cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
MEMBANGUN KEPERCAYAAN : PERAN ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK TERHADAP KEPERCAYAAN PUBLIK PADA INSTANSI PEMERINTAH Susila, Baiq Djwita Ayu; Shaliha, Siti; Hayat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9406

Abstract

Etika administrasi publik berperan penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah. Penerapan nilai-nilai seperti transparansi, akuntabilitas, integritas, dan profesionalisme meningkatkan persepsi positif masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan. Kepercayaan publik adalah aset penting bagi pemerintah karena menentukan legitimasi dan partisipasi warga dalam kebijakan dan program pembangunan. Transparansi memungkinkan masyarakat memantau kinerja pemerintah, sementara akuntabilitas memastikan setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan. Kepemimpinan berintegritas juga menjadi kunci dalam mendorong budaya etis di birokrasi, yang berdampak langsung pada reputasi pemerintah. Namun, berbagai tantangan seperti budaya birokrasi yang kaku dan intervensi politik dapat menghambat penerapan etika. Selain itu, korupsi dan penyalahgunaan wewenang berisiko merusak kepercayaan masyarakat dan menurunkan legitimasi pemerintah. Partisipasi publik dalam pengawasan dan pengambilan keputusan dapat memperkuat penerapan etika dan mendorong keterlibatan aktif warga. Dengan penerapan etika yang baik, pemerintah tidak hanya memperkuat hubungan dengan masyarakat tetapi juga meningkatkan efektivitas kebijakan. Literasi etika di kalangan pejabat dan masyarakat sangat diperlukan agar prinsip-prinsip ini dapat diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan yang harmonis antara pemerintah dan publik akan terwujud melalui tata kelola yang beretika, sehingga menciptakan pemerintahan yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan.
ETIKA ADMINISTRASI PADA PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK YANG BERKUALITAS OLEH APARATUR KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Dianingrum, Septia Rahayu; Rohmah, Qonita Adila Al; Hayat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9408

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan etika administrasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik oleh aparatur di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.Etika administrasi memegang peran penting dalam memastikan pelayanan yang responsif, transparan, dan akuntabel.Aparatur dituntut untuk bekerja dengan profesionalisme, integritas, serta sikap empati dalam melayani masyarakat.Faktor-faktor yang memengaruhi penerapan etika ini meliputi nilai moral aparatur, kepemimpinan etis, budaya organisasi, serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan.Selain itu, perkembangan teknologi mendorong pemanfaatan layanan digital guna meningkatkan efektivitas dan aksesibilitas.Inovasi layanan dan evaluasi kinerja secara berkala juga dibutuhkan agar pelayanan tetap konsisten dan memenuhi harapan publik.Dampak positif dari penerapan etika administrasi terlihat dalam peningkatan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.Namun, tanpa penerapan etika yang baik, berbagai masalah seperti ketidakpuasan dan penyalahgunaan wewenang dapat terjadi.Oleh karena itu, pemerintah dan aparatur perlu berkomitmen dalam membangun budaya kerja beretika dan menerapkan prinsip-prinsip good governance untuk menciptakan pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.
PENGARUH ETIKA ADMINISTRASI PUBLIK TERHADAP KEPERCAYAAN PUBLIK PADA INSTANSI PEMERINTAH Ramadhania, Carista Noor Sasi; Baiti, Nur; Hayat
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9410

