cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285865733742
Journal Mail Official
saluta@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC Universitas Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28093984     DOI : https://doi.org/10.26714/SJPKM
Core Subject : Health, Education,
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (eISSN: 2809-3984) merupakan jurnal yang mempublikasikan karya hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal akan menerbitkan 2 edisi dalam 1 tahun (Juni dan Desember). Jurnal ini dipublikasikan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Semarang. SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dibuat untuk memfasilitasi tenaga kesehatan yang ingin menyebarluaskan pemikiran konseptual serta ide dan hasil penelitiannya berbasis pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini berfokus pada masalah yang berhubungan dengan layanan di masyarakat, terkait dengan topik-topik berikut: Keperawatan Anak Keperawatan Gawat Darurat Keperawatan Gerontik Keperawatan Jiwa Keperawatan keluarga Keperawatan Komunitas Keperawatan Maternitas Keperawatan Medikal Bedah Manajemen Keperawatan
Articles 49 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Menyusui pada Ibu Buruh Migran Indonesia dengan Pendekatan Experiential Learning Machmudah Machmudah; Reina Dhamanik; Cut Imanda Niya Taqwa Alifa; Safna Fahmae Afinda
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.21278

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan buruh migran Indonesia melalui penyuluhan dan pelatihan praktis guna meningkatkan praktik menyusui. Buruh migran Indonesia di Kuala Lumpur masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan menyusui akibat akses informasi kesehatan, tuntutan kerja yang tinggi, dan kesulitan dalam membagi waktu. Metode pengabdian amsyarakat meliputi penyampaian ceramah dan pelatihan bagi buruh migran Indoensia di Malaysia dengan total sebanyak 50 buruh migran yang sedang hamil atau menyusui mengikuti sesi interaktif yang mencakup materi tentang manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, dan manajemen produksi ASI. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif, termasuk diskusi kelompok, simulasi menyusui, dan bimbingan individu untuk memfasilitasi pembelajaran dan pengembangan keterampilan. Kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan peningkatan pemahaman sebesar 80% tentang manfaat ASI, posisi menyusui yang benar, serta teknik untuk mengatasi tantangan dalam menyusui. Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan dan edukasi berkelanjutan dapat memberdayakan ibu migran untuk menjalankan praktik menyusui eksklusif secara efektif, meskipun mereka menghadapi berbagai tantangan. Inisiatif ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang terfokus untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di komunitas pekerja migran.
Peningkatan Keterampilan Kader Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam Pemulasaran Jenazah Upaya Mencegah Penyebaran Penyakit Menular Much Nurkharistna Al Jihad; Siti Aisah; Nur Dian Rakhmawati; Septia Ayu
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v4i2.16073

Abstract

Pemulasaran jenazah merupakan serangkaian proses yang dilakukan setelah seseorang meninggal, mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga menguburkan. Proses ini harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip kesehatan, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan kader Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Genuk Kota Semarang dalam pemulasaran jenazah, diharapkan dapat tercipta sistem yang efektif untuk menangani jenazah dengan cara yang aman dan sesuai dengan standar kesehatan, sehingga mencegah penyebaran penyakit menular di masyarakat. Tahapan kegiatan yang meliputi Perencanaan dan persiapan, tahap pelaksanaan pelatihan, tahap pengembangan modul pelatihan digital, tahap distribusi dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), tahap kolaborasi dengan Institusi kesehatan, tahap kampanye kesadaran masyarakat, tahap pemantauan dan evaluasi berkelanjutan dan tahapan terakhir dukungan psikososial. Tingkat pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan pemulasaran jenazah dari rerata 69 meningkat menjadi 74,25. 
Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Perawat serta Keterlibatan Keluarga dalam Manajemen Nyeri Neonatal di Perinatologi Mariyam Mariyam; Dera Alfiyanti
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v5i1.16982

Abstract

Nyeri yang berlebihan dan terus menerus pada bayi dapat mengakibatkan efek diantaranya perubahan tekanan darah, diaphoresis, peningkatan tekanan intra kranal, penurunan SPO2, dan perubahan hormonal. Pengenalan bayi yang mengalami nyeri berbeda dengan pengkajian nyeri pada dewasa. Bayi tidak mampu mengungkapkan rasa nyeri yang dialami. Manajemen nyeri pada neonatal membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan perawat yang baik. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat serta meningkatkan keterlibatan keluarga dalam manajemen nyeri neonatal di perinatologi. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di RSI Kendal pada Oktober 2024. Kegiatan meliputi pelatihan manajemen nyeri neonatal pada 18 perawat perinatologi dan pendampingan keterlibatan keluarga dalam manajemen nyeri neonatal. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Media yang digunakan adalah materi tentang manajemen nyeri neonatal berupa powerpoint dan aat penunjang demonstrasi kain bedong, non ntritive sucking, gendongan kanguru, musik, penutup inkubator. Pengetahuan dan ketrampilan perawat sebelum pelatihan menunjukkan 55,56% cukup, setelah diberikan pelatihan menunjukkan 83,33% baik. Keluarga ikut terlibat dalam manajemen nyeri neonatal. Beberapa manajemen nyeri yang dapat diberikan kepada neonatal antara ain menyusui bayi, kanguru mother care, pemberian musik terapi, non nutritive sucking, dan pembedongan. 
Edukasi Gaya Hidup Sehat Berbasis Smart Living Approach sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi pada Santri Putra Pondok Pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang Prima Trisna Aji
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.22063

