cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Strengthening Students' Independent Character through Practice and Example in Integrative PAI Learning at SD Negeri 014/XI Pelayang Raya Nera Irma Sari; Padya Hayati; Ahmad Jamin; Oki Mitra
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7858

Abstract

This study aims to describe the strengthening of students’ independent character through habit formation and role modelling in integrated Islamic Education (PAI) lessons at SD Negeri 014/XI Pelayang Raya. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that the strengthening of students’ independent character is achieved through habits integrated into Islamic Education lessons, such as praying, reciting the Qur’an, praying in congregation, classroom duty, maintaining cleanliness, and completing tasks independently. Teachers’ role modelling through attitudes of discipline, responsibility, honesty, and independence plays a crucial role in shaping students’ character. The success of the programme is supported by the school’s commitment, a religious culture, parental cooperation, and student motivation, whilst the obstacles include differences in family upbringing, excessive use of electronic devices, diverse student characteristics, and limited learning time. Overall, the practice of habits and setting a good example in integrated PAI learning is effective in fostering students’ independent character.
Transformasi Nilai Hadis Ke Dalam Kebijakan K3 Di Industri Pertambangan Modern: Pendekatan Sosiologi Hadis terhadap Tata Kelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja Muhammad Akhyar Mahyudin; Tajul Arifin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7860

Abstract

Industri pertambangan modern merupakan salah satu sektor kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi, sehingga memerlukan tata kelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak hanya regulatif, tetapi juga etis. Artikel ini mengkaji transformasi nilai-nilai hadis ke dalam kebijakan K3 pertambangan melalui pendekatan sosiologi hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan mengintegrasikan analisis ma‘ānī al-ḥadīth dan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Kajian ini berfokus pada nilai-nilai hadis seperti lā ḍarara wa lā ḍirāra, itqān al-‘amal, amānah, dan kullukum rā‘in. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut dapat ditransformasikan menjadi prinsip K3 melalui penafsiran kontekstual hadis, pelembagaan dalam Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), dan pembentukan budaya keselamatan kerja. Artikel ini menyimpulkan bahwa hadis memiliki daya transformatif sebagai landasan etik-spiritual bagi tata kelola keselamatan kerja di industri pertambangan modern.
Internalisasi Akidah Aswaja Berbasis Nasyid di Pondok Pesantren Moh. Syamsu Zamani; Moehamad Zarkasih Nuriman; M. Ma'arif; Rofiatul Hosna; Khoirotul Idawati; Hanifudin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui media nasyid di Pondok Pesantren Baitul Iman Kediri serta mengkaji peran media tersebut dalam membentuk karakter religius santri di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital menghadirkan tantangan berupa penyebaran paham keagamaan radikal dan intoleran yang dapat memengaruhi pemahaman akidah generasi muda. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pondok Pesantren Baitul Iman Kediri memanfaatkan media nasyid sebagai sarana internalisasi akidah Aswaja yang efektif. Proses internalisasi berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi, transaksi, dan trans-internalisasi. Pada tahap transformasi, nilai-nilai akidah disampaikan melalui lirik nasyid yang sederhana dan mudah dipahami. Tahap transaksi ditandai dengan interaksi edukatif antara ustadz dan santri dalam memahami serta menghayati makna nasyid. Adapun tahap trans-internalisasi menunjukkan tertanamnya nilai-nilai akidah dalam kesadaran dan perilaku santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media nasyid tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan dan dakwah yang efektif dalam memperkuat internalisasi akidah Aswaja, membentuk karakter religius yang moderat, serta meningkatkan ketahanan ideologis santri di tengah perkembangan era digital.
Analisis Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Interaksi Sosial DI Program Studi Sosiologi Semester VI Tahun 2026 (Perspektif Zygmunt Bauman) Elsy Neolaka Neolaka; Petrus Selestinus Mite; Lazarus Jehamat; Gerit Dewise Renciana Nenohalan; Nindro Esaldi Kadek; Doris Mangngi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7882

