cover
Contact Name
Sabarudin
Contact Email
hojps.uho@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hojps.uho@gmail.com
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma, Jl. H.E.A Mokodompit, Anduonohu, 93232, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2986688X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian (LJIK), ISSN: 2986-688X (online) merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali dalam setahun (bulan April dan Oktober) pada bidang ilmu kefarmasian yang meliputi Analisis Farmasi & Kimia Medisinal, Farmasetika, Farmakologi dan Toksikologi, Biologi Farmasi, Bioteknologi, Farmasi Klinis & Komunitas, dan Manajemen Farmasi. Naskah terpilih untuk diterbitkan dalam jurnal ini akan dikirimkan kepada dua reviewer ahli di bidangnya, yang tidak berafiliasi dari institusi yang sama dengan penulis. Proses review dilakukan secara tertutup dimana penulis dan reviewer tidak mengetahui identitas dan afiliasi masing-masing. Penulis diminta untuk menanggapi review yang diberikan dan mengirimkan naskah yang direvisi dalam waktu yang telah ditentukan. Naskah yang diterima untuk publikasi merupakan salinan yang telah diedit dan diperiksa tata bahasa, tanda baca serta formatnya. Seluruh proses penyerahan naskah hingga keputusan akhir penerbitan dilakukan secara online.
Articles 23 Documents
Potensi Antioksidan Fraksi n-Heksana Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas) Terhadap Penangkap Radikal Bebas Sudarman Rahman; Atilla Dian Dewanti Gintoro; Arfan Arfan
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.15

Abstract

Antioksidan dapat didefinisikan sebagai kelompok senyawa kimia yang dapat melindungi sel-sel dalam tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek antioksidan fraksi n-heksana daun jarak pagar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimental dengan menggunakan seri konsentrasi (10; 20; 40; 80; 100; 160 μg/mL) fraksi n-heksana dan kontrol positif (vitamin C) sebagai penghambat DPPH sebagai radikal bebas dan tiap-tiap konsentrasi dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian dikerjakan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Palangka Raya dan Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan universitas Muhamadiyah Palangka Raya. Ekstrak etanol (200 gram) yang dihasilkan selanjutnya dipartisi dengan n-heksana:air (3:1) menggunakan corong pisah sehingga dihasilkan fraksi n-heksana sebesar 25,5 gram. Kemudian pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazil). Data yang dihasilkan kemudian dilakukan uji statistik anova satu arah, kemudian analisis lanjutan menggunakan post hoc Tamhane pada CI 95%. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan fraksi n-heksana daun jarak pagar (Jatropha curcas) dan kontrol positif (vitamin C) dengan nilai inhibitory concentration (IC50) berturut-turut sebesar 77,78±0,12(μg/mL) dan 8,78±0,21 (μg/mL). Berdasarkan uji anova satu arah, terdapat perbedaan yang bermakna pada masing-masing konsentrasi terhadap persen penangkapan radikal bebas (pvalue<0,05). Konsentrasi 160 μg/mL adalah konsentrasi terefektif dalam penangkapan radikal bebas. Inhibitory concentration (IC50) fraksi n-heksana daun J. curcas termasuk aktivitas antioksidan dengan kategori kuat.
Uji Stabilitas dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol Buah Pare (Momordica charantia L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Nur Illiyyin Akib; Sabarudin; Sitti Raodah Nurul Jannah; Rifa'atul Mahmudah; Nur Muminat Alimin
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.16

