cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 483 Documents
Pengaruh Lagu Anak Digital Melalui Youtube Kids Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Ni Luh suryani; I Putu Yoga Purandina; Kadek Ari Wisudayanti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lagu anak digital melalui YouTube Kids terhadap perkembangan bahasa anak usia dini kelompok B. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimen (Quasi Eksperimental Design) dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 64 anak serta sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik random sampling dengan cara menggunakan lotre, yang terdiri dari 16 anak kelompok B2 sebagai kelompok eksperimen dan 16 anak kelompok B1 sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi serta analisis datanya menggunakan uji statistik t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam perkembangan bahasa antara anak yang dibelajarkan menggunakan lagu anak digital melalui YouTube Kids dengan anak yang tidak dibelajarkan menggunakan lagu anak digital melalui YouTube Kids. Hal tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan uji-t independent sample t-test yang menunjukkan hasil bahwa nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 yang berarti bahwa nilai signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05 dimana 0,000 < 0,05. Sesuai dengan ketentuan uji-t maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh lagu anak digital melalui YouTube Kids terhadap perkembangan bahasa anak usia dini kelompok B di TK Widya Guna Madenan.
Pengaruh Media Storytelling Youtube Riri Cerita Anak Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Luh Mulya Eni; I Putu Yoga Purandina; Ni Putu Widyasanti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media storytelling YouTube riri cerita anak terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimen (Quasi Eksperimental Design) dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 54 anak serta sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik random sampling dengan cara menggunakan lotre, yang terdiri dari 18 anak kelompok B1 sebagai kelompok eksperimen dan 18 anak kelompok B2 sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi serta analisis datanya menggunakan uji statistik t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan motorik halus antara anak yang dibelajarkan menggunakan media storytelling YouTube riri cerita anak dengan anak yang tidak dibelajarkan menggunakan media storytelling YouTube riri cerita anak. Hal tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan uji-t independent sample t-test yang menunjukkan hasil bahwa nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 yang berarti bahwa nilai signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05 dimana 0,000 < 0,05. Sesuai dengan ketentuan uji-t maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media storytelling YouTube riri cerita anak terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Silayukti Sambirenteng.
Peran Kegiatan Estafet Menyusun Ring Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Ni Kadek Novi Kristina Dewi; Ni Putu Widyasanti; I Komang Sesara Ariyana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1004

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan yang perlu distimulasi secara optimal sejak usia dini karena berperan sebagai dasar dalam proses berpikir, memecahkan masalah, dan memahami berbagai konsep yang akan digunakan anak pada tahap perkembangan berikutnya. Salah satu kegiatan pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan kognitif adalah permainan edukatif berbasis aktivitas fisik, seperti kegiatan estafet menyusun ring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kegiatan estafet menyusun ring dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini di TK Kartini Putra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelompok B, dan anak kelompok B yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan estafet menyusun ring berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kemampuan mengelompokkan dan mengurutkan benda berdasarkan ukuran maupun warna, meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kemampuan memecahkan masalah sederhana, serta kemampuan mengikuti aturan permainan. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan didukung oleh perencanaan pembelajaran yang sistematis, media yang sesuai, serta keterlibatan aktif guru dalam memberikan bimbingan kepada anak. Kendala yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan anak, keterbatasan konsentrasi, dan jumlah media pembelajaran yang terbatas. Kendala tersebut diatasi melalui pemberian pendampingan individual, pengulangan instruksi, pengelompokan anak secara heterogen, serta variasi kegiatan pembelajaran. Kegiatan estafet menyusun ring dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi perkembangan kognitif anak usia dini.
Analisis Kegiatan Membuat Kecambah Terhadap Keterampilan Proses Sains Pada Anak Usia Dini Komang Ayu Ariani; Ni Putu Widyasanti; Kadek Ari Wisudayanti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan membuat kecambah dalam mengembangkan keterampilan proses sains anak usia dini di TK Kartini Putra serta mendeskripsikan aspek-aspek keterampilan proses sains yang berkembang melalui kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Kartini Putra yang berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membuat kecambah mampu memberikan pengalaman belajar sains yang konkret, aktif, dan bermakna bagi anak usia dini. Melalui kegiatan tersebut anak terlibat langsung dalam proses mengamati perubahan biji menjadi kecambah, mengenali ciri-ciri pertumbuhan tanaman, membandingkan perubahan yang terjadi, mengelompokkan hasil pengamatan, melakukan pengukuran sederhana, serta mengomunikasikan hasil temuannya. Kegiatan membuat kecambah juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, sikap teliti, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir ilmiah sederhana pada anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains berbasis eksperimen sederhana sesuai dengan karakteristik anak usia dini karena memberikan kesempatan kepada anak untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Kegiatan membuat kecambah dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi keterampilan proses sains anak usia dini secara kontekstual dan menyenangkan.
Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Kolaborasi, Komunikasi dan Hasil Belajar Menggunakan Model PRISMA di Sekolah Dasar Nurus Syifa; Aslamiah Aslamiah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1009

