cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 483 Documents
Perencanaan Strategik Berbasis Kemitraan Dalam Meningkatkan Mutu PAUD Holistik Integratif Andi Aslindah; Mahkamah Brantasari; Reni Ardiana; Mailina
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.1154

Abstract

Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) menuntut keterpaduan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak melalui kemitraan lintas sektor. Namun, kemitraan pada satuan PAUD masih cenderung berorientasi operasional dan belum didukung perencanaan strategik yang sistematis untuk menjamin peningkatan mutu secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perencanaan strategik berbasis kemitraan dalam meningkatkan mutu PAUD HI di TK Negeri 1 Samarinda dan TK Islam Silmi Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lembaga telah mengembangkan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan yang berkontribusi terhadap penyelenggaraan layanan PAUD HI. Namun, perencanaan kemitraan masih berorientasi pada program tahunan dan belum didukung analisis kebutuhan strategis, pemetaan pemangku kepentingan, dokumen kemitraan jangka panjang, serta monitoring dan evaluasi yang terintegrasi. Penelitian menghasilkan Model Perencanaan Strategik Berbasis Kemitraan yang mencakup analisis kebutuhan, pemetaan pemangku kepentingan, perumusan tujuan, penyusunan program, implementasi, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut berkelanjutan.
An Analysis of Idiom in the Subtitles of “The Expendables 4“ Movie Widi Syahtia Pane; Sukaena; Dedi Rahman Nur; Friedha Tiana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.1159

Abstract

This research examines the use of idiomatic expressions in the movie subtitle of The Expendables 4, applying McCarthy & O’Dell’s (2010) classification. The study aims to identify the types of idioms present in the film and analyze their contextual usage. A qualitative descriptive approach was used, with data collected from the movie subtitle and analyzed based on idiom classification theories. The results indicate that fixed statements appear most frequently (11 instances), followed by clichés, similes, euphemisms, trinomials, proverbs, and binomials in smaller proportions. Action films like The Expendables 4 frequently incorporate idioms to enhance dialogue intensity and strengthen character development. This study contributes to linguistic research by emphasizing the significance of idiomatic expressions in movie dialogues. The findings suggest that idioms are essential for language comprehension, particularly for non-native English learners, from elementary, junior and also senior high school. The study also highlights the potential of using movie subtitles as a teaching tool for idioms in contextual learning. Future research is encouraged to explore idiom variations across different film genres and real- world communication.
Analysis of the Implementation of a Classroom Reading Corner in Improving Fifth-Grade Students’ Reading Interest in Basic Education: A Study at SDN 116 Percontohan Yenni Efrida Lubis; Rahmi Seri Hanida; Resdilla Pratiwi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1166

Abstract

Reading interest is a foundational element of literacy success among elementary school students, yet its cultivation in classrooms is often constrained by limited access to reading materials. This study analyzes the implementation of a classroom reading corner (pojok baca) in fostering fifth-grade students’ reading interest at SDN 116 Percontohan and identifies its supporting and inhibiting factors. A descriptive qualitative approach was employed, involving 21 fifth-grade students (14 boys, 7 girls), a homeroom teacher, and a school principal as informants selected through purposive sampling. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation, validated through method triangulation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results show that the implementation of the reading corner took place through six interrelated aspects: provision of the reading corner, availability of facilities and book collections, implementation of the literacy program, utilization in the learning process, teacher motivation, and independent use by students. Supporting factors included principal support, active teacher involvement, adequate facilities, student enthusiasm, and ease of access, while limited book collections and suboptimal supervision were the main obstacles. These findings extend prior research by showing that the success of reading corners depends more on institutional synergy than on the availability of physical facilities alone. The findings imply that, at the basic-education level, cultivating reading interest requires schools and teachers to treat the reading corner not as a facility to be provided once but as a pedagogical practice to be actively managed: for teachers, this means embedding guided reading routines into daily instruction, and for schools, aligning budgeting and supervision policies so that collections stay fresh and the corner is consistently used. Accordingly, this study recommends strengthening book-procurement budgets and establishing a rotating literacy-duty supervision system, and it invites future research to examine how such institutional synergy shapes students’ long-term reading behaviour.
Kemampuan Profesionalisasi Guru MI Mambaul Ulum Ujungrusi sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat dalam Aktivitas Belajar Mengajar di Kurikulum Merdeka Queen Elvina Sevtivia Asrivi; Mohammad Rafli; Moh. Misbakhul Anam; Ibana Syihab; Eva Maulida; Mahmudah; Riana Sari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1168

