cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30257999     EISSN : 30257980     DOI : https://doi.org/10.57235
JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary dengan nomor ISSN terdaftar 3025-7999 (Cetak) dan 3025-7980 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup bidang pendidikan, agama, multidfisiplin. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 644 Documents
Manajemen Evaluasi Pembelajaran Berbasis Digital dalam Transformasi Asesmen di Sekolah Dasar Ade Sastrawijaya; Cici Situmorang
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen evaluasi pembelajaran berbasis digital terhadap transformasi asesmen di sekolah dasar. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan penggunaan teknologi digital dalam sistem evaluasi pembelajaran abad ke-21 yang menuntut asesmen lebih efektif, adaptif, dan berbasis data. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran angket kepada 120 guru sekolah dasar, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi evaluasi digital memiliki pengaruh paling dominan terhadap transformasi asesmen (β = 0,41; p < 0,001), diikuti oleh dukungan manajerial (β = 0,29; p < 0,001) dan perencanaan strategis (β = 0,24; p = 0,002). Model penelitian mampu menjelaskan 58% variasi transformasi asesmen (R² = 0,58). Temuan kualitatif mengungkap bahwa penggunaan platform digital seperti Google Forms, Quizizz, dan Learning Management System (LMS) meningkatkan efisiensi administrasi, keterlibatan siswa, serta kecepatan umpan balik pembelajaran. Namun demikian, keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi digital guru masih menjadi tantangan utama dalam implementasi evaluasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi asesmen di sekolah dasar tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi, tetapi juga memerlukan manajemen evaluasi yang terintegrasi melalui perencanaan strategis, implementasi yang efektif, dan dukungan manajerial yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model manajemen evaluasi digital serta implikasi praktis bagi sekolah dan pembuat kebijakan pendidikan.
Strategi Interoperabilitas Komunikasi dan Elektronika Dalam Integrasi Sistem Komunikasi Operasi dan Sistem Komunikasi Wilayah Guna Mendukung Satuan Tugas Pengaman Perbatasan Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat Ujang Sobandi; Hikmat Zakky Almubarok; Ruby Alamsyah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8689

Abstract

Penelitian ini membahas strategi interoperabilitas komunikasi dan elektronika (Komlek) dalam integrasi Sistem Komunikasi Operasi (Siskomops) dan Sistem Komunikasi Wilayah (Siskomwil) guna mendukung efektivitas Satgas Pamtas RI–Malaysia di Kalimantan Barat. Permasalahan penelitian berangkat dari kesenjangan antara kondisi ideal komunikasi militer yang terintegrasi dan kondisi aktual di perbatasan yang masih dipengaruhi hambatan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta perbedaan platform dan prosedur komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi aktual Siskomops dan Siskomwil, mengklasifikasikan hambatan interoperabilitas, serta menilai strategi interoperabilitas Komlek dalam integrasi kedua sistem. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus pada Puskomlek TNI AD, Kodam XII/Tanjungpura, Korem 121/Alambhana Wanawai, serta pos-pos Satgas Pamtas di sektor Entikong, Jagoi Babang, dan Kapuas Hulu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan focus group discussion, serta diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siskomops dan Siskomwil telah berjalan dan saling mendukung, namun integrasinya masih bersifat fungsional–parsial. Hambatan interoperabilitas bersifat multidimensi pada aspek teknis, organisasi, dan regulasi, sehingga memengaruhi keandalan dan kesinambungan komunikasi untuk komando dan kendali. Strategi interoperabilitas yang muncul dari data menekankan keterpaduan sistem berjenjang, standarisasi perangkat, penguatan SOP dan SDM, ketahanan jaringan dan dukungan daya, serta penguatan pedoman teknis dan keamanan komunikasi agar integrasi berlangsung konsisten dan meningkatkan efektivitas Kodal Satgas.
Efektivitas Program Aktivitas Berkelompok terhadap Kualitas Hidup Lansia di Panti X Nadine Amanta Lohanda Nasution; Adyuta Manohara Marakata; Roswiyani
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8690

Abstract

Lansia yang tinggal di panti sosial kerap menghadapi keterbatasan interaksi dengan keluarga dan berkurangnya peran sosial sehingga berisiko menurunkan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program aktivitas berkelompok dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Panti x. Pemilihan program aktivitas berkelompok didasarkan pada bukti bahwa keterlibatan sosial berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup lansia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sebanyak 11 lansia (5 laki-laki dan 6 perempuan) berusia 60 tahun ke atas dipilih melalui purposive sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan instrumen WHOQOL-BREF26 yang mencakup domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-test setelah uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada domain fisik (p = 0,003) dan domain hubungan sosial (p = 0,025), sedangkan domain psikologis (p = 0,923) dan domain lingkungan (p = 0,940) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa program aktivitas berkelompok efektif meningkatkan kualitas hidup lansia pada domain fisik dan hubungan sosial. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar.
Analisis Peran dan Efektivitas Mediator dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian pada Pengadilan Agama Tanjung Karang Vinka Aulia Luninggar; Aprilianti; Sayyidah Sekar Dewi Kulsum
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8691