Abstract

Pembentukan kesadaran hukum sejak usia dini merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Lingkungan pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan melalui berbagai praktik pendidikan yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah. Salah satu bentuk yang dapat dilakukan adalah melalui pembiasaan tata tertib sekolah yang berfungsi sebagai pedoman perilaku bagi peserta didik dalam menjalankan aktivitas belajar dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanaman kesadaran hukum pada peserta didik dalam lingkungan pendidikan dasar melalui pembiasaan tata tertib sekolah di SDIT Kasih Ibu Kecamatan Karawang Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, serta peserta didik sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman kesadaran hukum pada peserta didik dilakukan melalui penerapan tata tertib sekolah yang dibiasakan secara konsisten dalam kegiatan belajar dan aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah. Peran guru sebagai pembimbing dan teladan turut memperkuat proses pembentukan perilaku disiplin dan kepatuhan terhadap aturan pada peserta didik. Pembiasaan tata tertib sekolah menjadi sarana pendidikan yang membantu siswa memahami makna aturan serta menyesuaikan perilaku dengan norma yang berlaku di lingkungan pendidikan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembiasaan tata tertib sekolah dapat menjadi strategi pendidikan karakter yang efektif dalam menanamkan kesadaran hukum pada peserta didik di tingkat pendidikan dasar
Model PROJEXA dalam Mengembangkan Aspek Kognitif Mengenal Bentuk Geometri pada Anak Usia Dini Nahdiati Nahdiati; Fathul Jannah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1040

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan aspek kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurang bervariasinya model dan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas guru, aktivitas anak, serta peningkatan perkembangan aspek kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model PROJEXA yang mengintegrasikan Project Based Learning dan Example Non Example berbantuan media kertas origami dalam pembelajaran pengenalan bentuk geometri pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan pada 15 anak Kelompok B1 TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis kecenderungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 69% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan keempat dengan kriteria sangat baik. Aktivitas anak meningkat dari 33% menjadi 87% dengan kriteria sangat aktif. Perkembangan aspek kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri meningkat dari 53% menjadi 93% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PROJEXA (Project Based Learning dan Example Non Example) berbantuan media kertas origami efektif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, serta perkembangan aspek kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa model PROJEXA dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini, khususnya dalam mengenal bentuk geometri.
Pengaruh Kegiatan Kolase Berbantuan Media Kulit Jagung Kering Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B Kadek Sritami; Ni Luh Ika Windayani; Komang Agus Budhi Arya Pramana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana kegiatan kolase dengan media kulit jagung kering dapat berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini kelompok B di TK Lila Hita, khususnya dalam melatih kontrol gerakan jari serta koordinasi mata dan tangan yang sebelumnya belum berkembang secara optimal. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan rancangan Posttest-Only Control Group Design. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 30 peserta didik yang dibagi ke dalam dua kelas, yaitu kelompok B1 sebagai kelas eksperimen (15 anak) yang mendapatkan perlakuan kegiatan kolase media kulit jagung kering, dan kelompok B2 sebagai kelas kontrol (15 anak) yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi serta dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (Independent Samples T-Test) berbantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata posttest kemampuan motorik halus sebesar 35,67, sedangkan kelompok kontrol hanya memperoleh nilai rata-rata sebesar 25,4. Hasil uji-t menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kegiatan kolase berbantuan media kulit jagung kering terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap motorik halus anak. Implikasinya, media ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang kreatif, ekonomis, dan ramah lingkungan bagi guru PAUD. Selain mengoptimalkan motorik halus melalui pengalaman konkret, kegiatan manipulatif ini juga menstimulasi aspek kognitif, sosial-emosional, dan kreativitas anak sesuai dengan teori konstruktivisme.
Perbandingan Efektivitas Bioadsorben Berbahan Dasar Limbah Ampas Kopi Untuk Menghilangkan Bau Minyak Jelantah Cynthia Xanchia; Darius Agung
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1065

