cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Pengambilan Keputusan Partisipatif dalam Model Sekolah Demokratis untuk Efektivitas Organisasi Didit Darmawan; Centya Apreliyana; Fradika Hidayatul Mutthoharoh; Rahayu Mardikaningsih; Silvia Adriani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8084

Abstract

Penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual untuk pengambilan keputusan partisipatif dalam model sekolah demokratis. Dengan menggunakan metodologi tinjauan pustaka kualitatif, penelitian ini mensintesis pengetahuan yang ada mengenai tiga komponen utama: pengelolaan forum musyawarah yang menyediakan ruang bagi dialog mendalam di antara para pemangku kepentingan, perancangan mekanisme pemungutan suara untuk kebijakan tertentu yang memerlukan prosedur pengambilan keputusan yang jelas, serta penetapan batas-batas kewenangan yang menjaga efektivitas organisasi. Temuan menunjukkan bahwa pengambilan keputusan partisipatif yang efektif memerlukan sistem terintegrasi yang didukung oleh struktur organisasi yang jelas, fasilitasi yang kompeten, penggunaan mekanisme pemungutan suara yang tepat, serta batas-batas wewenang yang terdefinisi dengan baik. Komitmen kepemimpinan sekolah dalam berbagi wewenang, pengembangan kapasitas bagi semua pemangku kepentingan, serta keberlanjutan melalui dokumentasi dan perencanaan suksesi muncul sebagai faktor keberhasilan yang kritis. Keseimbangan antara inklusivitas dan efektivitas bukanlah titik tetap, melainkan keseimbangan dinamis yang memerlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Studi ini menyumbangkan kerangka kerja terstruktur yang dapat memandu lembaga pendidikan dalam merancang proses pengambilan keputusan yang inklusif dan efisien. Sekolah yang berhasil menerapkan pengambilan keputusan partisipatif akan menghasilkan keputusan berkualitas lebih tinggi sekaligus mengembangkan kapasitas demokratis seluruh anggota komunitas.
Modal Dasar Pengembangan Pendidikan Islam Transformatif di Indonesia Miftakhul Huda; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8103

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi, globalisasi, perubahan sosial, serta tuntutan pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Kondisi ini menuntut adanya transformasi paradigma pendidikan Islam agar tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen perubahan sosial yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis modal dasar yang diperlukan dalam pengembangan pendidikan Islam transformatif di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan berbagai konsep yang berkaitan dengan pendidikan Islam transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan Islam transformatif memerlukan sejumlah modal dasar yang saling terintegrasi, yaitu paradigma tauhid sebagai landasan filosofis, integrasi ilmu agama dan sains sebagai basis epistemologis, humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai orientasi pendidikan, modal sosial-kultural masyarakat Indonesia, sumber daya manusia yang berkualitas, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan kelembagaan dan kebijakan pendidikan. Keseluruhan modal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan generasi Muslim yang memiliki kompetensi global tanpa kehilangan identitas keislamannya. Dengan demikian, pendidikan Islam transformatif dapat berkontribusi secara signifikan dalam mewujudkan kemajuan pendidikan dan pembangunan peradaban Indonesia yang berkelanjutan.
Manajemen Perubahan Budaya Sekolah dari Birokratis ke Kolaboratif Rahayu Mardikaningsih; Alfiatur Rohmah; Liti Saliha; Didit Darmawan; Alfa Thoyibah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8127

