cover
Contact Name
Reza Akbar
Contact Email
rezabimbelaplus@gmail.com
Phone
+6281254504942
Journal Mail Official
jurnal.falsafah@iaisambas.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Rumah Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Jl. Raya Sejangkung No. 126, Sebayan-Sambas, Kabupaten Sambas, Prov. Kalimantan Barat, Indonesia, 79460
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Falsafah
ISSN : 24603635     EISSN : 27762793     DOI : https://doi.org/10.37567
Jurnal Ilmiah Falsafah is an academic journal that emphasizes actual issues related to Philosophy, Theology, and Humanities. Jurnal Ilmiah Falsafah focuses on several topics including 1) Religion and Philosophy, 2) Philosophy of the Quran, 3) Theology and Aqidah, 4) Interpretation of the Quran, 5) Interpretation Methodology, 6) Phenomenology of Religion, 7) Comparative Religion 8) Living Quran dan Hadits, 9) History of Religion, and 10) History of Interpretation.
Articles 60 Documents
Modernisasi Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif John Dewey Nur Solikhin, Havid; Saputra, Amri; Aditya, Fardan; Farij Al-Kahfi , Muhammad; Usman
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v11i2.4585

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemikiran instrumentalisme John Dewey sebagai dasar modernisasi Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan pedagogis yang tetap selaras dengan epistemologi wahyu. Dengan menggunakan metode studi literatur dan analisis filosofis, penelitian ini mengeksplorasi konsep pengalaman, inquiry, dan demokrasi pendidikan dalam pemikiran Dewey serta memetakan ketegangan epistemologisnya dengan konsep kebenaran dalam Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa gagasan Dewey dapat memberikan kontribusi signifikan apabila diadaptasi secara metodologis, khususnya dalam pembentukan pola pembelajaran yang partisipatif, reflektif, dan kontekstual. Temuan penelitian juga menegaskan bahwa pengalaman dapat berfungsi sebagai media internalisasi nilai tanpa diposisikan sebagai sumber kebenaran, sementara inquiry dapat dimanfaatkan sebagai strategi untuk memahami relevansi ajaran Islam dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menawarkan model sintesis pedagogis yang menempatkan pengalaman, inquiry, dan demokrasi kelas sebagai fondasi modernisasi PAI yang humanistik dan adaptif tanpa mengurangi otoritas wahyu sebagai pemandu nilai. Kesimpulan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan pembelajaran agama yang lebih relevan dengan tuntutan era modern serta membuka peluang penelitian lanjutan pada implementasi model ini dalam konteks pendidikan Islam.
Analisis Filsafat Ekonomi Islam terhadap Diskon Dompet Digital: Telaah Kritis Pemikiran Erwandi Tarmizi tentang Potensi Riba dalam Fintech Syariah Pratama Harista, Redo; Lutfi, Ahmad; Iska, Syukri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v11i1.4610

Abstract

This study aims to critically examine Erwandi Tarmizi’s perspective on the legal status of digital wallet discounts within the framework of Islamic economic philosophy and the maqāṣid al-sharī‘ah approach. The rapid growth of electronic payment systems in Indonesia, with national electronic money transactions reaching IDR 519.24 trillion in 2023, has intensified scholarly debates regarding the permissibility of promotional incentives such as discounts and cashback, particularly in relation to the potential presence of hidden usury in modern fintech mechanisms. Erwandi asserts that digital wallet discounts constitute benefits derived from a qardh (loan) contract and therefore fall under the category of riba. In contrast, the National Sharia Council of Indonesia (DSN-MUI) through Fatwa No. 116/DSN-MUI/IX/2017, along with contemporary scholars such as Oni Sahroni, argue that digital wallet transactions operate under wadī‘ah or wakālah contracts, positioning discounts as permissible promotional hibah rather than prohibited loan-based gains. Using a library research design combined with a normative-philosophical and contextual approach, this study compares the epistemological foundations and legal implications of these differing viewpoints and analyzes their relevance within the socio-economic realities of the digital economy. The findings reveal that the legal judgment regarding digital wallet discounts cannot be generalized but must be determined based on the structure of the underlying contract, the causal relationship of the benefit, and its impact on public interest. The study concludes that a maqāṣid-based moderation approach is essential for formulating balanced and adaptive regulatory frameworks for Islamic fintech in contemporary economic development.
Filsafat Ekonomi Islam dalam Ruang Mikro (Kajian Mendalam atas Epistemologi, Ontologi, dan Aksiologi Koperasi Syariah Qurrata A’yun) Witri, Witri; Lutfi, Ahmad; Iska, Syukri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4619