Abstract

Etika administrasi publik berperan penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah. Penerapan nilai-nilai seperti transparansi, akuntabilitas, integritas, dan profesionalisme meningkatkan persepsi positif masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan. Kepercayaan publik adalah aset penting bagi pemerintah karena menentukan legitimasi dan partisipasi warga dalam kebijakan dan program pembangunan. Transparansi memungkinkan masyarakat memantau kinerja pemerintah, sementara akuntabilitas memastikan setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan. Kepemimpinan berintegritas juga menjadi kunci dalam mendorong budaya etis di birokrasi, yang berdampak langsung pada reputasi pemerintah. Namun, berbagai tantangan seperti budaya birokrasi yang kaku dan intervensi politik dapat menghambat penerapan etika. Selain itu, korupsi dan penyalahgunaan wewenang berisiko merusak kepercayaan masyarakat dan menurunkan legitimasi pemerintah. Partisipasi publik dalam pengawasan dan pengambilan keputusan dapat memperkuat penerapan etika dan mendorong keterlibatan aktif warga. Dengan penerapan etika yang baik, pemerintah tidak hanya memperkuat hubungan dengan masyarakat tetapi juga meningkatkan efektivitas kebijakan. Literasi etika di kalangan pejabat dan masyarakat sangat diperlukan agar prinsip-prinsip ini dapat diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan yang harmonis antara pemerintah dan publik akan terwujud melalui tata kelola yang beretika, sehingga menciptakan pemerintahan yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan.
STUDI LITERATUR: PENDEKATAN MENGATASI ANCAMAN CYBERBULLYING MELALUI PEMBANGUNAN LINGKUNGAN AMAN SECARA DIGITAL Mauliddini Azizah; Aura Nasywa Alifia; Keisya Putri; Layla Jasmine S; Sasky Mulia Dewi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9416

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi digital, cara orang berinteraksi dan bersosialisasi telah berubah, tetapi juga telah meningkatkan risiko seperti cyberbullying, yaitu intimidasi berulang yang dilakukan melalui platform daring. Fenomena ini sering menargetkan remaja dan dapat menyebabkan efek negatif seperti kecemasan dan depresi, yang dapat memengaruhi kehidupan sosial dan akademik korban. Pendekatan teknis saja tidak cukup untuk menangani kasus cyberbullying, meskipun teknologi seperti sistem penyaringan dan pelaporan dapat membantu. Untuk membantu orang mengelola emosi individu, membangun empati, dan mendapatkan dukungan psikologis yang memadai, dibutuhkan lingkungan digital dan emosional yang aman. Untuk membangun keterampilan sosial dan pengendalian emosi, orang tua, pendidik, dan masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam upaya ini, terutama bagi remaja. Untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi semua pihak, ancaman cyberbullying dapat dikelola secara lebih efektif dengan menggabungkan strategi teknis dan emosional.
DAMPAK VIRALITAS KASUS AGUS AIR KERAS TERHADAP OPINI PUBLIK DI MEDIA SOSIAL Lia Maria Nurlina; Purwanti, Purwanti
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak viralitas kasus Agus Air Keras terhadap opini publik di media sosial. Kasus ini menjadi salah satu peristiwa yang menimbulkan perhatian luas di berbagai platform digital, memunculkan diskusi yang intens dan membentuk persepsi masyarakat. Proses viralitas kasus ini terjadi melalui penyebaran konten emosional dan visual yang kuat, didukung oleh algoritma media sosial serta peran tokoh berpengaruh yang mempercepat jangkauan informasi. Pembentukan opini publik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti narasi dan framing informasi, penggunaan hashtag, serta fenomena filter bubble dan echo chamber yang mengarahkan persepsi publik berdasarkan preferensi algoritma. Dampak dari viralitas ini terlihat pada pola interaksi masyarakat yang lebih aktif di media sosial, perubahan persepsi terhadap institusi hukum, serta peningkatan kesadaran terhadap isu serupa di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan dampak viralitas kasus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran signifikan dalam membentuk opini publik dan dapat menjadi alat yang efektif sekaligus menantang dalam menangani isu-isu sosial yang viral. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengelolaan isu di era digital, khususnya dalam konteks penyebaran informasi dan pengelolaan krisis sosial.
PERSEPSI GEN Z PADA MAHASISWA KPI ANGKATAN 2022 UIN JAKARTA TERHADAP TAYANGAN KONTEN TIKTOK “OKE GAS” DALAM KAMPANYE PRABOWO-GIBRAN PADA PILPRES TAHUN 2024 Amrina Rosadah; Nadhira Khairunnisa; Annisa Sholeha; Amelia Fahra Anggraini; Arief Kushardiansyah; Pia Khoirotun Nisa
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9453