Abstract

Perceraian adalah penyelesaian akhir konflik rumah tangga yang berdampak pada keharmonisan keluarga. Pengadilan Agama mewajibkan mediasi sesuai Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 untuk menekan angka perceraian melalui jalur damai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan peran mediator dalam upaya penyelesaian sengketa perceraian di Pengadilan Agama Tanjung Karang. Jenis penelitian ini adalah hukum normatif-empiris dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan hakim dan mediator, serta didukung oleh studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi telah berjalan dengan sangat efektif. Persentase keberhasilan mediasi mengalami lonjakan signifikan dari 11,63% pada tahun 2021 menjadi 65,05% pada tahun 2025. Keberhasilan ini didukung oleh kepastian hukum, keahlian mediator, fasilitas ruang mediasi yang memadai, serta tingginya itikad baik dari pasangan suami istri. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya mempertahankan kualitas mediator melalui pelatihan khusus dan penegakan sanksi yang tegas agar masyarakat benar-benar memanfaatkan mediasi sebagai upaya menyelamatkan keutuhan rumah tangga tanpa harus menempuh proses persidangan yang panjang.
Efektivitas Program Aktivitas Kelompok Kooperatif Dalam Meningkatkan Social Connectedness Lansia di Panti Werdha X Nauval Al Ghifari; Muhammad Rizky Habibie; Roswiyani
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8692

Abstract

Warga Binaan Sosial (WBS) lansia di Panti Werdha X menghadapi berbagai tantangan psikososi-al seperti berkurangnya peran sosial dan menurunnya kontak dengan keluarga, yang berpotensi menimbulkan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Program Akti-vitas Kelompok Kooperatif dalam meningkatkan social connectedness pada WBS lansia. Me-tode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Desain ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik penelitian inte-rvensi pada populasi lansia di panti sosial. Sebanyak 13 lansia dipilih secara purposive dari total 105 WBS dan mengikuti lima sesi intervensi: Kenangan Favorit, Mengoper Bola Keper-cayaan, Apa yang Aku Rasakan, Lingkaran Pujian, serta Refleksi dan Pesan Positif. Instrumen yang digunakan adalah Social Connectedness Scale-Revised (SCS-R) versi 20 item dengan ska-la Likert 6 poin. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor social connectedness antara pre-test (M = 77.62, SD = 11.04) dan post-test (M = 95.31, SD = 7.75), t(12) = -5.968, p < 0.001, dengan effect size pa-da kategori besar (d = 1.655). Temuan ini mengindikasikan adanya efektivitas awal Program Aktivitas Kelompok Kooperatif dalam meningkatkan social connectedness pada lansia di panti werdha. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat generalisasi temuan.
Strategi Skadron-21/AAY Puspenerbad Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pilot Melalui Pembinaan Kualifikasi Penerbang CASA-212/Aviocar Guna Mendukung BKO Operasi Pengamanan I Gusti Agung Prasetya Putra; Robby Moechammad Taufik; Sulistyanto
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8694

Abstract

Operasi pengamanan daerah rawan Maluku menuntut dukungan udara yang sangat diperlukan, terutama dengan bantuan Pusat Penerbangan Angkatan Darat Indonesia (Puspenerbad). Skadron-21/Akasa Aqraya Yudha (AAY), sebagai unit yang mengoperasikan pesawat Casa-212/Aviocar, memiliki fungsi strategis dalam mendukung Operasi di Bawah Kendali Operasional (BKO). Namun, jumlah dan kualitas Pilot ( Pilot) yang terbatas menjadi tantangan serius yang mempengaruhi tempo, fleksibilitas, dan kelangsungan dukungan udara. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pelatihan Pilot yang ada dan mengembangkan metode untuk meningkatkan kualitas pelatihan sertifikasi pilot Casa-212/Aviocar guna mendukung efektivitas operasi keamanan di wilayah Maluku yang rentan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta validasi data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pilot telah dilaksanakan sesuai dengan doktrin Puspenerbad, namun masih menghadapi hambatan sistemik berupa jam terbang efektif yang terbatas, kesiapan peralatan pertahanan yang fluktuatif, dan pelatihan yang masih didominasi prosedural dan belum sepenuhnya berorientasi pada misi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan berbasis kompetensi dan berorientasi pada misi, melalui penguatan pembimbingan, optimalisasi jam terbang, dan sinkronisasi kebutuhan operasional, merupakan kunci untuk meningkatkan kesiapan operasional Skadron 21/AAY dalam mendukung keamanan berkelanjutan di wilayah Maluku.
Strategi PMPP TNI Dalam Meningkatkan Kesiapan Kontingen Garuda Indonesia Guna Memperkuat Diplomasi Pertahanan pada Misi Perdamaian Dunia PBB Elson Dwi Septianta; Arifuddin Uksan; Yudi Subiantoro
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8696

