cover
Contact Name
Reza Akbar
Contact Email
rezabimbelaplus@gmail.com
Phone
+6281254504942
Journal Mail Official
jurnal.falsafah@iaisambas.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Rumah Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Jl. Raya Sejangkung No. 126, Sebayan-Sambas, Kabupaten Sambas, Prov. Kalimantan Barat, Indonesia, 79460
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Falsafah
ISSN : 24603635     EISSN : 27762793     DOI : https://doi.org/10.37567
Jurnal Ilmiah Falsafah is an academic journal that emphasizes actual issues related to Philosophy, Theology, and Humanities. Jurnal Ilmiah Falsafah focuses on several topics including 1) Religion and Philosophy, 2) Philosophy of the Quran, 3) Theology and Aqidah, 4) Interpretation of the Quran, 5) Interpretation Methodology, 6) Phenomenology of Religion, 7) Comparative Religion 8) Living Quran dan Hadits, 9) History of Religion, and 10) History of Interpretation.
Articles 52 Documents
Kedudukan Akal dan Wahyu dalam Islam dan Fungsinya sebagai Al-Syifa’ pada Gangguan Kejiwaan Pramono, Didik; Sultan, Lomba; Kurniati
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i1.2472

Abstract

This article discusses the struggle for the role of reason and revelation in the treatment of mental disorders. This article attempts to find points of contact and points of difference between revelation and reason in the treatment of crazy people. This research includes qualitative type of library research. The data comes from various relevant journal and book sources. Based on this study, it is concluded that reason is the standard for someone to be given a burden/taklif or a law. People whose minds are disturbed so that they are unable to differentiate between good and bad are called mentally disturbed people. Treatment and treatment of mental disorders and illnesses can include self-control, simplicity of life, staying away from bad morals, and making reason the essence of oneself. The revelation approach can also be taken by using the Al-Qur'an as medicine.
Tinjauan Awal Kritisisme Immanuel Kant Tarman, Al-Faiz Muhammad Rabbany; Suherman, Eman
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i2.2717

Abstract

This research is motivated by Immanuel Kant's thoughts regarding his efforts to reconcile the conflict between rationalism and empiricism. The purpose of this research is to synthesize the two schools of philosophy: rationalism and empiricism through Immanuel Kant's critical thinking. This research uses a qualitative method with a library research approach. The results of this study indicate that the acquisition of knowledge is a synthesis of the two elements, namely a priori and a posteriori. These two elements are closely related, correlated, both provide an important role as the basis of knowledge. Thus, between the thoughts of ratioanalism and empiricism, both are elements that play an important role that cannot be separated.
Keadilan Sosial di Indonesia Ditinjau dalam Perspektif Nurcholish Madjid Hasanah, Huswatun; Hidayatulloh, Taufik
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i2.2819

Abstract

Social justice is a form of aspiration within a country or religion. Achieving social justice is not an easy task and is often difficult to attain. In reality, the current state of society is perceived as not having achieved equitable justice, especially in economic, educational, employment, and other aspects. Nurcholish Madjid, as a religious and national thinker, is concerned with issues of life, including religion, nationalism, and social justice. It is therefore necessary to understand Nurcholish Madjid's thoughts on social justice in Indonesian society and what needs to be done to achieve a just life. The research method is conducted by collecting data related to the discussion taken from journals or articles related to social justice. The research found that the lives of people, especially in Indonesia, have not been evenly distributed in terms of economy, education, and employment. Therefore, there is a need for cooperation between society and the state to achieve a just life in nation-building. Fundamentally, the state plays a crucial role in ensuring social justice for its people. Social justice means the absence of differences or discrimination in living. Nurcholish Madjid also states that the role of youth is crucial in making changes in the present and future. Any form of discrimination, coercion, and others can disrupt the principles of community life. As religious communities, we should not only focus on worship but also on the social aspects of religion because every religion teaches goodness. Discrimination and other forms of differences will only divide society and make it increasingly difficult to achieve social justice.
Agama dan Penghormatan pada Martabat Manusia dalam Perspektif Abdullahi Ahmed An-Na'im: Menelaah Prinsip-Prinsip Hukum Islam dalam Konteks Kehidupan Modern Yusup, Adi Abdilah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i2.3035

