cover
Contact Name
Velma Herwanto
Contact Email
Velmah@fk.untar.ac.id
Phone
+628161820408
Journal Mail Official
jmmpk@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
ISSN : -     EISSN : 27978320     DOI : 10.24912/jmmpk
Core Subject : Health, Science,
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Articles 109 Documents
BELAJAR BAHAGIA: MEMBANGUN KESEJAHTERAAN AKADEMIK LEWAT DUKUNGAN SOSIAL DAN PERAN DOSEN Mailani, Indah; Sahrani, Riana; Satyadi, Heryanti
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i2.35057

Abstract

Mahasiswa kerap menghadapi tantangan akademik yang berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dosen dan mahasiswa mengenai pentingnya dukungan sosial dan perilaku pengajar dalam membentuk school well-being. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari penelitian tesis yang menguji peran mediasi perilaku pengajar dalam hubungan antara dukungan sosial dan kesejahteraan akademik mahasiswa. Metode pelaksanaan berupa seminar daring dengan judul “Belajar Bahagia” yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari berbagai universitas, termasuk Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai mitra. Materi disusun berdasarkan model school well-being dari Konu & Rimpelä serta hasil penelitian lapangan. Evaluasi melalui sesi tanya jawab dan umpan balik peserta menunjukkan adanya peningkatan kesadaran terhadap pentingnya peran dukungan sosial dan interaksi positif dengan dosen dalam menunjang kebahagiaan mahasiswa. Hasil ini mendukung perlunya kolaborasi aktif antara dosen, mahasiswa, dan institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan akademik yang mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.
JEJAK TRAUMA PADA TUBUH: KETERKAITAN ADVERSE CHILDHOOD EXPERIENCES DENGAN KECENDERUNGAN GANGGUAN SOMATIK DEWASA AWAL Nabilah, Rabihatun; Fitriah, Aziza; Aprianty, Rizqi Amalia
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i2.35073

Abstract

Somatic symptom disorder (SSD) merupakan gangguan yang ditandai dengan gejala fisik yang timbul akibat masalah psikologis. Gejala ini banyak ditemukan pada individu dewasa awal dan sering dikaitkan dengan pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan (adverse childhood experiences/ACEs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ACEs dengan kecenderungan SSD pada individu dewasa awal di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner WHO ACE-IQ dan SSS-8. Hasil penelitian ini adalah (rho = 0,37: p <0.001), menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara adverse childhood experiences dengan kecenderungan somatic symptom disorder pada individu dewasa awal di Banjarmasin.
PERAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA Ho, Stevanie; Agustina; Angelina, Ellen; Stivanus, Celvin
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i2.35074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana kepercayaan diri berperan dalam memengaruhi kecemasan saat berbicara di depan umum pada kalangan mahasiswa. Aktivitas berbicara di hadapan publik kerap menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa, di mana tingkat kecemasan yang dirasakan umumnya berkaitan erat dengan rasa percaya diri yang dimiliki. Studi ini melibatkan 179 mahasiswa aktif berusia antara 17 hingga 24 tahun, dengan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27.0. Alat ukur yang digunakan meliputi kuesioner kepercayaan diri yang disusun oleh Lauster dan telah diadaptasi oleh Tarigan (2023), serta kuesioner kecemasan berbicara di depan umum yang dikembangkan oleh Rogers dan juga diadaptasi oleh Tarigan (2023). Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan berbicara di depan umum (p < 0,05), yang berarti bahwa semakin tinggi rasa percaya diri seseorang, maka tingkat kecemasannya saat berbicara di hadapan orang banyak cenderung menurun. Kepercayaan diri memberikan pengaruh sebesar 34,5% terhadap kecemasan tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan kepercayaan diri sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa.
EFEKTIVITAS PROGRAM KESEJAHTERAAN MENTAL DALAM MEMBANTU LANSIA DI PANTI WERDHA MEMBANGUN SIKAP MENERIMA DIRI SECARA POSITIF Rahmat, Kintan Aulia; Tan, Chatrine; Pratama, Adiyatma Doni; Roswiyani, Roswiyani
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v4i2.35075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program kesejahteraan mental dalam meningkatkan tingkat penerimaan diri pada lansia yang tinggal di Panti Werdha. Meningkatkan jumlah lansia yang tinggal di luar keluarga, terutama di daerah perkotaan, menyoroti perlunya intervensi yang ditargetkan untuk mendukung kesejahteraan psikologis mereka. Tujuan penelitian ini adalah program kesejahteraan mental dalam meningkatkan penerimaan diri pada Lansia di Panti Werdha. Penelitian ini melibatkan partisipan berjumlah 12 orang lansia, terdiri dari 9 laki-laki dan 3 perempuan, dengan rentang usia antara 60 hingga 80 tahun. Seluruh partisipan merupakan penghuni tetap panti sosial dan dipilih berdasarkan kesediaan serta kesesuaian dengan kriteria program intervensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif dengan instrumen Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) yang dikembangkan oleh Chamberlain dan Haaga (2001), serta telah diadaptasi ke dalam versi Bahasa Indonesia oleh Mutiara (2018). Hasil analisis menunjukan bahwa program kesejahteraan mental tidak secara signifikan meningkatkan penerimaan diri lansia di Panti Werdha. Hasil penerapan program kesejahteraan mental pada 12 lansia di Panti Werdha menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penerimaan diri. Rata-rata skor pretest sebesar 4,46 sedikit lebih tinggi dibandingkan skor posttest sebesar 4,43, dengan nilai signifikansi p = 0,896. Sebanyak 7 dari 12 partisipan mengalami penurunan skor setelah program, sementara 5 lainnya menunjukkan peningkatan. Selain hasil kuantitatif yang tidak signifikan, observasi lapangan juga mencatat adanya kendala dalam pemahaman materi dan variasi motivasi peserta. Temuan ini mengindikasikan bahwa program belum sepenuhnya efektif dan perlu disesuaikan dengan kondisi serta karakteristik lansia di panti sosial.
KORELASI KADAR ASAM URAT DAN KOLESTEROL DENGAN PENURUNAN FUNGSI GINJAL: KAJIAN EPIDEMIOLOGIS DI EMPAT KELURAHAN JAKARTA Martin, Alfianto; Nathanael, Fernando; Kanaya, Ni
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35274

