cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Non formal
ISSN : -     EISSN : 30267161     DOI : https://doi.org/10.47134/jpn
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Non formal ISSN 3026-7161 is a scientific journal published by Indonesian Journal Publisher. This journal publishes four issues annually in the months of September, December, March, and June. This journal only accepts original scientific research works (not a review) that have not been published by other media. The focus and scope of Jurnal Pendidikan Non-formal include theoretical perspective on non-formal education, community education, adult education, lifeskills, community empowerment, equivalency Education.
Articles 108 Documents
Analisis Konten Dakwah Husein Ja’far Sebagai Media Belajar Materi Moderasi Beragama untuk Generasi Z Excelia Citra Putri Arsita; Moch. Bahak Udin By Arifin
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten dakwah Husein Ja’far sebagai media pembelajaran materi moderasi beragama bagi Generasi Z. Dalam konteks digitalisasi yang semakin kuat, media sosial menjadi sarana penting dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang moderat secara kontekstual dan menarik. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap konten Husein Ja’far di platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Husein Ja’far memiliki gaya penyampaian yang komunikatif, visual, dan dekat dengan kehidupan Generasi Z, serta mampu meningkatkan pemahaman nilai toleransi, kebhinekaan, dan penolakan terhadap ekstremisme. Kontennya tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan transformatif, menjadikan dakwah digital sebagai media belajar yang relevan dan efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada generasi muda.
Peran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sebagai Gerakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar Muhammad Masy’al Dhiyaulhaq; Budi Haryanto
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2658

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Averroes sebagai gerakan dakwah di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa I.MM Komisariat Averroes menjalankan empat peran utama dakwah, yaitu pembinaan ruhiyah dan literasi keislaman mahasiswa, pelaksanaan dakwah bil-hal melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, pengembangan dakwah digital melalui pengelolaan media sosial, serta penguatan organisasi sebagai basis keberlanjutan dakwah. Ketercapaian peran tersebut tampak pada meningkatnya partisipasi dalam kegiatan pembinaan, munculnya perubahan karakter dan kedisiplinan mahasiswa, hadirnya manfaat sosial nyata melalui program edukatif dan kemanusiaan, bertambahnya jangkauan audiens digital, serta menguatnya solidaritas internal kader. Dengan demikian, IMM Komisariat Averroes menunjukkan pola dakwah integratif yang mencakup dimensi religius, sosial, digital, dan organisatoris.
Eksistensi Jajanan Tradisional Lokal di Tengah Popularitas Jajanan Modern pada Mahasiswa UPI: Studi Perbandingan Kue Lekker dan Crepes Audia Slavia Kurniawan; Mayzahra Shakila Aprina; Keira Kireina Tazaka; Khaisya Surya Azh Zhaahir; Naftalikal 'Alimi; Ratna Fitria
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2637

Abstract

Perkembangan globalisasi dan modernisasi telah memengaruhi pola konsumsi generasi muda, termasuk mahasiswa, yang cenderung mempertimbangkan aspek rasa, harga, tampilan, variasi topping, serta tren dalam memilih makanan. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi keberlangsungan jajanan tradisional lokal di tengah meningkatnya popularitas jajanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi kue lekker sebagai jajanan tradisional lokal di tengah popularitas crêpes sebagai jajanan modern pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi konsumen terhadap kedua produk tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 15 mahasiswa UPI yang pernah mengonsumsi kue lekker dan/atau crêpes. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi minat pembelian meliputi rasa, harga, tekstur, tampilan, variasi topping, porsi, dan kemudahan akses. Kue lekker dinilai memiliki keunggulan pada harga yang lebih terjangkau, cita rasa khas, tekstur renyah, kepraktisan, serta nilai nostalgia yang kuat. Sementara itu, crêpes lebih diminati karena tampilannya yang modern, ukuran yang lebih besar, dan variasi topping yang lebih beragam. Meskipun demikian, kue lekker masih mampu mempertahankan eksistensinya di kalangan mahasiswa dan tetap memiliki daya saing sebagai bagian dari warisan kuliner lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian jajanan tradisional perlu diimbangi dengan inovasi pada aspek rasa, tampilan, kemasan, dan promosi tanpa menghilangkan identitas budayanya agar tetap relevan dengan preferensi generasi muda.
Perbandingan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Berdasarkan Jenis Menu Sarapan Tradisional dan Modern Haifa Khansa Khaisya; Malika Jazin; Andi Najla Nur Adibah
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2729

