cover
Contact Name
Nurasiah
Contact Email
riwayat@usk.ac.id
Phone
+6285360082823
Journal Mail Official
riwayat@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities
ISSN : 26143917     EISSN : 27755037     DOI : https://doi.org/10.24815/
The journal publishes writings on (1) History education, (2) History of Education,(3) Social Sciences Education, (4) Sociology Education, (5) Philosophy of history, (6) Historiography, (7) Humanities, and (8) Education.
Articles 1,682 Documents
Analisa Penilaian Kondisi Jalan pada Ruas Jalan di Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara dengan Metode Surface Distress Indeks (Sdi) Abdurroqib, Abdurroqib; Saloma, Saloma; Usman, Arie Putra
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.47664

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu wilayah sangat bergantung pada sarana dan prasarana transportasi. Adanya sistem transportasi yang tertata dengan baik dan saling terhubung pada suatu wilayah akan mendorong terbentuknya interaksi yang berkelanjutan antar pengguna sarana transportasi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi, maka diambil kebijakan untuk mengembangkan prasarana jalan. Salah satu kebijakan pengembangan prasarana jalan adalah data kondisi jalan di Kabupaten Musi Rawas Utara. Pemutakhiran data kondisi jalan kabupaten di Kabupaten Rawas Ulu menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI) dan dengan mengurutkan kondisi stabil ruas jalan di Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara. Hasil survei jalan kabupaten di Kabupaten Rawas Ulu tahun 2024 dalam kondisi baik sepanjang 5,70 km atau 10,878%, kondisi sedang sepanjang 30,00 km atau 57,252%, kondisi rusak ringan sepanjang 2,10 km atau 4,008% dan rusak berat sepanjang 14,60 km atau 27,862% dengan kondisi stabilitas jalan sebesar 68,130% dan kondisi tidak stabil sebesar 31,870%.
Personalisasi Konten dan Pengaruhnya terhadap Minat Pelanggan Kota Medan di Marketplace Tiktok Fitriana, Dhea; Sikumbang, Ahmad Thamrin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.47611

Abstract

Customers on TikTok Marketplace, with a specific focus on the context of Medan City. The rapid development of digital technology has fundamentally transformed consumer behavior, where social media particularly TikTok has now become a primary platform for people to search for product information and make purchasing decisions. Through the use of advanced algorithms, TikTok is able to present content that is personally tailored to individual user preferences, thereby significantly increasing relevance and engagement. Content personalization has proven to offer a variety of strategic benefits in marketing, including enhanced brand awareness and equity, driving word-of-mouth marketing, increasing customer lifetime value, and optimizing the return on investment (ROI) of marketing campaigns. These benefits highlight the importance of personalization in building strong and sustainable customer relationships. Although personalization offers great potential to boost purchase intention and customer loyalty, this study also identifies potential challenges related to the "filter bubble." The amplification of content that aligns too closely with user interests may risk reducing content diversity, thus limiting users exploration of new topics and potentially affecting trust. Therefore, it is essential for businesses to balance relevance with content diversity. By understanding local consumer preferences and managing personalization strategically, businesses can develop more effective marketing strategies, increase purchase intentions, and achieve sustainable business success on digital platforms.
Perlindungan Identitas terhadap Konstitusi dalam Negara Indonesia Eriani, Erma; Kristanto, Budi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48445

Abstract

Penelitian ini mengangkat tentang pentingnya identitas nasional dan konstitusi dalam suatu negara. Dinyatakan bahwa suatu negara dapat dikatakan suatu bangsa apabila mempunyai identitas nasional atau rasa kebangsaan. Mengidentifikasi identitas nasional Indonesia merupakan sebuah tantangan jika hanya didasarkan pada ciri fisik. Namun karena perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang melekat dalam sejarah suatu bangsa dan tidak dapat dipisahkan dari konteks global, maka suatu negara memerlukan identitas nasional untuk memperkenalkan dan menjelaskan kepribadiannya kepada bangsa lain. Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan merdeka dengan wilayah yang luas memerlukan jati diri bangsa agar dapat diakui dan dibedakan dengan bangsa lain. Identitas nasional ini didasarkan pada konstitusi yang merupakan syarat mendasar bagi suatu negara hukum.
Sejarah Reformasi Konstitusi Negara Indonesia Yusfiah, Daniala Yusuf; Kristanto, Budi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48444

