cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Yoga pada Anak untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik dan Kognitif pada Anak Usia Prasekolah Fransisca Desti Kurniasih; Isfaizah; Dona Rande Bua; Galih Ayu Tias; Adelina Maharani Tugestim; Binti Yuliana; Wahyuni; Fentisarti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preschoolers are children who are experiencing growth and development. Toddlerhood is an important period in the process of human growth and development. Toddlers are a general term for children aged 1-3 years (toddlers) and preschoolers (3-5 years). The early years of a child's development are the beginning of their long-term health and well-being. Early childhood gains cognitive, verbal, and social-emotional skills in the early years of life and their brains develop rapidly. Objective: The purpose of this yoga service for preschool children is to improve motor and cognitive abilities and develop emotional self-regulation skills in managing emotions, calmness and self-reflection and improve the focus and concentration of learning for preschool children with yoga education for children. Method: This community service was carried out simultaneously in three regions of Indonesia, including Vinsensius Pudak Payung Kindergarten Semarang with 11 students, Kemala Bhayangkari 02 Kindergarten Bulungan North Kalimantan with 9 students, Kemala Bhayangkari 09 Kindergarten Sangatta Utara East Kalimantan with 15 students, on June 3, 2025 at 08.00-09.00. This activity began with explaining and educating children about yoga, then continued with yoga practice. This activity was carried out by starting with warm-up movements, core movements and cooling movements. Results: after the education was carried out, the children understood the importance of yoga. The community service carried out in kindergarten went well and the children followed the yoga movements directed by the instructor enthusiastically. Conclusion and suggestions: children's yoga can improve concentration, learning cognitive abilities, and gross motor skills, as well as emotional intelligence and body balance in preschool children and it is hoped that teachers will do this yoga in ice breaking sessions during class hours to refresh children's brains.   Abstrak Anak  prasekolah  adalah  anak  yang  sedang  mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Masa balita merupakanperiode penting dalam proses tumbuh kembang manusia.Balita  adalah  istilah  umum  bagi  anak  usia  1-3  tahun(batita)  dan  anak  prasekolah  (3-5  tahun). Pada tahun-tahun awal perkembangan anak merupakan awal bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang. Anak usia dini mendapatkan keterampilan kognitif, verbal, dan sosial-emosional pada tahun-tahun awal kehidupannya dan otak mereka berkembang dengan cepat. Tujuan: dari pengabdian yoga pada anak pra sekolah  ini adalah untuk Meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif serta mengembangkan keterampilan emosional regulasi diri dalam mengelola emosi diri, ketenangan dan refleksi diri serta meningkatkan fokus dan konsentrasi belajar anak usia pra sekolah dengan edukasi yoga pada anak. Metode: pengabdian masyarakata ini di lakukan serentak di tiga wilayah indonesia yang meliputi TK Vinsensius Pudak Payung Semarang sebanyak 11 siswa,TK Kemala Bhayangkari 02 Bulungan Kalimantan Utara sebanyak 9 sisawa, TK Kemala Bhayangkari 09 Sangatta Utara Kalimantan Timur sebanyak 15 siswa, pada tanggal 03 Juni 2025 pukul 08.00-09.00. Kegiatan ini di mulai  dengan menjelaskan dan edukasi tetang yoga anak, kemudian di lanjutkan dengan praktek yoga. Dalam kegiatan ini di lakukan dengan di awali gerakan pemanasan, gerakan inti dan gerakan pendinginan. Hasil : Setelah di lakukan edukasi anak-anak paham tentang pentingnya yoga, Pengabdian yang di laukan di taman kanak-kanak berjalan dengan baik dan anak- anak mengikuti gerakan yoga yang di arahkan oleh instruktur dengan antusias. Kesimpulan dan saran : yoga anak mampu meningkatkan konsentrasi belajar kemampuan kognitif, dan kemampuan motorik kasar, serta kecerdasan emosional dan keseimbangantubuh pada anak usia prasekolah dan diharapkan guru melakukan yoga ini di sesi-sesi ice breaking jam pelajaran untuk merefresh otak anak.                           
