cover
Contact Name
Sudana Fatahillah Pasaribu
Contact Email
sudanafatahillah@gmail.com
Phone
+6282276302084
Journal Mail Official
sudanafatahillah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Sumarsono No.107, Helvetia, Kec. Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia. kampus Institut Kesehatan Helvetia Kode Pos : 20124
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Media Gizi Ilmiah Indonesia
Published by Kabar Gizi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29864542     DOI : -
Core Subject : Health,
Media Gizi Ilmiah Indonesia (MGII) is a journal that was founded in 2022. MGII publishes various types of research such as research results and article reviews in the field of nutritional science. MGII publishes 2 times a year. MGII publishes the results of research and literature review in the scope of Clinical Nutrition, Molecular Nutrition, Community Nutrition, Sports Nutrition, Institutional Nutrition, Food Technology, Food Technology, Functional Food, Food Service Management, and Disaster Nutrition. MGII can be accessed openly online so that authors and researchers can easily access all research results that have been published by MGII.
Articles 48 Documents
Status Gizi Remaja Sekolah Menengah Atas/Sederajat Umur 13 – 18 Tahun di Kota Sibolga Bibi Ahmad Chahyanto; Yayuk Susilo
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.54

Abstract

Adolescence is a unique period of the life cycle and is vulnerable to nutritional problems, thus regular monitoring of nutritional status is crucial to be done. This study aims to describe the nutritional status of adolescent high school students aged 13-18 years in Sibolga City. This descriptive research employing a cross-sectional study design used secondary data from the health screening results of new students in class XI SMA / equivalent in the 2018/2019 academic year in Sibolga City. Further data processing and analysis were carried out from January to July 2023. The number of data that met the research inclusion criteria and were further processed was 1.443 respondents. Univariate analysis was used to describe the description of the frequency and percentage values of each variable. The study proved that most respondents were 13-15 years old (80.87%) and attended public schools (64.17%). The proportion of female gender was 62.86% more than male (37.24%). Most respondents had good nutritional status (74.57%). The prevalence of respondents with poor nutritional status was 0.97%, undernutrition 5.40%, overnutrition 15.11%, and obesity 3.95%. The nutritional status of adolescent high school students aged 13-18 years in Sibolga City is quite good, but nutritional problems, such as malnutrition, undernutrition, overnutrition, and obesity are still found. Therefore, they need to be aware and addressed as they can affect nutritional status and health and productivity in adolescence and in the future.
Pengaruh Penambahan Puree Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap Tingkat Kesukaan dan Kadar Beta Karoten Kue Putu Ayu Devi, Evangelia; setyaji, Diyan; Setyaning, Ruth
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.59

Abstract

Kue putu ayu adalah salah satu kue tradisional yang berbahan dasar tepung terigu dan santan kelapa. Umumnya kue putu ayu berwarna hijau yang berasal dari daun suji. Namun seiring bertambahnya waktu, kue putu ayu dapat ditambahkan dengan puree labu kuning untuk menambah nilai gizi serta mampu mencegah risiko terjadinya penyakit kanker karena kandungan beta karotennya yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan puree labu kuning terhadap tingkat kesukaan (warna, aroma, tekstur, citarasa) dan kadar beta karoten kue putu ayu. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan RAL, terdiri dari satu kontrol dan tiga perlakuan yaitu penambahan puree labu kuning 10gr, 20gr, dan 30gr dengan tiga kali pengulangan. Uji tingkat kesukaan dilakukan terhadap 30 panelis tidak terlatih. Uji kimia yang dilakukan adalah uji kadar beta karoten menggunakan metode spektrofotometri. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan puree labu kuning pada kue putu ayu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter warna, aroma, citarasa, dan kadar beta karoten kue putu ayu. Hasil pengujian kimia menunjukkan bahwa kue putu ayu F3 dengan penambahan puree labu kuning 30gr memiliki kadar beta karoten tertinggi yaitu 1168,4 mg/100gr, sedangkan kadar beta karoten terendah terdapat pada kue putu ayu F0 yaitu 246,02 mg/100gr. Semakin tinggi penambahan puree labu kuning pada kue putu ayu, maka kadar beta karoten kue putu ayu akan semakin meningkat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Wayhalim II Tahun 2021 Eko Deny Nurseno; Jayadi, Ajib; Nurhartanto, Adhi
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.61

