cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
ISSN : 28305744     EISSN : 28305558     DOI : https://doi.org/10.55784/jkj
Core Subject : Health,
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, merupakan jurnal open source, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. Terbit dua kali setahun yaitu Juni dan Desember
Articles 353 Documents
Analisis Pelaksanaan Program Puskesmas Dalam Menurunkan Prevalensi Stunting Di Desa Dolok Saribu Kecamatan Pagaran Purba, Yenni Tulus; Yusnadi, Yusnadi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1618

Abstract

This research aims to analyze the implementation of the community health center program in reducing stunting in Dolok Saribu village. The study used a descriptive qualitative phenomenological approach. Informant selection was conducted using purposive sampling. Data collection involved interviews, observations, and documentation, followed by data reduction, data presentation, and drawing conclusions from the collected data. The results showed that the implementation of the community health center program to reduce the prevalence of stunting has been carried out in every work area of the community health center, including Dolok Saribu village, with a monthly schedule that includes immunization programs, nutritional counseling, and measuring height and weight by age. All programs are conducted by community health center staff in accordance with their area of expertise. However, the implementation of the community health center program has not yet reached optimal results due to the community's lack of active participation in the program.
Tradisi Neno Bo’ha Dalam Perawatan Masa Nifas: Tantangan Integrasi Budaya dan Kesehatan Modern Di Masyarakat Dawan Dion, Yohanes; Tahu, Sebastianus Kirniadi; Tanggur, Femberianus Sunario
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1619

Abstract

The Neno Bo'ha tradition is a form of postpartum care practiced for generations by the Dawan indigenous community. This tradition involves isolation for 40 days in a traditional house (ume kbubu), hot baths (tatobi), body fumigation (se'i), and certain food restrictions. This study aims to examine the dynamics of the existence of the Neno Bo'ha tradition amidst the development of modern health practices, as well as identify challenges and opportunities for integration between the two. The research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), observation, and documentation, then analyzed using thematic analysis techniques and source triangulation.Results show that Neno Bo'ha is still strongly practiced because it is believed to protect mothers and babies physically and spiritually. However, this practice presents a number of health challenges such as poor sanitation, infections, nutritional disorders, stunting, and delays in medical access. On the other hand, adaptations have begun to emerge within the community such as the involvement of midwives in care, ritual modification, and health education through traditional leaders. The study concludes that collaborative and culture-based approaches are more effective in increasing community acceptance of modern health practices. Integration of local cultural values with context-sensitive health education is a strategic key to improving the quality of maternal and child care in indigenous areas.
Studi Literatur Perbandingan Metode Ekstraksi Terhadap Potensi Farmakologi Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis) Nurmala, Andi Arifah; Amin, Asni; Syarif, Rezki Amriati; Faradiba, Faradiba
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1493

Abstract

Ekstraksi adalah proses pemisahan senyawa aktif dari jaringan tanaman menggunakan pelarut tertentu, dengan tujuan memperoleh zat yang memiliki efek farmakologis atau biologis. Metode ekstraksi dapat mempengaruhi aktivitas farmakologi suatu tanaman seperti daun sirsak (DS) dan daun pecut kuda (DPK). DS dan DPK menunjukkan aktivitas farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap aktivitas farmakologi ekstrak DS dan DPK. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur ilmiah dnegan pustaka yang berasal dari jurnal nasional maupun internasional yang diterbitkan selama sepuluh tahun terakhir yang diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, NCBI. Kata kunci yang digunakan antara lain  "metode ekstraksi", "pelarut ekstraksi", ”daun sirsak”, ”daun pecut kuda” dan "aktivitas farmakologi". Hasil studi literatur yang telah dilakukan diperoleh data bahwa untuk memperoleh aktivitas farmakologi terbaik dari DS dan DPK, metode maserasi dengan pelarut polar seperti etanol 70–96% atau metanol adalah yang paling direkomendasikan. Kombinasi metode dan pelarut ini terbukti menghasilkan ekstrak dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, efek antibakteri yang signifikan, dan aktivitas antiinflamasi. Oleh karena itu dapat disimpulkan metode ekstraksi dan pelarut mempengaruhi  aktivitas farmakologi dari DS dan DPK.
Tinjauan Literatur: Efektivitas Bahan Pembentuk Gel Terhadap Stabilitas dan Aktivitas Farmakologi Permen Jelly Nutriseutikal Aswar, Jumalia; Yuliana, Dewi; Faradiba, Faradiba
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1501