Abstract

Buah pare berkhasiat sebagai antibakteri dan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan stabilitas sediaan emulgel ekstrak buah pare (Momordica charantia). Ekstrak buah pare 0,5%, 1%, dan 2,5% dibuat sediaan emulgel menggunakan carbopol 940 1,5%, trietanolamin 0,5%, parafin cair 5%, span 80 0,42%, tween 80 1,08%, propilen glikol 10%, DMDM Hydantoin 0,5% dan akuades. Metode cycling test digunakan sebagai uji stabilitas terhadap sediaan emulgel meliputi pengamatan terhadap organoleptik, tipe emulsi, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji viskositas. Metode difusi sumuran digunakan sebagai metode untuk uji antibakteri ekstrak dan sediaan emulgel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sediaan emulgel ekstrak Pare memenuhi syarat emulgel meliputi organoleptik, sediaan homogen, tipe emulsi M/A, pH 5,18–5,59, daya sebar 4,9-5,4 cm, serta viskositas rentang 296,7-316,7 dPas. Sediaan emulgel ekstrak buah pare dengan konsentrasi 0,5%, 1,0% dan 1,5% dilaporkan memiliki efektifitas terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan klasifikasi respon hambat pertumbuhan sangat kuat.
Penentuan Toksisitas Akut Ekstrak dan Fraksi Daun Maja (Aegle Marmelos L.) dan Identifikasi Gugus Fungsi Irvan Anwar; Yamin; Parawansah; Sabarudin; Rachma Malina; Vica Aspadiah; Loly Subhiaty Idrus; Nadiya Mutmainnah
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.17

Abstract

Daun maja (Aegle marmelos L.) adalah tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional dan dikenal memiliki banyak metabolit sekunder. Dilakukan pengujian toksisitas untuk menilai keamanan tanaman yang digunakan sebagai bahan obat. Pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak beracun yang muncul dalam kurun waktu 24 jam setelah pemberian bahan/zat uji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut, kadar total fenolik dan flavonoid, serta identifikasi gugus fungsi pada fraksi n-heksan daun maja (Aegle marmelos L.). Pengujian toksisitas akut dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), penentuan kadar total fenolik dan flavonoid menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan identifikasi gugus menggunakan spektrofotometri Fourier-Transform Infra Red. Nilai LC50 ekstrak methanol dan fraksi n-heksana dalam penelitian ini berturut-turut adalah 771,19 dan 772,77 ppm, yang artinya ekstrak dan fraksi daun maja bersifat toksik dilihat dari nilai LC50< 1000 ppm. Pada pengukuran kadar fenolik dan flavonoid total fraksi n-heksan memiliki kadar paling tinggi berturut-turut yaitu 312,10 dan 296,90 mgEQ/g. Hasil pengujian identifikasi gugus fungsi pada daun maja berdasarkan spektra FTIR menunjukkan keberagaman jenis gugus fungsi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun maja (Aegle marmelos L.) mengandung komponen kimia yang berkontribusi terhadap toksisitasnya, dan dikategorikan medium toksik (≤1,000 mg/L).
Potensi Aktivitas Sitotoksik Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Pada Sel Kanker Widyaningrum utami; Elisa Br. Saragih; Merilla Andini
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.18

Abstract

Kemoterapi merupakan pengobatan yang efektif digunakan untuk terapi berbagai jenis sel kanker namun memiliki banyak efek samping. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan alternatif tanaman obat digunakan untuk pengobatan tradisional seperti antibakteri, antivirus, dan antikanker.  A. bilimbi memiliki kandungan fenolik yang tinggi yang didunga memiliki aktivitas sitotoksik. Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui potensi Averrhoa bilimbi L sebagai agen antikanker. Pencarian literatur dilakukan dengan melalui database online Google Scholar dan PubMed tahun 2011-2022. Senyawa aktif yang diduga memiliki efek antikanker pada belimbing wuluh yaitu squalene dan asam protocatechuic. Beberapa ekstrak etanol belimbing wuluh terbukti berpotensi sebagai agen antikanker secara in vitro dengan kategori sitotoksik sedang (IC50 = 21 µg/mL - 200 µg/mL) pada sel kanker serviks (sel HeLa), sel kanker payudara MCF-7, dan sel kanker payudara non hormonal (MDA-MB-23). Sedangkan secara in vivo, Averrhoa bilimbi L. terbukti memiliki aktivitas antikanker sebagai antilimfoma pada mencit albino Swiss yang diinduksi DAL (Dalton’s asites Lymphoma) dan potensi apoptogenik yang signifikan terhadap sel EAC (Ehrlich ascites carcinoma) tikus. Maka dari itu, kajian ini menunjukkan potensi aktivitas Averrhoa bilimbi L. sebagai antikanker.
Formulasi dan Evaluasi Krim Kombinasi Tawas dan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) sebagai Antiperspirant Rifa'atul Mahmudah; Restu Nur Hasanah; Vica Aspadiah; Nurramadhani A.Sida; Nurull Hikmah; Nur Illiyyin Akib; Wa Ode Sitti Zubaydah; Amilia Primawanty
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.19