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 32 Tahun P2A0 dengan Bendungan ASI di Puskesmas Cebongan Arlinda Novela Dewi; Ida Sofianti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (COC) is the provision of continuous services starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning carried out by midwives. Continuous midwifery care aims to assess the complications found as early as possible so that it can improve the welfare of mothers and babies as a whole and in the long term, resulting in a decrease in the number of cases of complications and deaths of pregnant women, childbirth, postpartum BBL, and neonates. The purpose of providing comprehensive midwifery care to Mrs. A (Continuity Of Care) includes pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates to family planning. The method in this study the author uses a data collection method, namely using interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book, physical examinations and this study began on November 30, 2024 - June 18, 2024. The research instrument uses SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. A from pregnancy, labor, postpartum, newborn and neonate, it was found that Mrs. A, 32 years old with normal, Mrs. A's delivery was carried out at Puri Asih Hospital. The postpartum period Mrs. A, 32 years old with P2A0 took place with problems of breast milk engorgement, no bleeding, good uterine contractions, lochia rubra, received vitamin A. In newborns, the results of anthropometric examinations were normal. Mrs. A decided to use an implant contraceptive.   Abstrak Continuity of care (COC) merupakan pemberian pelayanan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta keluarga berencana yang dilakukan oleh bidan. Asuhan kebidanan berkesinambungan bertujuan mengkaji sedini mungkin penyulit yang ditemukan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi secara menyeluruh dan jangka panjang, berdampak terhadap menurunnya jumlah kasus komplikasi dan kematian ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan neonatus. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. A secara komprehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak tanggal 30 November 2024 - 18 Juni 2025. Instrumen penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif (Continuity Of Care) pada Ny. A dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. A usia 32 tahun dengan kehamilan normal. Persalinan pada Ny. A dilakukan di RSU Puri Asih. Masa nifas pada Ny. A umur 32 tahun P2A0 berlangsung dengan masalah bendungan ASI, tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. A memutuskan menggunakan KB implant.
Meningkatkan Fleksibilitas Anak Melalui Yoga Kids di PAUD X Iga Rosi Retnawati; Nita Aprilia Devantiyogi; Della Imianuel Resnia Pappang; Nurul Deviana; Nurul Indah Sari; Risma Asmarani; Ida Sofiyanti; Ninik Christiani; Eti Salafas; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During this period, children can develop their curiosity and be able to speak well.( Sue C. Ladner, 2011) This service activity is carried out in several stages, namely stage 1 Permission to the school to hold yoga activities for children and determining the implementation time. Phase 2 is the implementation of yoga activities on children using leaflets and also an orange fruit for meditation media which is carried out on Monday, June 2, 2025 at 08.00 - with the completion in the Paud classroom, this activity was attended by 15 children. Stage 3 is a testimonial from the teacher and the child after doing the child's yoga activities together. This community service activity can bring a good effect for students in paud ngudi rahayu Bergas lor Village in the eastern krajan neighborhood of Semarang Regency, seen from the testimonies that have been done, the children feel happy and full of enthusiasm to do yoga. Yoga that has been done is an early stage yoga that concentrates on physical and mental processing so that it can be useful in increasing learning concentration. Yoga practice is expected to be carried out 1-2 times a week taught in the school by the teacher so that the child's concentration increases. Through yoga, children can be more creative, active and skilled so that they can increase their intelligence.   Abstrak Anak usia prasekolah merupakan anak yang berumur 3-6 tahun dimana pada periode ini terjadi pertumbuhan fisik yang menjadi lambat dan pertumbuhan psikososial dan kognitif akan mengalami kenaikan. Periode ini anak dapat mengembangkan rasa ingin tahunya serta mampu berbicara dengan baik. (Sofiyanti & Setyowati, 2023) Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap 1 Perizinan kepada pihak sekolah untuk diadakan kegiatan yoga pada anak dan penentuan waktu pelaksanaan. Tahap 2 yaitu pelaksanaan kegiatan yoga pada anak dengan menggunakan leaflet dan juga sebuah buah jeruk untuk media meditasi yang dilakukan pada hari Senin 2 Juni 2025 jam 08.00 sampai dengan selesai di ruang kelas Paud, kegiatan ini diikuti 15 anak. Tahap 3 yaitu testimoni dari guru dan anak setelah melakukan kegiatan yoga anak secara bersama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membawa efek yang baik bagi siswa di Paud Ngudi Rahayu desa bergas lor lingkungan krajan timur Kabupaten Semarang dilihat dari testimoni yang telah dilakukan anak- anak merasa senang dan penuh semangat melaksanakan yoga. Yoga yang telah dilakukan merupakan yoga tahapan awal yang berkonsentrasi pada olah fisik dan pikiran sehingga dapat berguna dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Praktik yoga diharapkan di harapkan dapat dilaksanakan 1-2 kali seminggu diajarkan di Paud X oleh guru agar konsentrasi anak meningkat. Melalui yoga anak dapat lebih  kreatif,  aktif  dan  terampil  sehingga  dapat meningkatkan kecerdasan anak.           