Abstract

Sediaan nutraseutikal berbentuk permen jelly merupakan bentuk sediaan yang memiliki tekstur kenyal, serta mampu menutupi rasa obat dengan baik melalui penggunaan pemanis dan perasa. Tekstur kenyal tersebut diperoleh dari bahan pembentuk gel yang juga berperan dalam mengatur viskositas sediaan, seperti gelatin, pektin, karagenan, konjak, dan agar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pembentuk gel terhadap kestabilan sediaan permen jelly nutraseutikal serta aktivitas farmakologinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah pustaka dari jurnal nasional maupun internasional yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan NCBI. Kata kunci yang digunakan meliputi variasi bahan pembentuk gel, nutraseutikal, permen jelly, serta uji aktivitas farmakologi. Hasil telaah menunjukkan bahwa kombinasi bahan pembentuk gel yang memberikan hasil terbaik adalah gelatin:pektin (20:10), karagenan:konjak (2:4), dan karagenan:gelatin (2:14), berdasarkan uji kestabilan farmasetik serta aktivitas farmakologi berupa antioksidan dan antibakteri. Disimpulkan bahwa variasi bahan pembentuk gel berpengaruh terhadap kestabilan sediaan permen jelly nutraseutikal.
Formulasi dan Uji Evalusi Sedian Sabun Cair Cuci Piring Sebagai Antibakteri Dari Ekstrak Daun Sanduduk Bulu (Clidemia hitra) Nurhidayah , Nurhidayah; Baktiar , Nur Hasfiana; Umar, Cut Bidara Panita
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1715

Abstract

Sanduduk Bulu (Clidemia hirta) merupakan tanaman yang berasal dari amerika selatan, yang  tumbuh  liar dan banyak digunakan untuk pengobatan  tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan aktivitas anti bakteri ekstrak daun sanduduk bulu (Clidemia. hirta) dalam sediaan sabun cair. Metode menggunakan studi eksperimetal labolatorium  dengan  desain penelitian  uji evaluasi fisik meliputi uji  organoleptik , uji pH, uji stabilitas busa dan uji homogenitas uji, untuk uji organoleptik warna ,baun dan bentuk untuk FI,FII dan FII memiliki hasil yang baik,untuk uji pH sebelum  dilakukan  penyimpanan  selama  satu  minggu pada untuk FI memiliki pH 4,5, FII memiliki pH 4,8  dan  FIII   memiliki  pH  5,4,  setelah  penyimpanan  selama  satu  minggu  pH  sediaan  untuk  FI 4,4,  FII  4,7 dan  FII  5,2 hasil pengujian  menunjukan bahwa  pH  sabun cuci piring dari ekstrak daun sanduduk bulu memilii pH basa, untuk uji stabilitas busa,  sebelum penyimpanan  selama  satu  minggu  untuk  FI  yaitu  6 cm,FII 10 cm  dan  FII 11.setelah di lakukan  penyimpana  selama  satu  minggu untuk busa yang di hasilkan pada FI yaitu 8 cm, FII 13cm, dan FII 14 cm, uji homogentias sebelum dan sesudah penyimpanan menujukan hasil yang homogen, Kesimpulan bahwa daun sanduduk bulu  (Clidemia hirta) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, saponin,tanin dan alkaloid.Ekstrak daun sanduduk bulu (Clidemia HirtaL.) dapat diformulasikan  sebagai  sediaan  sabun cair cuci piring Perbandingan  konsentrasi dari zat aktif yang digunakan dapat mempegaruhi sifat fisik dari sediaan  sabun cair cuci piring yaitu uji organoleptis uji pH uji kestabilan busa dan uji homogenitas.
Uji Fitokimia dan Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Nothoponax scutellarium Merr.) Ibrahim, Marisa Anggia; Mewar, Djulfikri; Mahulauw, Muhammad Azril Hardiman
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1804

Abstract

Mangkokan leaf (Nothopanax scutellarium Merr.) is a potential medicinal plant that contains various active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins that are efficacious as antibacterial, anti-inflammatory, and accelerate wound healing. This study aims to formulate mangkokan leaf extract into ointment preparations and evaluate its physical quality. The research method used a laboratory experimental approach with a series of quality tests including organoleptic, homogeneity, pH, spreadability and adhesion. The results of phytochemical testing showed the presence of secondary metabolite compounds, namely alkaloids, flavonoids, saponins and tannins, the results of physical evaluation that the three ointment formulas met all test parameters: having sTabel organoleptic properties, homogeneous texture, pH 4.5-7.0 which is suiTabel for the skin, optimal spreadability of 5-7 cm, adhesion of more than 4 seconds. These findings prove that mangkokan leaf extract can be formulated into ointment preparations that meet the quality standards of topical preparations with the best performance at 30% concentration. This study also confirmed the potential of mangkokan leaves as an effective traditional medicine raw material for wound care and other skin problems, with the advantage of good formula stability during the observation period.
Hubungan Durasi Menderita Diabetas Mellitus Dengan Self-Efficacy Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar Fajriansi, Andi; Y, Yusnaeni
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1819