Abstract

Bau badan merupakan salah satu masalah yang ada di negara tropis seperti Indonesia. Bau badan disebabkan adanya aktivitas bakteri pada cairan keringat, sehingga untuk mencegah terjadinya bau badan dapat dilakukan dengan mengurangi volume keringat atau melawan bakteri penyebab bau badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi sediaan krim antiperspirant yang mengandung kombinasi tawas sebagai antiperspirant dan ekstrak lidah buaya (Aloe Vera L.) sebagai pelembab untuk mengurangi terjadinya iritasi kulit. Sediaan krim dipilih karena mudah diaplikasikan dan nyaman digunakan. Ekstrak lidah buaya diperoleh dengan cara ekstraksi infudasi. Krim dibuat dengan mencampur fase air dengan fase minyak lalu diaduk hingga homogen. Evaluasi kestabilan krim dilakukan dengan metode cycling test selama 6 siklus dan diamati perubahan pada sifat organoleptik, homogenitas, nilai pH, dan daya sebar sediaan. Uji antiperspirant dilakukan dengan menghitung jumlah keringat yang keluar pada 10 sukarelawan. Formula sediaan krim yang dihasilkan menunjukkan sifat fisika yang sesuai persyaratan serta stabil secara fisik berdasarkan hasil cycling test. Berdasarkan uji aktivitas antiperspirant terhadap 10 panelis didapati bahwa sediaan krim mampu menggurangi volume keringat hingga 25%. Kesimpulan yang diperoleh bahwa tawas dan Aloe vera dapat diformulasikan menjadi sediaan krim yang stabil dan memiliki aktivitas pengurangan jumlah volume keringat hingga 25%.
Formulasi, Evaluasi dan Uji Iritasi Sediaan Toner Niacinamide Aspadiah, Vica; Sitti Zubaydah, Wa Ode; Muliadi, Rahmat; Anwar, Irvan; Jumilta
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2024): Lansau: Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v2i1.20

Abstract

Toner merupakan sediaan kosmetika berbentuk cair yang umumnya digunakan sebagai pembersih wajah, dimana toner jenis ini mudah di aplikasikan dan mudah meresap ke dalam kulit, yang dalam penelitian ini diformulasikan selain untuk keseimbangan pH kulit tetapi juga dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik dengan variasi konsentrasi etanol terhadap karakteristik dan stabilitas fisik dari sediaan toner. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan formulasi sediaan toner dengan menggunakan beberapa variasi konsentrasi etanol dan dievaluasi fisik yang terdiri dari organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan stabilitas sediaan meliputi uji heating-cooling cycle, uji kesukaan/hedonik dan uji iritasi menggunakan kelinci. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sediaan berupa uji organoleptik dengan tidak berwarna, berbau khas dengan konsistensi yang cair, pH sediaan memenuhi persyaratan, homogen, nilai viskositas pada keseluruhan formula memenuhi syarat, stabilitas sediaan yang baik yang ditandai dengan tidak terjadinya pemisahan fase, pengujian iritasi tidak terjadi eritema dan edema. Berdasarkan hasil penelitian, keseluruhan formula memenuhi nilai uji karakteristik fisik, stabilitas fisik, uji hedonik serta uji iritasi sesuai dengan yang dipersyaratkan, sehingga penggunaan etanol dengan konsentrasi 5-25% dalam sediaan toner tidak mengiritasi kulit.
Preparasi dan Karakterisasi Interaksi Antarmolekular Glimepirid dan Metformin HCl dengan Metode Solvent Drop Grinding Sitti Raodah Nurul Jannah; Sundani Nurono Soewandhi; Rachmat Mauludin; Handoyo Sahumena, Muhamad
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2024): Lansau: Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v2i1.21

