cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
ISSN : 28305744     EISSN : 28305558     DOI : https://doi.org/10.55784/jkj
Core Subject : Health,
JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, merupakan jurnal open source, dengan fokus pada rumpun ilmu kesehatan termasuk ranah preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang menerbitkan artikel hasil penelitian asli maupun artikel hasil tinjauan pustaka, mencakup: Penelitian medis dan klinis, Penelitian kesehatan masyarakat (manajemen dan kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, epidemiologi, maupun kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja), Penelitian manajemen kebidanan atau yang terkait dengan kebijakan maupun upaya preventif dan promotif, Penelitian manajemen keperawatan atau yang terkait dengan keperawatan lingkungan dengan upaya promosi kesehatan. Terbit dua kali setahun yaitu Juni dan Desember
Articles 353 Documents
Profil C-Reactive Protein Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Waihaong Kota Ambon Aipassa, Frenky; Sarira, Lidya Natalia; Kolengsusu, Eka Maria; M Natsir, Ramdhani
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1846

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberkulosis pada paru-paru. Penyakit TB paru juga merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia dan penyebab utama kematian diatas HIV/AIDS. Mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya inflamasi. Pemeriksaan penanda inflamasi dalam penelitian ini menggunakan pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pemeriksaan CRP dalam serum pasien TB paru di Puskesmas Waihaong Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang didukung dengan pemeriksaan laboratorium Puskesmas Waihaong Kota Ambon. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 responden dengan teknik total sampling. Kesimpulan bahwa dari 12 pasien TB paru yang diperiksa dengan metode aglutinasi lateks, 3 responden (25%) menunjukkan hasil CRP positif dan 9 responden (75%) negatif. Pemeriksaan CRP dapat dipertimbangkan sebagai indikator tambahan dalam pemantauan inflamasi dan respons terapi pada pasien TB paru, terutama di fasilitas kesehatan primer.
Skrining Prediabetes Dengan Skoring American Diabetes Association (ADA) Pada Calon Jamaah Haji 2025 Jeem, Yaltafit Abror; Andriani, Russy Novita; Yuantari, Rahma; Asmara, Satria Akbar Putra
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1851

Abstract

Objective: This study aimed to evaluate the diagnostic validity of the American Diabetes Association (ADA) risk score for prediabetes screening among prospective Hajj pilgrims in 2025.Methods: A diagnostic cross-sectional study was conducted on 232 prospective pilgrims from KBIHU Multazam Addakwah using total sampling. The primary variables were the ADA risk score (cut-off ≥4) and fasting plasma glucose as the reference standard. Data were collected through the ADA risk questionnaire and fasting glucose measurement, then analyzed using ROC curve and diagnostic performance metrics.Results: The prevalence of prediabetes was 10.99%. The ADA risk score demonstrated a sensitivity of 65%, specificity of 57.4%, positive predictive value of 15.8%, negative predictive value of 93%, and overall accuracy of 58.2%. The area under the curve (AUC) was 61.0% (95% CI: 50.7%–71.3%; p=0.042).Conclusion: The ADA risk score shows good exclusion capability for prediabetes but limited discriminatory accuracy, and therefore cannot yet be recommended as a standalone primary screening tool for Indonesian Hajj pilgrims without further modification. Keywords:
Prosedur Pemeriksaan Fistulografi Pada Kasus Fistula Periumbilical Di Unit Radiologi RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Maghfiroh, Hidayatul; Dewi, Sofie Nornalita; Astari, Fisnandya Meita
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1852

Abstract

Fistulografi merupakan pemeriksaan radiologi menggunakan media kontras water soluble  yang diinjeksikan ke dalam lubang fistula untuk memvisualisasikan jalur fistula. Belum banyak laporan yang menjelaskan variasi prosedur radiologi di rumah sakit daerah  khususnya pemeriksaan radiologi pada kasus fistula periumbilical. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan, alasan dilakukan modifikasi pada pemasukan media kontras, dan alasan dilakukan masing-masing proyeksi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien dengan diagnosa fistula periumbilical yang menjalani pemeriksaan fistulografi di Unit Radiologi RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung, dokumentasi,  wawancara, dan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan  cara reduksi data, penyajian data, dan ditarik kesimpulan. Prosedur pemeriksaan fistulografi pada kasus fistula periumbilical di Unit Radiologi RS PKU Muhammadiyah Wonosobo tidak memerlukan persiapan khusus dan dilakukan dengan menggunakan proyeksi AP pendahuluan, lateral dorsal decubitus post kontras, dan AP post kontras. Pemasukan media kontras dilakukan dengan menggunakan abocath ukuran 18 dan spuit 20 cc dengan total media kontras 60 ml yang dibagi menjadi 3 tahap pemasukan. Penggunaan proyeksi tersebut sudah mampu mengidentifikasi adanya fistula pada umbilical. Sebaiknya pemeriksaan fistulografi dilakukan dengan fluoroscopy untuk memperoleh gambaran secara real-time atau CT-Scan untuk memperoleh detail anatomi yang lebih baik.
Hubungan Stres Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di Kota Ruteng Iwa, Kornelia Romana; Eka, Angelina Roida
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1856