Abstract

Anak balita yakni sekelompok yang sensitif akan kesehatan serta gizi. Balita yang kurus dan sangat kurus mempunyai prevalensi nasional 10,2%. Hasil operasi timbang Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2020 alami peningkatan cukup signifikan untuk kategori balita gizi kurang yaitu 3,83%. Meskipun begitu, angka prevalensi itu masih berada di bawah angka prevalensi dari laporan operasi timbang UPT Puskesmas. Rawat Inap Way Halim II.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan kejadian gizi kurang sesuai BB│TB di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Way Halim II sehingga bisa menghambat kejadian gizi kurang pada balita tahun berikutnya.Metode studi ini ialah observasional melalui rancangan penelitian cross sectional. Pelaksanaan penelitian yaitu di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Way Halim II, secara khusus Kelurahan Gunung Sulah dan Way Halim Permaipada bulan Mei-Juli 2021 dengan sampel sebanyak 91 balita. Kuesioner merupakan instrumen studi ini.Analisis bivariat melalui uji statistik Chi-squarememperoleh kesimpulan antara pendidikan ibu (p-value 0,067 > 0,05), pendapatan orang tua (p-value1,000 > 0,05) dan sanitasi (p-value0,699 > 0,05) tidak ada hubungannya dengan status gizi kurang sesuai BB│TB di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Way Halim II tahun 2021. Lalu pengetahuan ibu (p-value0,034 < 0,05)berhubungan dengan status gizi kurang sesuai BB│TB di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Way Halim II tahun 2021
Hubungan Perilaku Merokok dan Keterlibatan Ayah Dengan Stunting pada Balita Weiha, Rati Oktrin; Solikhah, Lilik Sofiatus; Hardianti, Hardianti
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.65

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia. Faktor resiko stunting yang seringkali diabaikan adalah perilaku merokok dan keterlibatan ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan keterlibatan ayah dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada balita usia 24-59 bulan sebanyak 52 balita yang dipilih dengan metode Purposive Sampling. Data primer dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan dan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menujukkan balita yang mengalami stunting sebanyak 61,5%, perilaku merokok ayah sebanyak 73,1% dan keterlibatan ayah rendah sebanyak 53,8%. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku merokok dan keterlibatan ayah dengan kejadian stunting (p=0,0001 dan p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku merokok dan keterlibatan ayah yang rendah dapat menjadi faktor penyebab tidak langsung stunting.
Edukasi Media Poster (Sarapan Pagi) Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Anak Di SDN 18 Kepahiang Bengkulu Ayu Melora, Melsa; Anggoro, Sarni; Isnaningsih, Tantiana
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.72

Abstract

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SDN 18 Kepahiang Bengkulu diketahui bahwa 75% siswa memiliki kebiasaan tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Keterbatasan akses informasi dan pendidikan menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya kesadaran tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang. Oleh karena itu, intervensi pendidikan yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi anak. Pemberian pendidikan kesehatan tentang gizi anak usia sekolah harus menggunakan cara dan metode yang tepat. Salah satu media yang sering digunakan adalah menggunakan poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan ibu mengenai gizi anak sebelum dan setelah mengikuti edukasi media poster (sarapan pagi) di SDN 18 Kepahiang Bengkulu. Penelitian menggunakan pre-experimental design denganone group pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling sebanyak 61 responden. Analisis korelasi p value yang diperoleh dari hasil uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan 5% diperoleh nilai p value sebesar 0.00 sehingga P<0,05 artinya ada pengaruh edukasi poster sarapan pagi media poster terhadap pengetahuan ibu tentang gizi anak di SDN 18 Kepahiang Bengkulu, temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya Penelitian oleh Sari et al. (2021) menunjukkan bahwa penggunaan media poster dalam edukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga secara signifikan. Dalam penelitiannya, media poster efektif karena mampu menyampaikan informasi secara ringkas, jelas, dan menarik perhatian, terutama pada ibu dengan tingkat pendidikan dasar dan menengah. da pengaruh pemberian edukasi media poster (sarapan pagi) terhadap pengetahuan ibu tentang gizi anak di SDN 18 Kepahiang Bengkulu Tahun 2024.
Daya Terima dan Kandungan Gizi Biskuit dengan Penambahan Mocaf dan Tepung Ikan Kembung Andi Khaerunnisa; Ipa, Agustian; Asikin, Hijrah
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.75