Abstract

Agama dan penghormatan pada martabat manusia merupakan dua konsep yang saling terkait dalam konteks sosial dan budaya manusia. Dalam Islam, konsep martabat manusia tercermin dalam ajaran tentang harkat dan martabat manusia yang diberikan Allah kepada setiap individu, independen dari latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya mereka. Dalam konteks global modern yang multikultural dan pluralistik, diskusi tentang agama dan penghormatan pada martabat manusia menjadi semakin penting. Kajian ini bertujuan untuk menelaah kedudukan keadilan, kesetaraan, dan kebebasan dalam pandangan Islam melalui pemikiran Abdullah Ahmed An-Na’im. Pandangannya tentang agama dan penghormatan pada martabat manusia sangat dipengaruhi oleh konsep-konsep progresif dalam Islam. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan beberpa data terkait dengan pemabahasan yang diambil dari jurnal atau artikel-artikel yang berhubungan dengan agama dan penghormatan pada martabat manusia. Dalam penelitian ditemukan hasil bahwa nilai-nilai seperti keadilan, kesetaraan, dan kebebasan individu adalah nilai-nilai yang mendasar dalam ajaran Islam, dan mereka harus dihormati untuk memenuhi martabat manusia. An-Na'im menekankan pentingnya pluralisme agama dalam masyarakat yang multikultural. Dengan demikian, memahami dan memperkuat hubungan antara agama dan martabat manusia dapat menjadi landasan untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan bermartabat bagi semua individu.
Etika Politik Islam dalam Masyarakat Kontemporer: Perspektif Al-Mawardi Sakhi, Dwi Fa’yi Arya; Amin, Putri Aprilyana Idi; Kurniati, Kurniati
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i2.3052

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kebutuhan untuk memahami bagaimana konsep etika politik yang ditawarkann oleh Al-Mawardi, seorang ulama dan ahli hukum tersohor dalam tradisi Islam klasik, dapat diimplementasikan dalam konteks modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan memahami konsep-konsep normatif dalam etika politik Al-Mawardi serta mengevaluasi relevansi dan aplikasi praktisnya dalam dinamika politik kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka yang melibatkan penelaahan terhadap literatur primer, terutama karya-karya Al-Mawardi seperti "Al-Ahkam al-Sultaniyyah", dan literatur sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan makalah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema kunci dalam pemikiran Al-Mawardi dan mengaitkannya dengan tantangan politik masa kini. Penulis menemukan bahwa prinsip tanggung jawab moral, keadilan, dan efisiensi administrasi yang diperkenalkan oleh Al-Mawardi masih relevan dan dapat diadaptasi untuk menciptakan tata kelola yang baik dan menciptakan masyarakat yang berkeadilan sosial. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan mengimplementasikan etika politik Islam dalam konteks modern.
MAKNA TAUHID MENURUT IBNU KASIR (KAJIAN Q.S. AL-AN‘AM AYAT 17-19) Indra; Alkadri; Hadari
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i2.2672