Abstract

Sejarah perkembangan negara hukum dan mengeksplorasi prinsip-prinsip yang mengatur pelaksanaan kekuasaan pemerintah. Pentingnya konstitusi dalam menentukan batas-batas dan batasan tindakan pemerintah, serta menjadi tolak ukur dalam mempelajari hukum suatu negara. Konstitusi yang ideal harus menciptakan keseimbangan kekuasaan antara berbagai cabang pemerintahan. Istilah konstitusi dapat merujuk pada keseluruhan sistem pemerintahan suatu negara atau kumpulan peraturan yang membentuk dan mengatur pemerintahan. Hal ini menyoroti bahwa konstitusi suatu negara berkembang sejalan dengan perkembangan politiknya, dan Indonesia telah mengalami perubahan konstitusi sejak memperoleh kemerdekaan. Konstitusi tidak dipatuhi secara ketat dan konsisten pada masa kepemimpinan Hatta yang pertama, dan terdapat perubahan dalam sistem ketatanegaraan, terutama ketika dikeluarkannya Keputusan Wakil Presiden. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian ahli memandang Konstitusi sama dengan Undang-Undang Dasar, sama seperti semua undang-undang. peraturan hukum harus tertulis, dan UUD yang tertulis adalah Undang-Undang Dasar. Konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Jimly Assidiqie (2007: 73) ditinjau dari perkembangan teks dasar hukum, sejak proklamasi 17 Agustus 1945 hingga saat ini, tahapan sejarah ketatanegaraan Indonesia dapat dikatakan melalui enam tahap perkembangan, yaitu: 1 ) Periode 18 Agustus 1945 27 Desember 1949; 2) Periode 27 Desember 1949 17 Agustus 1950; 3) Periode 17 Agustus 1950 5 Juli 1959; 4) Periode tanggal 5 Juli 1959 19 Oktober 1999; 5) Periode tanggal 19 Oktober 1999 10 Agustus 2002; 6) Periode tanggal 10 Agustus 2002 sampai sekarang.
UUD 1945 Sebagai Dasar Konstitusi Pemerintahan di Indonesia Hibbatullah, M Naufal; Kristanto, Budi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48443

Abstract

Konstitusi pemerintahan di Indonesia tidak lepas dari Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) sebagai dasar dalam setiap kebijakan yang berlaku. Latar belakang pembentukan UUD 1945 dapat ditelusuri kembali ke masa perjuangan melawan penjajahan Belanda, dengan Piagam Jakarta sebagai embrio konstitusi. Artikel ini menggambarkan peran tokoh nasionalis dalam perumusan UUD 1945, yang tidak hanya mencerminkan keinginan untuk kemerdekaan, tetapi juga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. UUD 1945 mengakui keragaman budaya dan agama, mencerminkan semangat kebhinekaan, dan menetapkan dasar untuk hak asasi manusia, keadilan sosial, dan struktur pemerintahan yang kokoh. Melalui sejarah perubahan, UUD 1945 tetap menjadi landasan bagi pemerintahan Indonesia, menegaskan prinsip-prinsip demokrasi, supremasi hukum, dan sistem checks and balances. Artikel ini menggarisbawahi bahwa UUD 1945 mencerminkan semangat untuk kemerdekaan, nilai-nilai kebangsaan, dan aspirasi membangun negara demokratis, adil, dan berdaulat.
Perbandingan Bentuk Negara, Bentuk Konstitusi, Sistem Pemerintahan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia di Negara Indonesia dan Inggris Sari, Arinda Kartika; Kristanto, Budi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48442