Abstract

Artikel ini mengembangkan diskusi konseptual tentang pengelolaan perubahan budaya sekolah dari pola birokrasi hierarkis menuju orientasi yang lebih kolaboratif, terbuka, dan berbasis kepercayaan. Dengan mengadopsi pendekatan berbasis literatur kualitatif, makalah ini mengkaji bagaimana strategi perubahan dapat dirancang untuk memengaruhi praktik sehari-hari, membentuk kembali pola komunikasi, dan menyelaraskan kembali struktur formal. Perhatian khusus diberikan pada pengelolaan resistensi sebagai ekspresi keprihatinan yang sah, pembentukan norma baru yang disengaja yang menghargai dialog, tanggung jawab bersama, dan dukungan timbal balik, serta peran konsisten para pemimpin sekolah sebagai agen perubahan budaya. Artikel ini menyoroti pentingnya forum terstruktur untuk pengambilan keputusan bersama, aliran informasi yang transparan, dan penyelarasan sistem penilaian dan penghargaan dengan nilai-nilai kolaboratif. Artikel ini juga menekankan pentingnya kepercayaan, pembelajaran organisasi, dinamika emosional, dan pembangunan kapasitas untuk mempertahankan perubahan budaya dari waktu ke waktu. Kerangka kerja yang diusulkan dimaksudkan untuk membantu sekolah dan pembuat kebijakan dalam merencanakan dan memantau pergeseran budaya yang memperkuat kerja sama profesional dan meningkatkan kualitas proses pendidikan.
Strategi Adaptasi Instruksional Guru dalam Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Siswa Era Digital Muhammad Akmal; Muhammad Iftah Irzaqi; Abdul Hafidz Alhaq; Ma’mun Hanif
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi adaptasi instruksional yang diterapkan oleh guru dalam perencanaan pembelajaran guna memenuhi kebutuhan siswa di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, guru dituntut untuk menggeser paradigma mengajar dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih fleksibel dan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dokumen perangkat pembelajaran, dan studi dokumentasi media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi dilakukan melalui tiga tahapan utama: integrasi media visual interaktif (seperti Canva dan Wordwall) dalam modul ajar, penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa, dan penggunaan elemen gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan yang adaptif secara signifikan mampu menurunkan tingkat kebosanan akademik dan meningkatkan partisipasi aktif siswa di kelas. Kesimpulannya, kemampuan guru dalam menyelaraskan standar kurikulum dengan karakteristik digital siswa merupakan kunci keberhasilan pendidikan di era modern. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi digital guru secara berkelanjutan agar proses adaptasi instruksional dapat berjalan lebih optimal.
Efektivitas Pembelajaran Seni Tari Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini Rosidah; Dahlina; Rola Ridwan; Sofia Oktaria Ramadhani; Juliana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran seni tari terhadap perkembangan anak usia dini melalui pendekatan studi pustaka. Seni tari merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang mampu menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak, seperti perkembangan motorik, sosial emosional, bahasa, kreativitas, serta rasa percaya diri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan anak usia dini, terutama dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar, koordinasi tubuh, konsentrasi, interaksi sosial, dan ekspresi diri anak. Selain itu, pembelajaran seni tari juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, seni tari dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini secara optimal.
Genealogi Ilmu Balaghah dalam Peradaban Islam: Kajian Historis Dan Epistemologis Erka Pulungan; Hadi Zain; Husnatul Hamidiyyah; Riko Andrian
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8237

Abstract

Artikel ini mengkaji genealogi ilmu balaghah dalam peradaban Islam melalui pendekatan historis-epistemologis. Dengan menggunakan metode library research dan analisis deskriptif-komparatif, penelitian ini menelusuri perkembangan ilmu balaghah dari fase embrionik (abad ke-2 H) hingga sistematisasi skolastik (abad ke-6 H ke atas). Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu balaghah lahir bukan sebagai disiplin independen, melainkan sebagai respons intelektual terhadap tantangan membuktikan i'jaz al-Qur'an. Tiga tokoh sentral—Al-Jahiz, Abdul Qahir al-Jurjani, dan Al-Sakkaki—memainkan peran paling krusial dalam membentuk kerangka epistemologis ilmu ini. Temuan utama artikel ini adalah bahwa balaghah tidak hanya berfungsi sebagai alat retorika, melainkan sebagai sistem ilmu yang memiliki fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis tersendiri dalam tradisi keilmuan Islam.
Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Z: Strategi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Pancasila Sirojul Huda; Faqih Utsman; Akhmad Arifudin; Ifada Retno Ekaningrum
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8249

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, cara berpikir, dan perilaku keberagamaan Generasi Z. Sebagai generasi yang tumbuh dalam lingkungan digital, Generasi Z memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi keagamaan yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan baru dalam upaya penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moderasi beragama di kalangan Generasi Z serta mengkaji strategi pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila sebagai upaya penguatan sikap keberagamaan yang moderat, toleran, dan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan pemerintah, serta hasil penelitian yang relevan dengan moderasi beragama, pendidikan karakter, nilai-nilai Pancasila, dan Generasi Z. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip moderasi beragama, terutama dalam aspek toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan. Strategi pendidikan karakter berbasis Pancasila dapat diimplementasikan melalui integrasi kurikulum, penguatan budaya sekolah, pengembangan literasi digital, keteladanan guru, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Model pendidikan karakter yang dikembangkan berorientasi pada internalisasi nilai, transformasi kesadaran, aktualisasi sosial, dan penguatan identitas kebangsaan. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk Generasi Z yang memiliki sikap moderat, berwawasan kebangsaan, serta mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural dan multikultural.
Hakikat Manusia dalam Pendidikan Islam Suatu Analisis Filosofis Menurut Perspektif Islam Isyatir Radiah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8262