Abstract

Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI merupakan Lembaga yang menyiapkan pasukan perdamaian dunia yang akan tergabung dalam Misi PBB, sehingga perlu adanya penelitian yang dilakukan yang bertujuan menganalisis strategi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI dalam meningkatkan kesiapan Kontingen Indonesia guna memperkuat diplomasi pertahanan pada misi perdamaian dunia PBB. Fokus kajian diarahkan pada tiga objek rumusan masalah yaitu mekanisme strategi peningkatan kesiapan, identifikasi tantangan internal dan eksternal, serta pengaruh keberhasilan strategi operasional terhadap penguatan diplomasi pertahanan negara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif kontemporer dengan desain studi kasus berdasarkan kerangka metodologis John W. Creswell dan Robert K. Yin. Subjek penelitian ditetapkan secara spesifik pada institusi PMPP TNI sebagai episentrum pembinaan. Teknik pengumpulan data dilakukan terintegrasi melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMPP TNI menerapkan strategi komprehensif meliputi standardisasi pelatihan pra penugasan berbasis UNPCRS, seleksi kompetensi multidimensi, serta pemenuhan alutsista industri domestik standar Statement of Unit Requirements (SUR) PBB. Meskipun dihadapkan pada tantangan internal berupa keterbatasan infrastruktur diklat dan regulasi anggaran, serta tantangan eksternal berupa konflik asimetris, strategi penyiapan ini terbukti memberikan pengaruh signifikan. Kesiapan pasukan yang tinggi berhasil dikonversi menjadi modal kepercayaan internasional yang mendongkrak posisi Indonesia di fora multilateral PBB, sekaligus menciptakan multiplier effect berupa peningkatan penempatan perwira tinggi TNI pada jabatan kepemimpinan strategis di struktur misi dunia.
Penguatan Peran Siswa sebagai Duta Literasi Digital di Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi Nurbani Yusuf; Abdurrohman Muzakki; Arif Prasetyo Wibowo
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8697

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media digital yang semakin pesat membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi, pembelajaran, dan interaksi sosial di kalangan pelajar. Namun, tingginya penggunaan media digital di kalangan siswa belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai, khususnya dalam aspek etika bermedia, penyaringan informasi, dan keamanan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran siswa sebagai duta literasi digital di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 6 Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, diskusi interaktif, simulasi, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pengabdian mampu meningkatkan pemahaman siswa terkait literasi digital, khususnya dalam memahami etika bermedia sosial, mengidentifikasi hoaks, menjaga keamanan data pribadi, serta memanfaatkan media digital secara produktif dan edukatif. Selain itu, pembentukan kelompok duta literasi digital berhasil mendorong keterlibatan aktif siswa sebagai agen perubahan dalam membangun budaya digital yang sehat di lingkungan sekolah. Program ini juga memperlihatkan bahwa pendekatan berbasis partisipasi siswa efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi dalam penguatan budaya literasi digital sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Membangun Etika Digital Gen-Z sebagai Upaya Pencegahan Ujaran Kebencian Guna Meningkatkan Literasi Digital di SMK Muhammadiyah 2 Penajam Paser Utara Rohmad Widodo; Budiono; Hari Windu Asrini
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8698

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan penggunaan media sosial oleh generasi muda, namun juga menghadirkan tantangan berupa rendahnya pemahaman etika digital yang dapat memicu munculnya ujaran kebencian di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun etika digital Gen-Z sebagai upaya pencegahan ujaran kebencian guna meningkatkan literasi digital di SMK Muhammadiyah 2 Penajam Paser Utara. Metode pengabdian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara, serta evaluasi pre-test dan post-test terhadap peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai etika digital, literasi digital, dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, dengan peningkatan nilai rata-rata dari 58,7 menjadi 82,4 setelah mengikuti kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan etika digital melalui pendekatan edukatif dan partisipatif mampu mendukung terbentuknya perilaku digital yang positif di lingkungan sekolah.
Sekolah Ramah Digital: Upaya Peningkatan Literasi Digital dan Kesadaran Etis Gen-Z di Dunia Maya Arif Prasetyo Wibowo; Abdurrohman Muzakki; Bustanol Arifin
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8699

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan tantangan bagi generasi muda dalam membangun perilaku penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, khususnya dalam aspek literasi digital dan kesadaran etis di dunia maya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kesadaran etis Gen-Z melalui program Sekolah Ramah Digital di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. Metode pengabdian menggunakan pendekatan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dengan nilai rata-rata dari 59,2 menjadi 84,1 setelah mengikuti program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui Sekolah Ramah Digital dapat menjadi model penguatan budaya digital sekolah yang mengintegrasikan kemampuan teknologi dan kesadaran etis peserta didik.