cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
jurnalgreen@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.31004/green
Indo Green Journal is published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 433 Documents
Analisis Kepemilikan Jamban Keluarga pada Masyarakat Kelurahan Pulokerto Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Tahun 2025 Ali Harokan; Gema Asiani; Lilis Suryani; Dianita Ekawati
Indo Green Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Green 2025
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i4.560

Abstract

Kepemilikan jamban keluarga merupakan indikator utama keberhasilan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sekaligus faktor protektif terhadap penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kecacingan, dan hepatitis A. Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus merupakan kawasan bantaran Sungai Musi yang ditetapkan sebagai salah satu dari empat wilayah prioritas sanitasi Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemilikan jamban keluarga dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya pada masyarakat Kelurahan Pulokerto wilayah kerja Puskesmas Gandus Kota Palembang tahun 2025. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 2-20 April 2025 dnegan sampel berjumlah 200 kepala keluarga menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi langsung menggunakan kuesioner tervalidasi dan checklist jamban sehat. Analisis menggunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil menunjukkan 51,0% memiliki jamban sehat dan 49,0% tidak memiliki jamban sehat. Faktor yang berhubungan signifikan adalah tingkat pendidikan (p=0,000; OR=3,48), tingkat penghasilan (p=0,001; OR=3,12), pengetahuan sanitasi (p=0,000; OR=4,38), dan dukungan petugas kesehatan (p=0,000; OR=3,87). Tingginya proporsi kepemilikan jamban tidak sehat berisiko meningkatkan kejadian diare, kecacingan, hepatitis A, dan stunting di Kelurahan Pulokerto. Puskesmas Gandus perlu mengintensifkan pemicuan STBM, edukasi sanitasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk percepatan kepemilikan jamban sehat.
Transformasi Kompetensi Pedagogik Guru Abad 21 dalam Menghadapi Generasi Alpha di Era Digital Moh. Solehuddin; Rendi Hadian A. Tamagola; Hapsa Sangkota; Pahmi Pahmi; Rini Dwi Septiyani; Melda Agnes Manuhutu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.561

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk perubahan karakteristik peserta didik generasi alpha yang tumbuh berdampingan dengan teknologi sejak usia dini. Kondisi tersebut menuntut guru abad 21 untuk mampu beradaptasi dan melakukan transformasi kompetensi pedagogik agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi kompetensi pedagogik guru abad 21 dalam menghadapi generasi alpha di era digital serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Kualitatif dengan jenis Library Research. Data diperoleh melalui studi pustaka dari berbagai jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi pedagogik guru menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi karakteristik generasi alpha yang cenderung dekat dengan teknologi digital, interaktif, dan cepat dalam memperoleh informasi. Guru abad 21 tidak hanya dituntut mampu menguasai teknologi pembelajaran, tetapi juga mampu menciptakan pembelajaran inovatif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, transformasi kompetensi pedagogik guru menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
Penerapan Model Pembelajaran Konflik Kognitif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SD Gmim VI Tomohon Magdalena Yulithia Taareluan; Joulanda A.M Rawis; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.562

Abstract

Fokus penelitian ini pada peningkatan hasil belajar IPAS kelas V SD GMIM VI Tomohon, khususnya materi penggolongan hewan berdasarkan makanan, dengan memakai model Konflik Kognitif sebagai upaya perbaikan. Metode yang dipakai mengacu pada desain PTK dari Kemmis dan McTaggart, yang dijalankan dalam dua siklus; tiap siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik observasi dan tes dipakai untuk menjaring data, sementara analisis dilakukan melalui perhitungan persentase ketuntasan belajar. Siklus pertama menunjukkan rata-rata nilai 73% dengan ketuntasan 53%, masih di bawah kriteria tuntas. Siklus kedua membawa perubahan berarti: rata-rata nilai melonjak ke 86% dan ketuntasan mencapai 89%, tergolong tuntas. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa penerapan model Konflik Kognitif memberi dampak positif terhadap pemahaman siswa. Model ini terbukti mampu membangkitkan proses berpikir kritis siswa melalui pertentangan konsepsi awal dengan fakta ilmiah. Guru pun dapat memanfaatkan model ini untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan bermakna. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan Konflik Kognitif sebagai pendekatan andal dalam pembelajaran IPAS.
Sigeh Pengunten Dance: Deep Learning Effects on Motor and Cognitive Skills Fitri Rhamadia; Nova Nova; Syahrul Syah Sinaga; Hartono Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.563

