cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 424 Documents
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Poster Bersuara Terhadap Kemampuan Berbahasa Pada Anak Usia Dini di TK Widya Kumara Graha, Desa Pegadungan Luh Debby Armita Yani; I Putu Yoga Purandina; I Komang Sesara Ariyana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran interaktif poster bersuara terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini kelompok B di TK Widya Kumara Graha, Desa Pegadungan. Masalah utama yang melatarbelakangi riset ini adalah rendahnya kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak akibat keterbatasan variasi media pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi-experiment) melalui desain post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 37 siswa, yang terbagi menjadi kelompok B1 (19 anak) sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan poster bersuara, dan kelompok B2 (18 anak) sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui metode tes kinerja serta dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial (uji-t) berbantuan SPSS versi 27. Hasil analisis pascates (post-test) menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, dengan capaian nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 19,42 (kategori Berkembang Sangat Baik) sedangkan kelompok kontrol hanya sebesar 15,27 (kategori Mulai Berkembang). Selanjutnya, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,000 < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif poster bersuara berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini. Kombinasi unsur visual dan audio pada media tersebut terbukti efektif membantu anak dalam memperkaya kosakata dan melatih kemampuan menyimak.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Media Busy Board di TK Kumbari Febe Trimulaxi Febe; Nurdin Salama; Rahmatia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1047

Abstract

Peineilitian ini dilaksanakan deingan tujuan untuk meingeitahui peiningkatan peinggunaan meidia Busy Board dalam meiningkatkan keimampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Kumbari, Deisa Sassa, Kabupatein Luwu Utara. Meitodei yang digunakan adalah Peineilitian Tindakan Keilas (PTK) deingan modeil Keimmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus meilalui tahapan peireincanaan, peilaksanaan tindakan, obseirvasi, dan reifleiksi. Subjeik peineilitian beirjumlah 12 anak yang teirdiri atas 5 anak laki-laki dan 7 anak peireimpuan. Data dikumpulkan meilalui obseirvasi dan dokumeintasi, keimudian dianalisis meinggunakan teiknik deiskriptif kuantitatif deingan peindeikatan peirseintasei. Kriteiria keibeirhasilan peineilitian diteitapkan seibeisar ≥75%. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa peinggunaan meidia Busy Board mampu meiningkatkan keimampuan motorik halus anak. Pada kondisi awal, 58% anak beirada pada kateigori Beilum Beirkeimbang (BB), 25% pada kateigori Mulai Beirkeimbang (MB), dan 17% pada kateigori Beirkeimbang Seisuai Harapan (BSH). Seiteilah peilaksanaan tindakan pada Siklus I, keimampuan motorik halus anak meiningkat, namun beilum meincapai indikator keibeirhasilan. Pada Siklus II, seibanyak 83% anak teilah meincapai kateigori Beirkeimbang Seisuai Harapan (BSH) dan Beirkeimbang Sangat Baik (BSB), seihingga kriteiria keibeirhasilan peineilitian teirpeinuhi. Teimuan ini meingimplikasikan bahwa meidia Busy Board dapat digunakan seibagai alteirnatif meidia peimbeilajaran yang eifeiktif untuk meinstimulasi keimampuan motorik halus dan meiningkatkan keimandirian anak usia dini.
Dampak Pola Makan Junk Food Terhadap Kesehatan Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Tunas Harapan Niar; Nurdin Salama; Hikrawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1048

Abstract

Pola makan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesehatan dan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan pola makan anak, peran guru dan orang tua dalam membimbing pola makan, serta dampak konsumsi junk food terhadap kesehatan anak usia 4-5 tahun di TK Tunas Harapan Kecamatan Seko. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 17 anak, 1 kepala sekolah, 1 guru, dan orang tua sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan anak masih didominasi konsumsi junk food seperti kerupuk, snack kemasan, siomay, minuman manis, dan es lilin. Guru dan orang tua telah melakukan edukasi, pengawasan, serta tindakan konsumsi junk food , namun belum optimal karena pengaruh lingkungan dan kebiasaan anak. Dampak yang ditemukan meliputi gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan gangguan tenggorokan, serta menurunnya konsentrasi dan semangat belajar anak. Implikasi diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan orang tua dalam membentuk kebiasaan makan sehat guna mendukung kesehatan dan perkembangan anak secara optimal.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Outbound Pada Kelompok B Di Tk Nurul Hikmah Nurhidayah Rasyid; Nurdin Salama; Hajeni Hajeni
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan outbound kelompok B di TK Nurul Hikmah. Peineilitian ini meinggunakan meitodei peineilitian tindakan keilas yang diteirapkan oleih Kurt Leiwin deingan komponein meiliputi peireincanaan, peilaksanaan, peingamatan, dan reifleiksi. Teiknik peingumpulan data yang digunakan ialah obseirvasi, wawancara, dan dokumeintasi. Teknik analisis data menggunakan rumus untuk mencari persentase untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik kasar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan outbound dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Hal tes ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar anak pada prasiklus tidak ada anak yang berimbang sangat baik, pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 2 anak berimbang sangat baik dan 3 anak berimbang sesuai harapan dengan persentase 36%, dan pada siklus II bertambah lagi menjadi 7 anak didik berimbang sangat baik dan 5 berimbang sesuai harapan dengan persentase 86%. Melihat hasil akhir pada siklus II, maka kemampuan hasil belajar atau bermain anak didik dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar telah tercapai sesuai target yang diharapkan
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Literasi, dan Kolaborasi Siswa Menggunakan Model Pembelajaran PELITA di Sekolah Dasar Tri Firdia Agustia Rahmi; Wahdah Refia Rafianti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1070