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. Penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda merupakan strategi penting dalam mencegah terjadinya hipertensi di masa mendatang. Mahasiswa yang tinggal di lingkungan pesantren memiliki potensi besar sebagai sasaran promosi kesehatan karena berada dalam lingkungan pembinaan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pencegahan hipertensi melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat Berbasis Smart Living Approach. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 20 mahasiswa putra Universitas Muhammadiyah Semarang yang berdomisili di Pondok Pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, serta penggunaan media edukasi berupa presentasi, leaflet, dan video pembelajaran yang mengintegrasikan lima komponen SMART Living, yaitu Self-monitoring, Manage Diet, Active Lifestyle, Reduce Stress, dan Treatment Adherence. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Berdasarkan hasil evaluasi (data simulasi), rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,75 ± 10,84 pada pretest menjadi 86,20 ± 7,31 pada posttest dengan peningkatan rerata sebesar 24,45 poin (p < 0,001). Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama proses edukasi berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Smart Living Approach efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pencegahan hipertensi serta berpotensi menjadi model promosi kesehatan berbasis pesantren dalam mendukung pembentukan perilaku hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular pada kelompok remaja akhir dan dewasa muda.
Caring Spiritual Kader TB Care Aisyiyah Terhadap kejadian Dropout Pengobatan di Kota Semarang Tri Hartiti; Eni Hidayati; Mohamad Ahsanu Rijal
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.21708

Abstract

Gangguan jiwa merupakan penyakit psikologis pada manusia. Gangguan jiwa adalah gangguan pikiran, gangguan perasaan atau gangguan tingkah laku sehingga menimbulkan penderitaan dan terganggunya fungsi sehari-hari (fungsi pekerjaan dan fungsi sosial) dari orang tersebut. Pelaksanaan program pengabdian ini dengan menggunakan metode pendekatan mitra binaan yang dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan dan kegiatan pembinaan yang dilakukan melalui pemberian pendidikan kesehatan. Alat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah materi tentang upaya menghadapi covid-19 pada orang dengan gangguan jiwa pada kader-kader kesehatan jiwa dengan laptop, hp, dan materi video. pendidikan kesehatan pada kader kesehatan jiwa menjadi semakin paham tentang pencegahan Covid-19 dengan orang gangguan jiwa pada kader kesehatan jiwa. Kader banyak yang bertanya dan menujukkan antusias pada kader dalam melihat video materinya.. menanamkan kepada kader kesehatan jiwa ini sangat penting dengan melihat sangat penting dalam kekuatan kader kesehatan jiwa di masyarakat. Penyuluhan tentang kiat menghadapi covid-19 pada orang gangguan jiwa (ODGJ) pada kader kesehatan di wilayah RW 3 kelurahan kedungmundu. Kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai rencana atas kerjasama semua pihak, terutama sasaran yang mengikuti kegiatan sampai selesai di WAG kader
Implementasi “SEDAP” sebagai Strategi Pemberdayaan Komunitas dalam Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi serta Diabetes Melitus Luthfiana Azahra Romanti; Faisal Al Nasyir; Much Nurkharistna Al Jihad; Siti Aisah; Ernawati Ernawati
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.21918

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus menjadi masalah kesehatan utama pada agregat dewasa dan lansia di RW 01 Kelurahan Sendangguwo akibat perilaku hidup yang cenderung berisiko dan keterbatasan informasi kesehatan. Kondisi ini diperberat oleh belum optimalnya pemantauan kesehatan berkala serta deteksi dini terhadap penyakit tidak menular di wilayah tersebut. Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Desain studi menggunakan deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Intervensi keperawatan yang diterapkan berbasis pemberdayaan masyarakat dan kemitraan, meliputi skrining kesehatan (cek tekanan darah dan gula darah), edukasi kesehatan, demonstrasi camilan sehat (rice pudding alpukat), aktivitas fisik berupa senam bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif warga, optimalisasi peran kader kesehatan, serta peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan adaptif penderita dalam pengelolaan mandiri penyakit mereka. Simpulan dari kegiatan ini adalah penerapan asuhan keperawatan komunitas yang terintegrasi dan berbasis pemberdayaan masyarakat terbukti efektif memperbaiki perilaku kesehatan berisiko serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.
Optimalisasi P3K Dan P3P Unit Kesehatan Sekolah Melalui Pelatihan Pada Kader Kesehatan Nury Sukraeny; Khoiriyah Khoiriyah; Arnauly Nurvega Syafaat; Muhammad Yuga Syahputra; Nikmatul Khayati
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.16448