Abstract

Interaksi antar molekular dari campuran glimepirid (GMP) dan metformin HCl (MET) dapat menyebabkan perubahan pada sifat fisikokimia komponen penyusunnya. Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi interaksi antar molekular menggunakan metode solvent drop grinding (SDG). Metode SDG digunakan sebagai identifikasi awal pembentukan interaksi antar kedua komponen dengan rasio perbandingan molar GMP: MET yaitu 1:1. Karakterisasi interaksi antar molekular GMP-MET meliputi pengamatan habit Kristal menggunakan mikroskop polarisasi, sifat termal menggunakan instrument TG/DTA, spektroskopi infra merah (FTIR), difraksi sinar-X serbuk (PXRD), scanning electron microcope (SEM), uji kelarutan dan uji disolusi. Hasil pengamatan habit Kristal menunjukkan. Diagram fase campuran GMP-MET menunjukkan terbentuknya dua puncak endotermik yang mengindikasikan adanya interaksi antarmolekular dengan titik lebur senyawa peritektikum yaitu 197,02 dan 216,64 °C. Analisis mikrofoto SEM menunjukkan perubahan habit dan morfologi kristal berupa tabular yang memanjang. Difraktogram sinar-X menunjukkan terjadi penurunan intensitas derajat kristalin dari kedua komponen, sedangkan spektra IR menunjukkan tidak adanya puncak khas baru atau pergeseran bilangan gelombang baik campuran fisik maupun hasil SDG. Profil disolusi GMP dalam medium dapar fosfat pH 7,4 meningkat dibandingkan dengan bentuk murni glimepirid. Hasil disolusi GMP tertinggi yaitu pada campuran GMP-MET hasil perlakuan metode SDG sebesar 57,33%.
Aktivitas Antibakteri Sansevieria trifasciata Prain. Menggunakan KLT-Bioautografi Nurramadhani A.Sida; Henny Kasmawati; Arfan, Arfan
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2024): Lansau: Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v2i1.22

Abstract

Tanaman Sansevieria trifasciata Prain. diidentifikasi sebagai kandidat obat alam potensial karena kandungan senyawa kimianya, seperti polifenol, flavonoid, dan saponin. Penelitian terbaru menemukan bahwa ekstrak Sansevieria trifasciata Prain. memiliki kemampuan sebagai antibakteri. Sayangnya, eksplorasi fraksi dan aktivitas antibakteri masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai efikasi antibakteri dari fraksi etil asetat yang berasal dari Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis. Fraksi etil asetat diperoleh menggunakan metode triturasi. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode TLC-Bioautography. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat diperoleh dengan hasil sebesar 18.979% (b/v). Pemindaian fitokimia mengungkapkan keberadaan flavonoid, alkaloid, dan tanin. Uji antibakteri menunjukkan penekanan pertumbuhan bakteri pada berbagai jenis bakteri, termasuk Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis dengan diameter inhibisi masing-masing sebesar 15.30 mm, 11.10 mm, 11.50 mm, 17.20 mm, dan 14.50 mm. Berdasarkan hasil uji bioautograf, fraksi etil asetat daun Sansevieria trifaciata Prain. mempunyai potensi sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Shigella dysenteriae, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis dengan kategori kuat.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Edukasi Kosmetik Berbasis Ponsel Pintar terhadap Peningkatan Pengetahuan Kosmetik di Universitas Halu Oleo Malina, Rachma; Firda, Andi; Ihsan, Sunandar; Anwar, Irvan; Aspadiah, Vica
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2024): Lansau: Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v2i1.23