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya.  Prevalensi stunting di Indonesia masih sangat tinggi. Salah satu upaya untuk mencegah stunting adalah melalui pemenuhan zat gizi yang cukup dan pemberian makanan tambahan yang tepat. Salah satu makanan tambahan yang dapat diberikan dalam bentuk selingan adalah biskuit.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima dan kandungan gizi (karbohidrat, protein, lemak, serat, dan zat besi) biskuit dengan penambahan mocaf dan tepung ikan kembung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental murni (true experimental). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari variasi 2 formula. Uji daya terima dilakukan kepada 50 panelis konsumen. Satu formula terbaik dari hasil uji organoleptik akan diuji kandungan protein menggunakan metode Mikro Kjedhal, karbohidrat, lemak, dan serat menggunakan uji analisis proksimat dan zat besi menggunakan metode spektrofotometer. Hasil uji daya terima menunjukkan formula terbaik adalah formula perlakuan dengan tepung terigu 50%, mocaf 35% dan tepung ikan kembung 15%. Dalam 100 gr formula mengandung 48.48gr karbohidrat, 25,65gr protein, 16,21gr lemak, 20,59gr serat, dan 3.,157mg zat besi dan dapat memenuhi 10% kecukupan snack harian jika mengonsumsi sebanyak 7 keping biskuit sehari anak usia 4-6 tahun. Kesimpulan: Penambahan mocaf dan tepung ikan kembung pada biskuit memiliki pengaruh terhadap jumlah kandungan karbohidrat, protein, lemak, serat, dan zat besi serta tingkat kesukaan pada uji organoleptik.
Penambahan Tahu Dan Daun Kelor Pada Kaki Naga Ikan Kembung Sebagai Pemberian Makanan Tambahan Pencegahan Stunting Shinta Furry Anggareni; Lestari, Retno Sri; Mas’ud, Hikmawati
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.77

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang tinggi di Indonesia, terutama akibat rendahnya asupan protein dan zat besi pada anak balita. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kaya akan protein dan zat besi. Inovasi produk seperti kaki naga ikan kembung dengan penambahan tahu dan daun kelor sebagai bahan pangan tinggi protein menjadi alternatif yang potensial. Mengetahui daya terima, serta kandungan protein dan zat besi pada kaki naga ikan kembung dengan penambahan tahu dan daun kelor sebagai PMT pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan: P0 (kontrol), P1 (30 g tahu dan 10 g daun kelor), dan P2 (25 g tahu dan 15 g daun kelor). Uji daya terima dilakukan secara organoleptik dengan metode hedonik oleh 40 panelis agak terlatih. Kandungan protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, dan zat besi dianalisis dengan metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Uji organoleptik menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada parameter warna (p>0,05), namun terdapat perbedaan nyata pada aroma, tekstur, dan rasa (p<0,05). Perlakuan P1 memperoleh nilai tertinggi dalam ketiga parameter tersebut. Kandungan protein meningkat dari 9,02 g (P0) menjadi 9,76 g (P1), dan zat besi dari 3,71 mg menjadi 3,90 mg per 100 g. Perlakuan P1 (penambahan 30 g tahu dan 10 g daun kelor) memberikan daya terima terbaik serta kandungan protein dan zat besi lebih tinggi dibanding kontrol, sehingga berpotensi sebagai PMT pencegahan stunting.  
Daya Terima, Protein dan Β-Karoten Churros dengan Penambahan Ikan Kembung, Ubi Jalar Oranye, Labu Kuning sebagai Makanan Tambahan Pencegahan Stunting Febrianty, Hermin; Sirajuddin; Fanny, Lydia
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.79