Edukasi Akupresure pada Remaja Putri sebagai Upaya Pengetahuan untuk Mengurangi Nyeri Haid di SMPN 3 Tanjung Palas Utara Florenca Sallata; Siti Nur Kholifah; Marta; Dwi Ambarwati; Ana Maulidiyah; Chusnul Dwi Ardiyana; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain (dysmenorhoe) is a common problem experienced by young women and can interfere with their daily activities. Lack of knowledge about proper treatment, especially nonpharmacological methods such as acupressure, leads to high visits to health facilities to address this pain. Therefore, effective education is needed so that adolescents are able to apply acupressure techniques independently to reduce menstrual pain. The implementation of this service activity includes counseling on acupressure at SMPN 3 Tanjung Palas Utara, which is supported by the presentation of material through presentation media and practical demonstrations. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires to measure the increase in participants' knowledge. The expected result is to increase the knowledge and application of acupressure independently by adolescents, so as to reduce the need for visits to health centers due to dysminorhoe. Through this activity, it is hoped that adolescents' knowledge about non-pharmacological menstrual pain management can develop, support their reproductive health, and reduce the burden on public health facilities.   Abstrak Abstrak Nyeri haid (dismenorhoe) merupakan masalah umum yang dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Kurangnya pengetahuan tentang penanganan yang tepat, terutama metode nonfarmakologi seperti akupresur, menyebabkan tingginya kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk mengatasi nyeri ini. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang efektif agar remaja mampu menerapkan teknik akupresur secara mandiri untuk mengurangi nyeri haid. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan tentang akupresur di SMPN 3 Tanjung Palas Utara, yang didukung oleh penyajian materi melalui media presentasi dan demonstrasi praktek. Evaluasi dilakukan menggunakan kuisioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil yang diharapkan adalah meningkatkan pengetahuan dan penerapan akupresur secara mandiri oleh remaja, sehingga dapat menurunkan kebutuhan kunjungan ke puskesmas akibat disminorhoe. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan remaja tentang penanganan nyeri haid nonfarmakologis dapat berkembang, mendukung kesehatan reproduksi mereka, dan mengurangi beban fasilitas kesehatan masyarakat.
Pengetahuan Ibu Postpartum Tentang Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI di RSUD Temanggung Regita, Anissa; Vanisa; Heni Hirawati Pranoto; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxytocin massage is a non-pharmacological method used to stimulate the hormone oxytocin to enhance breast milk production in postpartum mothers. This study aimed to increase postpartum mothers’ knowledge about the importance of oxytocin massage in facilitating breast milk production. The community service activity was conducted at the Mawar Ward of RSUD Temanggung from January 21 to February 9, 2025, involving 20 postpartum mothers as participants. The method included health education and demonstration of oxytocin massage techniques, accompanied by pre-test and post-test questionnaires to assess changes in participants’ knowledge. The pre-test results showed that 25% of mothers had good knowledge, 50% moderate, and 25% poor. After the intervention, post-test results revealed a significant improvement, with all participants (100%) demonstrating good knowledge. This study concludes that health education and hands-on demonstration of oxytocin massage are highly effective in increasing postpartum mothers’ knowledge. It is hoped that this knowledge can be applied independently by mothers and their families to support successful breastfeeding and exclusive breastfeeding practices.   Abstrak Pijat oksitosin merupakan salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk merangsang hormon oksitosin guna meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai pentingnya pijat oksitosin dalam memperlancar pengeluaran ASI. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Mawar RSUD Temanggung pada tanggal 21 Januari hingga 9 Februari 2025 dengan melibatkan 20 ibu postpartum sebagai responden. Metode yang digunakan meliputi edukasi  kesehatan dan demonstrasi teknik pijat oksitosin, disertai  pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur  perubahan pengetahuan peserta. Hasil pre-test menunjukkan 25% ibu memiliki pengetahuan baik, 50% cukup, dan 25% kurang. Setelah penyuluhan dan demonstrasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan praktik langsung pijat oksitosin sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu postpartum. Edukasi ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh ibu bersama keluarga guna mendukung keberhasilan menyusui dan pemberian ASI eksklusif.
