cover
Contact Name
Iwan Tri Bowo
Contact Email
iwantb@umpri.ac.id
Phone
+6285601771179
Journal Mail Official
jbn.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Pringsewu JL. KH Ahmad Dahlan No. 112 Pringsewu Lampung 35373 Phone: 085601771179
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25488651     EISSN : 25488651     DOI : DOI: https://doi.org/10.52657/bagimunegeri
Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juni dan Desember Journal Homepage Image Jurnal Bagimu Negeri (JBN) merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk Kegiatan Pengabdian, dengan nomor E-ISSN 2548-866X dan P-ISSN 2548-8651 adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Penerbitan jurnal dilakukan setiap 6 Bulan sekali, yaitu bulan Juli dan Desember Scope Jurnal 1. Education, 2. Teaching, 3. Counseling, 4. Training, 5. Socializing, 6. Mentoring, 7. Coaching,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2025)" : 61 Documents clear
KESIAPAN LITERASI MEMBACA SISWA DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM DI SEKOLAH DASAR Ajeng Anisa Ulfatul Azizah; Arman; Adinda Selvien Prasetya Wibowo; Massyura Awwaly Zahra; Agesti Hakiki; Ardha Elita Asyifa
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan literasi membaca siswa sekolah dasar dalam konteks implementasi pembelajaran mendalam (deep learning). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 30 sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal nasional dan internasional terkini mengenai literasi membaca, pembelajaran mendalam, serta kesiapan institusional pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi membaca berperan penting sebagai fondasi bagi pelaksanaan pembelajaran mendalam, karena keduanya sama-sama menekankan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Namun, tantangan utama terletak pada rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa, kurangnya kesiapan guru, serta minimnya dukungan kebijakan dan sarana pembelajaran berbasis teknologi. Beberapa strategi yang direkomendasikan mencakup pelatihan guru berbasis deep reading, pengembangan media literasi digital interaktif, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menumbuhkan budaya literasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran mendalam sangat bergantung pada kesiapan literasi membaca siswa dan ekosistem pendidikan yang mendukungnya.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN DASAR Muhammad Naufal Aziz; Deny Apriyani Juhri; Haliza Faroka; Nabila Fazlintia Putri; Untszaa Unzilla; Suwarsih
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar melalui kajian pustaka terhadap berbagai penelitian relevan tahun 2019–2025. Dengan menggunakan metode kualitatif studi pustaka, hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi sains, keterampilan proses, serta pembentukan karakter dan identitas budaya siswa. Kearifan lokal berfungsi sebagai konteks pembelajaran yang konkret dan bermakna, menjembatani konsep sains dengan pengalaman sosial-budaya peserta didik. Model konseptual yang dihasilkan menempatkan kearifan lokal sebagai konteks awal pembelajaran, proses berbasis ethnoscience sebagai penggerak, dan hasil belajar serta karakter siswa sebagai keluaran. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan kompetensi guru dan panduan kurikulum, pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal sejalan dengan arah Kurikulum Merdeka dan berkontribusi terhadap pembentukan Profil Pelajar Pancasila yang berkarakter, bernalar kritis, dan beridentitas budaya Indonesia.