Abstract

Studi komparatif sistem pemerintahan antara Indonesia dan Inggris, menjadi sesuatu yang menarik jika disandingkan keduanya. Berlatar belakang sistem pemerintahan yang berbeda, yakni presidensial dan parlementer menjadikan penerapan kedua sistem pemerintahan di dua negara tersebut masing-masing memiliki karakteristik yang dapat diketahui. Indonesia dengan sistem presidensial dan multi partainya, dan Inggris sebagai pelopor atau ibu dari sistem parlementer di dunia, memperlihatkan bagaimana pembagiaan kekuasaan dijalankan dengan konsep demokrasi dan konsep monarki, bentuk konstitusi di kedua negara serta bagaimana kedua negara tersebut melindungi hak asasi manusia pada warga negaranya. Metode penelitian menggunakan data literature review dan untuk mendukung analisis penelitian dengan relevan. Hasil dari penelitian ini dapat memperlihatkan karakteristik ketatanegaraan Negara Indonesia dan Negara Inggris secara lebih luas. Keduanya memiliki esensi yang sama yakni membawa kepentingan publik ke dalam perumusan kebijakan publik.
Evaluasi Pelanggaran Hakim Konstitusi terhadap Hukum di Idonesia (Studi Evaluasi dengan Berbasis Aplikasi Voisviewers) Khairudin, Riza; Kristanto, Budi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48441

Abstract

Review Paper ini membahas analisis data Evaluasi Pelanggaran Mahkamah Konstitusi dengan menggunakan VOSViewer secara sistematis. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis perkembangan Evaluasi Pelanggaran Mahkamah Konstitusi selama Sepuluh tahun (20132023) dengan hasil mencakup 100 artikel terkait. Temuan utama adalah perlunya pengawasan etik yang lebih kuat terhadap hakim konstitusi untuk menjaga integritas dan martabat lembaga peradilan. Penyalahgunaan yang berwenang di lembaga peradilan telah menyebabkan kerusakan pada sistem hukum dan ketidakadilan. Mafia peradilan juga dianggap telah merusak lembaga peradilan dan menghancurkan kehormatan hakim. Oleh karena itu, langkah-langkah konkrit diperlukan untuk mengembalikan kelayakan lembaga peradilan dan memastikan kehormatan hakim sebagai pilar utama lembaga peradilan dalam penegakan hukum dan keadilan. Salah satu langkah yang diusulkan adalah penguatan sistem pengawasan etik terhadap hakim konstitusi. Penguatan ini akan memberikan masukan kepada Mahkamah Konstitusi tentang efektivitas sistem pengawasan etik yang ada dalam menjaga kehormatan, martabat, dan perilaku hakim konstitusi serta memberikan kepastian hukum dalam penegakan kode etik dan perilaku hakim konstitusi. Penguatan peran dewan etik hakim konstitusi sebagai penjaga marwah hakim konstitusi dapat ditingkatkan dengan membuka akses pengaduan dari masyarakat terhadap dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh hakim konstitusi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat integritas dan efektivitas lembaga peradilan.
Legal Regulation of Online Food in Indonesia: Challenges for Public Health and Its Comparison with Malaysia Laot Kian, Antonius Maria; Ginting, Febriyanti Angelia; Setyowati, Putri Ratna
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48371

Abstract

This study examines the phenomenon of the rapid growth of online food services in Indonesia through platforms such as GoFood, GrabFood, and ShopeeFood. The popularity of this service is driven by the ease of ordering food, where the assessment of food preferences is often based on the reviews of other users. However, there are concerns that these reviews could be affected by bot ratings or automated systems, which can give a false positive impression. High ratings often make a food product sell better, even though it may contain health risks for consumers. The relationship between online food services and Indonesia's public health is a major concern, given the high consumption of potentially unhealthy foods. The biggest challenge is how to regulate these services in relation to public health. The absence of a law that specifically regulates online food services is a major regulatory issue. The current law only regulates the Law on Information and Electronic Transactions, which was last amended by Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Law of the Republic of Indonesia Number 18 of 2012 concerning Food, do not also regulate in detail. Comparison with Malaysia, consumers are protected by the Food Act 1983, which requires restaurants and online food platforms to ensure food safety standards, which is more details than Indonesian regulation.
Manajemen Peserta Didik dalam Program Sistem Kredit Semester (SKS) untuk Meningkatkan Nilai Akademis di MTsN 2 Medan Marpaung, Wardatun Thaibah; Siahaan, Amiruddin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48489