Abstract

Pemahaman tentang tauhid atau ke-Maha Esaan Allah merupakan sesuatu perkara yang sangat penting dalam agama Islam. Tauhid merupakan inti ajaran Islam yang di sampaikan oleh Nabi dan Rasul dari nabi Adam as hingga Nabi Muhammad Saw. Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta adalah Allah, dan juga bukan hanya mengetahui bukti-bukti rasional tentang keberadaan wujud atau keberadaan dan (keesaan)-Nya dan bukan pula sekedar mengenal asma’ dan sifat-Nya. Ajaran Tauhid dalam Islam tidaklah mudah dipahami, tetapi tauhid butuh renungan yang mendalam agar ketauhidan tersebut mampu mengisi jiwa kemanusiaan. Berangkat dari hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian bagaimana makna tauhid oleh Ibnu Kas\i>r berdasarkan QS. al-An‘am ayat 17-19 yang merupakan menjadi salah satu ayat yang dirujuk oleh Ibnu Kas\i>r dalam melahirkan konsep tauhid. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research atau kepustakaan dengan metode kualitatif. Adapun sumber data primer penelitian ini yakni kitab tafsir Al-Qur’a>n Al-‘Az{i>m, sedangkan data sekundernya adalah beberapa buku tentang tauhid maupun karya ilmiah yang lain yang berkaitan dengan pembahasan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan sumber pustaka. Teknik analisa data menggunakan analisis konten (content analysis). Hasil dari penelitian ini adalah, Pertama, konsep tauhid dalam al-Qur’an adalah mengesakan atau menjadikan satu-satunya, yaitu Allah Swt dalam segala hal yang menjadi kekhususan bagi-Nya yaitu dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa sifat-Nya. Kedua, makna tauhid menurut Ibnu Kas\i>r berdasarkan QS. al-An‘am ayat 17-19 adalah wajib bagi setiap muslim untuk meyakini akan kerububiyahan Allah dalam hal segala perbuatan Allah dengan kemahakuasan-Nya terhadap segala sesuatu, meyakini tentang adanya sifat-sifat yang menjadi hak-Nya Allah saja, dan bersaksi akan keesaan Allah Swt, yang mana konsekuensi dari semua itu adalah harus beribadah hanya kepada Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.
Interpretasi Makna Uswatun Hasanah Oleh Masyarakat Sarilaba A (Studi Living Qur’an Pada Masyarakat Desa Sarilaba Kecamatan Jawai Selatan) LUTFI KAMAL; ALKADRI; HADARI
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v11i2.3203

Abstract

This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. This research is located in Sarilaba A Village. The steps in data collection include observation, interviews and documentation. Meanwhile, data analysis includes the study of the Living Qur'an and Social Theory. The results of the research show that in Sarilaba A Village we see in society and social interaction, because many of the characteristics of implementing uswatun h}asanah are very important in Sarilaba village. looking at it in terms of speaking, attitude in communicating, carrying out the worship commanded by Allah SWT. Make researchers also look at the development of society in social life, because that is a reflection of the Prophet for all of us and becomes our guide in living this life, so that we are more focused and do not deviate.
Penafsiran Mubazzir Dalam Al-Qur'an (Studi Analisis Tafsir Al-Khazin): Penafsiran Mubazzir Dalam Al-Qur'an Tauhid, Tauhid; Hadari; Sri Sunantri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i2.3269

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan model penelitian kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif. Sumber datanya terdiri dua macam, yaitu primer dan sekunder. Sumber data primer terdiri dari jurnal Konsep Mubazir dalam al-Qur’an, dan kitab Tafsir al-Khazin. Sementara sumber data sekunder terdiri dari buku-buku, kitab, jurnal, artikel yang dianggap dapat mendukung pembahasan mubazzir, seperti kitab Lisanul Arab, Maqayis al-Lughah, al-Mufradat fi Gharibil al-Qur’an, kitab al-Mu’jam al-Mufahras li alfaz al-Qur’an al-Karim, dan lain sebagainya. Selain itu, untuk teknik pengumpulan data, penelitian ini mengumpulkan data berdasarkan pemilihan literatur (bacaan) dari jenis data pustaka. Adapun teknik analisis data, peneliti menggunakan metode pendekatan maudu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mubazzir ternyata dapat dipahami dari dua sisi yaitu secara umum dan khusus. Secara umum konsep mubazzir meliputi perbuatan dari pelaku pemborosan atau penghamburan yang dilakukan dalam bentuk fisik (berupa harta, benda, makanan, air) dan non fisik (berupa waktu). Sementara secara khusus, konsep mubazzir diartikan menurut al-Qur’an, yaitu tindakan pelaku penghamburan atau pengeluaran terhadap harta, yang digunakan untuk perbuatan maksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Adapun berdasarkan penafsiran Alauddin ‘Ali al-Khazin, mubazzir bermakna sebagai perbuatan tercela yang dilakukan pelakunya dengan membelanjakan atau menginfakkan harta dan uang, pada jalan kebatilan yang mencakup maksiat. Pelaku mubazzir juga dianggap sebagai saudara setan, karena ia tidak bersyukur, dan mengingkari nikmat Allah dalam membelanjakan atau menginfakkan hartanya.
TRADISI NISFU SYA’BAN DI DESA LUMBANG KECAMATAN SAMBAS KABUPATEN SAMBAS PADA TAHUN 1990-2024 Unzira; Risa; Sri Sunantri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v11i1.3962