Penerapan Akupresure untuk Nyeri Haid pada Remaja Putri Ida Nur Ramadhana; Ratna Sari, Lidia; Arista, Tika; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Symptoms that often occur during menstruation are discomfort due to menstrual pain or what is often called dysmenorrhea. The short-term impact of dysmenorrhea is affecting daily activities, emotional conflict, tension and anxiety, moody, irritable and unable to interact effectively with others. Efforts that can be made to overcome dysmenorrhea pain can be done in a non-pharmacological way, one of which is by using acupressure. The purpose of community service is to increase adolescent knowledge about how to overcome menstrual pain. The Community Service Method will be implemented in 3 stages, namely the First Stage is preparing by conducting a problem assessment and collaborating with partners. The Second Stage is conducting a pre-test to explore the level of adolescent knowledge, providing counseling on how to overcome menstrual pain in adolescents using Projector media and conducting acupressure demonstrations to reduce menstrual pain. The Third Stage is evaluating by giving a post-test to adolescents. From the results of Community Service, it was found that this activity was attended by 12 adolescents and 2 cadres. The results showed that before the counseling, the pretest value of adolescent knowledge showed the lowest value of 30 and the highest was 60, while the average value was 50.8. After the counseling, the adolescent knowledge value showed the lowest value of 80 and the highest was 100, while the average value was 94.17. In conclusion, there was an increase in adolescent knowledge about reproductive health and how to overcome menstrual pain in adolescent girls. It is hoped that health workers will improve health education to the community, especially adolescent girls, regarding how to reduce menstrual pain to improve the quality of adolescent health.   Abstrak Gejala yang sering terjadi saat menstruasi adalah rasa tidak nyaman karena timbulnya nyeri haid atau yang sering disebut dengan dismenorea. Dampak jangka pendek dari disminore yaitu mempengaruhi aktifitas sehari-hari, konflik emosional, ketegangan dan kecemasan, murung, mudah marah dan tidak dapat berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dismenore dapat dilakukan dengan cara non farmakologis, salah satunya dengan mengguankan akupresure. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai cara untuk mengatasi nyeri haid. Metode Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan pengkajian permasalahan dan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua melakukan prestest untuk menggali tingkat pengetahuan remaja, memberikan penyuluhan mengenai cara mengatasi nyeri haid pada remaja menggunakan media proyektor dan melakukan demonstrasi akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest kepada remaja. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 12 remaja dan 2 kader. Didapatkan hasil bahwa sebelum penyuluhan, nilai pretest pengetahuan remaja menunjukan hasil nilai terendah yaitu 30 dan tertingginya yaitu 60, sementara nilai rata-ratanya yaitu 50,8. Setelah dilakukan penyuluhan, nilai pengetahuan remaja menunjukkan hasil nilai terendah yaitu 80 dan tertingginya yaitu 100, sementara nilai rata-ratanya yaitu 94,17. Kesimpulan, terjadi peningkatan pengetahuan remaja mengenai kehesatan reproduksi dan cara mengatasi nyeri haid pada remaja putri. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kesehatan kepada masayarakat, terutama remaja putri mengenai cara mengurangi nyeri haid untuk meningkatkan kualitas kesehatan remaja.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. T G2P1A0 Umur 30 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas Andini Putri; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate until deciding to use family planning. This aims to help monitor and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwifery care methods in the Bergas Health Center Working Area. and through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "T" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 3 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum visits, 4 neonates, and 1 family planning. In Mrs. "T" the pregnancy process went physiologically without any problems or complications even though in TM II the mother had mild anemia. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications and management had been carried out according to the 60 APN steps. In postpartum midwifery care, it was normal and smooth. In providing midwifery care for family planning, the mother has been given counseling and decided to use the KB Implant. Continuous midwifery care (continuity of care) that has been carried out on Mrs. "T" during pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns, and family planning, the examination results were within normal limits and there were no accompanying complications. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu mementau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas. dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”T” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.”T” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM II ibu mengalami anemia ringan. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Implan Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “T” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan Kebidanan
