cover
Contact Name
Taufik Ampera
Contact Email
taufik.ampeera@gmail.com
Phone
+6282320798484
Journal Mail Official
ejournalmidang@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.unpad.ac.id/midang/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Midang
ISSN : -     EISSN : 2986657X     DOI : https://10.24198/midang
Midang adalah jurnal yang mencakup kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS, maka jurnal ini ditujukan untuk mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mencakup konsep, model dan implementasinya sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 120 Documents
PERSIAPAN AWAL PENGEMBANGAN DESA RAMAH ANAK BERBASIS LITERASI DIGITAL DI DESA CITENGAH KABUPATEN SUMEDANG SELATAN Zulkifli Mahmud, Erlina; Sobarna, Cece; Soraya Afsari, Asri
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58527

Abstract

Artikel ini ditulis sebagai luaran kegiatan pelaksanaan program Pengabdian pada Masyarakat terkait Pengembangan Desa Ramah Anak Berbasis Literasi Digital pada tahap awal. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dilakukan di Desa Citengah, Sumedang Selatan di bawah payung tema besar “Unpad Bermanfaat”. Pada tahap ini dilakukan inventarisasi kebutuhan di lapangan sebagai persiapan pengembangan Desa Ramah Anak berbasis literasi digital bekerjasama dengan mahasiswa KKNM. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Sunda sudah langka di Desa Citengah. Melalui metode penyuluhan, lalu dilakukan pemberian beberapa materi antara lain materi bahasa Sunda untuk mempertahankan budaya lokal dan pemberian materi bahasa Inggris untuk persiapan literasi digital. Metode yang dilakukan ada beberapa tahap yaitu observasi lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar menuju pengembangan desa Ramah Anak berbasis literasi digital. Metode berikutnya terkait hasil observasi yaitu penyuluhan antara lain dalam bentuk pemberian materi bahasa Sunda dan bahasa Inggris. Metode terakhir yaitu pemberian materi pendidikan sehubungan dengan mitra PPM ini adalah guru-guru PAUD, guru-guru Taman Kanak-Kanak (TK), guru-guru Sekolah Dasar, dan para orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat pada tahap awal ini berupa pembekalan bahasa dipersiapkan untuk melakukan Pengabdian pada tahap berikutnya yaitu Pengembangan Desa Ramah Anak Berbasis Literasi Digital.
REINVENTARISASI POTENSI DESA MARGAMEKAR: STUDI KASUS PENDAMPINGAN KARANG TARUNA PAMEKAR Gumilar, Trisna; Abdul Malik, Muhammad Zulfi; Subekti, Mega; Septriani, Hilda
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reinventarisasi potensi Desa Margamekar melalui pendampingan Karang Taruna Pamekar sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal. Pendampingan ini melibatkan identifikasi potensi ekonomi, sosial, dan budaya desa yang belum terkelola secara optimal. Metode yang digunakan dalam studi ini meliputi pendekatan partisipatif, wawancara mendalam dengan masyarakat, observasi langsung, dan diskusi kelompok terarah dengan anggota Karang Taruna Pamekar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Margamekar memiliki potensi besar di sektor pertanian, seni budaya, serta wisata alam yang dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan komunitas pemuda desa. Pengembangan potensi Desa Margamekar membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup perencanaan strategis, keterlibatan komunitas, pemahaman pasar, serta pemasaran yang efektif.
KOMUNITAS MUDA PENCINTA SENI KOROMONG DI DUSUN CIKUBANG, DESA SUKAHAYU, RANCAKALONG, SUMEDANG, JAWA BARAT Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58696

Abstract

Seni Koromong adalah sejenis kesenian tradisional dengan alat musik utama gamelan Koromong. Kesenian ini telah ada sejak lama dan masih eksis sampai dengan hari ini. Dalam perkembangannnya, seni Koromong tidak hanya dimainkan oleh para pemain senior, namun dimainkan pula oleh para generasi muda. Sebagai bentuk dukungan untuk komunitas muda pencinta seni Koromong tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program dokumentasi dalam bentuk pembuatan artikel feature dan booklet mengenai seni Koromong.
PELATIHAN KARINDING UNTUK REMAJA DESA HEGARMANAH: MENJAGA TRADISI DAN MEMBANGUN KESADARAN BUDAYA SEJAK DINI Prameswari, Vaneza Atalia Gusti
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.58724

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pentingnya pelatihan alat musik tradisional Karinding dalam melestarikan budaya lokal dan membangun identitas budaya remaja di Desa Hegarmanah. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi lapangan terhadap perkembangan keterampilan peserta, serta dokumentasi setiap sesi pelatihan. Selain itu, keterlibatan masyarakat juga di analisis sebagai bagian penting dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam membangun kesadaran budaya, memperkuat rasa identitas, serta meningkatkan rasa bangga terhadap warisan budaya di kalangan remaja. Kesimpulannya, pelatihan Karinding tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membentuk ekosistem budaya yang didukung oleh komunitas, yang berperan dalam keberlanjutan warisan budaya lokal.
SOSIALISASI BUDAYA HARMONI (WA) JEPANG TERHADAP SANTRI PESANTREN KILAT DI MESJID AL-ANSHOR MARGAHAYU RAYA KOTA BANDUNG Sunarni, Nani
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.58835

