cover
Contact Name
Budi Rizka
Contact Email
br@unida-aceh.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prince@unida-aceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus Unida, No. 15 Surien - Banda Aceh 23234
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal of Planning and Research in Civil Engineering
ISSN : -     EISSN : 29623448     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Planning and Research in Civil Engineering is a peer review journal. The PRINCE is a forum for lecturers and researchers to publish scientific works, both in the form of research results and literature studies in the field of civil engineering. The scope of article can be in the form of research results, latest methods, criticism of certain research results or methods, or laboratory research as well as literature review.
Articles 83 Documents
Optimalisasi Bukaan Median dan Dampaknya terhadap Arus Lalu Lintas di Jalan Teuku Umar - Banda Aceh Pramanda, Heru; Maulana, Rendy; Muhajjir, Muhajjir; Hani, M Reza; Mubarak, Azzaki
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i1.937

Abstract

Untuk mengakomodir pergerakan lalu lintas, pada ruas jalan dimungkinkan memiliki beberapa titik bukaan median yang memungkinkan kendaraan merubah arah perjalanan berupa gerakan putar balik arah atau diistilahkan sebagai gerakan U-Turn. Kendaraan saat melakukan gerak U-Turn pada bukaan median membutuhkan lebih banyak waktu, sehingga berakibat tertundanya pengguna jalan baik yang searah maupun berlawanan arah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pengaruh Gerak U-Turn pada bukaan median terhadap karakteristik arus lalu lintas Di Ruang Jalan Teuku Umar Banda Aceh (Studi Kasus Depan Pasar Seutui). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa waktu tempuh rata-rata kendaraan yang akan melakukan U-Turn, panjang antrian saat melakukan U-Turn, serta waktu tempuh rata-rata kendaraan yang terganggu dan tidak terganggu akibat U-Turn dan untuk mengetahui tingkat pelayanan pada jalan Teuku Umar. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memperkaya pengalaman dan dapat dijadikan tambahan referensi untuk melakukan studi mengenai kemacetan lalu lintas, khususnya pada area bukaan median jalan Di Ruang Jalan Teuku Umar Banda Aceh. Metode yang digunakan pada peneleitian ini adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini jumlah volume arus lalu lintas kendaraan (Qtotal) dari arah Sp. Tiga menuju Sp. Jam 1546 smp/jam sedangkan arah Sp. jam menuju Sp. Tiga 1685 smp/jam. Dengan nilai derajat kejenuhan (DS) Sp. Tiga – Sp. Jam 0,43 dan arah Sp. Jam – Sp. Tiga 0,47 sehingga dikategorikan tingkat pelayanan level of service (LOS) C maka kondisi jalan tersebut memiliki arus yang stabil, kecepatan dipengaruhi oleh lalu lintas dan volume pelayanan jalan sesuai untuk perencanaan jalan kota. Nilai Kapasitas jalan di dalam kondisi aman serta sanggup menampung arus pada jalan tersebut dikarenakan nilai kapasitas perhitungan diperoleh sebesar 3607 smp/jam belum melebihi dari nilai kapasitas dasar yaitu sebesar 4950 smp/jam.
Dampak U-Turn terhadap Kelancaran Pengguna Flyover di Simpang Surabaya Pramanda, Heru; Deza, Muhammad; Ariansyah, Dedek; Idroes, Imransyah; Bunyamin, Bunyamin
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i1.938

Abstract

Peningkatan prasarana transportasi dilakukan dalam beberapa bentuk misalnya penataan system transportasi secara terpadu, termasuk pada ruas jalan dapat dilakukan pemasangan median yang juga diikuti dengan pembukaan jalan berupa U-Turn. Fasilitas U-Turn tidak secara keseluruhan mengatasi masalah konflik, sebab U-Turn itu sendiri akan menimbulkan permasalahan konflik tersendiri. Kota Banda Aceh sebagai kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, memiliki masalah kemacetan di berbagai titik. Salah satunya di Simpang Surabaya. Walaupun pemerintah telah mengupayakan masalah penataan tarnsportasi di daerah tersebut dengan pembangunan flyover, namun, perlu dipelajari dampak dari pembangunan flyover, terutama terkait dengan penggunaan jalan pada persimpangan tanjakan dan turunan flyover. Tidak dapat dipungkiri adanya U-Turn di area flyover memberi dampak bagi pola pergerakan kendaraan. Penelitian difokuskan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh U-Turn bagi pergerakan kendaraan di area flyover Simpang Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang digunakan untuk meneliti dengan menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan serta analisis data yang dapat diukur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengolahan data dilakukan dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS), berupa metode analisis linear berganda, koefisien determinasi, uji F, uji t, dan menentukan uji korelasi. Dari hasil penelitian pengaruh u-turn terhadap pengguna flyover pada Simpang Surabaya sangat berpengaruh, didapatkan model yang terbaik yaitu Y = 0,724 X8 + 0,795 X10 + 0,896 X11, merupakan model regresi yang sesuai menggambarkan pengaruh 3 (tiga) variabel bebas, Cuaca (X8), Pengaruh Waktu Perjalanan (X10) dan Opsi Alternatif Rekayasa (X11) yang secara bersamaan mempengaruhi pengguna kendaraan (Y).
Tinjauan Ulang Struktur Pondasi Gedung Imigrasi Kelas I Banda Aceh-Aceh Dari Pondasi KSLL Ke Pondasi Tiang Pancang Hady, Munirul; Bunyamin, Bunyamin; Samsul Bahri
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i1.941

Abstract

Pemilihan bentuk dan jenis pondasi pada bangunan sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah. Kesalahan dalam pemilihan pondasi dapat menyebabkan kerusakan bangunan. Oleh karena itu, penelitian yang mendalam diperlukan untuk menentukan struktur pondasi yang tepat guna memastikan keamanan dan kekokohan bangunan. Dalam konteks pembangunan Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh, permasalahan muncul terkait dengan pemilihan struktur pondasi yang optimal. Apakah penggunaan pondasi tiang pancang dapat menjadi alternatif yang memadai untuk menggantikan pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) yang telah direncanakan sebelumnya. Objek penelitian adalah Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh. Data primer diperoleh dari survei lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari as built drawing dan peta wilayah. Pemodelan bangunan dilakukan menggunakan program ETABS sesuai standar pembebanan SNI 2847-2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah penggunaan pondasi tiang pancang memenuhi persyaratan sebagai alternatif desain pengganti pondasi KSLL pada Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiang pancang dapat menjadi alternatif yang memadai untuk menggantikan pondasi KSLL. Struktur gedung baja mungkin menawarkan efisiensi dalam penggunaan material, ditunjukkan oleh penggunaan tiang pancang dengan diameter yang lebih kecil dan panjang yang lebih pendek. Pada bangunan dengan struktur beton, digunakan tiang pancang berdiameter 30 cm dengan panjang 5 m, sementara pada bangunan dengan struktur baja, digunakan tiang pancang berdiameter 20 cm dengan panjang 4 m. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan tiang pancang sebagai alternatif pondasi dapat menjadi solusi yang memadai. Perbandingan antara struktur baja dan beton memberikan wawasan tentang berbagai opsi konstruksi yang tersedia, mempertimbangkan kekuatan, stabilitas, dan faktor-faktor teknis lainnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam peningkatan pemahaman tentang pemilihan struktur pondasi yang tepat untuk bangunan gedung, khususnya Gedung Imigrasi Kelas I di Banda Aceh.
Perbandingan Arah Serat Material Komposit Natural Fiber Reinforced Polymer (NFRP) Serat Nenas Untuk Perkuatan Struktur Beton Salsabila, Shafira; Muhammad Riswandy; Febrina Dian Kurniasari; Tjut Rizqi Maysyarah Hadi
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.956

Abstract

Concrete structures that experience performance degradation require repair and strengthening to maintain their load-bearing capacity. One method that has gained attention is the use of composite materials, specifically Natural Fiber Reinforced Polymer (NFRP), which consists of adhesives reinforced with natural fibers. Pineapple fiber is a promising natural fiber for NFRP due to its abundance, low production cost, environmental friendliness, and high tensile strength. This study aims to investigate the adhesion behavior between NFRP composite materials and concrete, as well as to observe the failure modes of both concrete and NFRP under tensile loading. Concrete specimens measuring (100 x 100 x 300) mm were reinforced with pineapple fiber NFRP of (50 x 240) mm, with fiber orientations arranged in both unidirectional and random patterns. The results showed that the maximum tensile strength of the random pineapple fiber NFRP reached 31.59 MPa. The highest load capacity recorded was 4360 kg, observed in the LP3-SNS-C test specimen. The failure mode occurred as a fracture of the pineapple fiber NFRP in the center of the specimen’s cross-section on both sides.
Karakteristik dan Perilaku Perjalanan Masyarakat pada Aktivitas Mandatory dan Non Mandatory di Kota Banda Aceh Berdasarkan Revealed Preference Data Tjut Rizqi Maysyarah Hadi; Febrina Dian Kurniasari; Michel Kasaf; Alfisyahrin
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.971

Abstract

The city of Banda Aceh is experiencing rapid growth, especially in the transportation sector, as the population and daily mobility of people increase. This condition causes various traffic problems such as congestion, pollution, and safety. The Aceh Provincial Government through the Transportation Agency responded to this by providing the Trans Koetaradja Bus as an alternative to public transportation. This bus carries the concept of BRT-lite without a special lane, with the hope of reducing dependence on private vehicles. Although it is generally accepted, the use of Trans Koetaradja is still low due to limited route access and the absence of feeder transportation. This study aims to analyze the characteristics and travel behavior of Trans Koetaradja users and private vehicles in mandatory and non mandatory activities in Banda Aceh. The research was conducted in a quantitative descriptive manner using the revealed preference method with 400 respondents. The results showed that the majority of respondents were women aged 20–29 years old with a bachelor's education background and status as a student. The most dominant mode of transportation is motorcycles, used almost every day by respondents. The use of Trans Koetaradja is still low, with the majority of respondents only using it less than once a month. The average travel time to the bus stop is 2–4 minutes, and the dominant destination for mandatory activities is work, while for non mandatory activities is recreation. This underscores that the limited use of Trans Koetaradja is mainly due to access constraints, despite the presence of a well-defined potential user segment.
Analisis Debit Banjir Metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu dan Synder pada Krueng Sabee Aceh Jaya Muhammad Ridha; Amalia; Muhammad Zardi; Tety Sriana; Mery Silviana; Meliyana; Susi Sakia
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1000

Abstract

Krueng Sabee is one of the rivers located in Krueng Sabee District, Aceh Jaya Regency. Krueng Sabee has a main river with a length of 33.27 km and a watershed area of 380.90 km2 and an average river elevation of 0.4%. Krueng Rusi and Krueng Cangeh divide the Krueng Sabee River flow in the upstream. Krueng Sabee often overflows which causes flooding around its flow area. To determine the design flood discharge for the Return Period (PU) of 2.5, 10, 25, 50 and 100 years that occurred in Krueng Sabe using the HSS Nakayasu and HSS Synder Methods is the main objective of this study. Rainfall data used from station A in Pulo Raya Village and station B in Pante Kuyun Village. The flood discharge for Return Period (PU) 2, 5, 10, 25, 50, and 100 is 1716.66 m³/sec, 1985.10 m³/sec, 2162.83 m³/sec, 2387.39 m³/sec, 2553.99 m³/sec and 2719.36 m³/sec is the result of the Nakayasu HSS Method analysis. The Snyder HSS method, obtains the design flood discharge values for various Return Periods (PU) as follows: 2 years 14,479.83 m³/s, 5 years 16,746.64 m³/s, 10 years 18,247.47 m³/s, 25 years 20,143.77 m³/s, 50 years, 21,550.55 m³/s Return Period 100 years 22,946.95 m³/s. It was found that the Snyder Synthetic Unit Hydrograph (HSS) method produces a larger flood discharge compared to the Nakayasu HSS.
Soil Investigation Analysis Using Drilling and Standard Penetration Test (SPT) Methods at Blang Mane Bridge Julsena; Usrina, Nura; Sarana, David; Fithra, Herman; Afra, Liza
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1007

