cover
Contact Name
Widi Sriyanto
Contact Email
widi.sriyanto@polimedia.ac.id
Phone
+6282123413157
Journal Mail Official
pekamas@polimedia.ac.id
Editorial Address
Jl. Srengseng Sawah No.5, RW.12, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 28072871     EISSN : 28071557     DOI : https://doi.org/10.46961/pkm.v1i1
PEKAMAS merupakan jurnal yang ditujukan untuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat dari para dosen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jurnal PEKAMAS diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Media Kreatif. PEKAMAS menerima manuskrip atau artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Setiap naskah yang diterbitkan terlebih dahulu dilakukan proses peer-review dengan sifat double-blind review.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2026): Januari" : 6 Documents clear
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Artificial Intelligence Di RA Al-Muttaqin Kurniawati, Ika; Radiyah, Ummu; Mulyani, Astriana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1752

Abstract

Dalam menjalankan proses pembelajaran, guru dituntut untuk senantiasa mengembangkan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Salah satu teknologi yang saat ini banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan adalah Artificial Intelligence (AI). AI telah menjadi alat potensial yang mampu merevolusi metode pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan siswa. Pelatihan pemanfaatan AI bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya dalam pembuatan media pembelajaran interaktif. Hal ini menjadi bagian dari upaya peningkatan daya saing sumber daya manusia, terutama melalui peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Salah satu platform berbasis AI yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Powtoon, yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk video yang menarik dan interaktif. Pelaksanaan pelatihan meliputi tahapan pengenalan, tutorial atau pendampingan, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan pada akhir kegiatan melalui penyebaran kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta serta menilai efektivitas pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mendapatkan respons yang sangat positif. Seluruh indikator kepuasan peserta menunjukkan skor di atas rata-rata, terutama pada aspek manfaat pelatihan, penambahan wawasan, dan minat untuk mengikuti pelatihan serupa di masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif dalam meningkatkan kompetensi digital guru, khususnya dalam konteks pendidikan anak usia dini. Kata Kunci: Artificial Intelligence; Literasi digital; Media pembelajaran; Pelatihan; Powtoon.
Optimalisasi Pojok Literasi BIMA Sebagai Media Penguatan Literasi Anak Di Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor Lathifah, Suci
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1780

Abstract

Abstrak: Tujuan optimalisasi Pojok Literasi BIMA sebagai upaya penguatan literasi anak di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Program dirancang dengan pendekatan pendidikan masyarakat berbasis partisipasi (community-based education) yang melibatkan perangkat desa, guru, kader literasi, sekolah, dan orang tua. Metode kegiatan meliputi analisis kebutuhan, revitalisasi pojok literasi, pelatihan kader, pelaksanaan kegiatan literasi kreatif mingguan, serta kolaborasi dengan sekolah dan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan fasilitas ruang baca yang lebih ramah anak dengan koleksi buku bertambah dari 46 menjadi 110 eksemplar. Sebanyak 12 kader literasi berhasil meningkatkan keterampilan fasilitasi hingga 88% pascapelatihan. Kegiatan literasi mingguan menarik minat anak, dengan peningkatan peserta dari rata-rata 7 menjadi 25 anak per minggu. Evaluasi kuantitatif pada 30 anak menunjukkan kenaikan skor membaca pemahaman sebesar 38,4% (dari 56,7 menjadi 78,5). Secara kualitatif, anak-anak menunjukkan perubahan perilaku positif, seperti lebih sering meminjam buku, berani menceritakan kembali bacaan, serta meningkatnya rasa ingin tahu. Kolaborasi sekolah dan orang tua turut memperkuat keberlanjutan, dengan 73% orang tua mulai membacakan cerita di rumah dibandingkan 27% sebelumnya. Program ini membuktikan bahwa pojok literasi berbasis komunitas efektif sebagai model pengembangan budaya literasi di pedesaan. Kata Kunci: Literasi anak, Pojok Literasi, Pendidikan berbasis Komunitas, Kader Literasi, Desa Sukaharja Abstract:  This article discusses the optimization of the BIMA Literacy Corner as an effort to strengthen children’s literacy in Sukaharja Village, Cijeruk District, Bogor Regency. The program was designed using a community-based education approach that actively involved village officials, teachers, literacy cadres, schools, and parents. The implementation stages included needs assessment, literacy corner revitalization, cadre training, weekly creative literacy activities, and collaboration with schools and families. The results showed a significant improvement in facilities, with the reading collection increasing from 46 to 110 books, accompanied by a child-friendly spatial arrangement. Twelve literacy cadres successfully enhanced their facilitation skills, with an 88% increase in post-training understanding. Weekly literacy activities attracted more participation, with the number of children rising from an average of 7 to 25 per week. Quantitative evaluation involving 30 children indicated a 38.4% increase in reading comprehension scores (from 56.7 to 78.5). Qualitatively, children demonstrated positive behavioral changes, such as borrowing books more frequently, confidently retelling stories, and showing greater curiosity. Collaboration with schools and parents further strengthened sustainability, with 73% of parents starting to read with their children at home compared to only 27% before the program. These findings demonstrate that a community-based literacy corner can serve as an effective model for fostering a sustainable literacy culture in rural areas. Keywords: children’s literacy, literacy corner, community-based education, literacy cadres, Sukaharja Village
Implementasi Ergovision Berbasis Computer Vision Sebagai Upaya Deteksi Dini Risiko Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Kreatif Animator Di Kota Malang Mauludi, Ahmad; Dewi, Rini; Latif, Antinah; Riana, Meisi; Firmanto, Angga; Aprilia, Arrahmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1980