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze how the use of the Instagram app impacts the social interaction patterns of sixth-semester Sociology students in 2026 by adapting Zygmunt Bauman’s theoretical framework on liquid modernity. This study employs a descriptive qualitative method supplemented by participant observation and in-depth interviews, with informants selected through purposive sampling. The study’s findings indicate that three primary patterns of Instagram use were identified among the students: its use as a tool for communication and social networking, its use for entertainment and content consumption, and its use to support academic activities. From the perspective of Bauman’s theory, the phenomenon of Instagram use among students reflects the defining characteristics of liquid modernity, where social relations are fluid and ever-changing. With just a single click to follow or unfollow, a friendship can be formed or end just as easily. This phenomenon proves that Bauman’s argument is valid: social bonds in the modern era are becoming increasingly weak and temporary. Bauman’s concept of “liquid love” is also clearly evident in this context, as students tend to judge the value of social relationships based on the number of followers, likes, and comments, rather than on the actual depth of the relationship. This study concludes that Bauman’s theory of liquid modernity is suitable for understanding the dynamics of students’ social interactions in the Instagram era; however, the university must make efforts to educate students on productive and healthy social media use, so they can benefit from digital platforms without compromising their communication skills and real-life social relationships. Keywords: Instagram, social interaction, liquid modernity, Sociology students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penggunaan aplikasi Instagram berdampak pada pola interaksi sosial mahasiswa Program Studi Sosiologi semester VI Tahun 2026 dengan mengadaptasi kerangka teoretis Zygmunt Bauman mengenai liquid modernity (modernitas cair). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilengkapi dengan teknik observasi partisipasi dan wawancara mendalam, dengan pemilihan informan dilakukan secara purposive. Temuan studi menunjukkan bahwa ada tiga pola utama penggunaan Instagram yang ditemukan di antara mahasiswa, yaitu penggunaannya sebagai alat komunikasi dan pembangunan jaringan sosial, penggunaannya untuk hiburan dan penyerapan konten, serta penggunaannya untuk mendukung aktivitas akademik. Dilihat dari perspektif teori Bauman, fenomena penggunaan Instagram di kalangan mahasiswa mencerminkan karakteristik kuat dari liquid modernity, di mana relasi sosial bersifat lentur dan berubah-ubah. Tergantung dari satu klik follow atau unfollow, hubungan pertemanan dapat tercipta atau berakhir begitu saja. Fenomena ini membuktikan bahwa argumen Bauman benar adanya, bahwa ikatan sosial di era modern kini menjadi semakin lemah dan bersifat sementara. Konsep liquid love dari Bauman juga terlihat jelas dalam konteks ini, karena mahasiswa cenderung menilai hubungan sosial berdasarkan angka followers, likes, dan comments, bukan pada kedalaman hubungan yang sebenarnya. Studi ini memberikan hasil akhir bahwa teori liquid modernity Bauman sesuai untuk memahami dinamika interaksi sosial mahasiswa di era Instagram, namun diperlukan upaya sosialisasi dari pihak kampus untuk mendidik mahasiswa mengenai penggunaan media sosial yang produktif dan sehat, supaya mereka dapat mengambil manfaat dari platform digital tanpa mengurangi kemampuan komunikasi dan relasi sosial mereka di kehidupan nyata. Kata Kunci: Instagram, interaksi sosial, liquid modernity, mahasiswa Sosiologi
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter dalam Membangun Kepribadian Peserta Didik Putri Husnul Khotimah; Nur Ahid
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7937

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan karakter peserta didik, sehingga lembaga pendidikan dituntut tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian. Pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak untuk merespons degradasi moral yang muncul akibat arus informasi digital yang tidak terfilter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pengembangan kurikulum pendidikan karakter dalam membangun kepribadian peserta didik, khususnya di lembaga pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan regulasi pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter merupakan proses sistematis yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta bertujuan membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas. Nilai-nilai karakter seperti religiusitas, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial perlu diintegrasikan secara menyeluruh dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum pendidikan karakter harus bersifat kontekstual, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan globalisasi dan digitalisasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan karakter yang terintegrasi dan kontekstual berperan strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik secara utuh dan berkelanjutan.
Pola Pembinaan Program Unggulan Kader Ulama dalam Membentuk Kompetensi Da’i Muda di Pondok Pesantren Islamic Center Muhammadiyah Kinali Ziyani; Rahmi Wiza
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7950

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang unggul dan berkarakter. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembinaan kader ulama untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi keislaman dan kemampuan berdakwah. Pondok Pesantren Islamic Center Muhammadiyah Kinali menyelenggarakan program unggulan kader ulama sebagai sarana pembentukan kompetensi da’i muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pembinaan program unggulan kader ulama dalam membentuk kompetensi da’i muda serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembinaan program unggulan kader ulama dilaksanakan secara terstruktur dan berkesinambungan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program pembinaan meliputi kegiatan tahfidz Al-Qur’an, kajian Islami, bahasa Arab, dan muhadharah dengan menerapkan metode keteladanan, pembiasaan, hafalan, nasihat, latihan/praktik, serta perhatian dan pemantauan perkembangan santri. Evaluasi dilakukan melalui penilaian perkembangan santri pada setiap kegiatan dan penilaian langsung dari masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadan dan Madrasah Diniyah (Madin). Program ini bertujuan membentuk kompetensi da’i muda yang mencakup kemampuan menghafal Al-Qur’an, penguasaan keilmuan Islam, kemampuan bahasa Arab, dan keterampilan komunikasi. Faktor pendukung program meliputi minat santri, bakat dan potensi individu, lingkungan pesantren yang kondusif, serta sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya minat dan motivasi sebagian santri, perbedaan latar belakang dan karakter individu, kejenuhan dalam mengikuti program, serta keterbatasan strategi pembinaan yang kreatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa program unggulan kader ulama dapat menjadi model pembinaan yang efektif dalam membentuk kompetensi da’i muda.
Pengembangan Kopetensi Guru dalam Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran sebagai Bagian dari Implementasi Kurikulum Didit Darmawan; Diana Iksir; Intan Rahmawati; Rahayu Mardikaningsih; Mila Hariani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7954