Abstract

A B S T R A K Penelitian ini menganalisis keberhasilan kampanye TikTok “Oke Gas” dalam membangun citra positif pasangan Prabowo-Gibran di kalangan Gen Z pada Pilpres 2024. Kampanye ini memanfaatkan format konten yang ringan dan menghibur, yang disesuaikan dengan karakteristik Gen Z yang lebih suka konten visual dan interaktif. Melalui lagu dan video yang mengedepankan humor, "Oke Gas" berhasil mengubah persepsi politik yang semula formal dan tegang menjadi lebih santai dan mudah diterima oleh kalangan muda. Penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye ini tidak hanya berhasil menarik perhatian audiens muda, tetapi juga meningkatkan partisipasi politik mereka dengan menjadikan isu-isu politik lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Efek langsung dari kampanye ini adalah perubahan persepsi publik terhadap pasangan calon tersebut, dengan peningkatan kedekatan emosional antara Gen Z dan pasangan Prabowo-Gibran. Penelitian ini juga menegaskan bahwa TikTok sebagai platform media sosial dapat menjadi alat efektif dalam mempengaruhi persepsi politik, meningkatkan keterlibatan audiens muda, dan merubah cara komunikasi politik yang lebih kasual dan menghibur. A B S T R A C T This study analyzes the success of the TikTok campaign “Oke Gas” in shaping a positive image of the Prabowo-Gibran pair among Gen Z in the 2024 Presidential Election. The campaign utilizes a light and entertaining content format, tailored to the characteristics of Gen Z, who prefer visual and interactive content. Through humorous songs and videos, “Oke Gas” succeeded in transforming the previously formal and tense political perception into a more relaxed and accessible approach for young people. This research shows that the campaign not only succeeded in capturing the attention of young audiences but also increased their political participation by making political issues more relatable to their daily lives. The direct effect of this campaign is a shift in public perception of the candidates, with an increased emotional connection between Gen Z and the Prabowo-Gibran pair. This study also highlights that TikTok, as a social media platform, can be an effective tool in influencing political perceptions, boosting young audience engagement, and changing the way political communication is delivered in a more casual and entertaining manner.
HIERARKI PENGARUH MEDIA X DALAM PEMBERITAAN GENOSIDA DI GAZA, PALESTINA: ANALISIS INFORMASI MEDIA BERDASARKAN PERSEPSI GEN Z SEBAGAI PENGGUNA Fadila Nurul Fajri; Annisa Putri Salsabillah; Jihan Ramaniya; Khilda Nurrohmah; Fakhri Putra Kurniawan; Pia Khairotun Nisa
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9454

Abstract

A B S T R A K Penelitian ini menganalisis hierarki pengaruh media sosial X dalam pemberitaan genosida di Gaza berdasarkan persepsi Generasi Z sebagai pengguna aktif. Dengan menggunakan teori hierarki pengaruh media, penelitian ini mengeksplorasi lima level pengaruh: individu, rutinitas media, organisasi, ekstra media, dan ideologi. Hasil menunjukkan bahwa preferensi individu, seperti jurnalis atau pengguna media, membentuk framing berita yang memengaruhi persepsi publik. Algoritma media X memainkan peran signifikan dalam distribusi informasi, memperkuat konten yang sering diinteraksikan. Pada level organisasi, ditemukan kebijakan internal yang membatasi konten sensitif, seperti penggunaan kata "genosida," yang mengurangi akses informasi. Tekanan eksternal dari pemerintah, korporasi, dan influencer juga membentuk bias pemberitaan, terutama dalam isu yang melibatkan konflik global. Selain itu, ideologi mayoritas pengguna menentukan narasi dominan yang berkembang di platform. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara akses informasi yang luas dan pengelolaan konten sensitif. Rekomendasi mencakup peningkatan transparansi kebijakan, edukasi pengguna tentang validasi informasi, dan pengembangan algoritma yang lebih netral untuk mengurangi bias. Dengan demikian, Media X dapat menjadi platform advokasi yang inklusif dan berkeadilan dalam isu-isu kemanusiaan global. A B S T R A C T This study analyzes the media influence hierarchy of the social media platform X in reporting the genocide in Gaza, based on the perceptions of Generation Z as active users. Using the media influence hierarchy theory, this research explores five levels of influence: individual, media routines, organizational, extra-media, and ideological. The results show that individual preferences, such as those of journalists or users, shape the framing of news and influence public perception. X’s algorithms play a significant role in distributing information, amplifying content frequently interacted with. At the organizational level, internal policies restrict sensitive content, such as the use of the term "genocide," reducing access to information. External pressures from governments, corporations, and influencers also shape reporting bias, especially on issues involving global conflicts. Furthermore, the majority ideology among users determines the dominant narratives on the platform. This study identifies challenges in balancing broad information access and the management of sensitive content. Recommendations include enhancing policy transparency, educating users about information validation, and developing more neutral algorithms to reduce bias. Thus, X can serve as an inclusive and equitable advocacy platform for global humanitarian issues.
PENGARUH MEDIA MASSA TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PROGAM PEMBANGUNAN Rahman, Muhamad Arif; Putra, Erangga Adi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9463