Abstract

Pendidikan dasar saat ini dituntut untuk terus berkembang seiring dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru-guru di MI Mambaul Ulum Ujungrusi mengembangkan kemampuan professional mereka sebagai guru sepanjang hayat dalam aktivitas belajar mengajar di Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan situasi rill dilapangan. Subjek dalam penelitian ini fokus pada dua guru Perempuan yaitu guru yang mengampu di kelas rendah dan guru yang mengampu di kelas tinggi. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yaitu diri peneliti sendiri yang dibantu dengan pedoman observasi untuk mengamati kelas dan pedoman wawancara untuk mendalami pandangan para guru.Selain itu, HP atau alat perekam juga digunakan sebagai instrument pendukung dalam dokumentasi untuk memperkuat bukti-bukti kegiatan di lapangan. Analisis data dalam penelitian ini menggunkan model interaktif, peneliti melakukan empat tahapan secara bergantian. Tahap tersebut dimulai dari mengumpulkan seluruh data di lapangan, menyaring dan memilah data yang penting, menyajikan data agar mudah dibaca hingga akhirnya menarik kesimpulan yang kuat dan utuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa para guru memiliki motivasi yang kuat mengajar dan sudah mandiri dalam memanfaatkan teknologi internet serta video sebagai media belajar yang kreatif. Selain itu, perbedaan cara mengajar antara guru kelas rendah dan kelas tinggi justru menghasilkan kerja sama tim yang kompak dan saling melengkapi. Simpulannya, kemampuan profesional guru sebagai pembelajar sepanjang hayat di madrasah ini sudah berjalan dengan baik, di mana semangat untuk terus belajar dan mengevaluasi diri menjadi kunci utama keberhasilan mereka dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.
Penerapan Pendekatan Berdiferensiasi dalam Mengkonstruksi Pembelajaran Bermakna Kontekstual di Sekolah Dasar Ni Wayan Puspita Ningsih; Dina Elsa; Monika Handayani; Norhayati; Lisnawati; Huldia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1171

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut transformasi paradigma pembelajaran agar lebih berpusat pada peserta didik dengan mengakomodasi keberagaman karakteristik, minat, serta gaya belajar mereka. Kendati demikian, praktik pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered) masih sering dijumpai di tingkat sekolah dasar, sehingga berdampak pada rendahnya pencapaian hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam efektivitas penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam mengoptimalkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Dengan menerapkan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) deskriptif berdesain kualitatif-kuantitatif, penelitian ini melibatkan 28 siswa Kelas V SD Negeri 6 Pujungan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terstruktur, tes hasil belajar, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara reflektif dan komparatif antarsiklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dampak positif tersebut tercermin dari peningkatan rerata nilai hasil belajar secara bertahap, yakni dari 68,4 pada tahap pratindakan, meningkat menjadi 76,8 pada Siklus I, dan mencapai 85,7 pada Siklus II. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa pembelajaran berdiferensiasi efektif menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna (pembelajaran bermakna) sekaligus mampu menjawab kebutuhan individu siswa secara inklusif di sekolah dasar.
Analisis Penerapan Media Ajar E-LKPD Berdiferensiasi pada Pembelajaran Pancasila Siswa Kelas IV SD Putu Jastin Saputra; Ni Putu Candra Prastya Dewi; I Nyoman Pancaria
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1173

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi utama dalam melaksanakan Kurikulum Independen karena mengakomodasi beragam atribut siswa. Meskipun demikian, implementasi pembelajaran individual dalam pendidikan Pancasila di tingkat dasar terus menghadapi tantangan, terutama karena kelangkaan sumber daya pengajaran digital yang dapat mengakomodasi beragam kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan materi pembelajaran E-LKPD berdiferensiasi dalam pendidikan Pancasila untuk siswa kelas empat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik tinjauan pustaka yang meneliti dua puluh sumber, termasuk jurnal internasional, jurnal nasional, buku, dan publikasi pemerintah. Pemeriksaan data dilakukan dengan metodologi analisis isi yang melibatkan penemuan, kategorisasi, penilaian, dan integrasi temuan penelitian sebelumnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwasanya media pembelajaran E-LKPD yang disesuaikan dapat membantu pendidik dalam menangani kesiapan belajar, minat, dan profil siswa melalui aktivitas digital yang menarik. Pemanfaatan media ini meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan, kemampuan berpikir kritis, kerja tim, dan pemahaman siswa tentang cita-cita Pancasila. Oleh karena itu, E-LKPD yang terdiferensiasi memiliki kapasitas untuk berfungsi sebagai alat pembelajaran yang efektif dalam memfasilitasi pelaksanaan Kurikulum Mandiri dalam pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa pada Jenjang Pendidikan Dasar di SDN 34 Mataram Galu Saputra; Muhammad Erfan; Ilham Handika
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca siswa, serta menganalisis pengaruh pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap minat baca siswa di SD Negeri 34 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 122 siswa, yaitu siswa kelas tinggi di SDN 34 Mataram, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 42 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji prasyarat analisis (uji normalitas dan uji linearitas), serta uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap minat baca siswa di SDN 34 Mataram. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pemanfaatan perpustakaan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca siswa dengan nilai signifikansi 0,029 < 0,05. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 1,666 + 1,843X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit pada pemanfaatan perpustakaan sekolah akan meningkatkan minat baca siswa sebesar 1,843 unit. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,579 menunjukkan bahwa pemanfaatan perpustakaan sekolah memberikan kontribusi sebesar 57,9% terhadap minat baca siswa, sedangkan sisanya sebesar 42,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, optimalisasi perpustakaan sekolah terbukti menjadi instrumen strategis yang efektif bagi sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa secara signifikan di lingkungan pendidikan dasar
Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Self-Efficacy Dan Motivasi Belajar Siswa Helman Royani; Wawan Kurnia Utama; Hamdan Hamdan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1176

