didik. Keberhasilan pembentukan karakter Islami juga didukung oleh sinergi antara guru, kepala madrasah, dan orang tua peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang terintegrasi mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter Islami peserta didik serta dapat dijadikan sebagai model penguatan pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
Pemanfaatan Media Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran PAI Untuk Penguatan Karakter Religius Aprilia Kartika Muhtar; Salsa Dwi Lestari; Waqiatus Salamah; Khumaidatun Nisa; Mamun Hanif
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.9549

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memicu transformasi besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan jenis media digital dalam pembelajaran PAI, strategi perencanaan yang diterapkan oleh guru, dampaknya terhadap penguatan karakter religius siswa generasi Z dan Alfa, serta peluang dan tantangan dalam implementasinya. Pendekatan telaah konseptual dan teoretis digunakan untuk menyintesis pemikiran dari berbagai literatur terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi media digital resmi (seperti Learning Management System dan aplikasi Al-Qur'an digital) serta media non-resmi (seperti YouTube, Instagram, dan TikTok) efektif dalam mengubah metode pengajaran PAI tradisional menjadi lebih progresif dan berpusat pada siswa. Pemanfaatan media ini memberikan dampak positif yang signifikan pada dua aspek: meningkatkan pemahaman teologis yang rumit (ranah kognitif) dan menginternalisasi nilai-nilai akhlak secara alami tanpa indoktrinasi yang kaku (ranah afektif) melalui pembiasaan rutin dan konten kontekstual. Strategi perencanaan yang sukses meliputi penetapan tujuan yang terukur, penerapan model blended learning, integrasi penilaian reflektif digital, serta peningkatan kompetensi teknologi guru. Meskipun demikian, implementasi ini dihadapkan pada peluang besar seperti peningkatan aksesibilitas global dan literasi digital keagamaan, sekaligus tantangan berat yang meliputi keterbatasan infrastruktur jaringan di daerah terpencil, kesenjangan kompetensi digital guru, serta urgensi kurasi autentisitas (sanad keilmuan) konten keagamaan demi menghindari paparan hoaks, radikalisme, dan polarisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa sinergi antara sekolah, guru yang adaptif, dan pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam memanfaatkan ekosistem digital untuk mencetak generasi Muslim abad ke-21 yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual.​
Problematika Instrumen Penilaian Afektif Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Berdasarkan Permendikbudristek 21 Tahun 2022 Kma 183 Tahun 2019 Dan Kma 1503 Tahun 2025 widodo; Firdaus; Ahmad Soleh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.9935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian instrumen penilaian sikap yang digunakan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan regulasi terbaru, yaitu Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan, KMA 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab, serta arah penguatan kurikulum dalam KMA 1503 Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengkaji berbagai literatur, dokumen kebijakan, dan kajian ilmiah terkait penilaian sikap dan pembelajaran Aqidah Akhlak. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen penilaian sikap yang digunakan guru cenderung masih bersifat normatif, kurang didukung indikator operasional, dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip authentic assessment sebagaimana diamanatkan regulasi terbaru. Di sisi lain, beberapa aspek telah mencerminkan upaya penilaian karakter, namun belum sejalan secara komprehensif dengan capaian pembelajaran dalam KMA 183/2019 maupun pendekatan asesmen karakter dalam KMA 1503/2025. Penelitian ini menawarkan model instrumen ideal yang berbasis indikator akhlak Islami, asesmen multimetode, penilaian longitudinal, dan umpan balik edukatif. Kajian ini diharapkan menjadi rujukan bagi guru, madrasah, dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan penilaian sikap yang lebih relevan, autentik, dan selaras dengan tujuan Pendidikan Aqidah Akhlak serta kebijakan nasional.
Hukum Menutup Jalan Umum di Era Modern Perspektif Fikih Kontemporer Izzatussyakira; Rafidatun Sahirah; Farhan Abdul Ghani; Sandi Swasta Agung; Ali Imran Sinaga
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.10145

Abstract

Jalan umum merupakan fasilitas publik yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas sehingga penggunaannya harus sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. Namun, di era modern sering ditemukan berbagai bentuk pemanfaatan jalan umum yang menyimpang, seperti penggunaan trotoar oleh pedagang kaki lima, parkir kendaraan di badan jalan, pembuangan sampah di ruang milik jalan, hingga penutupan jalan untuk kepentingan pribadi maupun kegiatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum penutupan jalan umum dalam perspektif hukum positif Indonesia dan fikih kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, kitab fikih klasik dan kontemporer, peraturan perundang-undangan, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jalan umum pada dasarnya harus mengutamakan kemaslahatan bersama dan tidak menimbulkan kemudaratan bagi masyarakat. Dalam hukum positif, penutupan jalan diperbolehkan dengan syarat memperoleh izin dari pihak yang berwenang serta menyediakan jalur alternatif. Sementara itu, dalam perspektif fikih kontemporer, pemanfaatan jalan umum untuk kepentingan tertentu dapat dibolehkan selama tidak menghilangkan hak masyarakat, tidak menimbulkan bahaya, dan memenuhi prinsip kemaslahatan. Oleh karena itu, pemanfaatan jalan umum harus dilakukan secara proporsional dengan tetap memperhatikan kepentingan publik sebagai tujuan utama.