Abstract

Penyakit kronis diabetes melitus dapat mempengaruhi keyakinan diri penderita karena membutuhkan perawatan jangka panjang. Keyakinan diri atau self-efficacy adalah komponen penting dalam keberhasilan manajemen diabetes, self-efficacy penderita dalam mengelola penyakitnya juga dipengaruhi oleh lamanya (durasi) menderita diabetes melitus. Tujuan penelitian mengetahui hubungan durasi menderita diabetes mellitus dengan self-efficacy penderita diabetes melitus. Metode penelitian kuantitatif  pendekatan Cross Sectional Study, sampel berjumlah 42 responden melalui metode accidental sampling. Pengumpulan data  wawancara dan rekam medis untuk durasi menderita dan kuesioner Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES) untuk Self-Efficacy. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan p<0,05. Hasil peneltian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara durasi menderita diabetes mellitus dengan self-efficacy, 0,002 <0,05. Penderita yang lebih lama dengan penyakit diabetes mellitus dapat  membuat penderita lebih yakin dan percaya diri dalam mengelola diabetesnya. Implikasi bagi tenaga kesehatan dalam program promosi kesehatan untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada penderita untuk meningkatkan self-efficacy.
In Vivo Anti-Inflammatory Activity of Durio zibethinus Murray Leaf Ethanol Extract in Male Wistar Rats Muliana, Hilda
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1830

Abstract

Inflammation is a physiological response that can become a serious health problem if excessive. This study aims to evaluate the anti-inflammatory effectiveness of durian leaf ethanol extract (Durio zibethinus Murray) on male white rats. The study used a post-test only control group design with male Wistar rats aged 2–3 months, weighing 180–210 g. The test animals were divided into five groups: negative control (CMC Na), positive control (diclofenac sodium), and three treatment groups with doses of 200, 400, and 800 mg/kg BW of durian leaf ethanol extract. Inflammation was induced by egg white injection into the sole of the foot. Edema volume was measured using a mercury plethysmometer. Data analysis used one-way ANOVA and Tukey's post-hoc test. The results showed that the extract contains flavonoids, saponins, and steroids. A dose of 400 mg/kg BW provided the second highest edema inhibition (34.34% at 120 minutes) after the standard drug sodium diclofenac (37.83% at 360 minutes), and the results of the ANOVA test showed a p-value <0.05 there was a significant difference compared to the negative control. Ethanol extract of durian leaves has anti-inflammatory potential, although its effectiveness has not yet matched standard drugs, so it has the potential to be developed as a safer natural-based therapy.
Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Dysmenorrhea Primer Pada Remaja Putri Pondok Pesantren Nurul Jalal Kabupaten Tebo Lestari, Siti; Mastina, Mastina; Sanputri, Yen Risa
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1831

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan seseorang, terutama bagi remaja putri yang mulai mengalami menstruasi sebagai tanda pubertas dan kesiapan reproduksi. Namun, banyak remaja putri mengalami keluhan berupa nyeri menstruasi (dismenore). Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah terapi yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi yoga terhadap penurunan nyeri Dysmenorrhea primer pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design dan Time Series Design yang dilakukan pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel penelitian ditentukan dengan rumus Slovin, diperoleh 30 responden yang terbagi atas 15 orang kelompok eksperimen dan 15 orang kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney U Test dan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,001, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok, di mana pemberian terapi senam yoga terbukti berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi yoga efektif dalam mengurangi nyeri Dysmenorrhea primer pada remaja putri. Oleh karena itu, disarankan agar remaja putri mempelajari dan mempraktikkan gerakan yoga secara rutin, terutama menjelang dan selama menstruasi, sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri menstruasi.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Imunisasi Campak Lanjutan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tapaktuan Aceh Selatan Rasinta, Ayu; Alamsyah, T.; Murdani, Ihsan; Nursia N, Lili Eky; Rimonda, Rubi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1726

Abstract

Measles is a dangerous infectious disease with serious complications, yet follow-up immunization coverage in Indonesia, particularly in South Aceh, remains low. In the Tapaktuan Primary Healthcare Center's catchment area, follow-up measles immunization coverage was only 8.2% in 2023, accompanied by an increase in suspected cases. This study aims to determine the relationship between mothers' knowledge and attitudes regarding the provision of follow-up measles immunization in the area. This research employed an analytical correlational approach with a cross-sectional design. The study population comprised all mothers with children aged 24-59 months residing in the Tapaktuan Primary Healthcare Center's catchment area, totaling 338 respondents. The sample size was determined using Slovin's formula, yielding 78 respondents selected through proportional random sampling from 8 villages within the Tapaktuan Primary Healthcare Center's catchment area. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analysis with Chi-Square tests. The bivariate analysis results demonstrated statistically significant relationships between knowledge and the provision of follow-up measles immunization (p = 0.001; OR = 6.706) and between attitude and the provision of follow-up measles immunization (p = 0.006; OR = 4.500). Therefore, it can be concluded that there are significant relationships between mothers' knowledge and attitudes regarding the provision of follow-up measles immunization. These findings are associative in nature and cannot be interpreted as causal relationships due to the limitations of the cross-sectional design.