Abstract

Abstrak: Pekerja kreatif, khususnya animator, dihadapkan pada risiko tinggi gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat tuntutan kerja yang melibatkan postur statis berkepanjangan dan gerakan repetitif. Di Kota Malang, yang berkembang pesat sebagai sentra industri animasi, kesadaran akan ergonomi dan akses terhadap alat evaluasi postur kerja masih minim. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ergonomi serta mengimplementasikan teknologi deteksi dini risiko MSDs bernama "ErgoVision" yang berbasis Computer Vision. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan Participatory Ergonomics melalui sosialisasi, pelatihan, dan Usability Testing aplikasi kepada 27 partisipan yang terdiri dari animator profesional, pelajar, dan pimpinan studio di Malang. Evaluasi dilakukan menggunakan rancangan pre-test dan post-test serta uji coba aplikasi secara langsung. Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 19,5%, dari 9,85 (SD=2,74) pada pre-test menjadi 11,78 (SD=2,21) pada post-test (p < 0,001). Peningkatan pemahaman tertinggi terjadi pada aspek identifikasi gejala MSDs dan aturan istirahat mata (20-20-20). Hasil Usability Testing menunjukkan bahwa teknologi ErgoVision dapat diterima sebagai alat bantu mandiri yang efektif dalam memvisualisasikan risiko postur secara real-time. Kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan teknologi kesehatan kerja di sektor ekonomi kreatif, memberikan solusi preventif yang aplikatif, dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta kualitas hidup pekerja kreatif di Kota Malang.
Penguatan Literasi Bacaan Siswa melalui Integrasi Multilingual Extensive Reading Berbasis QR Code Umi Anis Ro’isatin; Binusa Suryadi, Satrio; Titis Agunging Tyas; Heru Prasetyo; Deasy Sandhya Elya Ikawati; Wirawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1982