Abstract

Latar Belakang: Fungsi ginjal yang diukur dengan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) sangat penting untuk homeostasis tubuh. Penurunan LFG di bawah 60 mL/min/1.73 m2 selama lebih dari 3 bulan menunjukkan Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Asam urat tinggi (hiperurisemia) dan dislipidemia sering dikaitkan dengan penurunan fungsi ginjal, namun peran kausalnya masih diperdebatkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kadar asam urat dan kolesterol total dengan fungsi ginjal pada populasi dewasa di Jakarta, dengan mempertimbangkan usia sebagai faktor yang mempengaruhi. Metode: Studi potong lintang ini melibatkan 297 responden dewasa berusia ≥18 tahun dari empat kelurahan di Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara non-random consecutive sampling. Data meliputi kadar asam urat, kolesterol total, dan kreatinin, dengan LFG diestimasi menggunakan rumus Modification of Diet in Renal Disease (MDRD). Hasil: Rerata usia responden adalah 46,45 tahun, dengan 75,1% perempuan. Rerata kadar asam urat, kolesterol total, kreatinin, dan LFG berturut-turut adalah 4,00 mg/dL, 195,61 mg/dL, 0,90 mg/dL, dan 88.59 mL/min/1.73 m2. Usia menunjukkan korelasi negatif signifikan dengan LFG (r=−0,427; p<0,01). Asam urat berkorelasi positif signifikan dengan kreatinin (r=0,273; p<0,01) dan negatif signifikan dengan LFG (r=−0,119; p<0,05). Kolesterol total tidak berkorelasi signifikan dengan kreatinin (r=−0,014; p=0,807) tetapi berkorelasi negatif signifikan dengan LFG (r=−0,149; p<0,01). Setelah mengontrol usia, korelasi asam urat dengan LFG menjadi tidak signifikan (r=−0,105; p=0,071), namun hubungannya dengan kreatinin tetap signifikan (r=0,271; p<0,01). Kesimpulan: Kolesterol total tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kreatinin maupun LFG setelah kontrol usia. Kadar asam urat dan kolesterol total berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal, namun hubungan ini sangat dipengaruhi oleh faktor usia. Asam urat menunjukkan hubungan yang lebih konsisten dengan kreatinin dan lebih independen dari usia dibandingkan kolesterol.
PREDIKSI KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN BERDASARKAN PROFIL METABOLIK DARAH PADA POPULASI GERIATRI PANTI WERDHA HANA Gunawan, Paskalis Andrew; Nathanael, Fernando; Kanaya, Ni
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35275