Abstract

This study aims to analyze the application of Islamic economic philosophy covering the dimensions of epistemology, ontology, and axiology within Koperasi Syariah Qurrata A’yun. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, direct observations, and a review of the cooperative’s formal documents. The findings indicate that, in terms of epistemology, the cooperative refers to DSN-MUI fatwas and basic principles of Islamic jurisprudence; however, the transmission of Sharia knowledge remains unstructured, resulting in low member literacy and suboptimal Sharia oversight. From an ontological perspective, the cooperative conceptualizes wealth as a trust (amanah) and fosters strong familial relations, evident in its transparent margin-setting and humanistic approach to resolving financing problems. Nonetheless, financing practices are still influenced by urgent consumptive needs and limited administrative capacity. In the axiological dimension, values of justice, deliberation, public benefit (maslahah), and anti-exploitation are reflected through the Annual Member Meeting (RAT), fair pricing mechanisms, ethical service delivery, and social support programs, although challenges such as moral hazard and limited human resources persist. Overall, the cooperative embodies the core values of Islamic economics, yet requires strengthened literacy systems, Sharia-based standard operating procedures, and improved governance to ensure a more consistent, profound, and sustainable implementation of Islamic economic philosophy.
Paradigma Filsafat Pendidikan Islam tentang Hubungan Manusia, Alam, dan Ilmu Pengetahuan: Landasan Integrasi Sains dan Nilai Ketuhanan dalam Pendidikan Modern: Introduction, Research Methodology, Results and Discussion, Conclusion, References Kasmila, Amia; Aulia Annisa; Desta Tri Wahyuni; Ikhsan Mustofa; Jamal Fakhri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v11i2.4623

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan paradigma filsafat pendidikan Islam tentang relasi manusia, alam, dan ilmu pengetahuan sebagai dasar integrasi antara sains dan nilai ketuhanan dalam pendidikan modern. Fokus utama penelitian adalah menyusun kerangka teoretis yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum dan pedagogi pendidikan Islam yang holistik serta berorientasi pada keberlanjutan moral dan ekologis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) melalui telaah sistematis terhadap literatur akademik terbaru, tafsir ayat-ayat kauniyah, dan hasil-hasil penelitian terkait kurikulum PAI dan pendidikan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep epistemologis Islam seperti khalifah, amanah, dan tafsir ayat-ayat kauniyah merupakan landasan filosofis yang kuat untuk mengintegrasikan pembelajaran sains dengan nilai spiritual dan etika lingkungan. Temuan juga mengungkap hambatan implementasi, seperti dikotomi ilmu agama–ilmu umum dan keterbatasan kapasitas guru dalam pendekatan integratif. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan kerangka konseptual dan rekomendasi kebijakan pendidikan yang dapat diterapkan pada sekolah dan pesantren untuk membentuk peserta didik yang cerdas secara ilmiah sekaligus bertanggung jawab secara moral dan ekologis.
Epistemologi dan Integrasi : Interpedensi Metakosmos, Makrokosmos, Mikrokosmos, Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nurul Habibah Arfizeah; Amril M; Eliza Putri Ardiah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan epistemologi serta interpedensi antara makrokosmos, mikrokosmos, dan metakosmos, serta bagaimana ketiga dimensi kosmik tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini enggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menelaah konsep-konsep kosmologi Islam yang menempatkan Tuhan sebagai metakosmos, alam semesta sebagai makrokosmos, dan manusia sebagai mikrokosmos yang saling terkait epistemologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Islam tidak hanya bersumber dari akal dan pengalaman empiris, tetapi juga dari wahyu sebagai fondasi utama pengetahuan. Integrasi ketiga realitas kosmik dalam pembelajaran PAI menghasilkan pendekatan holistik yang menghubungkan kecerdasan qauliyah (wahyu), kauniyah (alam), dan insaniyah (potensi manusia). Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk memahami relasi Tuhan–alam–manusia secara komprehensif, sehingga pembelajaran PAI tidak hanya membentuk aspek kognitif, tetapi juga spiritual, moral, dan ekologis. Penelitian ini menegaskan bahwa interpedensi trilogi kosmos menjadi dasar penting dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang utuh dan transendental.
Mental Health in the Perspective of Hadith Eliza Putri Ardiah; Alfiah; Nurul Habibah Arfizeah
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4636