Abstract

Hasil pemahaman literasi di salah satu SMP di Kota Malang mengalami penurunan. Solusi atas permasalahan ini salah satunya dengan meningkatkan kemampuan profesional guru agar mampu mengembangkan literasi siswanya. Program profesional development yang menyasar daya kreativitas dan utilitas guru untuk mengakomodasi materi literasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswanya. Kemajuan teknologi di era disrupsi juga mendesak ketersediaan literasi yang mudah diakses dan terjangkau bagi murid. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengintegrasikan materi ajar dengan pendekatan teknologi QR Code yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan yang bisa diakses oleh guru dan siswa. QR Code nantinya bisa digunakan secara multilingual, berdasarkan materi yang sudah dibuat oleh guru. Program ini berupa pelatihan dan praktik langsung yang diikuti oleh 11 guru mata pelajaran di salah satu SMP di kota Malang. Setelah mengikuti program professional development, para guru SMP lebih familiar dan mampu membuat bahan bacaan yang lebih interaktif. Mengintegrasikan QR Code di ruang kelas memfasilitasi pembelajaran yang interaktif dengan sentuhan teknologi terkini
Pelatihan Public Speaking Dasar Pada Pelajar SD Muhammadiyah 12 Rahmawati, Yulia; Magvira Yuliani; Dzaljad, Rifma Ghulam; Heryati, Euis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1983

Abstract

Abstrak: Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan kompetensi krusial abad ke-21 yang belum terakomodasi dengan baik dalam kurikulum formal sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan dasar public speaking siswa di SD Muhammadiyah 12 Pamulang yang teridentifikasi memiliki kendala dalam keberanian tampil dan penyusunan struktur bicara. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan berbasis experiential learning yang mencakup teknik vokal, bahasa tubuh, dan struktur pidato, serta diakhiri dengan praktik langsung (mini showcase). Mitra kegiatan adalah sejumlah 31 siswa sekolah yang dibagi menjadi 10 kelompok praktik. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan performa saat showcase. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keberanian siswa, di mana seluruh kelompok mampu tampil di depan kelas. Manfaat yang dirasakan meliputi peningkatan rasa percaya diri (self-confidence), kerjasama tim yang solid, dan kemampuan menyusun ide sederhana menjadi cerita yang runut. Antusiasme siswa sangat tinggi baik sebagai pembicara maupun audiens. Kata Kunci: Public speaking; Kepercayaan diri; Pelajar SD; Komunikasi verbal; Pelatihan Abstract:  Public speaking skills are crucial 21st-century competencies that have not been well-accommodated in the formal school curriculum. This community service activity aims to increase self-confidence and basic public speaking skills of students at SD Muhammadiyah 12 Pamulang, who were identified as having constraints in the courage to appear and speech structure arrangement. The implementation method includes experiential learning-based training covering vocal techniques, body language, and speech structure, ending with direct practice (mini showcase). The activity partners were as much as 31 students divided into 10 practice groups. Evaluation was carried out through performance observation during the showcase. The results showed a significant increase in student courage, where all groups were able to perform in front of the class. The benefits felt included increased self-confidence, solid teamwork, and the ability to compile simple ideas into coherent stories. Student enthusiasm was very high both as speakers and audiences. Keywords: Public speaking; Self-confidence; Elementary school students; Verbal communication; Training.
Pemanfaatan Nusantara Adventures Board Games Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Ilmu Grafika Situngkir, Yessy Yerta; Hanum, Mutia; Firmanto, Angga Dwi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1984

Abstract

Penggunaan media pembelajaran mepengaruhi kondisi belajar dan memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Pembelajaran ilmu grafika di tingkat SMK perlu diperhatikan karena berkaitan dengan persiapan Sumber Daya Manusia untuk industri grafika. SMK menghadapi tantangan, kurangnya keterlibatan siswa dalam metode pembelajaran konvensional, serta kesulitan siswa memahami konsep ilmu grafika melalui teori verbal. Tujuan Pengabdian ini adalah dengan program pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan diharapkan memberikan manfaat bagi siswa agar dapat belajar dengan menyenangkan, menciptakan pembelajaran yang dinamis dan terintegrasi. Metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu sosialisasi dan praktek dengan pendekatan kuantitatif.. Kegiatan ini melibatkan 20 siswa dan 5 guru, serta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, yaitu sekitar 45,29% dari hasil pre-test ke post-test. Penggunaan board game ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga dapat diadaptasi untuk materi pelajaran lain. Inisiatif kolaboratif antara sekolah dan perguruan tinggi ini menekankan pentingnya alat pengajaran yang kreatif dalam pendidikan vokasional untuk memenuhi tuntutan industri dan mendorong kreativitas siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6