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “M” Usia 31 Tahun dengan Letak Sungsang di Klinik Ibnu Sina Balikpapan Ida Nur Ramadhana; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide midwifery care to Mrs. M comprehensively and continuously starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in October 2024-February 2025. From the results of the provision of pregnancy care, the mother complained of feeling uncomfortable in the area below the ribs as if something was pressing and felt the baby's kicks were below the bladder area and was given kneechest care, on the third visit the mother complained of lower back pain and was given BL 23 acupressure care. The labor process went normally, the mother was given counterpressure care. Postpartum care Mrs. M complained that her breast milk was not flowing smoothly, her breasts felt hot, swollen and full and there was a feeling of tenderness and was given breast care care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care Mrs. M used the 3-month injection birth control method.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. M secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktiber 2024- Februari 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengeluh merasa tidak nyaman didaerah bawah tulang iga seperti ada yang mendesak dan merasa tendangan kaki bayi berada dibawah di daerah kandung kencing dan diberikan asuhan kneechest, pada kunjungan ketiga ibu mengeluh nyeri punggung bawah dan diberikan asuhan akupresure BL 23. Proses persalinan berjalan dengan normal, ibu diberikan asuhan counterpresure. Asuhan nifas Ny. M mengeluh asinya belum lancar, payudara terasa panas, bengkak dan penuh dan ada rasa nyeri tekan dan diberikan asuhan perawatan payudara. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny.M menggunakan metode KB suntik 3 bulan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “T” Usia 32 Tahun dengan Inersia Uteri Rizki Fitria Nugraheni; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide midwifery care to Mrs. H comprehensively and continuously starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in November 2024-February 2025. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother complained of frequent urination and experienced false contractions. Educational care was given about discomfort in the third trimester and MMS was given. The labor process experienced obstacles, namely there was no progress in the opening and the mother was given acupressure care to induce labor, speed up the process of the fetal head entering the pelvis and to reduce labor pain. Postpartum care, the mother complained that her breasts felt full, and was given breast care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in the family planning care, Mrs. H used an IUD. It is hoped that health workers will increase education for pregnant women regarding nutritional needs during pregnancy, preparation for childbirth, preparation for family planning and correct breastfeeding technique.s.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. H secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024- Februari 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengeluh sering BAK dan mengalami kontraksi palsu. Diberikan asuhan edukasi ketidaknyaman pada trimester III serta memberikan MMS. Proses persalinan mengalami kendala, yaitu pembukaan tidak ada kemajuan dan ibu diberikan asuhan akupressure untuk menginduksi persalinan, mempercepat proses kepala janin masuk panggul dan untuk mengurangi nyeri persalinan. Asuhan nifas, ibu mengeluh payudara terasa penuh, dan diberikan asuhan perawatan payudara. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. H menggunakan KB IUD. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatakan edukasi kepada ibu hamil mengenai kebutuhan nutrisi pada masa kehamilan, persiapan persalinan , persiapan KB dan teknik menyusui yang benar.
Pijat Tui Na Sebagai Upaya Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di Posyandu Jambu Langensari Nova Harianti; Ruliana Isna Rosida; Yulianti, Rizkhiana; Rika Yunita Ernanda; Willisa Apriana; Heni Hirawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child growth and development is a very important issue and needs serious attention. Growth can be seen from body weight and head circumference, while development can be seen from motor skills, social, emotional, language skills and cognitive abilities. Children's growth and development is influenced by several factors, one of which is influenced by nutritional status. Efforts to overcome feeding difficulties in toddlers can be done using non-pharmacological methods through tui na massage. Tui na massage is one way to overcome feeding difficultiestoddlers, carried out for 6 consecutive days before eating for 30 minutes with 8 series of massages that can overcome eating difficulties. The aim of this community service is to apply tui na massage as a complementary therapy to overcome feeding difficulties in toddlers. Method: Implementation of activities in the form of tui na massage training for mothers of toddlers using lecture, discussion and practice methods. The conclusion obtained after this community service were the pre – test result of respondents in the good knowledge category (50%) in the poor category (30%) and the post - test result 0f 100 % of respondents in the good knowledge category. Apart from that, the skills of the posyandu respondents are also in the good category, shown by the evaluation result with a score of (98%).   Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan masalah yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Pertumbuhan dapat dilihat dari berat badan dan lingkar kepala, sedangkan perkembangan dapat dilihat dari kemampuan motorik, sosial, emosional, kemampuan berbahasa, serta kemampuan kognitif. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya dipengaruhi oleh status gizi. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dapat dilakukan dengan cara non farmakologi melalui pijat tui na. Pijat tui na merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesulitan makan pada balita, dilakukan selama 6 hari secara berturut turut sebelum makan selama 30 menit dengan 8 rangkaian pijat yang dapat mengatasi kesulitan makan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk menerapkan pijat tui na sebagai terapi komplementer untuk mangatasi kesulitan makan pada balita.Metode: Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan pijat tui na pada ibu balita dengan metode ceramah, diskusi dan praktik. Kesimpulan yang didapatkan setelah pengabdian masyrakat ini adalah hasil pre – test responden dalam kategori pengetahuan baik (50%) kategori pengetahuan baik. Selain itu, keterampilan para responden  posyandu juga dalam kategori baik ditunjukkan dengan hasil evaluasi nilai (98%).