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM DI SEKOLAH DASAR Elga Nur Fauziah; Arman; Zahra Humaira; Arlinda Hartri Ningrum; Aisyatun Rosyidah; Yongki Deo Permana
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal pada pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang diakses melalui Google Scholar, SINTA, dan Sispace dengan rentang waktu lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, analisis isi, dan sintesis temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal memiliki potensi besar dalam memperkaya pendekatan pembelajaran mendalam melalui penguatan nilai-nilai budaya, peningkatan kemampuan berpikir kritis, dan pengembangan karakter peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan konteks budaya dengan pengetahuan ilmiah melalui strategi kontekstual, diferensiatif, dan berbasis inkuiri. Temuan juga mengindikasikan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran berbasis budaya lokal mampu meningkatkan relevansi dan daya tarik proses belajar. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pendekatan pembelajaran mendalam dapat membentuk siswa yang berkarakter, beridentitas budaya, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
LITERASI DIGITAL GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI ERA Hera Wati; Arman; Ike Wulandari; Sandra Febri Prabekti; Afifatur Rifqiah; Nung Sari Asih; Farah Amelia
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran literasi digital guru sekolah dasar dalam pengembangan media pembelajaran interaktif di era 5.0. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian melibatkan 10 guru di SD Negeri 2 Sukoharjo 3 yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui angket yang memuat empat dimensi literasi digital, yaitu akses informasi digital, pemahaman dan evaluasi konten digital, penciptaan media pembelajaran interaktif, serta etika dan keamanan penggunaan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital guru berada pada kategori sangat tinggi, dengan capaian rata-rata 90%. Dimensi penciptaan media interaktif dan etika digital memperoleh capaian tertinggi (93,3%), sedangkan dimensi evaluasi konten digital memiliki capaian terendah (85%). Temuan ini menunjukkan bahwa guru telah memiliki kompetensi digital yang baik dalam menggunakan teknologi pembelajaran, namun masih perlu penguatan pada aspek evaluasi konten digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pemangku kebijakan dalam merancang program peningkatan kompetensi literasi digital guru di era 5.0.
IMPLEMENTASI LINGKUNGAN BELAJAR RAMAH LINGKUNGAN DI SEKOLAH ADIWIYATA UPT SD NEGERI 1 PATOMAN Fifi Aleyda Yahya; Deny Apriyani Juhri; Revina Anessa Putri; Aina Putri Vanessa; Mita Anggraini Putri; Dimas Pratama; Fatimatus Zahro
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi lingkungan belajar ramah lingkungan di sekolah Adiwiyata dengan fokus pada kebijakan, partisipasi warga sekolah, dan pengelolaan sarana prasarana. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data diperoleh melalui angket kepada 22 responden yang terdiri atas guru dan siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat implementasi program berada pada kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata 3,65 dan standar deviasi 0,12. Seluruh responden menunjukkan tingkat persetujuan tinggi terhadap indikator kebijakan dan praktik ramah lingkungan. Penerapan program Adiwiyata terbukti berkontribusi terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan, peningkatan partisipasi siswa, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem sekolah. Temuan penelitian ini memperkuat hasil kajian terdahulu dan menunjukkan bahwa lingkungan belajar ramah lingkungan berperan penting dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan di sekolah dasar.
PERMASALAHAN MATEMATIKA YANG ADA DI SEKOLAH DASAR Hesti Restiana; Arman; Melisa Karenina; Elda Fazira; Syifa Urrohmah; Bagas Valentino
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menghimpun dan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar menghadapi berbagai hambatan yang kompleks, di antaranya rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, keterbatasan kompetensi guru, kurikulum yang padat, minimnya sarana dan prasarana, serta perbedaan kemampuan akademik antar siswa. Faktor-faktor tersebut saling berpengaruh dan berdampak terhadap rendahnya pemahaman konsep serta kemampuan berpikir logis dan kritis siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran melalui pelatihan guru, penyediaan sarana yang memadai, serta penerapan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berpusat pada siswa. Dengan pendekatan yang menyeluruh, diharapkan pembelajaran matematika dapat menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan efektif dalam membangun fondasi berpikir kritis serta literasi numerasi siswa sejak dini.