Abstract

Unit Kesehatan Sekolah (UKS) memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui kegiatan utama UKS yaitu Trias UKS yang meliputi Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Kegiatan Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama untuk meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat. Pendekatan pelayanan kesehatan terdiri dari intervensi yang ditujukan untuk menyelesaikan atau mengurangi masalah perorangan.  Pada program Pelayanan Kesehatan tersebut terdapat kegiatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kegiatan Trias UKS melalui pelatihan P3K dan P3P pada kader Kesehatan Sekolah. Sasaran kegiatan ini sebanyak 25 orang kader UKS yang diberikan pelatihan berupa pemberian materi tentang P3K dan P3P dilanjutkan praktek dan simulasi P3K dan P3P serta penilaian pretest dan post test. Hasil post test setelah kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang P3K dan P3P. Kegiatan pelatihan P3K dan P3P ini bisa menjadi program yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan pelaksanaan trias UKS utamanya diprogram Pelayanan Kesehatan sehingga peserta didik mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Penerapan Permainan Tradisional untuk Mengurangi Screen Time dan Kecemasan Anak Usia Sekolah Dasar melalui Pendekatan Service Learning Desi Desi; Michael Bezaleel; Debora Natalia Sudjito; Rully Adi Nugroho; Novriest Umbu Walangara Nau; Desti Christian Cahyaningrum
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.20912

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat meningkatkan durasi screen time dan berpotensi memicu masalah kecemasan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari program service-learning yang bertujuan menerapkan permainan tradisional untuk mengurangi screen time dan kecemasan pada anak usia 6–12 tahun di Dusun Kendal Samirono, Kecamatan Getasan. Kegiatan diikuti oleh 26 anak yang bermain permaianan tradisional. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan durasi screen time dan tingkat kecemasan anak sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan penurunan pada rerata durasi screen time serta tingkat kecemasan anak. Temuan ini menunjukkan permainan tradisional berpotensi menjadi alternatif kegiatan positif dalam mengurangi ketergantungan terhadap gadget dan mendukung kesehatan mental anak. Kegiatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dampaknya lebih optimal. Selain manfaat langsung bagi anak, kegiatan ini juga sebagai pembelajaran berbasis layanan bagi mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan mental anak, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan.
Pemberian pelatihan Caregiver lansia dengan hipertensi di Kangkung Mranggen Demak Tri Nurhidayati
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.22294

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi pada lansia memerlukan keterlibatan caregiver dalam pemantauan faktor risiko, pencegahan dan pengendalian, serta perilaku perawatan. Namun, kemampuan caregiver dalam merawat lansia dengan hipertensi masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan dan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan family caregiver dalam merawat lansia dengan hipertensi melalui pelatihan berbasis pemberdayaan.Metode:  Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Kangkung, Mranggen, Demak, pada Mei–Juli 2025, melibatkan 34 family caregiver yang tinggal bersama lansia dengan hipertensi minimal enam bulan. Pelatihan berlangsung selama tiga bulan dalam empat tahap menggunakan metode Socialization, Externalization, Combination, and Internalization (SECI). Materi meliputi konsep dan peran caregiver, perawatan lansia dengan hipertensi, kegawatdaruratan, identifikasi masalah, simulasi, diet hipertensi, keterampilan koping, serta penerapan dan refleksi hasil pembelajaran. Kemampuan caregiver diukur sebelum dan setelah pelatihan. Hasil: Terjadi peningkatan kemampuan caregiver setelah pelatihan. Proporsi caregiver dengan kemampuan kategori baik meningkat dari 82,4% menjadi 100%. Pada indikator faktor risiko, kategori baik meningkat dari 14,7% menjadi 100%. Indikator pencegahan dan pengendalian serta perilaku perawatan masing-masing meningkat dari 91,2% menjadi 100%. Diskusi dan Simpulan: Pelatihan caregiver berbasis metode SECI menunjukkan potensi dalam meningkatkan kemampuan keluarga merawat lansia dengan hipertensi, khususnya dalam mengenali faktor risiko, melakukan pencegahan dan pengendalian, serta menerapkan perilaku perawatan. Pendekatan pelatihan yang terstruktur, aplikatif, dan melibatkan pengalaman caregiver dapat menjadi strategi pemberdayaan keluarga yang dapat dikembangkan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.