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, yang mencakup tidak hanya kesejahteraan fisik dan psikologis tetapi juga kesejahteraan spiritual. Fenomena globalisasi dan kemajuan teknologi telah memberikan dampak signifikan pada kehidupan manusia, termasuk peningkatan tekanan psikologis, stres, dan gangguan emosional. Dalam konteks ini, Islam, melalui Al-Qur'an dan Hadits, memberikan panduan komprehensif untuk menjaga kesehatan mental, menekankan ketenangan, pengendalian emosi, dan kedamaian pikiran. Studi ini bertujuan untuk meneliti konsep kesehatan mental dari perspektif hadits Nabi Muhammad (saw). Metode yang digunakan adalah riset pustaka, dengan menelaah buku, jurnal, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits Nabi menekankan pentingnya menjaga hati, kesabaran, zikir (mengingat Allah), optimisme, dan husnudzon (pikiran yang memaafkan) sebagai dasar kesehatan mental. Hadits juga menawarkan solusi praktis untuk menghadapi tekanan hidup melalui ibadah, pengendalian emosi, dan penguatan hubungan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesehatan mental, menurut hadits, bukan hanya ketiadaan gangguan mental tetapi mencakup keseimbangan spiritual, emosional, dan sosial yang membimbing manusia menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kata kunci : Konsep, Kesehatan Mental, Perspektif Hadits
Ingkar Sunah Modern (Telaah Kritis atas Pemikiran Rashad Khalifah) Hafizah; Alfiah; Nurhafiza; Anggi Fitriani; Eti Sapitri; Abdul Haziz Daulay
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4642

Abstract

Fenomena ingkar Sunnah merupakan salah satu wacana krusial dalam diskursus pemikiran Islam, khususnya terkait otoritas keagamaan dan epistemologi sumber ajaran Islam. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis konsep ingkar Sunnah, sejarah kemunculannya, ragam argumen yang dikemukakan oleh para pengingkarnya, serta kelemahan metodologis dari argumen tersebut, dengan bertumpu pada kajian tekstual kritis terhadap karya Syuhudi Ismail. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang cenderung menempatkan Syuhudi Ismail sebagai tokoh pemikiran, penelitian ini memosisikan karyanya sebagai sumber primer untuk memetakan konstruksi wacana pengingkaran Sunnah dan respons intelektual para pembelanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ingkar Sunnah tidak hanya muncul sebagai persoalan teologis, tetapi juga sebagai problem epistemologis yang berakar pada kesalahan memahami relasi antara Al-Qur’an, Sunnah, dan otoritas kenabian. Argumen yang diajukan oleh para pengingkar Sunnah, baik yang bersifat naqli maupun non-naqli, terbukti mengandung kelemahan konseptual, historis, dan metodologis. Sebaliknya, upaya pelestarian Sunnah oleh para pembelanya dilakukan melalui pengembangan metodologi kritik sanad dan matan, pembentukan disiplin ilmu hadis, serta peneguhan kedudukan Sunnah sebagai sumber ajaran Islam yang integral. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa Sunnah tidak dapat dipisahkan dari struktur ajaran Islam tanpa menimbulkan reduksi makna dan praktik keagamaan.
Halal sebagai Label atau Nilai (Telaah Filosofis Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam Pengembangan Sistem Ekonomi Islam) Fikri, Miftahul; Lutfi, Ahmad; Iska, Syukri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4670