Abstract

Pendidikan tari di Indonesia menghadapi tantangan yang terus-menerus dalam mengembangkan kompetensi motorik dan kognitif siswa secara bersamaan melalui pendekatan pembelajaran konvensional berbasis imitasi. Penelitian ini meneliti dampak pedagogi pembelajaran mendalam terhadap keterampilan motorik dan kognitif siswa dalam mempelajari Sigeh Pengunten, tarian penyambutan tradisional masyarakat Lampung. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen yang dilengkapi komponen observasional, penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas 10 di SMA Yadika Bandar Lampung sebagai peserta. Desain pre-test dan post-test diterapkan selama intervensi pembelajaran mendalam delapan minggu yang terdiri dari empat tahap pedagogis: aktivasi dan kontekstualisasi, eksplorasi konsep, praktik berwujud, dan refleksi metakognitif. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan baik pada keterampilan motorik (rata-rata skor meningkat dari 65,3 menjadi 82,6, kenaikan 26,5%) maupun keterampilan kognitif (dari 63,7 menjadi 84,1, kenaikan 32,0%), dengan signifikansi statistik p < 0,001. Korelasi yang kuat antara hasil tes motorik dan kognitif (r = 0,73) menegaskan bahwa kompetensi ini berkembang secara saling bergantung di bawah pengajaran deep learning. Temuan ini memberikan dukungan berbasis bukti untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning ke dalam pendidikan seni tradisional di tingkat sekolah menengah di Indonesia, dengan implikasi untuk pengembangan kurikulum, praktik pengajaran, dan pelestarian warisan budaya.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas III SD Katolik Santa Maria Lolah Keiyzia Vincentia Gratcia Kandou; Widdy H. F. Rorimpandey; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Model Problem Based Learning dalam upaya mengoptimalkan capaian belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada peserta didik Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah. Adapun metode riset yang dipakai ialah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi dua siklus, di mana masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 13 orang. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pada siklus I, rerata capaian belajar siswa mencapai angka 92,31%. Angka ini mengindikasikan bahwa proses pembelajaran pada siklus pertama belum tuntas sepenuhnya (100%) dan masih memerlukan perbaikan lebih lanjut. Pada siklus II, capaian belajar siswa mengalami kenaikan yang berarti hingga mencapai 100%. Dengan itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa implementasi Model Problem Based Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri II Tomohon Lidya Hasibuan; Non Norma Monigir; Juliana K. Tagupia
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri II Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction. Masalah utama dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa di mana dari 23 peserta didik, hanya 5 orang sebesar 22% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 18 peserta didik sebesar 78% belum mencapai ketuntasan dari target klasikal 75%. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) modifikasi model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas 2 siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri II Tomohon dengan jumlah 23 siswa yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 10 siswa Perempuan.Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta tes unjuk kerja keterampilan berbicara yang mencakup 7 aspek: lafal, kelancaran, jeda, kejelasan suara, intonasi, bahasa tubuh, dan kontak mata. Hasil penelitian membuktikan bahwa hasil rata-rata keterampilan berbicara peserta didik pada siklus I sebesar 68,48 dengan ketuntasan klasikal 52,17% dari 12 siswa tuntas. Setelah dilakukan perbaikan tindakan, pada siklus II nilai rata-rata meningkat signifikan menjadi 91,09 dengan ketuntasan klasikal mencapai 91,30% dari 21 siswa tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Instruction efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V dalam proses belajar-mengajar.
Social Presence, Teacher Guidance, and Instructional Clarity in Blended EFL Learning: Students’ Perceptions from an Indonesian Secondary School Muhammad Fadli; Nurneni Sulfia Kaharuddin; Muhammad Fauzan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.568

Abstract

Blended learning has become a common approach in English as a Foreign Language (EFL) instruction in secondary schools in Indonesia and across Southeast Asia, reflecting a shift from exclusively face-to-face teaching to digitally mediated instruction. Despite its potential to enhance flexibility, resource accessibility, and learning continuity, students’ experiences with blended learning remain uneven, particularly in public senior high schools with differing levels of infrastructure and digital readiness. This study aims to examine students’ perceptions of blended learning in EFL instruction at SMAN 3 Maros, focusing on perceived benefits, challenges, and the balance between online and offline components. Using a descriptive research design, data were collected from twelfth-grade students through questionnaires and interviews. The findings show that students generally appreciate the flexibility and access to learning materials provided by blended learning, but face challenges related to internet connectivity, digital literacy, and limited interaction during online sessions. These results indicate that the effectiveness of blended EFL learning depends not only on instructional mode but also on implementation quality and institutional support.
Penerapan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Katolik St.Theresia Passo Tesalonika Andini Manoppo; Harol Reflie Lumapow; Romi J. Mongdong
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Katolik St. Theresia Passo melalui penerapan media audio visual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 11 siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 64,54% dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 5 orang. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, persentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 82,72% dengan seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio visual dalam pembelajaran IPAS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Katolik St. Theresia Passo. Media audio visual mampu membuat proses pembelajaran lebih menarik, meningkatkan perhatian siswa, serta membantu siswa memahami materi pembelajaran dengan lebih baik.
Peran Kecerdasan Emosional terhadap Problem-Focused Coping pada Siswa SMA X di Kota Padang Sari rahmadani; Geizy Azhari Putri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.570