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya keterampilan berpikir kritis, literasi, dan kolaborasi siswa akibat pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, kurang bervariasinya model pembelajaran, serta rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, literasi, dan kolaborasi melalui penerapan model pembelajaran PELITA. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan selama empat pertemuan pada 25 siswa kelas V SDN Berangas 2 tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk persentase untuk menunjukkan perkembangan keterampilan siswa pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis meningkat dari 40% menjadi 88%, keterampilan literasi dari 40% menjadi 92%, dan keterampilan kolaborasi dari 48% menjadi 96%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran PELITA mampu memfasilitasi pembelajaran yang lebih aktif sehingga ketiga keterampilan berkembang secara bertahap. Temuan ini memberikan alternatif bagi guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang berpusat pada siswa.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Kerja Sama Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPAS Menggunakan Model PILAR di SDN Sungai Lulut 3 Eka Widiya Lestari; Wahdah Refia Rafianti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1071

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Sungai Lulut 3 menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PILAR yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Think Pair Share (TPS), dan Teams Games Tournament (TGT). Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan terhadap 12 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, penilaian keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, serta tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase klasikal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek, yaitu aktivitas guru dari 68% menjadi 96%, aktivitas siswa dari 42% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis dari 25% menjadi 83%, komunikasi dari 33% menjadi 92%, kerja sama dari 42% menjadi 100%, serta hasil belajar afektif, kognitif, dan psikomotorik masing-masing mencapai 92%, 83%, dan 92%. Dengan demikian, model PILAR efektif meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi, berpikir Kritis, dan Komunikasi Siswa Pembelajaran IPAS Menggunakan Model PANAH Kelas IV Annisa Fitriani; wahdah refia rafianti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1073

Abstract

Rendahnya aktivitas siswa, keterampilan kolaborasi, berpikir kritis, komunikasi, dan hasil belajar pada pembelajaran IPAS disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga kurang menarik dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan aktivitas siswa, keterampilan kolaborasi, berpikir kritis, komunikasi, dan hasil belajar melalui penerapan model PANAH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 22 siswa kelas IV SDN Sungai Lulut 7 tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes tertulis, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PANAH mengalami peningkatan pada setiap pertemuan. Pada pertemuan keempat, aktivitas guru meningkat dari 22% menjadi 32%, aktivitas siswa, keterampilan kolaborasi dan keterampilan komunikasi meningkat dari 23% menjadi 91%, sedangkan keterampilan berpikir kritis meningkat dari 18% menjadi 82%. Dengan demikian, model PANAH efektif meningkatkan aktivitas guru dan siswa, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS serta berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa
Implementasi Metode Montessori dalam Pembelajaran Sensorik Anak Usia 4 Sampai 5 Tahun: Studi Kasus di Yannahwittaya School, Thailand Syahira Maherza; Zuliana Zuliana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.1075

Abstract

Perkembangan sensorik merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan pada anak usia dini melalui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah metode Montessori yang berpusat pada anak dan menggunakan alat peraga sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode Montessori dalam pembelajaran sensorik anak usia 4–5 tahun di Yannahwittaya School, Thailand. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan sensorik, penggunaan alat peraga Montessori, peran guru dalam mendampingi anak, serta respons anak selama proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai penerapan metode Montessori dalam menstimulasi kemampuan sensorik anak melalui kegiatan yang terstruktur, menyenangkan, dan memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi guru dan lembaga pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan pembelajaran sensorik yang berpusat pada anak serta sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Media Plastisin pada Anak Usia Dini 5–6 Tahun di TK Tunas Harapan;p[kji Ismawati Ismawati; Syamsul Alam Ramli; Rahmatia Rahmatia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1082

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Tunas Harapan Desa Lodang Kecamatan Seko melalui media plastisin. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 16 anak Kelompok B (4 perempuan dan 12 laki-laki). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: pada prasiklus terdapat 10 anak (62,5%) kategori Belum Berkembang (BB) dan 6 anak (37,5%) kategori Mulai Berkembang (MB). Pada Siklus I, 4 anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada akhir Siklus II, 10 anak (100%) mencapai Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 6 anak (75%) BSH, dengan rata-rata keseluruhan  100%. Temuan ini membuktikan bahwa media plastisin efektif meningkatkan kemampuan motorik halus yang meliputi koordinasi mata-tangan, kekuatan otot jari, dan keterampilan manipulasi pada anak usia dini. Penggunaan media plastisin dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini dan dapat menjadi referensi bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif.
Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab pada Jenjang Madrasah Ibtidaiyah: Studi Kasus di MI Al-Kautsar Dendang Arofa Arofa; Aminudin Aminudin
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1087

Abstract

Manajemen pembelajaran merupakan faktor penting dalam menjamin efektivitas pembelajaran bahasa Arab di madrasah ibtidaiyah, namun implementasinya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi masih memerlukan kajian yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembelajaran bahasa Arab di MI Al-Kautsar Dendang melalui ketiga fungsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala madrasah, guru bahasa Arab, dan delapan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah disusun secara sistematis melalui penyusunan perangkat pembelajaran yang memuat tujuan, materi, metode, media, dan penilaian. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung sesuai perencanaan melalui penerapan metode Intiqā'iyyah, pengelolaan interaksi belajar yang aktif, serta penggunaan media yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan melalui observasi, tes lisan, tes tertulis, penugasan, dan pemberian umpan balik sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas manajemen pembelajaran bahasa Arab dibangun melalui sinergi antara fungsi manajerial kepala madrasah, kompetensi pedagogis guru, dan keterlibatan aktif peserta didik sehingga dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab di madrasah ibtidaiyah.