cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 483 Documents
Efektivitas Model Pembelajaran Game Based Learning Berbantuan Wordwall terhadap Kemampuan Membaca Aksara Bali Ida Ayu Kade Bulan Cahya Ningrat; I Gusti Agung Rai Jayawangsa; I Nengah Juliawan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1182

Abstract

Kemampuan membaca aksara Bali siswa yang masih rendah serta kebutuhan pembelajaran sesuai karakteristik generasi digital menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran Game-Based Learning berbantuan Wordwall terhadap kemampuan membaca aksara Bali siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes pretest dan posttest. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, N-Gain Score, uji normalitas, homogenitas, Independent Samples t-Test, dan effect size. Hasil menunjukkan peningkatan nilai kelas eksperimen dari 51,33 menjadi 84,44, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dari 50,11 menjadi 71,44. N-Gain eksperimen sebesar 67,84% dan Cohen’s d sebesar 1,711 menunjukkan efek sangat besar. Model Game-Based Learning berbantuan Wordwall efektif meningkatkan kemampuan membaca aksara Bali siswa. Secara langsung penelitian ini berkontribusi untuk menghadirkan model pembelajaran yang efektif untuk memaksimalkan kemampuan membaca aksara Bali
Pengaruh Latihan Push-Up, Pull-Up Terhadap Akurasi Service Atas Pada Pemain Ekstrakurikuler Bola Voli SMAN 1 Bangun Purba Riwaldi Putra; Yusri; Kurnia Ananda nst; Ariansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akurasi servis atas pada pemain ekstrakurikuler bola voli SMAN 1 Bangun Purba yang ditandai dengan ketidakkonsistenan arah dan keberhasilan service. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan push-up dan pull-up serta membandingkan efektivitas keduanya terhadap akurasi service atas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment. Populasi berjumlah 45 siswa dengan sampel 24 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan service atas, sedangkan analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan push-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan akurasi service atas dengan nilai signifikansi < 0,001 dan peningkatan rata-rata 11,500, sedangkan latihan pull-up juga berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi < 0,001 dan peningkatan rata-rata 10,750. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua latihan (Sig. < 0,001), dengan rata-rata post-test push-up sebesar 26,92 lebih tinggi daripada pull-up sebesar 22,83. Dengan demikian, kedua latihan efektif meningkatkan akurasi servis atas, tetapi push-up menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini berkontribusi sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program latihan kekuatan untuk meningkatkan keterampilan servis atas pemain bola voli.
Pengaruh Kegiatan Kolase Berbahan Alam Terhadap Perkembangan Kreativitas Anak Usia Dini Ni Putu Eka Octavia Darmayani; Ni Luh Ika Windayani; Ni Wayan Risna Dewi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan kolase berbahan alam terhadap perkembangan kreativitas anak usia dini pada kelompok B di TK Pradnya Paramita. Masalah utama yang melatarbelakangi studi ini adalah rendahnya kreativitas anak, seperti kurangnya variasi karya dan kecenderungan meniru contoh guru secara monoton. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan Quasi-Experimental Design. Teknik pengambilan sampel menerapkan cluster random sampling, yang menetapkan kelompok B3 (18 siswa) sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan kolase berbahan alam, dan kelompok B4 (18 siswa) sebagai kelas kontrol dengan kegiatan menempel konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan 15 butir instrumen penilaian, kemudian dianalisis menggunakan uji-t (Independent Samples Test) berbantuan SPSS versi 26. Uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga $H_0$ ditolak dan $H_a$ diterima. Kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata kreativitas pasca-perlakuan (posttest) sebesar 53,50 yang masuk dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil ini signifikan lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kelas kontrol yang hanya mencapai 44,00. Penerapan strategi scaffolding terbukti sukses membantu anak mengatasi kesulitan teknis di awal pertemuan hingga mampu berkarya secara mandiri dan bervariasi. Kegiatan kolase memanfaatkan bahan alam dari lingkungan sekitar dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan efektif di lembaga PAUD. Media ini tidak hanya mengoptimalkan kreativitas dan daya imajinasi anak secara visual, melainkan juga menstimulasi koordinasi fisik motorik halus serta melatih kecerdasan sosial-emosional anak melalui proses eksplorasi langsung yang bermakna
Pengaruh Penggunaan Media Plastisin Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5–6 Tahun di TK PKK Bagik Payung Sartikawati; Abdul Latif Manan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1193