Abstract

Kompetensi guru dalam menyusun Urutan Tujuan Pembelajaran merupakan kemampuan mendasar dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang mencakup pemahaman terhadap hasil belajar, perumusan tujuan operasional, serta perancangan urutan pembelajaran yang logis. Tinjauan pustaka kualitatif ini mengkaji bagaimana kompetensi guru dalam menyusun Urutan Tujuan Pembelajaran dialami dan dikembangkan sebagai bagian dari profesionalisme mereka. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengembangan kompetensi memerlukan pendekatan kolaboratif, dukungan pengawasan akademik dari kepala sekolah, serta pelatihan dan bimbingan yang berkelanjutan. Tantangan utama meliputi kesulitan dalam menentukan urutan pembelajaran yang logis, merumuskan tujuan operasional, dan mengakomodasi karakteristik siswa yang beragam. Perbedaan latar belakang pendidikan guru memengaruhi tingkat kemampuan awal, sehingga memerlukan program pengembangan profesional yang mengatasi kesenjangan pengetahuan. Pendekatan pengembangan kompetensi yang sistematis dan berkelanjutan, seperti komunitas belajar profesional, terbukti lebih efektif daripada sesi pelatihan satu kali. Urutan Tujuan Pembelajaran yang berkualitas memfasilitasi desain pelajaran yang efektif dan pada akhirnya berkontribusi pada pencapaian optimal tujuan pembelajaran. Studi ini memberikan pemahaman dasar untuk merancang sistem dukungan yang meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan jalur pembelajaran yang koheren dan bermakna sesuai dengan harapan kurikulum.  
Uslub Majaz Mursal dalam Surah Maryam: Kajian Balaghah Alfian Nugraha Rauf; Mardan; Andi Miswar
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7961

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pentingnya penguasaan bahasa Arab dalam memahami kandungan Al-Qur’an secara lebih mendalam, terutama melalui ilmu balaghah yang berfungsi mengungkap keindahan bahasa dan ketepatan makna ayat-ayat Al-Qur’an. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji penggunaan majaz, khususnya majaz mursal, dalam Surah Maryam, serta menjelaskan bentuk dan fungsi yang terkandung di dalamnya. Karena pembahasan majaz sangat luas, penelitian ini dibatasi pada majaz mursal yang merupakan bagian penting dari ilmu bayan dan ditandai oleh hubungan makna yang tidak didasarkan pada keserupaan antara makna asli dan makna kiasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data utama berasal dari Al-Qur’an, sedangkan data pendukung diperoleh dari kitab tafsir, buku balaghah, jurnal ilmiah, dan berbagai referensi terkait. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan telaah literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk ‘alaqah majaz mursal dalam Surah Maryam, seperti sababiyyah, āliyyah, dan ḥāliyyah, yang memperkaya makna serta memperdalam pesan yang disampaikan Al-Qur’an.
Kajian Aksiologi dalam Pendidikan Islam: Suatu Analisis Internalisasi Nilai Religius Fitrah Muthmainnah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep aksiologi dalam perspektif pendidikan Islam, mengidentifikasi nilai-nilai religius yang terkandung di dalamnya, menjelaskan proses internalisasi nilai religius, serta mengkaji peran pendidikan Islam dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengkaji keterkaitan antara konsep aksiologi, nilai religius, dan proses internalisasi dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa aksiologi dalam pendidikan Islam berfungsi sebagai landasan nilai yang mengarahkan tujuan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan agar selaras dengan ajaran Islam. Nilai-nilai religius yang meliputi akidah, ibadah, akhlak, dan sosial menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik. Internalisasi nilai religius berlangsung melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi sehingga nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan Islam berperan penting dalam mendukung proses tersebut melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan, dan penciptaan lingkungan yang kondusif sehingga mampu membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.
Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Peserta Didik Setingkat Sekolah Menengah Pertama Didit Darmawan; Mas Adelia Najibah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8060

Abstract

Fokus utama dalam jenjang pendidikan tertinggi bagi umat Muslim terletak pada upaya pengasahan kepribadian peserta didik. Penyelidikan ini bermaksud menelaah sejauh mana corak pendidikan Islam mampu memengaruhi kristalisasi karakter siswa melalui optimalisasi peran perpustakaan. Hubungan timbal balik antara internalisasi nilai agama dan pola perilaku anak didik menjadi inti dari pembahasan. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR), berbagai temuan terdahulu dikumpulkan untuk dianalisis secara mendalam. Hasil pengamatan menunjukkan adanya pengaruh kuat serta bermakna dari pendidikan agama terhadap mentalitas siswa, terutama pada aspek kedisiplinan, integritas tanggung jawab, etika kesopanan, dan interaksi sosial. Keberhasilan tersebut berakar pada metode pembelajaran yang tidak sekadar menjejali ingatan dengan materi teoretis, melainkan menyatukan ranah berpikir, perasaan, serta tindakan secara selaras. Dengan demikian, pendidikan agama Islam menempati posisi krusial dalam mencetak generasi yang teguh dalam keyakinan sekaligus luhur dalam budi pekerti. Tulisan ini diproyeksikan mampu menjadi rujukan tambahan guna memperkuat mutu pembelajaran agama pada jenjang sekolah menengah pertama.