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap tekanan psikologis, termasuk stres, yang kerap memicu perilaku berisiko seperti merokok. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku merokok pada remaja. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 106 responden dilibatkan, dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (52,9%) dan berusia 14–15 tahun (52,9%). Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres, serta kuesioner lima butir untuk menilai perilaku merokok. Hasil menunjukkan sebagian besar remaja mengalami tingkat stres rendah (46,2%) dan tidak merokok (51%). Uji korelasi memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan perilaku merokok (p = 0,031). Hasil penelitian ini menguatkan teori bahwa stres dapat menjadi faktor pemicu perilaku merokok pada remaja, khususnya karena keterbatasan keterampilan koping adaptif. Oleh karena itu, intervensi preventif melalui pendidikan manajemen stres dan penguatan dukungan psikososial sangat penting untuk menekan prevalensi merokok pada kelompok usia ini.
Efektivitas Penyuluhan Pola Hidup Sehat Terhadap Pencegahan Batuk Di Desa Sei Bejangkar Anjaini, Nurul; Salsabila, Assyifa Azzahra; Assyifa, Rumaisha; Arrazy, Syafran; Arika, Romiza
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1858

Abstract

Batuk merupakan salah satu dari tiga masalah kesehatan tertinggi di desa sei bejangkar, dengan 157 kasus tercatat dari Januari hingga Agustus 2025. Penelitian ini merupakan penelitian  kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest mengenai pengaruh penyuluhan pola hidup sehat terhadap kejadian batuk di Desa Sei Bejangkar. Penelitian ini menggunakan 30 sampel dari masyarakat dewasa di desa tersebut yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengukur pengetahuan, perilaku, dan tindakan responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian responden masih memiliki pengetahuan, perilaku, dan tindakan yang kurang baik terkait pola hidup sehat. Setelah diberikan penyuluhan, seluruh responden (100%) menunjukkan peningkatan yang baik. Analisis bivariat menggunakan paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah penyuluhan, dengan nilai p-value untuk pengetahuan, perilaku, dan tindakan masing-masing sebesar 0,001, 0,004, dan 0,001. Kesimpulannya, penyuluhan tentang pola hidup sehat terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan tindakan masyarakat untuk mencegah batuk di Desa Sei Bejangkar.
Identifikasi dan Intervensi ISPA Melalui Pengalaman Belajar Lapangan Di Dusun IV Desa Tuntungan II Harahap, Reni Agustina; Siregar, Nazwa Syafira Irwani; Sihite, Rahel Navilia; Zulaila, Zulaila
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1859

Abstract

This study aims to identify as well as intervene in public health problems through Field Learning Experience (PBL) activities in Dusun IV Tuntungan II Village, Deli Serdang Regency. The research method used a descriptive design with a qualitative approach. Primary data were collected through observation, in-depth interviews, and questionnaires, while secondary data were obtained from the village health profile and UPT Puskesmas Tuntungan Pancur Batu. Prioritization of health problems was carried out using the USG (Urgency, Seriousness, Growth) method which was then validated through hamlet meetings with the community and local leaders. The results showed that Acute Respiratory Tract Infection (ARI) was the top priority with the highest score, followed by hypertension. Risk factors for ARI include low community knowledge, the habit of burning garbage, housing conditions that do not meet health standards, and the lack of health promotion activities. The interventions implemented included counseling on ARI prevention, distribution of educational leaflets, training on waste processing into compost, mutual cooperation activities to clean the environment, and installation of signs committing residents to maintain cleanliness. The results of the intervention implementation showed an increase in community awareness about ARI prevention and behavior change towards a clean and healthy lifestyle. Thus, community participation-based interventions have proven to be effective in reducing the real factors of ARI.
Analisis Faktor Gaya Hidup Terhadap Kejadian Dispepsia Pada Masyarakat Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai Angkat, Chairunnisa T D E; Pohan, Dhea Afriza; Jannah, Raudhatul; Noor, Raudha Jasmine
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1862