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia 5–6 tahun yang perlu distimulasi melalui kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media plastisin terhadap kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK PKK Bagik Payung Kecamatan Suralaga. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 22 anak kelompok B yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan persentase dan uji-t. Hasil: Hasil pretest menunjukkan jumlah skor 206 dengan rata-rata persentase 39% dalam kategori Mulai Berkembang (MB). Setelah diberikan perlakuan melalui kegiatan bermain dan membentuk menggunakan plastisin, hasil posttest meningkat menjadi 402 dengan rata-rata persentase 76% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), atau meningkat sebesar 37 poin persentase. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai thitung = 38,289 > ttabel = 1,721 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Implikasi: Media plastisin dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran konkret dan berbasis bermain untuk memberikan stimulasi terhadap kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun secara terarah dan menyenangkan
Pengembangan E-Modul Interaktif IPAS Bermuatan Etnopedagogi di Kelas V SDN 31 Cakranegara Asty Murniati; Ilham Handika; Ibrahim
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1194

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi salah satu wujud kesiapan dunia pendidikan dalam menghadapi era disrupsi dan transformasi digital yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan e-modul interaktif IPAS bermuatan etnopedagogi yang valid dan 2) menghasilkan e-modul interaktif IPAS bermuatan etnopedagogi yang praktis untuk peserta didik kelas V SDN 31 Cakranegara. E-modul yang dikembangkan mengintegrasikan kearifan lokal Suku Sasak berupa pengetahuan, nilai, dan praktik budaya ke dalam materi IPAS sebagai konteks pembelajaran yang mengaitkan konsep dengan kehidupan dan budaya lokal peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 1 orang guru dan 24 peserta didik, sedangkan objek penelitian berupa e-modul interaktif IPAS bermuatan etnopedagogi. Instrumen yang digunakan meliputi angket validasi ahli materi dan ahli media, angket respons guru dan peserta didik, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul memperoleh tingkat kevalidan sebesar 96,43% dari ahli materi dan 95,83% dari ahli media dengan kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase sebesar 100% berdasarkan respons guru, 85,21% berdasarkan respons peserta didik, dan 94,73% berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, e-modul interaktif IPAS bermuatan etnopedagogi yang mengintegrasikan kearifan lokal Suku Sasak dinyatakan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung pembelajaran IPAS di kelas V SDN 31 Cakranegara.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) Pada Pembelajaran IPAS Materi Perubahan Wujud Zat Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Gede Teguh Astika Yasa; Kadek Hengki Primayana; I Ketut Ngurah Ardiawan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1200

Abstract

Pembelajaran IPAS materi Perubahan Wujud Zat di kelas IV Sekolah Dasar cenderung sulit dipahami peserta didik karena bersifat abstrak, sementara pembelajaran di lapangan masih didominasi metode konvensional tanpa memanfaatkan kekayaan budaya lokal Bali yang dekat dengan kehidupan peserta didik, sehingga diperlukan media pembelajaran digital berbasis kearifan lokal. Penelitian pengembangan (R&D) ini menerapkan model ADDIE untuk merancang multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline 3 dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), yang divalidasi oleh ahli materi dan media serta diuji kepraktisannya kepada guru dan peserta didik di SDN 1 Kendran, SDN 2 Sari Mekar, dan SDN 2 Liligundi menggunakan instrumen LORI dan UEQ. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kevalidan materi sebesar 94% dan media sebesar 87,5%, keduanya berkategori "Layak", sementara uji kepraktisan UEQ menunjukkan penilaian positif dari guru maupun peserta didik terutama pada aspek stimulasi dan daya tarik, meskipun aspek kebaruan masih tergolong rendah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi kearifan lokal Bali ke dalam multimedia pembelajaran berbasis Articulate Storyline efektif meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar peserta didik pada materi IPAS yang abstrak, sekaligus menjadi model pengembangan media kontekstual yang dapat direplikasi pada konten budaya lain, dengan catatan perlunya inovasi lebih lanjut pada bentuk interaktivitas untuk memperkuat aspek kebaruan produk.
Pengaruh Problem-Based Learning Berbantuan PhET Simulation terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar Parni Indah Lestari; Lalu Hamdian Affandi; Ibrahim
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1204