Abstract

Tingginya keinginan untuk merubah penampilan secara berlebihan dan kurang pemahaman tentang fungsi kosmetik yang digunakan, kondisi kulit individu pengguna kosmetik, dan faktor lingkungan mengakibatkan timbulnya kesalahan dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik. Sehingga perlu dilakukan edukasi terkait penggunaan kosmetik yang benar dan aman kepada para pengguna kosmetik, dengan menggunakan aplikasi mobile health. Aplikasi ini merupakan salah satu perangkat yang dapat meningkatkan pemahaman karena menyediakan edukasi mengenai penggunaan kosmetik yang benar dan aman kepada para pengguna kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengguna kosmetik setelah menggunakan aplikasi edukasi kosmetik berbasis ponsel pintar pada Mahasiswa di Universitas Halu Oleo. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Data dianalisis menggunakan uji marginal homogeneity, dengan total sampel sebanyak 100 sampel, yang diukur pengetahuannya terkait kosmetik sebelum dan setelah penggunaan Cosme.apps. Dalam kelompok intervensi, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan hal ini terbukti dari hasil analisis data diperoleh nilai p=0,000 yang artinya bahwa penggunaan aplikasi edukasi kosmetik Cosme.apps dapat meningkatkan pengetahuan responden terkait penggunaan kosmetik secara signifikan yaitu dengan tingkat pengetahuan baik (68%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan cosme.apps dapat meningkatkan pengetahuan bagi para pengguna kosmetik.
Ruruhi (Syzygium polycephalum Merr.) : Tinjauan Biologi, Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Feriadi, Eva; Pratiwi, Ines Septiani; Azis, Muhammad Israwan
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2024): Lansau: Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v2i1.24

Abstract

Ruruhi (Syzygium polycephalum) merupakan tumbuhan asli wilayah malesia barat dan tengah, termasuk Indonesia. S. polycephalum banyak dijumpai di beberapa wilayah seperti Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, digunakan secara turun temurun sebagai pengobatan tradisional beberapa penyakit seperti disentri, hipertensi, antikolesterol, luka dan gatal pada kulit. Artikel review ini bertujuan membahas secara menyeluruh mengenai tumbuhan S. polycephalum meliputi kajian biologi (taksonomi, habitat, penyebaran, morfologi), penggunaan tradisional, kandungan fitokimia hingga aktivitas farmakologinya berdasarkan hasil studi literatur dari beberapa hasil penelitian. Berdasarkan kajian yang dilakukan pada tumbuhan S. polycephalum menunjukkan keberadaan golongan metabolit sekunder dan berbagai senyawa yang telah berhasil teridentifikasi pada beberapa bagian tumbuhan S. polycephalum seperti pada daunnya mengandung senyawa β-sitosterol, asam oleanolat, asam ursolat, skualen, metil 3-etilpropanoat dan asam heksadekanoat metil ester yang berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, antibakteri dan antijamur. Pada kulit batangnya teridentifikasi senyawa asam 3,4,3’-tri-O-metilelagat dan asam galat yang berperan sebagai antioksidan. Bagian buah S. polycephalum  mengandung senyawa 1,5-dimethylcitrate dan trimethyl citrate, sedangkan pada bijinya terdapat senyawa methyl ester gallic acid. Berdasarkan hasil temuan tersebut, tumbuhan S. polycephalum mengandung senyawa-senyawa dominan yang berperan penting dalam beberapa aktivitas farmakologi sehingga sangat berpotensi untuk terus ditelusuri dan dikembangkan menjadi salah satu kandidat pilihan pengobatan berbasis bahan alam di masa mendatang.

Page 2 of 3 | Total Record : 23