Abstract

This study aims to describe student management within the Semester Credit System (SKS) program as a strategy to enhance the quality of education, particularly in the academic aspect, at MTsN 2 Medan. The SKS program is designed to provide educational services tailored to each student's interests, talents, abilities, and learning pace. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the implementation of student management in the SKS program at MTsN 2 Medan involves several stages: planning, organizing, implementation, supervision, and evaluation. These stages actively involve the principal, vice principal, program coordinator, teachers, and students. The program has been proven to improve students' academic performance. Its success is largely influenced by the effective and efficient application of student management practices. Therefore, the SKS program serves as a strategic alternative for improving the quality of education and achieving academic goals. The results of this study contribute significantly to the field of education and can serve as a reference for policy development and educational practice aimed at enhancing the quality and academic achievement of students.
Budaya K-Pop sebagai Media untuk Membentuk Kepercayaan Diri Siswa: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan Aulia, Dinda; S, Irwan
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48351

Abstract

Budaya K-Pop merupakan bagian penting dari fenomena global Hallyu (gelombang Korea), yang mencerminkan penyebaran budaya populer Korea Selatan ke seluruh dunia. K-Pop tidak hanya sekadar musik, tetapi juga mencakup fashion, tarian, visual, dan gaya hidup yang dikemas dengan pendekatan modern dan global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana budaya K-Pop dapat berperan sebagai media dalam membentuk kepercayaan diri siswa di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dianalisis secara mendalam untuk memahami peran budaya K-Pop dalam membentuk kepercayaan diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idola K-Pop tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga menjadi inspirasi dalam meningkatkan kepercayaan diri, membentuk identitas, dan mengekspresikan diri. Budaya K-Pop memberikan pengaruh signifikan terhadap gaya berbicara, cara bersosialisasi, serta mendorong keterlibatan siswa dalam komunitas fanbase yang memperluas jaringan pertemanan.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): January, Inproggress.... Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society Vol 8, No 4 (2025): October Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research. Vol 8, No 3 (2025): July Vol 8, No 2 (2025): April Vol 8, No 1 (2025): Januari, Special Issue on "Educational design research for human beings learning Vol 7, No 4 (2024): October, Social Issue and Education Vol 7, No 3 (2024): July, Educational and Social Issue Vol 7, No 2 (2024): April, The Election and Political History Vol 7, No 1 (2024): Januari, History of Education, and Social Science Vol 6, No 4 (2023): Educational, Historical Studies and Humanities Vol 6, No 3 (2023): Social, Political, and Economic History Vol 6, No 2 (2023): Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law Vol 6, No 1 (2023): Economic History, Education Media, and Humanities Vol 5, No 2 (2022): Agustus 2022, History, Learning Strategy, Economic History and Social Knowledge Vol 5, No 1 (2022): February 2022, Local History and Learning Media Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021, Local Wisdom and Learning During COVID-19 Vol 4, No 1 (2021): Februari 2021, Learning History and Social Sciences Vol 3, No 2 (2020): Agustus, 2020, History of Education, Humanities and Culture Vol 3, No 1 (2020): Februari, 2020, Social Culture, History of Humanities Vol 2, No 2 (2019): Agustus, 2019, Customs, Culture and Development research Vol 2, No 1 (2019): Februari, 2019, Educatio, History and Sociology Vol 1, No 2 (2018): Agustus, 2018, Cultural Heritage, Theology, Handover of Culture Vol 1, No 1 (2018): Februari, 2018, Correlation Research, Model Application and Pure History More Issue