Abstract

Perceraian merupakan persoalan sosial yang terus mengalami peningkatan dan membawa dampak besar terhadap dinamika kehidupan keluarga. Tidak hanya pada pasangan yang berpisah, namun juga terhadap anak-anak yang menjadi bagian dari keluarga tersebut.penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi dampak nyata dari perceraian orang tua terhadap perubahan keyakinan diri dan semangat belajar anak di lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kondisi perceraian orang tua tidak secara langsung menurunkan self-efficacy anak. Hal ini disebabkan adanya dukungan dari keluarga besar, wali, maupun guru yang tetap memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak sehingga anak tetap merasa aman, dihargai, dan percaya diri. Motivasi belajar anak tetap terjaga karena adanya dukungan lingkungan sekitar, baik dari keluarga maupun sekolah. Perhatian dari wali, guru, dan keluarga besar membantu anak tetap merasa diperhatikan sehingga semangat belajar mereka tidak menurun. Kondisi keluarga yang mengalami perceraian tidak selalu berdampak negatif terhadap perkembangan anak, khususnya dalam aspek self-efficacy dan motivasi belajar, apabila anak tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari lingkungan sekitarnya
Penanaman Kesadaran Hukum Pada Pesertadidik Dalam Lingkungan Pendidikan Dasar Melalui Pembiasaan Tata Tertib Sekolah Agus Jaenal; Asep Khaerul Faizin
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1178

Abstract

Pembentukan kesadaran hukum sejak usia dini merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Lingkungan pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan melalui berbagai praktik pendidikan yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah. Salah satu bentuk yang dapat dilakukan adalah melalui pembiasaan tata tertib sekolah yang berfungsi sebagai pedoman perilaku bagi peserta didik dalam menjalankan aktivitas belajar dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanaman kesadaran hukum pada peserta didik dalam lingkungan pendidikan dasar melalui pembiasaan tata tertib sekolah di SDIT Kasih Ibu Kecamatan Karawang Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, serta peserta didik sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman kesadaran hukum pada peserta didik dilakukan melalui penerapan tata tertib sekolah yang dibiasakan secara konsisten dalam kegiatan belajar dan aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah. Peran guru sebagai pembimbing dan teladan turut memperkuat proses pembentukan perilaku disiplin dan kepatuhan terhadap aturan pada peserta didik. Pembiasaan tata tertib sekolah menjadi sarana pendidikan yang membantu siswa memahami makna aturan serta menyesuaikan perilaku dengan norma yang berlaku di lingkungan pendidikan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembiasaan tata tertib sekolah dapat menjadi strategi pendidikan karakter yang efektif dalam menanamkan kesadaran hukum pada peserta didik di tingkat pendidikan dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri Kerato Sumbawa Cafrie Hakim; Mohammad Liwa Ilhamdi; Ilham Handika
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1179

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sehingga siswa dapat membangun pengetahuan secara aktif dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Problem Based Learning (PBL) menempatkan masalah sebagai pusat pembelajaran dan siswa sebagai pembelajar aktif melalui kegiatan penyelidikan, kolaborasi, dan penyusunan solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri Kerato Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa, dengan kelas V-A sebanyak 20 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V-B sebanyak 20 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan lembar observasi keterlaksanaan PBL. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya; dari 30 butir yang diuji, 25 butir dinyatakan valid dan koefisien reliabilitas sebesar 0,952. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, uji Mann–Whitney, dan N-Gain. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,035 (<0,05). Rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 79,50, sedangkan kelas kontrol sebesar 67,00. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,683 dan kelas kontrol sebesar 0,406, keduanya berada pada kategori sedang. Keterlaksanaan PBL meningkat dari 70% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan ketiga dengan rata-rata 83,33%. Temuan menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih besar pada kelompok eksperimen. Temuan perlu dipahami dengan mempertimbangkan keterbatasan desain quasi-eksperimen, durasi perlakuan tiga pertemuan, dan sampel yang berasal dari satu sekolah.