cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 483 Documents
A Malay Culture-Based Creative Dance Extracurricular Program to Enhance Elementary School Students’ Creativity Aulina Asiska Putri; Yusrizal Yusrizal; Fira Astika Wanhar
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Program Ekstrakurikuler Tarian Kreasi Berbasis Budaya Melayu untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di Sekolah Dasar. Pengembangan program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pedoman pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari yang mampu mengintegrasikan budaya lokal dengan pengembangan kreativitas peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa buku pedoman program ekstrakurikuler tarian kreasi berbasis budaya Melayu. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli desain, praktisi/guru pembina ekstrakurikuler, dan siswa sekolah dasar sebagai pengguna produk. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta lembar observasi kreativitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli materi, ahli desain, dan praktisi. Implementasi program juga menunjukkan respon positif dari guru dan siswa serta mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi ide, mengembangkan variasi gerakan, dan menciptakan karya tari secara kreatif. Pengembangan program ekstrakurikuler berbasis budaya Melayu ini dapat menjadi alternatif inovasi pendidikan seni di sekolah dasar dalam meningkatkan kreativitas siswa sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Pengembangan Media Flashcard pada Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas III SD Negeri 054931 Batu Melenggang Angga Wadana; Ahmad Calam; Fauzi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1221

Abstract

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang menentukan keberhasilan siswa sekolah dasar dalam memahami materi pembelajaran. Hasil observasi di SD Negeri 054931 Batu Melenggang menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa kelas III masih tergolong rendah sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media flashcard pada pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III serta mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas III yang mengikuti uji coba bertahap, yaitu kelompok kecil sebanyak 10 siswa dan kelompok besar sebanyak 15 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respons guru, angket respons siswa, serta rubrik penilaian kemampuan membaca. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase kelayakan berdasarkan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard yang dikembangkan memenuhi kriteria layak digunakan dalam pembelajaran setelah melalui proses validasi dan revisi sesuai masukan para ahli. Respons guru dan siswa menunjukkan penerimaan yang positif terhadap penggunaan media karena tampilannya menarik, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan motivasi belajar. Media flashcard berpotensi menjadi alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia yang mendukung peningkatan kemampuan membaca siswa sekolah dasar
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis IPAS terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Dina Syalbillah Nst; Fatmawati; Syahrina Anisa Pulungan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1222