Abstract

Media massa mempunyai peran strategis dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap program pembangunan. Penelitian ini menganalisis pengaruh media massa terhadap pemahaman, sikap, dan partisipasi masyarakat melalui televisi, radio, surat kabar, dan media online. Hasil ini menunjukkan bahwa media massa efektif dalam meningkatkan kesadaran ketika informasi yang disampaikan transparan dan relevan. Namun, pemberitaan yang bias dan rendahnya literasi media dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang salah. Strategi komunikasi yang komprehensif diperlukan untuk memastikan informasi diterima secara optimal. Studi ini menyoroti pentingnya kebijakan komunikasi berbasis data untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
KODE ETIK PENYIARAN DI ERA KECERDASAAN BUATAN: SEJARAH, PRINSIP, TANTANGAN ETIS Irwantol, Muhammad Rifdan; Kurniawan, Sandi; Abdilah, Adi; Putra, Erangga Adi; Rahman, Muhammad Arif
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9465

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kode etik dalam penyiaran di era kecerdasan buatan (AI), dengan menyoroti sejarah, prinsip-prinsip dasar, serta tantangan etis yang timbul akibat kemajuan teknologi. Di tengah pesatnya perkembangan digital, penyiaran menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan integritas jurnalistik, khususnya dengan hadirnya teknologi AI. Tanpa adanya pedoman etika yang jelas, dunia penyiaran berisiko terjebak dalam praktik sensasionalisme, penyebaran informasi yang salah, dan penurunan kepercayaan publik terhadap media. Penelitian ini juga menganalisis pentingnya prinsip-prinsip seperti ketidakberpihakan, transparansi, dan akuntabilitas untuk menjaga kredibilitas penyiaran, serta tantangan yang ditimbulkan oleh pengaruh media berbasis opini dan tekanan komersial. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bagaimana penggunaan AI dapat menimbulkan masalah etis, seperti informasi yang tidak akurat dan bias dalam algoritma, yang berisiko merusak kualitas jurnalisme. Penelitian ini menekankan perlunya kerangka etika yang kuat serta peraturan yang tepat untuk memastikan bahwa pemanfaatan AI dalam penyiaran tetap berlandaskan pada nilai-nilai jurnalistik yang fundamental dan berfokus pada kepentingan publik.
PENGARUH KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PARTIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN Karimah, Khairunnisa; Kamila, Lola Syahirah; Pramudhita, Irma; Purwanto, Eko
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i6.9466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi pemerintah daerah terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Komunikasi yang efektif dianggap sebagai faktor utama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan, proyek pembangunan, dan meningkatkan partisipasi mereka dalam proses pengambilan keputusan. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi berbagai saluran komunikasi yang digunakan oleh pemerintah daerah, seperti media sosial, situs web pemerintah, serta media lokal, dan dampaknya terhadap keterlibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka dan transparan dapat memperkuat kepercayaan publik, memfasilitasi partisipasi yang lebih besar, dan memperbaiki kualitas implementasi kebijakan. Namun, tantangan seperti kesenjangan informasi, keterbatasan sumber daya, dan hambatan budaya dapat menghambat proses ini. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan aksesibilitas informasi dan menggunakan strategi komunikasi yang lebih terlokalisasi untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat secara lebih efektif dalam pembangunan.

Page 99 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue