cover
Contact Name
R. Panca Pertiwi Hidayati
Contact Email
wistara.unpas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wistara.unpas@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung, Jl. Sumatera No. 41 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Pasundan
ISSN : -     EISSN : 27223159     DOI : https://doi.org/10.23969/wistara
Core Subject : Education,
Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, berisi artikel dan/atau laporan hasil penelitian, kajian (teori maupun aplikasi), dan bahasan kepustakaan berkaitan dengan bidang bahasa, sastra, serta pengajarannya
Articles 112 Documents
Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Menulis Teks Prosedur Untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaboratif dan Berpikir Kreatif Peserta Didik Kelas XI SMP Negeri 1 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung ayi tajiyah, ayi; Titin Nurhayatin; Any Budiarti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 1 (2025): Vol. 6, No.1, Mei 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v6i1.17983

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (a) untuk mengkaji penerapan model Problem Based Learning dalam menulis teks prosedur pada kelas eksperimen dan model ekspositori pada kelas kontrol; (b) untuk menguji kemampuan  peserta didik dalam  menulis teks prosedur antara yang menggunakan model Problem Based Learning di kelas eksperimen dan model ekspositori di kelas kontrol; (c) untuk menguji perbedaan kemampuan  peserta didik  berkolaborasi dalam pembelajaran  menulis teks prosedur antara yang menggunakan model Problem Based Learning dibandingkan dengan yang menggunakan model ekspositori; (d) untuk menguji perbedaan berpikir kreatif peserta didik dalam menulis teks prosedur antara yang menggunakan model Problem Based Learning dibandingkan dengan kemampuan peserta didik yang menggunakan model ekspositori;(e) untuk menguji  perbedaan kemampuan  peserta didik dalam  menulis teks prosedur antara yang menggunakan model Problem Based Learning dibandingkan dengan yang menggunakan model ekspositori. Penelitian ini menggunakan metode campuran, menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dalam pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menulis teks prosedur berdampak pada kemampuan berkolaborasi dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 61, sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 88, menunjukkan peningkatan nilai. Nilai kolaborasi dalam pembelajaran  model Problem Based Learning dalam penelitian ini adalah 88 %, termasuk dalam kategori nilai Sangat Baik. Nilai rata-rata pretest berpikir kreatif adalah 45, dan nilai rata-rata posttestadalah 79, juga menunjukkan peningkatan. 
PENDEKATAN TARL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DI SDN TAENG Ulviani, Maria
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 1 (2025): Vol. 6, No.1, Mei 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v6i1.22753

Abstract

This study aims to determine the effect of the Teaching at the Right Level (TaRL) approach in improving the Indonesian language learning outcomes of fourth-grade students at SDN Taeng. The TaRL approach enables student grouping based on their abilities, allowing instruction to be tailored to their comprehension levels. This research was conducted in two cycles using the classroom action research (CAR) method. The results indicate that the learning mastery level in the pre-cycle was only 44%, increased to 67% in Cycle I, and reached 85% in Cycle II. These findings demonstrate that the TaRL approach is effective in enhancing student learning outcomes. The implication of this study is that the TaRL approach can serve as an alternative strategy to improve the quality of Indonesian language learning, emphasizing student grouping according to their initial abilities.
PENERAPAN APRESIASI RESEPTIF,PENDEKATAN DIDAKTIS,EMOTIF DAN ANALITIS TERHADAP SASTRA ANAK Tamala, Rika; Dewi , Rusmala; Ashari Hamzah, Rahmah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 1 (2025): Vol. 6, No.1, Mei 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v6i1.24455

Abstract

Apresiasi sastra reseptif dalam konteks sastra anak, dengan fokus pada penerapan tiga pendekatan utama: emotif, didaktis, dan analitis. Apresiasi sastra reseptif mengacu pada proses pemaknaan karya sastra oleh pembaca, khususnya anak-anak, yang dapat mempengaruhi perkembangan emosi, moral, dan intelektual mereka. Pendekatan emotif berorientasi pada penguatan respons emosional anak terhadap cerita, pendekatan didaktis menekankan pada nilai-nilai pendidikan dan karakter, sementara pendekatan analitis mendorong anak untuk memahami unsur-unsur intrinsik karya secara lebih mendalam. Ketiga pendekatan ini saling melengkapi dalam membangun pemahaman yang utuh terhadap karya sastra anak. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada pendidik dan orang tua dalam mengembangkan literasi sastra anak secara lebih efektif, serta membentuk generasi pembaca yang kritis, empatik, dan berkarakter.
Pemerolehan Kosa Kata Bahasa Arab Santri Baru Pondok Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda’wah Melalui Interaksi Sehari-Hari Heryadi, Ilvi Nur Aulia; Agustin, Amelia Citra; Irma, Irma; Rahmani, Annisa; Fajriani, Sania Dina; Nugraha, Rahmat Mulya
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 1 (2025): Vol. 6, No.1, Mei 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v6i1.24621

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemerolehan kosakata bahasa Arab oleh santri baru di Pondok Pesantren Riyadul ‘Ulum Wadda'wah Tasikmalaya melalui interaksi sehari-hari dengan menerapkan teori sosiolinguistik Lev Vygotsky. Santri baru sering menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan penggunaan bahasa Arab, khususnya dalam interaksi sehari-hari di lingkungan pesantren. Interaksi sosial antara santri, pengasuh, dan guru memiliki peran penting dalam membantu santri memahami dan menguasai kosakata baru. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pemerolehan kosakata, menganalisis dampak interaksi sosial, serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang mendukung atau menghambat proses pemerolehan bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Teori Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) dan scaffolding dari Vygotsky digunakan sebagai acuan untuk memahami bagaimana interaksi sosial dapat memfasilitasi santri dalam mengatasi kesulitan belajar kosakata bahasa Arab. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengungkap pola pemerolehan kosakata di kalangan santri baru serta faktor-faktor pendukung yang berperan dalam proses tersebut. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran bahasa Arab yang lebih efektif di pesantren serta memperkaya kajian sosiolinguistik di bidang pendidikan bahasa.
Improving Student Pronunciation Skills Using Videos With Subtitles At SMP Al-Lathifah 2 Setu Mishbahuddin, Ahmad
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 1 (2025): Vol. 6, No.1, Mei 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v6i1.24626

Abstract

This study investigates the effectiveness of using videos with subtitles to improve the pronunciation skills of ninth-grade students at SMP Al-Lathifah 2 Setu. Mastering pronunciation is a critical aspect of learning English, especially for non-native speakers. However, many students face difficulties in accurately pronouncing words due to insufficient practice and exposure. The study employed a Classroom Action Research (CAR) methodology, implemented over two cycles, to evaluate how multimedia resources, specifically videos with subtitles, can enhance pronunciation skills. The research was grounded in social learning theory, which emphasizes the role of observation and imitation in the learning process. Students engaged with videos in English, where they could simultaneously hear the correct pronunciation and view the corresponding text. The results indicated significant improvement in students’ pronunciation, with increased engagement and confidence. In the pre-cycle assessment, only 35% of students met the minimum passing criteria, but after the intervention, the passing rate rose to 90%. This improvement suggests that videos with subtitles can provide an effective tool for enhancing pronunciation, as students were able to better imitate the pronunciation patterns observed in the videos. The study highlights the potential of multimedia tools in language education and recommends their integration into teaching practices to improve English pronunciation among students.
Exploring the Positive Impacts of Technology-Enhanced Instruction on Student English Language Learning: A Systematic Literature Review Tazkia, Zidni
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6. No. 2, 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This systematic literature review analyzes the use of technology in adopting teaching English language to secondary school learners in a critical way using 16 relevant peer-reviewed studies published between 2010 and 2024. By using the PRISMA framework, the authors describe how technological tools including Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), multimedia applications, and game-based learning platforms contribute positively to the learning process of students as far as behavioral, cognitive and affective domains are concerned. Resources like the ChatGPT service, YouTube and Kahoot show the need for developing interactivity, increasing learning engagement and promoting learner independence through cooperation. Despite these advancements, the review also underscores persistent challenges, including infrastructural deficits, insufficient teacher training, and inequitable access to technology, particularly in under-resourced regions. These restrictions have become barriers to the integration and optimum application of technology in English language teaching (ELT). The synthesis ends by pointing out some of the shortcomings in extant research, especially the moderate emphasis placed on understanding how learner characteristics and socio-economic environments moderate the effects of technology-supported pedagogy. The overall conclusions are intended to inform instructional and policy decision-making for educators, policymakers, and researchers to improve technology-based instruction and foster inclusive and sustainable processes to support the teaching of English as a foreign language.
Analisis wacana kritis dimensi praktis social-budaya dalam postingan Instagram @pramonoanungw Fitriyani, Riski Wulan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6. No. 2, 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji wacana kritis pada caption dari postingan akun Instagram @pramonoanungw dengan menggunakan model analisis yang dirumuskan oleh Norman Fairclough. Dalam ranah komunikasi politik di zaman digital, penelitian ini meneliti cara penggunaan bahasa untuk membentuk narasi serta citra tokoh publik, serta bagaimana wacana ini mencerminkan pergeseran sosial, kelembagaan, dan konteks yang ada. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis isi, yang meliputi pengumpulan data dari unggahan Instagram dan literatur yang relevan. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa setiap caption tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga merefleksikan respons terhadap isu sosial yang penting, seperti pengelolaan sampah, akses air bersih, dan infrastruktur olahraga. Melalui aspek praktik sosial dan budaya yang mencakup situasional, institusional, dan sosial, studi ini mengungkapkan hubungan antara wacana tersebut dengan kebijakan pemerintah serta kebutuhan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya analisis wacana kritis untuk memahami komunikasi di media sosial, serta mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap berbagai wacana yang ada. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman praktik komunikasi politik di era digital sekaligus menekankan pentingnya dialog yang konstruktif dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas.
Tindak Tutur Ekspresif sebagai Representasi Emosi Tokoh dalam Novel Luka Cita: Kajian Pragmatik Yuliarni; Suryaningsih, Ita
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6. No. 2, 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk tindak tutur ekspresif sebagai representasi emosi tokoh dalam novel Luka Cita karya Valerie Patkar berdasarkan kajian pragmatik John Searle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, yang berfokus pada pengidentifikasian, pengklasifikasian, dan pemaknaan data seperti dialog, monolog, dan narasi yang mengandung unsur tindak tutur ekspresif. Hasil penelitian mengidentifikasi sembilan bentuk tindak tutur ekspresif dalam novel Luka Cita yang secara komprehensif merepresentasikan emosi tokoh. Dari keseluruhan kategori tersebut, keluhan, simpati, penyesalan, dan kesedihan merupakan bentuk yang paling dominan. Keluhan mencerminkan perasaan lelah, frustrasi, dan ketidakpuasan tokoh terhadap situasi yang menekan; simpati menampilkan kepedulian dan empati antartokoh; penyesalan menunjukkan refleksi diri atas keputusan masa lalu yang membawa dampak emosional; sedangkan kesedihan memperlihatkan duka mendalam akibat kehilangan dan keterpurukan. Dominasi keempat kategori ini menegaskan bahwa novel Luka Cita berpusat pada konflik batin dan dinamika emosional yang kompleks, hal ini menggambarkan bahwa tindak tutur ekspresif tidak hanya mengungkapkan perasaan tokoh, tetapi juga memperkuat nuansa psikologis, membangun hubungan interpersonal, dan memperdalam alur cerita.
Pengajaran Tata Bahasa dan Ejaan Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ardiana Pratiwi; Hamzah , Rahma Ashari
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6. No. 2, 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning grammar and spelling in Indonesian language subjects in elementary schools plays a crucial role in developing good, correct, and structured language skills from an early age. This teaching does not merely emphasize memorizing language rules, but rather aims to develop effective, logical, and polite communication skills. Grammar helps students understand the relationships between words and the correct sentence structure, while spelling fosters precision in writing, including the use of capital letters and punctuation. In the implementation of the Independent Curriculum, grammar and spelling materials are contextually packaged through the four language skills listening, speaking, reading, and writing so that students can apply them in everyday communication situations. However, teachers still face several obstacles such as limited engaging learning media, low student motivation, and a lack of mastery of communicative learning strategies. Innovation through digital technology, educational games, and project-based learning models can be solutions to increase student interest and understanding. Therefore, grammar and spelling instruction in elementary schools needs to be designed creatively and contextually to strengthen literacy skills and foster students' critical thinking
Kohesi Leksikal dan Gramatikal pada Kalimat Kompleks dalam Novel Dua Garis Biru Kasmawati; Nasrullah, Ince; Aryanti, Aryanti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6. No. 2, 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi leksikal dan gramatikal pada kalimat kompleks yang terdapat dalam novel Dua Garis Biru karya Gina S. Noer. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan sintaksis. Metode penelitian ini menggunakan metode baca dengan teknik catat. Sumber data yang menjadi fokus penelitian ini adalah kalimat kompleks dalam novel Dua Garis Biru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 30 data berupa kalimat kompleks yang terdiri dari 33 data kohesi leksikal yang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu 16 kolokasi, 11 repetisi, 3 hiponim, 2 sinonim, dan 1 antonim. Sedangkan kohesi gramatikal sebanyak 43 data yang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu 15 rujukan, 3 elipsis, 6 substitusi, dan 19 konjungsi. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kohesi leksikal lebih dominan pada kolokasi dan kohesi gramatikal pada konjungsi. Pada kohesi leksikal tidak terdapat unsur kohesi kesetaraan leksikal, sedangkan unsur kohesi gramatikal terdapat pada semua unsur kalimat kompleks dalam novel Dua Garis Biru.

Page 11 of 12 | Total Record : 112