Abstract

Penelitian ini mengkaji hakikat manusia dalam pendidikan Islam dari sudut pandang filosofis. Manusia dalam perspektif Islam dipahami sebagai makhluk mulia yang diciptakan oleh Allah SWT dengan dua substansi utama, yaitu dimensi jasmani (fisik) dan dimensi rohani (spiritual). Al-Qur’an menggunakan berbagai istilah untuk menyebut manusia—insan, basyar, Bani Adam—yang masing-masing mencerminkan dimensi keberadaan manusia yang berbeda. Manusia diembankan dua peran utama, yakni sebagai hamba Allah (ʿabdullah) dan sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fi al-ardh). Kedua peran ini menuntut pengembangan berbagai potensi, meliputi kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, moral, dan fisik. Para filsuf Islam seperti Ibn Arabi, Al-Ghazali, Al-Attas, Mutahhari, Hasan Al-Banna, dan Al-Maududi masing-masing memberikan pandangan yang kaya tentang hakikat manusia, dengan penekanan pada integrasi antara jasmani, akal, dan ruh. Dalam konteks pendidikan Islam, pemahaman yang benar tentang hakikat manusia menjadi fondasi yang sangat penting, karena pendidikan harus mengembangkan seluruh potensi manusia secara holistik sesuai dengan tujuan penciptaannya: beribadah kepada Allah dan memakmurkan bumi. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam harus berlandaskan pada konsepsi manusia yang integratif, memadukan pengembangan kognitif (aqliyah) dan spiritual-moral (qalbiyah) guna melahirkan muslim yang ideal (insan kamil).
Jenis-Jenis Karya Ilmiah Dessy Wahyuni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8270

Abstract

Karya ilmiah merupakan bentuk tulisan akademik yang disusun berdasarkan kaidah ilmiah, sistematis, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penulisan karya ilmiah menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan karena berfungsi sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, media komunikasi akademik, serta alat evaluasi kemampuan berpikir kritis dan analitis. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai jenis karya ilmiah yang umum digunakan dalam dunia pendidikan dan akademik, meliputi artikel ilmiah, makalah, kertas kerja, paper, skripsi, tesis, disertasi, dan artikel ilmiah populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), yaitu dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa setiap jenis karya ilmiah memiliki karakteristik, sistematika, tujuan, serta tingkat kedalaman analisis yang berbeda sesuai dengan jenjang akademik dan kebutuhan ilmiah. Pemahaman terhadap jenis-jenis karya ilmiah sangat penting bagi mahasiswa dan akademisi agar mampu menyusun karya tulis yang sesuai dengan standar ilmiah yang berlaku.
Peran Strategis Guru PAI Pada Lembaga Pendidikan Islam Alya Rahmi Ihsan; Aditya Syahputra; Ajahari Ajahari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8274

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai tanggung jawab strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan membentuk karakter religius peserta didik di institusi pendidikan Islam. Dengan perkembangan digitalisasi dan globalisasi saat ini, guru PAI harus memiliki lebih dari sekedar pengetahuan keagamaan; mereka juga harus memiliki kompetensi sosial, pedagogik, kepribadian, dan profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyebarkan peran guru PAI dalam lembaga pendidikan Islam, menemukan kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan peran tersebut, dan membuat rencana untuk pengembangan profesionalitas guru PAI dalam lingkungan pendidikan modern. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang dikombinasikan dengan pendekatan studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari artikel jurnal ilmiah, buku referensi, dan dokumen akademik yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Reduksi, penyajian, dan kesimpulan kesimpulan adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAI berfungsi sebagai pendidik (mu'allim), pembimbing (murabbi), teladan (uswah hasanah), fasilitator, penggerak, dan pengubah moral. Hal ini dicapai melalui penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran, pembentukan karakter religius, dan pengembangan profesionalitas secara konsisten. Kesimpulan dari penelitian ini, peningkatan kemampuan guru PAI merupakan komponen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di era modern.