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan pencernaan umum yang dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, merokok, dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor gaya hidup tersebut dengan kejadian dispepsia pada remaja di masyarakat Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini dilakukan terhadap 368 responden yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan (p=0,063), olahraga (p=0,290), merokok (p=0,136), atau stres (p=0,832) dengan kejadian dispepsia. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti jenis makanan, kualitas tidur, kesehatan mental, atau riwayat medis, mungkin berperan lebih signifikan dalam memengaruhi timbulnya dispepsia. Kesimpulannya, faktor-faktor gaya hidup yang diteliti tidak memengaruhi dispepsia secara signifikan pada populasi ini. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi variabel tambahan guna memperkuat strategi pencegahan berbasis bukti.
Efektivitas Edukasi Dini Menggunakan Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Diabetes Melitus pada Siswa MTsS Nurhasanah Labuhan Ruku Barus, Nency Utami Br; Mawandri, Dwi; Risma, Ade; Zahra, Fairuz; Susanti, Nofi; Indriani, Fatma
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1865

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a global and national health issue with a continuously rising prevalence. Data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) indicates that the prevalence of DM in individuals aged ≥15 years has reached 11.7%. This increase highlights the crucial need for early education, especially among students. This study aims to evaluate the effectiveness of education using a leaflet medium in improving students' knowledge of DM. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental approach and a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 31 seventh and eighth-grade students from MTsS Nurhasanah Labuhan Ruku, selected through total sampling. Knowledge was measured using a questionnaire administered both before (pretest) and after (posttest) the educational intervention with the leaflet. A bivariate data analysis using the Paired Samples Test revealed a significant increase in students' knowledge levels. Before the education, 71% of students had poor knowledge, which decreased to 16.1% after the intervention. Conversely, the percentage of students with good knowledge increased from 29% to 83.9%. The statistical test result showed a p-value of 0.0001, confirming a significant difference in student knowledge before and after the intervention. Therefore, this study concludes that education through a leaflet medium is effective in improving students' knowledge of diabetes mellitus.
Upaya Pencegahan dan Penanganan Awal Low Back Pain Pada Supir Taksi Bula–Ambon Kabupaten Seram Bagian Timur Lating , Zulfikar; Dusra, Epi; Dusra, Ety
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1869

Abstract

Taxi drivers are a profession at risk of experiencing Low Back Pain (LBP). The prevalence of LBP is estimated to affect 568 million people worldwide, making it a leading cause of disability in 160 countries, with numbers expected to continue rising each year. The static position maintained for long durations while driving leads to muscle tension, exacerbating the condition. Muscle spasms occur due to reduced oxygen supply in the blood flow to the muscles. If LBP persists for a long time and recurs, it can lead to more severe pain and impact the productivity of drivers. Additionally, it can lead to other health issues such as diabetes, cardiovascular diseases, inflammation, and obesity if not balanced with adequate physical activity. Objectives: The goal is to enhance the safety, well-being, and quality of taxi drivers while developing more effective prevention strategies.Problem Statement: How can Low Back Pain (LBP) prevention efforts be implemented for taxi drivers in Bula – Ambon, not only assessing their knowledge of prevention methods but also examining their efforts in seeking treatment? Therefore, this research is expected to provide significant contributions to this area. Methodology: This study is a descriptive quantitative research aimed at illustrating the prevention and management efforts for low back pain among drivers. In this research, 56 drivers were selected as the sample, and the results were analyzed using descriptive analysis methods. Research Results: The findings indicate that 87.5% of respondents have engaged in preventive measures for Low Back Pain. Furthermore, 47 individuals (88.7%) undertook intensive actions to alleviate their pain complaints, such as increasing their intake of cold water, receiving massages for painful backs, and applying cold compresses to sore areas. However, only 18.9% sought consultation with healthcare services when experiencing back pain.
Pengaruh Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pascaoperasi Urolithiasis Dengan Spinal Anestesi El Halawah, Futuh; Wibowo, Tophan Heri; Sebayang, Septian Mixrova
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1870

Abstract

Postoperative pain is a common problem in urolithiasis patients undergoing spinal anesthesia and may hinder recovery. Autogenic relaxation is a non-pharmacological method that can help reduce pain. This study aimed to examine the effect of autogenic relaxation on postoperative pain levels in urolithiasis patients with spinal anesthesia. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was applied. A total of 50 respondents were selected using accidental sampling and divided into an intervention group receiving autogenic relaxation and a control group receiving only education. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Results showed a significant reduction in pain in the intervention group (p=0.001), while no significant change was observed in the control group (p=1.000). Between-group analysis after the intervention revealed a significant difference (p=0.001). In conclusion, autogenic relaxation is effective in reducing postoperative pain among urolithiasis patients with spinal anesthesia and may serve as a complementary therapy in postoperative pain management.