Abstract

Stunting tetap menjadi permasalahan gizi utama di Indonesia, terutama terkait ketersediaan makanan tambahan berbasis pangan lokal bergizi tingg. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk churros dengan penambahan ikan kembung, ubi jalar oranye, dan labu kuning sebagai alternatif makanan tambahan yang disukai dan bergizi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tiga formula berbeda. Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis semi-terlatih untuk menilai parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala hedonik. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Formula terbaik ditentukan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) berdasarkan bobot preferensi setiap parameter. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formula dengan komposisi 65% ikan kembung, 20% ubi jalar oranye, dan 15% labu kuning (F2) merupakan formula paling disukai panelis. Uji laboratorium menunjukkan bahwa F2 mengandung 8,70 gram protein dan 284,21 μg β-karoten per 100 gram. Kandungan tersebut berkontribusi terhadap 46,5% AKG protein anak usia 1–3 tahun dan 7,9% AKG vitamin A. Produk churros F2 dinilai memenuhi kriteria sebagai PMT berbasis pangan lokal.
Edukasi Stunting dengan Metode Penyuluhan dan Metode Games Spin Wheel terhadap Pengetahuan Remaja Putri di SMAN 19 Makassar Pangala, Nelsy Puspita; Mustamin, Mustamin; Lestari, Retno Sri
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.80

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, termasuk di Kota Makassar. Remaja putri memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting sejak dini, namun masih banyak yang mengalami anemia, gizi kurang, dan kekurangan energi kronik. Edukasi interaktif seperti media spin wheel berpotensi meningkatkan pengetahuan gizi remaja secara lebih efektif dibandingkan penyuluhan konvensional, namun belum banyak diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan efektivitas metode penyuluhan dan metode games spin wheel dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stunting sejak dini di SMAN 19 Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah desain quasi eksperimen terhadap 30 remaja putri yang dibagi dalam dua kelompok eksperimen berbasis games spin wheel dan kelompok kontrol penyuluhan (powerpoint dan leaflet). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest serta pemeriksaan status gizi dan hemoglobin. Analisis dilakukan dengan uji statistik paired t-test, uji wilcoxon dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan awal pada kedua kelompok termasuk kategori rendah (<60%). Setelah intervensi, skor pengetahuan meningkat signifikan pada kedua kelompok (p = 0,001). Kelompok penyuluhan meningkat dari 47,33 menjadi 91,33, sedangkan kelompok spin wheel dari 48,33 menjadi 98,67. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan peningkatan antar kelompok signifikan (p = 0,002). Kesimpulan kedua metode efektif meningkatkan pengetahuan, namun media spin wheel lebih unggul secara statistik dan disarankan untuk menjadi media edukasi cegah stunting sejak dini pada remaja.
Hubungan Konsumsi Sayur dan Buah dengan Status Gizi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Rosy Arima Deviani; Ibtidau Niamilah; Khoirun Nisa Alfitri
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 3 No 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v3i2.81

Abstract

Padatnya aktivitas dan jadwal kuliah membuat mahasiswa bersifat acuh tak acuh terhadap makanan. Pada kondisi ini, perlu diterapkan perilaku makan yang sesuai seperti mengkonsumsi sayur dan buah untuk menjaga kesehatan. Kandungan serat dalam sayur dan buah dapat menetralkan kolesterol jahat dan lemak sehingga dapat mengatasi kejadian overweight. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi sayur dan buah dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini zmerupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 91 mahasiswa, yang dipilih melalui teknik proportional random sampling menggunakan Microsoft excel. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner SQ-FFQ. Data terkait status gizi diperoleh dari pengukuran berat badan serta data tinggi badan diperoleh melalui metode recall. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank. Hasil analisis konsumsi sayur dan buah dengan status gizi menunjukkan p-value kurang dari (< 0,05). Penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsumsi sayur dan buah dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.