Abstract

This article examines the phenomenon of the reduction of maqāṣid al-syarī‘ah in contemporary halal practices, where halal is often understood as a legal-formal label rather than a normative value serving as the systemic foundation of Islamic economics. Using a Systematic Literature Review (SLR) of 20 primary articles and 10 additional references, this study highlights the tension between the normative ideals of maqāṣid and practical implementation in halal industries, SMEs, and Islamic banking. Findings reveal that halal certification is often treated as an administrative tool or marketing strategy, while principles of welfare, quality, sustainability, and justice are insufficiently realized. The study emphasizes the urgency of restoring maqāṣid al-syarī‘ah as a comprehensive normative foundation, ensuring halal functions as a guiding value within the Islamic economic system. This research contributes philosophically and practically, providing guidance for the development of an integrative, holistic, and sustainable Islamic economy.
Epistemologi Debat Tahafut: Rekonstruksi Argumen Ibnu Rusyd atas Kesalahan Logis Al-Ghazali: 1. Genealogi Debat Tahafut dan Kerangka Epistemologis Efendi, Yonaldo; Gazali, Gazali
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4685

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur epistemologis dalam perdebatan klasik antara Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd sebagaimana tercermin dalam Tahafut al-Falasifah dan Tahafut at-Tahafut. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Ibnu Rusyd merekonstruksi argumen filosofisnya dalam menanggapi kesalahan logis dan metodologis yang ia identifikasi dalam kritik Al-Ghazali terhadap filsafat Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah teks primer dari kedua karya tersebut serta literatur akademik terbaru sebagai sumber sekunder. Analisis dilakukan melalui pendekatan epistemologis dan logis yang berfokus pada tiga isu sentral dalam perdebatan, yaitu kekekalan alam, pengetahuan Tuhan terhadap hal-hal partikular, dan kebangkitan jasmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jawaban Ibnu Rusyd disusun melalui kerangka demonstratif (burhān) untuk meluruskan category mistake, equivocation, serta penyempitan makna doktrin filosofis yang dilakukan Al-Ghazali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi Ibnu Rusyd tidak hanya mempertahankan legitimasi rasionalitas dalam tradisi Islam, tetapi juga membangun sintesis yang harmonis antara akal dan wahyu. Temuan ini memperlihatkan relevansi kerangka epistemologis Ibnu Rusyd bagi perkembangan diskursus rasionalitas Islam kontemporer.
Alkadri: HARMONISASI GENDER DALAM HADIS Alkadri, Alkadri; Hadari
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.5113

Abstract

abstrak Ketegangan memahami hadis relasi pria dengan wanita. Ada yang memiliki konotasi merugikan wanita. Sebaliknya, ada yang memiliki konotasi egaiterism. Untuk itu, perlu pemahaman hadis secara dengan tema harmoni gender dalam hadis. Metode pembahasan yaitu library research dengan pendekatan hermeneutik. Sumber data yaitu materi hadis tentang relasi pria-wanita. Tujuannya: Menemukan sikap dan strategi nabi menempatkan peran pria-wanita. Manfaatnya: Mengembangkan metodologi memahami hadis perspektif harmoni-gender. Temuannya: Nabi mengubah paradigma masyarakat dari perilaku diskriminatif menjadi humanis dengan strategi menjaga keseimbangan antara budaya dengan misi kenabian. Caranya membedakan peran dan fungsi. Posisi pria pelindung wanita, hak mendapatkan pendidikan dan perlakuan baik. Prinsipnya setiap manusia sama dihadapan Allah.