Abstract

Soil investigation is a fundamental process in geotechnical engineering to assess subsurface conditions for construction projects. This study focuses on the experimental site at Blang Mane, where a borehole designated as BH-01 was drilled to evaluate soil stratification and properties. The investigation aimed to characterize the soil layers through drilling, sampling, and laboratory testing, including Standard Penetration Tests (SPT), to determine geotechnical parameters essential for foundation design.. The surface soil layer at Borehole (BH-01) location consists of 1.0 m of medium-dense gravelly sand. From 1.0 to 3.5 m depth, a layer of silty clay with medium to stiff/hard consistency is observed. Between 3.5 and 10.5 m lies a very dense sand layer, underlain by medium-dense silty clay at 10.5–12.5 m. A medium-dense sandy silt layer extends from 12.5 to 24.0 m, followed by medium-dense sand at 26.0–30.0 m. A very dense sand layer occurs at 30.0–32.0 m, transitioning to medium-stiff/hard clayey silt at 32.0–37.0 m. Sandy silt of medium density is present from 37.0 to 47.0 m, while very dense gravelly sand comprises the deepest layer (47.0–60.0 m). The groundwater table (GWT) at BH.01 is located 7.0 m below ground level.
Analisis Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Pengaspalan Jalan Matang Seping - Pelita Kabupaten Aceh Tamiang Agusti, Eddy; Rajib Muammar; Iqbal
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1008

Abstract

Road infrastructure plays a vital role in supporting economic growth and facilitating community mobility. Matang Seping Village in Aceh Tamiang Regency suffers from severely damaged roads, hindering the distribution of agricultural and fishery products. To address this issue, a road paving project on the Matang Seping–Pelita route was carried out, requiring careful planning and efficient use of heavy equipment. This study aims to analyze the utilization and productivity of heavy equipment used in the road paving project. The analysis focuses on identifying the types of heavy equipment employed, calculating productivity based on the 2023 guidelines from the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR), and determining the number and operational duration of each equipment unit. The equipment used for the prime coat work includes a compressor and asphalt sprayer, while the base course layer (Asphalt Concrete-Base Course) uses a dump truck, asphalt finisher, tandem roller, and pneumatic tire roller. The results show varied productivity levels, with the asphalt sprayer reaching 13,695 liters/hour and the asphalt finisher 134.46 tons/hour. All equipment was operated over two days, with quantities adjusted to project needs, including 12 dump trucks to ensure the smooth implementation of fieldwork.
Spatial Analysis Of Road Demage Levels On The Bayu - Geudong Road, Syamtalira District, North Aceh Regency Using GIS Based SDI Method Hafli, Teuku Mudi; Burhanuddin; Fasdarsyah; Syibral Malaysi; Nura Usrina; Muhammad Reza
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1010