DEEP LEARNING SEBAGAI INOVASI TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN ADAPTIF DI SEKOLAH DASAR Nadia Rismala Dewi; Arman; Adis Sefhira; Nadia Fadillah Azhas; Indah Setiawati; Regita Octaviani; Irma Hestiana
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran deep learning sebagai inovasi teknologi dalam mendukung pembelajaran adaptif di sekolah dasar melalui pendekatan studi pustaka (literature review). Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan terkait penerapan deep learning dalam konteks pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menyediakan sistem yang adaptif, personal, dan berbasis data, sehingga setiap siswa memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Selain itu, teknologi ini mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kemandirian belajar, dan kreativitas. Namun demikian, penerapannya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kompetensi guru dalam bidang teknologi, serta kurangnya dukungan kebijakan pendidikan yang komprehensif. Oleh karena itu, sinergi antara guru, lembaga pendidikan, dan pembuat kebijakan diperlukan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif, cerdas, dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi deep learning bukan sekadar transformasi teknologi, melainkan juga merupakan langkah strategis menuju inovasi pendidikan dasar yang responsif terhadap perkembangan era digital
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KRISIS PENDAFTARAN MURID BARU DI SEKOLAH DASAR DAERAH TERPENCIL Fitri Febi Yola; Arman; Adzis Ihdza Mahendra; Vindra Alfitra; Meli Apriliani; Yosita Destriani
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab krisis pendaftaran murid baru di sekolah dasar daerah terpencil serta merumuskan strategi penanganan yang kontekstual. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode survei, melibatkan guru dan kepala sekolah di SDN 2 Sriwungu dan SDN 1 Banjarejo sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis pendaftaran murid baru disebabkan oleh interaksi berbagai faktor, yakni keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis yang sulit dijangkau, tekanan sosial-ekonomi keluarga, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Selain itu, kebijakan pendidikan yang masih terpusat dan minimnya kemandirian sekolah turut memperparah kondisi tersebut. Secara saintifik, temuan ini menegaskan bahwa penyelesaian masalah pendidikan di wilayah terpencil memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek struktural, sosial, dan budaya. Upaya kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan kesenjangan akses pendidikan dasar di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
INOVASI GURU: MENGINTEGRASIKAN DEEP LEARNING DENGAN EKSPERIMEN VISUAL DI KELAS Lailatul Fadilah; Deny Apriyani Juhri; Fitria Alfiani; Declara Puspameta Susilo; Dede Jaoharoh; Tegar Saputra; Reni Kartika Putri
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk inovasi guru dalam mengintegrasikan deep learning dengan eksperimen visual di kelas sebagai upaya mewujudkan pembelajaran yang mendalam, adaptif, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Pringsewu pada bulan September hingga Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi nonpartisipan terhadap guru dan siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan lima dimensi utama inovasi guru, yaitu: performa guru dalam pembelajaran berbasis deep learning, integrasi visual dalam pembelajaran, inovasi strategi instruksional, penerapan deep learning di kelas, dan pemantauan perilaku guru serta siswa. Integrasi deep learning dengan eksperimen visual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan kognitif, memperkuat pemahaman konseptual, dan menciptakan interaksi belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini menegaskan bahwa guru berperan sebagai inovator pembelajaran yang mampu menggabungkan kecerdasan buatan dengan kreativitas pedagogis untuk mengembangkan pembelajaran abad ke-21.
PERSEPSI GURU TERHADAP PENERAPAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH DASAR Akbar Almaaruf; Deny Apriyani Juhri; Dyah Ayu; Hengki Pangestu; Linda Nurmalasari; Melani Fathul Inayah
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru sekolah dasar terhadap penerapan pendekatan Deep Learning di UPT SD Negeri 1 Ambarawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap penerapan Deep Learning karena dinilai relevan dengan karakteristik siswa sekolah dasar dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Namun, pemahaman guru terhadap konsep ini masih terbatas pada tataran konseptual dan belum sepenuhnya terimplementasi dalam praktik pembelajaran. Hambatan utama yang dihadapi guru meliputi kurangnya pelatihan, keterbatasan dukungan kelembagaan, serta minimnya sumber daya dan pendampingan berkelanjutan. Meskipun demikian, guru menilai bahwa Deep Learning mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan jika diintegrasikan secara tepat. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berbasis praktik, kolaborasi profesional, serta dukungan kebijakan yang berorientasi pada inovasi pembelajaran agar penerapan Deep Learning dapat berjalan efektif di sekolah dasar.