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar. Namun, pembelajaran IPAS masih sering menggunakan bahan ajar yang belum sepenuhnya memfasilitasi aktivitas pengamatan, analisis, dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis IPAS pada materi perubahan wujud benda serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri atas tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas III SDN 056012 Suka Jadi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respons siswa, serta tes pretest-posttest. Data dianalisis melalui persentase kelayakan, kepraktisan, dan uji peningkatan menggunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh validasi ahli materi sebesar 96,9% dengan kategori sangat layak, validasi ahli bahasa sebesar 95,8% dengan kategori sangat layak, dan validasi ahli desain/media sebesar 78,6% dengan kategori layak. Respons siswa terhadap LKPD memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari rata-rata pretest 50,50 menjadi posttest 85,25 dengan nilai N-gain sebesar 0,71 kategori tinggi. Dengan demikian, LKPD berbasis IPAS yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Eksplorasi Perkembangan Rasa Percaya Diri Siswa Kelas V SD Al Munadi dalam Kegiatan Presentasi di Depan Kelas Nabilah Marwah; Ahmad Calam; Fatmawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan rasa percaya diri siswa kelas V SD Al-Munadi dalam kegiatan presentasi di depan kelas. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas lima siswa yang dipilih dari 32 siswa kelas V serta satu guru kelas sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa percaya diri siswa berkembang secara bertahap dan berbeda pada setiap siswa. Perkembangan terlihat dari meningkatnya keberanian untuk tampil, kemampuan berbicara dengan lebih jelas, sikap yang lebih tenang ketika melakukan kesalahan, kontak mata, sikap tubuh, dan keaktifan dalam pembelajaran. Kegiatan presentasi yang dilakukan secara berulang membantu siswa menjadi lebih terbiasa berbicara di depan kelas. Faktor pendukung perkembangan rasa percaya diri meliputi motivasi guru, apresiasi teman, penguasaan materi, serta suasana kelas yang aman. Adapun faktor penghambatnya berupa rasa malu, takut salah, kurangnya persiapan, dan kekhawatiran terhadap respons teman. Guru berperan sebagai motivator, pembimbing, dan fasilitator melalui pemberian arahan, pendampingan, serta penguatan positif. Dengan demikian, kegiatan presentasi memberikan dampak positif terhadap perkembangan rasa percaya diri siswa kelas V SD Al-Munadi.
Analisis Kesulitan Berhitung Siswa Pada Materi KPK dan FPB di Kelas IV SD IT Nurussobri M. Arif Abdillah; Fatmawati; Indah Syasmita
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan berhitung siswa pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut pada siswa kelas IV SD IT Nurussobri. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, dua guru kelas IV, dan tiga puluh siswa kelas IV, sedangkan dua siswa dipilih sebagai informan utama dalam wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar KPK dan FPB, membedakan penggunaan kedua konsep pada soal cerita, mengikuti langkah penyelesaian soal secara sistematis, serta melakukan operasi perkalian, pembagian, dan faktorisasi prima dengan tepat. Kesalahan dalam perhitungan juga dipengaruhi oleh rendahnya ketelitian ketika mengerjakan soal. Faktor penyebab kesulitan berhitung berasal dari faktor internal berupa lemahnya penguasaan operasi dasar, rendahnya motivasi belajar, kurangnya rasa percaya diri, dan ketelitian yang belum optimal, serta faktor eksternal berupa metode pembelajaran yang masih didominasi penjelasan guru, keterbatasan media pembelajaran, dan variasi dukungan orang tua di rumah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan pemahaman konsep melalui penggunaan media konkret, latihan yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa pada materi KPK dan FPB.
Pengembangan Skala Pengukuran Kompetensi Pedagogis Guru Sekolah Dasar: Confirmatory Factor Analysis Desti Lestari; Asrin; Mohammad Archi Maulyda
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji instrumen untuk mengukur kompetensi pedagogik guru sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan, dan analisis faktor eksploratori dan konfirmatori (EFA/CFA) diterapkan untuk memeriksa kecocokan antara model pengukuran dan data yang sebenarnya. Kuesioner 23-item dengan skala Likert, dibuat berdasarkan indikator kompetensi pedagogik guru sekolah dasar, diberikan kepada 110 guru di Kabupaten Lombok Barat. Instrumen ini menunjukkan konsistensi internal yang sangat tinggi (Cronbach's alpha = 0,980). Validitas konvergen dikonfirmasi dengan nilai AVE 0,776 (Faktor 1) dan 0,663 (Faktor 2), tapi validitas diskriminan belum sepenuhnya tercapai, seperti terlihat dari nilai HTMT 0,929 dan 1,000. Pengujian kecocokan model menunjukkan SRMR (0,052) memenuhi kriteria ideal, namun CFI (0,871), TLI (0,885), dan RMSEA (0,128) belum mencapai ambang batas yang disarankan. Secara keseluruhan, instrumen yang dikembangkan menunjukkan validitas dan reliabilitas yang kuat, meskipun struktur faktor dan kecocokan modelnya belum sepenuhnya optimal, yang menunjukkan perlunya penyempurnaan lebih lanjut pada beberapa indikator. Studi ini memberikan instrumen pengukuran yang telah tervalidasi yang bisa digunakan sekolah dan pihak berwenang pendidikan untuk menilai kompetensi pedagogis guru sekolah dasar dengan lebih akurat dan merancang program pelatihan serta pendampingan guru yang lebih tepat sasaran.
The Effect of Game-Based Learning on Students’ Interest in Learning IPAS in Elementary School Laila Shafira; Yusrizal Yusrizal; Fauzi Fauzi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Game-Based Learning terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain non-equivalent control group. Penelitian melibatkan siswa kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan Game-Based Learning dan siswa kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data minat belajar dikumpulkan melalui angket yang mencakup indikator perasaan senang, perhatian, ketertarikan terhadap materi IPAS, serta keaktifan dan partisipasi siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata minat belajar kelas eksperimen meningkat dari 63 pada pretest menjadi 72 pada posttest, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 62 menjadi 63. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai  dengan signifikansi 0,007 < 0,05. Dengan demikian, Game-Based Learning berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa dan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan.
Pengembangan Video Animasi Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Rantai Makanan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 056625 Kebun Sayur Kab. Langkat Andika Kurniawan; Ahmad Calam; Syahrina Anisa Pulungan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1228