Abstract

ABSTRACT Nisfu Sya'ban is the middle of the month of Sya'ban in the Hijri year. The night of Nisfu Sya'ban is a special night because on that night humans are encouraged to worship a lot and do good. The focus of the problems studied in this study are (1) how the Nisfu Sya'ban tradition is carried out in Lumbang Village. (2) what are the meanings contained in the Nisfu Sya'ban tradition in Lumbang Village. (3) how do people view the Nisfu Sya'ban tradition in Lumbang Village. The approach used is a qualitative approach. This type of research is field research. The research location is in Lumbang Village, Sambas District, Sambas Regency. Data collection uses interview, observation, and documentation methods. The data sources obtained consist of primary data sources and secondary data. The results of this study indicate that: (1) the implementation includes a series of activities such as cleaning the grave by the syeh kubur, reading the Yasin letter three times, tahlil, Nisfu Sya'ban night prayer, and eating together. In addition, there is a tradition of sharing food that has changed from traditional cakes to snacks, as well as grave pilgrimage or "Raye Kubbor" which is carried out in the early hours of the morning. (2) the meaning contained in this tradition is not only a religious ritual, but also a means of strengthening spiritual, social, and cultural values ​​in society. By following this tradition, the people of Lumbang Village strengthen their sense of togetherness, social concern, and maintain ancestral and religious values ​​that have been inherited. (3) the community views the night of Nisfu Sya'ban as a holy night full of grace and forgiveness from Allah SWT. This tradition reminds us of death and life after death, respecting ancestors, and maintaining religious and togetherness values ​​inherited from ancestors.
NILAI-NILAI FILOSOFIS DALAM RITUS PERNIKAHAN ADAT JAWA SOLO PUTRI: KAJIAN FILSAFAT NILAI MAX SCHELER Sri Widia Utami
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v11i2.3903

Abstract

ABSTRACT Marriage is a highly sacred aspect of human life. In the context of the traditional rites of Javanese Solo for women, the wedding process is deeply connected to ancestral traditions. The series of processes carried out in Javanese Solo weddings includes: (1) Selametan, (2) Tanem Tarub, (3) Gethik Geni Adhang Pisanan, (4) Siraman, (5) Midadareni, (6) Kacar-kucur, and (7) Ijab. This research aims to explore the philosophical values reflected in the wedding processes of Javanese Solo women using the value philosophy analysis developed by Max Scheler. The method employed is library research with a qualitative approach, wherein library studies serve as a source of data and references concerning the topic being investigated. The research findings indicate that the wedding process in Javanese Solo traditions contains various values, namely: (1) The Value of Pleasure reflected in the Midadareni process, (2) The Value of Vitality represented by the Kacar-kucur process, (3) The Spiritual Value embodied in the Siraman process, and (4) The Value of Holiness expressed through the Selametan process. Keywords: marriage, rites, javanes customs, values, philosophy ABSTRAK Pernikahan merupkan aspek yang sangat sakral dalam kehidupan manusia. Dalam konteks ritus adat jawa solo putri, prosesi pernikahan sangat terkait dengan tradisi nenek moyang. Adapun serangkaian prosesi yang dilaksanakan dalam pernikahan ada jawa solo putri meliputi (1) Selametan (2) Tanem Tarbu (3) Gethik Geni Adhang Pisanan (4) Siraman (5) Midadareni (6) Kacar-kucur (7) Ijab. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai filosofis yang tercermin dalam prosesi perbikahan adat jawa solo putri menggunakan analisis filsafat nilai yang dikembangkan oleh Max Scheler. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, dimana studi kepustakaan berfungsi sebagai sumber data dan referensi mengenai topik yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosesi pernikahan adat jawa solo putri mengandung berbagai nilai. Yaitu, (1) Nilai Kesenangan yang tercermin dalam prosesi Midadareni (2) Nilai Vitalitas yang diwakilkan oleh prosesi Kacar-kucur (3) Nilai Spiritual mencerminkan dalam prosesi Siraman (4) Nilai Kekudusan diungkapkan melalui prosesi Selametan Kata Kunci: pernikahan, ritus, adat jawa, nilai-nilai, filosofis