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya kepada para santri pesantren kilat di Mesjid Al Anshor ini difokuskan pada sosialisasi pengenalan budaya harmoni (Wa) dengan lingkungan alam. Dalam pendidikan pesantren tidak hanya disajikan muatan lokal berbasis agama Islam saja, namun dalam era globalisasi, pemahaman budaya harmoni (Wa) perlu diperkenalkan. Keharmonian antara manusia dengan lingkungan perlu diwujudkan. Sebagai upaya dalam mewujudkan keharmonian antara manusia demngan alam lingkungannya perlu disampaikan melalui penanaman pendidikan  kesadaran terhadap alam dan lingkungan yang disajikan dalam kurikulum pesantren. Kesadaran keharmonian manusia dengan lingkungan alam tercantum pula pada Al Qur’an. Manusia seharusnya memelihara dan menjauhi perusakan alam. Namun, di Indonesia khususnya di kalangan para santri pun masih kurangnya kesadaran yang disebabkan oleh idealisme manusia. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, menjadikan para santri pesantren kilat di Mesjid Al Anshor ini termotivasi untuk lebih dapat meningkatkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam khususnya harmoni dengan lingkungan dalam kehidupan sehari-harinya.
MEWARISKAN INGATAN BENCANA Partisipasi Peneliti Ilmu Sejarah Unpad dalam Penelitian dan Peringatan Bencana Sangiang 1980 di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka Gustaman, Budi; Jaelani, Gani A.; Rahman, Fadly
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61267

Abstract

Pada 26 Desember 1981, lima kampung di Desa Sangiang Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka dilanda banjir bandang yang menewaskan sebanyak 139 orang tewas, 124 luka-luka, dan 14 orang dinyatakan hilang. Bencana banjir bandang yang didahului longsor di perbukitan tersebut menjadi suatu bencana nasional yang membuat Presiden Soeharto datang langsung ke lokasi bencana untuk upaya relokasi. Bencana yang terjadi pada 44 tahun lalu tersebut hingga sekarang masih terekam dalam memori kolektif masyarakat Desa Sangiang, dengan suatu persoalan perihal pewarisan ingatan bencana kepada generasi muda yang semakin tereduksi oleh waktu dan perkembangan zaman. Untuk itu, kegiatan PPM ini berfokus pada partisipasi terhadap upaya pewarisan ingatan bencana melalui riset dan peringatan bencana pada 26 Desember 2024 lalu. Ada tiga temuan penting yang didapat dari kegiatan tersebut. Pertama, kegiatan PPM ini didahului oleh kegiatan riset sejarah bencana Sangiang yang dilakukan tim peneliti dari Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, yang dalam pelaksanannya memberikan sumbangsih berupa penyediaan data tentang bencana katastropik tersebut. Suatu kondisi yang sebelumnya tidak dimiliki oleh masyarakat Desa Sangiang. Kedua, berdasarkan riset tim peneliti, masyarakat mendapatkan informasi yang komprehensif perihal bencana yang pernah terjadi di wilayahnya sehingga menjadi bahan kajian masyarakat dalam upaya pewarisan ingatan yang berkontinuitas. Ketiga, pada 26 Desember 2024 lalu, masyarakat Desa Sangiang mencoba untuk mengemas peringatan bencana dengan pemberian edukasi serta informasi yang aktual dan faktual, dengan menggandeng tim peneliti Unpad, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Majalengka, pegiatan budaya, dan masyarakat umum, baik para saksi hidup maupun para generasi muda. Kegiatan PPM ini menjadi sumbangsih nyata bagi masyarakat Desa Sangiang yang memiliki visi dalam pewarisan ingatan bencana yang terarah dan berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN SEBAGAI ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kosasih, Ade; Sofianto, Kunto; Nugrahanto, Widyo; Septiani, Ayu
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61446