Abstract

Penguatan karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik menjadi salah satu fokus penting dalam pendidikan dasar di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Pembelajaran Tematik Berbasis Budaya Melayu Terintegrasi G7KAIH untuk Penguatan Karakter Siswa Berwawasan Kebangsaan di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D Thiagarajan yang terdiri atas tahap define, design, develop, dan disseminate. Penelitian dilaksanakan di SD Swasta PAB 25 Mabar Hilir dan SD Swasta PAB 27 Tanjung Mulia Kota Medan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket karakter, dan angket kemampuan wawasan kebangsaan siswa. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi, bahasa, dan desain pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan layak digunakan berdasarkan penilaian para ahli dan memperoleh respon positif dari guru dan siswa. Integrasi nilai budaya Melayu dengan program G7KAIH mampu mendukung penguatan karakter serta wawasan kebangsaan siswa. Model pembelajaran yang dikembangkan dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran sekolah dasar yang mengintegrasikan budaya lokal dengan program penguatan karakter nasional.
Pengembangan Bioplastik Berbahan Dasar Kitosan Dari Limbah Cangkang Kepiting Bakau Besar (Scylla serrata) Corrine Huang; Darius Agung
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1229

Abstract

Peningkatan produksi dan konsumsi kepiting bakau di Indonesia menghasilkan limbah cangkang dalam jumlah besar dan berpotensi mencemari lingkungan serta menimbulkan penyakit  apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, sampah plastik yang sulit terurai masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan di Indonesia sehingga diperlukan alternatif bahan yang lebih ramah lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bioplastik berbahan dasar kitosan dari limbah cangkang kepiting bakau besar (Scylla serrata) dengan variasi penambahan gliserol dan volume air. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode solution casting dengan membuat lima variasi sampel bioplastik yang dibedakan berdasarkan jumlah gliserol dan volume air. Karakteristik bioplastik kemudian diuji dalam tiga aspek, yaitu tensile strength, biodegradability, dan daya serap air untuk mengetahui kualitas bioplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gliserol yang tepat dapat meningkatkan nilai kuat tarik secara signifikan. Sampel 5 menghasilkan nilai kuat tertinggi sebesar 286,65 N/mm2, sedangkan sampel 3 memiliki nilai terendah sebesar 36,75 N/mm2. Seluruh sampel menunjukkan tingkat biodegradabilitas sebesar 100% dalam waktu 3 hari. Namun, bioplastik ini masih memiliki kekurangan yaitu daya serap air yang masih tinggi dengan persentase terendah sebesar 89,1% pada sampel 5 dan persentase tertinggi sebesar 92,8% pada sampel 4. Hal ini menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan masih memiliki keterbatasan penggunaan sebagai pengganti plastik konvensional, khususnya untuk penggunaan yang memerlukan ketahanan terhadap air. Dengan demikian, limbah cangkang kepiting bakau berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku bioplastik yang ramah lingkungan.
Hubungan Keterampilan Membaca Pemahaman dengan Keterampilan Pemecahan Soal Cerita Matematika Siswa Kelas 5 pada Gugus 03 Kecamatan Praya Timur Desi Ariani Safitri; Husniati; Heri Setiawan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1230

Abstract

Latar Belakang: Keterampilan membaca pemahaman diyakini berperan sebagai jembatan kognitif yang mendukung kemampuan siswa memahami konteks naratif pada soal cerita matematika, namun sejauh mana hubungan ini terjadi pada siswa sekolah dasar di tingkat lokal belum banyak dikaji. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 52 siswa kelas 5 dari SDN Kidang dan SDN Peras di Gugus 03 Kecamatan Praya Timur yang dipilih melalui purposive sampling. Keterampilan membaca pemahaman diukur menggunakan tes objektif 15 butir, sedangkan keterampilan pemecahan soal cerita matematika diukur menggunakan tes uraian 5 butir yang dinilai berdasarkan empat tahapan pemecahan masalah Polya, kemudian kedua variabel dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil: Analisis menghasilkan koefisien korelasi r = 0,373 (p = 0,003), menunjukkan hubungan positif dan signifikan namun tergolong rendah antara kedua variabel, dengan kontribusi keterampilan membaca pemahaman sebesar 13,91% terhadap keterampilan pemecahan soal cerita matematika. Performa siswa menurun tajam pada tahapan pemecahan masalah selanjutnya, dari 96,15% pada tahap memahami masalah menjadi hanya 34,62% pada tahap memeriksa kembali. Implikasi: Keterampilan membaca pemahaman merupakan fondasi penting namun bukan satu-satunya penentu keberhasilan siswa dalam memecahkan soal cerita matematika, sehingga guru disarankan mengintegrasikan penguatan literasi dengan pembelajaran numerasi, khususnya pada tahap merencanakan dan memeriksa kembali.