Abstract

Jalan Bayu–Geudong yang terletak di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, merupakan jalan nasional di wilayah utara Provinsi Aceh. Jalan ini berfungsi sebagai penghubung strategis antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Pemilihan ruas jalan ini sebagai objek penelitian didasarkan pada fungsinya sebagai jalan kolektor serta kerusakan yang terlihat jelas di permukaannya. Berbagai jenis kendaraan, mulai dari ringan, menengah, hingga berat, sering melintasi jalan ini, sehingga menyebabkan penurunan kualitas perkerasan. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan untuk mengumpulkan data langsung dari lokasi jalan. Permukaan jalan dibagi menjadi segmen-segmen sepanjang 100 meter dengan lebar penuh jalan, di mana setiap segmen menjadi unit sampel penelitian. Kondisi permukaan jalan dinilai dengan berjalan menyusuri seluruh panjang jalan Bayu–Geudong sejauh 2,5 km. Untuk setiap segmen, jenis dan tingkat kerusakan diidentifikasi, diukur, dan dicatat, termasuk luas dan kedalaman kerusakan untuk setiap jenis kerusakan, menggunakan formulir standar. Berdasarkan perhitungan Surface Distress Index (SDI), nilai rata-rata SDI pada semua segmen adalah 34,9, yang menunjukkan bahwa jalan tersebut berada dalam kondisi baik dan termasuk dalam kategori pemeliharaan rutin. Data SDI kemudian diintegrasikan ke dalam ArcMap untuk menghasilkan peta analisis spasial yang mencakup atribut seperti nomor segmen, STA (stationing), koordinat, jenis kerusakan, dan tingkat kerusakan. Berdasarkan data kondisi dan analisis spasial, disusun rencana anggaran dan program kerja untuk mendukung upaya pemeliharaan dan perbaikan Jalan Syamtalira Bayu–Geudong, mencakup STA 0+000 hingga STA 2+500 di Aceh Utara.
Analysis Probability Of Public Transportation Mode Choice Between Bus And Hiace Minibus On The Lhokseumawe - Banda Aceh Route Said Jalalul Akbar; Hafli, Teuku Mudi; M. Fauzan; Muthmainnah; Nura Usrina; Ikhsan Maulana
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1011

Abstract

Transportasi memegang peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, berfungsi sebagai penggerak, fasilitator, dan penghubung antarwilayah. Dalam perencanaan transportasi, pemodelan pemilihan moda menjadi aspek krusial mengingat peran strategis angkutan umum dalam membentuk kebijakan transportasi. Pada rute Lhokseumawe–Banda Aceh, penumpang dihadapkan pada pilihan antara dua jenis transportasi umum berbasis jalan: bus antar kota Putra Pelangi dan minibus HiAce. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna transportasi umum, faktor yang memengaruhi pemilihan moda, serta probabilitas pemilihan bus Putra Pelangi atau minibus HiAce pada rute tersebut. Metode stated preference digunakan, dengan analisis data mengacu pada model binary logit melalui perangkat lunak SPSS. Hasil survei menunjukkan kecenderungan responden: 38 orang memilih bus Putra Pelangi, sedangkan 62 orang memilih minibus HiAce. Mayoritas penumpang berusia 20–30 tahun. Responden laki-laki cenderung memilih bus, sementara perempuan lebih memilih minibus HiAce. Dari segi pendapatan, penumpang dengan penghasilan Rp500.000–Rp1.000.000 per bulan cenderung memilih bus, sedangkan yang berpenghasilan di atas Rp3.000.000 lebih memilih minibus HiAce. Faktor-faktor tersebut terbukti signifikan memengaruhi pemilihan moda, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,963 atau 96,3%, menunjukkan kekuatan penjelas model yang tinggi. Fungsi utilitas yang diperoleh dari model binary logit adalah: Ubus-UHiace = 0.569 + 0.022X₁ + 0.108X₂ + 0.019X₃ + 0.129X₄ + 0.018X₅ Analisis probabilitas menunjukkan bahwa jika kedua moda transportasi ditawarkan dengan tarif yang sama, kemungkinan pemilihan bus Putra Pelangi hanya 4%, sedangkan minibus HiAce dipilih oleh 96% responden. Namun, jika tarif bus Putra Pelangi diturunkan sekitar Rp90.000, probabilitas pemilihan kedua moda akan setara, masing-masing dipilih oleh 50% penumpang.