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab para akademisi. Dalam pelaksanaannya, pengabdian yang ideal adalah berupa  pemberdayaan (empowering), sehingga masyarakat akan memiliki kekuatan setelah tidak didampingi lagi oleh akademisi. Dalam pemberdayaan, upaya yang harus dibangkitkan adalah partisipasi, masyarakat menjadi pusat kegiatan, serta menciptakan kemandirian. Artikel ini bertujuan mengungkapkan pandangan konseptual tentang pemberdayaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar tidak terjadi pelaksanaan pengabdian yang tidak tepat konsep dan pelaksanaannya.  Pengungkapan  maksud tersebut dilakukan dengan cara memaparkan konsep dasar dalam pemberdayaan yang bercirikan tiga hal tersebut, yaitu partisipasi, berbasis masyarakat, dan mewujudkan kemandirian. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan cara menggali secara cermat berbagai pandangan tentang pemberdayaan dalam berbagai publikasi ilmiah. Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, pemberdayaanlah yang tepat karena masyarakat itu sendiri banyak terlibat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksana pengabdian hanya berperan sebagai fasilitator yang menghindari kecenderungan melakukan intervensi. Partisipasi merupakan bentuk peran serta khalayak secara sukarela tanpa mobilisasi dan tekanan. Berbasis masyarakat berarti seluruh tindakan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi karena setiap masyarakat mempunyai potensi dan masalah yang berbeda-beda. Kemandirian merupakan wujud bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk melaksanakan harapan dan cita-citanya tanpa terus didampingi oleh fasilitator.
PENINGKATAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI KEGIATAN PELATIHAN SENI SONGAH PADA SISWA SEKOLAH BUDAYA DESA CITENGAH, SUMEDANG SELATAN Ampera, Taufik; Mumuh Muhsin Zakaria, Mumuh; Yohana Risa Garniwa, Yuyu; Abdul Malik, M. Zulfi
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61543

Abstract

Kecerdasan interpersonal merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial dan emosional siswa, terutama dalam lingkungan pendidikan berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pelatihan seni Songah pada siswa Sekolah Budaya di Desa Citengah, Sumedang Selatan. Seni Songah, sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional khas daerah, tidak hanya mengajarkan keterampilan artistik tetapi juga menumbuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan empati antarindividu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa yang mengikuti pelatihan seni Songah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan seni ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kecerdasan interpersonal mereka, terutama dalam hal interaksi sosial, pemecahan konflik, serta kerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, kegiatan seni berbasis budaya seperti Songah dapat menjadi strategi efektif dalam pengembangan kecerdasan interpersonal siswa, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
EDUKASI NILAI-NILAI ISLAM PADA DISIPLIN HIDUP MASYARAKAT KASEPUHAN SINAR RESMI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI Firmansyah, Eka Kurnia; Indrayani, Lia Maulia
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61545

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh tim dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman agama dan budaya lain pada disiplin hidup di lingkungan Kasepuhan. Masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi masih berpegang teguh kepada adat istiadat warisan leluhurnya, namun dalam hal ini bukan berarti mereka tetutup terhadap kemajuan teknologi, tetapi ada tradisi-tradisi tertentu yang masih mereka pertahankan. Masyarakat ini pada intinya melestarikan warisan tradisi leluhur baik yang berkaitan dengan cara bertani yang khas, seperti bersawah ataupun berladang (ngahuma) serta tradisi-tradisi lainnya yang masih dipertahankan. Walaupun demikian, sebagaimana sifat dari kebudayaan bahwa kebudayaan akan selalu berkembang dan berubah (dinamis). Solusi yang ditawarkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi para pemuda dan ibu-ibu sebagai incu putu di Kasepuhan dalam bentuk edukasi dengan materi yang mencakup perbandingan budaya Kasepuhan dengan budaya Jepang serta nilai-nilai religi dalam mempertahankan budaya dan adat istiadat.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan mengadakan pelatihan, ceramah dan diskusi interaktif dengan pemuda dan ibu-ibu Kasepuhan Sinar Resmi. Selama 3 bulan berjalannya kegiatan, tim PPM di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok telah melaksanakan 3 agenda utama, yaitu: 1) observasi lapangan sebagai identifikasi awal untuk menggali informasi tentang kebutuhan primer para incu putu tersebut; 2) menginventarisir kosakata budaya yang digunakan di Kasepuhan; 3) Pelatihan Sesi Pertama bagi para pemuda dan ibu-ibu pengajian.Hasil kegiatan yang dilakukan adalah kemampuan dan pemahaman agama para penyuluh agama/ guru agama sebagai fasilitator dalam kegiatan beragama di Kasepuhan, anak-anak dan ibu-ibu pengajian terhadap ritual dan adat istiadat yang dilaksanakan.  
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMPERKENALKAN SENI KOROMONG Sopian, Rahmat; Meganova Lyra, Hera; Ruhimat, Mamat
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61549

Abstract

Seni Koromong adalah sebuah seni pertunjukkan yang ada di Dusun Cikubang, Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Seni ini merupakan warisan budaya yang syarat dengan nilai-nilai luhung. Kesenian ini muncul dan tumbuh bersama masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta khususnya kepada warga Dusun Cikubang. Sebagai upaya edukasi kepada masyarakat luas dan pelestarian seni Koromong, tim PPM FIB Unpad bekerjasama dengan tim Mahasiswa KKN-PPM 2024 Universitas Padjadjaran kelompok 19 membuat program pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan seni Koromong. Media sosial yang digunakan adalah Instagram dan TikTok yang menampilkan video-video pendek dan poster terkait seni Koromong. Dalam waktu satu bulan, konten-konten yang ditampilkan telah ditayangkan lebih dari sembilan ribu tayangan.

Page 10 of 12 | Total Record : 120