Abstract

Latar Belakang: Kekuatan otot merupakan komponen fundamental fungsi fisik lansia, penting untuk mobilitas, keseimbangan, dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pengetahuan mengenai peran parameter glukosa darah puasa (GDP), HbA1c, kadar kolesterol total, kadar hemoglobin, dan kadar asam urat sebagai prediktor kekuatan otot pada lansia di Panti Werdha Hana. Metode: Studi observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 55 responden berusia ≥60 tahun. Data diperoleh melalui pengambilan sampel darah vena setelah puasa minimal 8 jam dan pengukuran kekuatan otot menggunakan digital Hand Dynamometer Camry. Interpretasi kelemahan otot mengacu pada ambang batas normal >28 kg untuk laki-laki dan >18 kg untuk perempuan. Analisis data menggunakan kurva ROC dan uji Mann-Whitney, dengan tingkat kemaknaan statistik p<0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden (81,8%) memiliki kekuatan genggaman tangan yang rendah. Analisis ROC memperlihatkan bahwa asam urat (AUC 0,770; p=0,008) dan HbA1c (AUC 0,720; p=0,031) memiliki nilai diagnostik yang signifikan dalam memprediksi kelemahan kekuatan genggaman tangan. GDP, kolesterol total, dan hemoglobin tidak menunjukkan nilai prediktif yang signifikan (p>0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa kelompok dengan kekuatan genggaman otot yang lebih baik memiliki kadar HbA1c (mean rank 40,15 vs 25,3; p=0,008) dan asam urat (mean rank 37,9 vs 25,8; p=0,030) yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan otot lemah. Kesimpulan: Temuan kontraintuitif ini menyarankan adanya mekanisme kompleks atau efek perlindungan tertentu yang perlu diteliti lebih lanjut dalam konteks kekuatan otot pada lansia.
KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 6-9 BULAN DI JAKARTA Herwanto, Herwanto; Sekartini, Rini; Batubara, Jose; Yusra; Kekalih, Aria; Lestari, Hesti; Andraini, Trinovita
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35276

Abstract

Gangguan tidur dapat memengaruhi kondisi kesehatan seorang bayi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi kualitas tidur bayi usia 6-9 bulan di Jakarta dengan menggunakan kuesioner Brief Infant Sleep Questionnaire-Revised (BISQ-R). Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan pendekatan deskriptif analitik, data didapatkan melalui kuesioner BISQ-R untuk menilai kualitas tidur bayi berdasarkan pola tidur bayi, persepsi orang tua, dan kebiasaan pada orang tua yang terkait dengan tidur pada Bayi. Data dianalisis untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kualitas tidur bayi dan hubungan antar variabel. Sebanyak 88 subjek, yang terdiri dari 33 bayi perempuan dan 55 bayi laki-laki dengan rata-rata usia 7,76 bulan, terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas bayi memiliki kualitas tidur yang tergolong menengah serta menunjukkan bahwa faktor "jumlah waktu terbangun di malam hari" memiliki korelasi negatif yang signifikan terhadap kualitas tidur bayi (r = -0,258, p = 0,015), menunjukkan bahwa semakin sering bayi terbangun pada malam hari, semakin berkurang kualitas tidurnya. Kebiasaan orangtua merespons kebutuhan tidur dan tempat tidur bayi juga turut memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini menunjukkan pentingnya mengurangi frekuensi bayi terbangun di malam hari untuk meningkatkan kualitas tidurnya serta perlunya menjaga konsistensi rutinitas tidur dan menciptakan lingkungan tidur yang mendukung guna memastikan kualitas tidur bayi yang optimal.
PERAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS PERMAINAN TERHADAP PENGUATAN EFIKASI DIRI PADA ANAK PONDOK YATIM INDONESIA Julia, Wiwin; Allestra, Josevanie Looraine; Haddy, Kirana
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis permainan dalam meningkatkan efikasi diri anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Efikasi diri merupakan konstruk psikologis yang sangat berpengaruh terhadap motivasi, ketekunan, serta pencapaian akademik peserta didik (Bandura, 1997). Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan panti asuhan umumnya menghadapi berbagai keterbatasan, seperti akses pendidikan yang minim, kurangnya pendampingan belajar, serta lemahnya dukungan emosional. Faktor-faktor tersebut dapat melemahkan keyakinan mereka terhadap kemampuan diri sendiri dan menghambat proses belajar (Bhati & Sethy, 2022). Pendekatan pembelajaran berbasis permainan dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mendorong partisipasi aktif, serta memberikan pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan edukatif yang mampu membangun rasa percaya diri (Bodrova & Leong, 2007). Intervensi dilakukan melalui delapan sesi pembelajaran yang mengintegrasikan tiga jenis permainan edukatif, yaitu REDI (Roda Efikasi Diri), ular tangga versi modifikasi, dan Monobiling (Monopoli Bimbingan dan Konseling). Penelitian ini menggunakan metode campuran, dengan pendekatan kualitatif yang didukung oleh uji kuantitatif pretest-posttest terhadap lima anak usia 9–13 tahun di Pondok Yatim Indonesia Cabang Halim. Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri berdasarkan teori Bandura yang mencakup tiga dimensi: magnitude, strength, dan generality. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor efikasi diri setelah intervensi (p = 0,029), yang menunjukkan bahwa permainan edukatif dapat menjadi media yang efektif dalam mengembangkan efikasi diri anak-anak dari kelompok rentan.
Cover JMPPK V5N1 Mei 2025 JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi JMMPK V5N1 2025 JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 10 of 11 | Total Record : 109