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia dengan tingkat konsumsi yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini menyebabkan jumlah limbah ampas kopi semakin bertambah dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan dengan baik. Di sisi lain, minyak jelantah yang digunakan berulang kali juga menimbulkan bau tidak sedap dan berisiko mencemari lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah ampas kopi sebagai bioadsorben dalam menghilangkan bau pada minyak jelantah. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan, yaitu minyak jelantah tanpa perlakuan sebagai kontrol, minyak jelantah yang dicampur ampas kopi murni, serta minyak jelantah yang dicampur ampas kopi teraktivasi NaOH. Efektivitas bioadsorben diuji melalui parameter uji bau, uji warna, dan uji viskositas untuk mengetahui perubahan kualitas minyak setelah proses filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas kopi yang diaktivasi menggunakan NaOH memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan ampas kopi tanpa perlakuan. Minyak jelantah yang telah difiltrasi menggunakan ampas kopi teraktivasi menunjukkan kualitas yang lebih baik berdasarkan hasil pengujian bau, warna, dan viskositas. Dengan demikian, limbah ampas kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai bioadsorben ramah lingkungan untuk membantu pengolahan minyak jelantah sekaligus mengurangi pencemaran limbah biomassa.
Regulasi Dan Dampak Bahaya Tren Fast Beauty di Indonesia Berbasis Analisis Konten Tiktok Clowen Halim; Heru Santosa
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1066

Abstract

Fenomena fast beauty merupakan tren dalam industry kecantikan yang ditandai dengan produksi cepat, harga terjangkau, serta mengikuti perubahan tren secara dinamis. Perkembangan ini tidak terlepas dari peran media sosial, khususnya TikTok, yang mempercepat penyebaran informasi sekaligus mendorong pola konsumsi masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan tantangan baru terhadap regulasi kosmetik, terutama terkait keamanan produk dan perlindungan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan regulasi yang mengatur peredaran kosmetik di Indonesia, mengidentifikasi dampak dan bahaya fast beauty, serta mengkaji bagaimana konten TikTok membahas isu tersebut dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap 15 video yang dikategorikan ke dalam konten regulasi, edukasi, promosi, dan kritik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki regulasi yang cukup komprehensif terkait peredaran kosmetik, masih terdapat celah dalam pengawasan yang ditandai dengan ditemukannya produk-produk ilegal. Fenomena fast beauty berkembang seiring percepatan distribusi dan konsumsi berbasis tren di media sosial. Konten edukasi berperan dalam meningkatkan kesadaran konsumen, sementara konten promosi dan kritik membentuk persepsi publik terhadap risiko kesehatan, lingkungan, dan sosial ekonomi. Analisis menunjukkan bahwa fast beauty tidak hanya dipahami sebagai tren industri kecantikan, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh interaksi antara regulasi, media digital, dan perilaku konsumsi masyarakat. Dengan demikian, diperlukan penguatan implementasi regulasi serta peningkatan literasi konsumen agar masyarakat lebih kritis dalam memilih produk kosmetik di era digital.
Representasi Nihilisme Pada Tokoh Oba Yozo Dalam Novel No Longer Human Karya Dazai Osamu Hilaire Jesse; Suryani Laban
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1067

Abstract

Nihilisme merupakan kondisi yang mencerminkan krisis makna yang muncul akibat runtuhnya nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan manusia. Nihilisme sering direpresentasikan melalui tokoh-tokoh yang mengalami depresi dan keterasingan. Novel No Longer Human dipilih karena menggambarkan secara jelas keterasingan dan krisis eksistensial pada manusia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana nihilisme direpresentasikan melalui pikiran, perilaku, konflik batin, serta relasi sosial tokoh utama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen dan teknik analisis berupa analisis konten. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog dalam novel yang menunjukkan gejala nihilisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nihilisme pada Oba Yozo direpresentasikan melalui empat aspek utama, yaitu eksistensial, psikologis, moral, dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh Oba Yozo merepresentasikan bentuk nihilisme pasif sebagaimana dijelaskan Nietzsche, yaitu kondisi ketika individu menyadari runtuhnya nilai-nilai kehidupan, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan makna baru bagi keberadaannya.