Abstract

Pendidikan merupakan sarana yang berperan dalam mengembangkan potensi individu melalui proses pembelajaran. Pada masa remaja, siswa umumnya telah memiliki kemampuan berpikir yang semakin matang serta mampu mengendalikan emosi dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan. Kemampuan individu dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut dikenal sebagai coping behavior, yang salah satu bentuknya adalah problem-focused coping, yaitu strategi yang berorientasi pada penyelesaian masalah melalui tindakan langsung untuk mengatasi atau mengurangi sumber stres. Salah satu faktor yang memengaruhi problem-focused coping adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kecerdasan emosional dengan problem-focused coping pada siswa SMA X di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik random sampling, melibatkan 221 siswa sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa skala kecerdasan emosional dan skala problem-focused coping. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa koefisien validitas skala kecerdasan emosional berada pada rentang 0,310–0,714 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,888, sedangkan koefisien validitas skala problem-focused coping berada pada rentang 0,301–0,793 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,924. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan problem-focused coping pada siswa SMA X di Kota Padang. Besarnya sumbangan efektif kecerdasan emosional terhadap problem-focused coping adalah sebesar 15%, sedangkan 85% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Perbedaan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Manado Pengguna Artificial Intelligence (ChatGPT) Berdasarkan Jenis Kelamin Tania R. A. Gultom; Meisie L. Mangantes; Rinna Y. Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.572

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa laki-laki dan perempuan yang menggunakan Artificial Intelligence (ChatGPT) di Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional dengan rancangan ex post facto. Dari total populasi 188 mahasiswa aktif angkatan 2023-2025, diambil sampel sebanyak 128 responden (26 laki-laki dan 102 perempuan) melalui teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang terdiri dari 14 butir pernyataan. Selain statistik deskriptif, analisis data juga dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk dan Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas Levene, serta uji t (Independent Sample T-Test) untuk menguji hipotesis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar antara kedua kelompok tersebut sangat mirip, yaitu 51,62 (SD = 7,047) untuk mahasiswa laki-laki dan 51,82 (SD = 6,361) untuk mahasiswi perempuan. Perbedaan yang sangat kecil, yaitu hanya 0,16 poin ini, menghasilkan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,929 (p > 0,05), sehingga H0 diterima. Dengan demikian, data ini membuktikan bahwa faktor gender tidak memberikan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap motivasi belajar mahasiswa pengguna ChatGPT. Temuan ini menunjukkan bahwa dorongan dan semangat belajar mahasiswa sebenarnya tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan lebih ditentukan oleh faktor lain seperti karakteristik pribadi, kebutuhan tugas kuliah, serta tingkat literasi digital mereka. Abstract This study aims to examine whether there are differences in learning motivation between male and female students who use Artificial Intelligence (ChatGPT) in the Guidance and Counseling Program at Manado State University. This study employed a descriptive-correlational quantitative approach with an ex post facto design. From a total population of 188 active students in the 2023-2025 cohort, a sample of 128 respondents (26 male and 102 female) was selected using disproportionate stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 14 statements. In addition to descriptive statistics, data analysis was conducted using normality tests (Shapiro-Wilk and Kolmogorov-Smirnov), Levene’s test for homogeneity of variances, and an independent samples t-test to test the main hypothesis. The results showed that the mean learning motivation scores between the two groups were very similar: 51.62 (SD = 7.047) for male students and 51.82 (SD = 6.361) for female students. This very small difference-only 0.16 points-resulted in a two-tailed significance value of 0.929 (p > 0.05), so H0 was accepted. Thus, these data demonstrate that gender does not have a statistically significant effect on the learning motivation of students who use ChatGPT. These findings suggest that students’ motivation and enthusiasm for learning are not actually influenced by gender, but are instead determined by other factors such as personal characteristics, academic assignment requirements, and their level of digital literacy.