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa sejak sekolah dasar, namun kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IV pada pembelajaran IPAS masih tergolong rendah, khususnya pada materi transformasi energi yang bersifat abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Non-equivalent Control Group Design yang melibatkan 43 siswa kelas IV SDN 31 Mataram (22 siswa kelas eksperimen dan 21 siswa kelas kontrol). Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan PhET Simulation, sedangkan kelas kontrol dibelajarkan dengan model Direct Learning. Data dikumpulkan melalui instrumen tes kemampuan pemecahan masalah berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Analysis of Covariance (ANCOVA) setelah asumsi normalitas, homogenitas, linearitas, dan homogenitas kemiringan regresi terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (85,41) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (73,39), dan uji ANCOVA menunjukkan pengaruh kelas yang signifikan (F = 1222,997; Sig. < 0,001) setelah nilai pretest dikendalikan. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL berbantuan PhET Simulation berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPAS dan dapat dijadikan alternatif pembelajaran, khususnya untuk materi yang bersifat abstrak seperti transformasi energi.
Analisis Madilog Dalam Logika Mistika Kebudayaan Lamaholot: Perspektif Tan Malaka Gregorius Tuli Aran; Pilipus Wai Lawet; Rikardus Pande
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek Materialisme, Dialektika dan Logika (Madilog) perspektif Tan Malaka dalam logika mistika kebudayaan Lamaholot terkhsusnya pada masyarakat di kecamatan Lewolema. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data utama tokoh adat dan tokoh masyarakat di kecamatan Lewolema dengan maksud tidak semua masyarakat Lamaholot di kecamatan Lewolema dijadikan narasumber. Pemilihan informan ini ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling atau bertujuan. Data penelitian ini berupa ritual yang dideskripsikan dalam bentuk wacana. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Data tersebut dianalisis menggunakan teori materialisme, dialektika dan logika dalam prespektif Tan Malaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis materialisme, dialektika dan logika perspektif Tan Malaka dalam logika mistika kebudayaan Lamaholot meliputi ranah abstrak dan konkret yang termuat dalam ritual (1) Depa Dua dan Beretek Manuk pada masyarakat Sinar Hading, (2) ritual Pau Kaka Bapa pada masyarakat Bantala, (3) ritual Agu’at pada masyarakat Ile Padung, dan (4) ritual Hode Ura Wai pada masyarakat Baluk Hering.
Pengembangan Permainan Menyusun Huruf Berbantuan Wordwall Tema Budaya Bali untuk Anak Usia Dini Luh Mei Sunariati; I Putu Yoga Purandina; Komang Trisna Mahartini
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancang bangun, menganalisis validitas, dan menganalisis kepraktisan Permainan Menyusun Huruf Berbantuan Wordwall Tema Budaya Bali untuk Anak Usia Dini kelompok B di TK Negeri Pembina Tejakula. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4-D dari Thiagarajan, yang dilaksanakan sampai tahap pengembangan (develop) karena keterbatasan waktu. Subjek penelitian terdiri atas sembilan ahli sebagai validator media, materi, dan bahasa, serta lima orang guru dan lima belas anak kelompok B1 sebagai subjek uji kepraktisan. Data dikumpulkan melalui angket validasi dan angket kepraktisan, kemudian dianalisis menggunakan rumus Aiken's V dan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rancang bangun produk dikembangkan melalui tahap pendefinisian dan perancangan, menghasilkan media interaktif berbasis Google Sites yang terintegrasi dengan platform Wordwall, memuat lima halaman utama, yaitu Beranda, Tujuan, Petunjuk Permainan, Game, dan Profil, serta permainan Anagram berisi lima belas soal bertema Budaya Bali; (2) validitas produk memperoleh indeks Aiken's V sebesar 0,929 pada aspek media, 0,958 pada aspek materi, dan 0,927 pada aspek bahasa, seluruhnya berkategori sangat tinggi; (3) kepraktisan produk memperoleh persentase 95,11% dari penilaian pendidik dan 93,46% dari penilaian peserta didik, keduanya berkategori sangat praktis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Permainan Menyusun Huruf Berbantuan Wordwall Tema Budaya Bali layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran literasi awal berbasis budaya lokal bagi anak usia dini.
Peran Media Sosial Dalam Membentuk Karakter Siswa di SD Imtaq Generasi Mandiri Muhammad Raihan; Yusrizal; Fatmawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial dalam membentuk karakter siswa di SD IT IMTAQ Generasi Mandiri. Perkembangan media sosial, khususnya YouTube dan TikTok, memberikan peluang bagi siswa untuk memperoleh berbagai informasi dan konten edukatif yang dapat memengaruhi perkembangan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri atas guru, kepala sekolah, dan siswa kelas III SD IT IMTAQ Generasi Mandiri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran dalam pembentukan karakter siswa, terutama melalui konten yang positif, edukatif, dan memberikan teladan perilaku baik. Konten yang memuat nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, toleransi, kemandirian, kepercayaan diri, dan sopan santun dapat mendorong siswa untuk meniru serta menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial juga dapat menginspirasi siswa untuk melakukan tindakan sosial dan membantu sesama. Namun, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol juga berpotensi memberikan dampak negatif, seperti ketergantungan, kurangnya fokus, dan pengaruh terhadap perkembangan emosional serta moral siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media sosial berperan dalam membentuk karakter siswa, baik melalui penyebaran konten positif dan edukatif, pemberian teladan perilaku baik, maupun dorongan untuk melakukan tindakan sosial dan amal. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan, bimbingan, dan pendampingan yang berkelanjutan dari guru, orang tua, dan sekolah agar penggunaan media sosial dapat diarahkan pada konten yang bermanfaat serta mampu mendukung pembentukan karakter siswa secara optimal.