Abstract

Perubahan gaya hidup mahasiswa telah menggeser kebiasaan sarapan dari menu tradisional seperti nasi uduk dan bubur ayam menuju menu modern seperti roti tawar dan sereal instan. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa berdasarkan jenis menu sarapan tradisional dan modern menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Sampel berjumlah 30 mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Tata Boga yang dibagi menjadi dua kelompok dengan kesetaraan energi 350 kkal, diukur menggunakan instrumen DSST, Stroop Test, dan tes konsentrasi visual. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Z hitung |3,46| lebih besar dari Z tabel 1,96 (α = 5%), sehingga H₀ ditolak. Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok, di mana kelompok sarapan modern memperoleh nilai DSST lebih tinggi dibandingkan kelompok sarapan tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa menu sarapan modern dengan komposisi karbohidrat dan protein yang seimbang mampu mendukung konsentrasi belajar mahasiswa pada fase awal setelah sarapan.
Gaya Hidup Sehat atau Sekadar Tren? Studi Persepsi dan Minat Konsumsi Matcha pada Mahasiswa Kaelyn Nirbita Aini; Aqila Hafizatul Husna; Silmina Hasna Azzahra; Retta Gian Alzena; Willy Haratua Butar Butar; Ratna Fitria
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2739

Abstract

Matcha semakin populer di kalangan mahasiswa, baik sebagai minuman yang dianggap menyehatkan maupun sebagai bagian dari tren gaya hidup modern. Meningkatnya konsumsi matcha menimbulkan pertanyaan mengenai faktor yang memengaruhi mahasiswa dalam memilih mengonsumsi matcha yang didasarkan pada pertimbangan kesehatan, rasa, atau pengaruh gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap konsumsi matcha serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi mereka dalam mengonsumsi matcha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online kepada 80 mahasiswa yang pernah mengonsumsi matcha. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif berdasarkan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih menyukai matcha manis (83,8%) dibandingkan matcha tanpa gula (16,3%). Matcha tanpa gula dipersepsikan lebih sehat dan dikaitkan dengan manfaat seperti kandungan antioksidan, membantu menjaga berat badan, mengurangi stres, serta meningkatkan konsentrasi. Sementara itu, matcha manis lebih disukai karena rasanya yang lebih enak, memberikan pengalaman konsumsi yang menyenangkan, serta mampu memperbaiki suasana hati. Responden juga menilai matcha manis memiliki kemungkinan efek samping yang lebih tinggi, seperti gangguan lambung dan kesulitan tidur. Kesimpulannya, konsumsi matcha di kalangan mahasiswa dipengaruhi oleh kombinasi faktor kesehatan, preferensi rasa, dan tren gaya hidup. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai kesehatan dan selera konsumen sama-sama berperan dalam membentuk pola konsumsi matcha di kalangan mahasiswa.
Pengembangan Modul Ekologi Kesadaran berorganisasi untuk Peserta Didik Fase Akil Baligh melalui Kolaborasi Rumah, Sekolah, Komunitas, dan Lingkungan Febi Robianti; Adriano Rusfi; Ruruh Candra Pasha; Dini Khalisyah Nasution
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2811

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran Ekologi Kesadaran Berorganisasi yang mengintegrasikan kolaborasi rumah, sekolah, dan komunitas untuk mempersiapkan siswa menghadapi masa akil baligh. Latar belakang penelitian ini adalah perlunya modul yang tidak hanya mengajarkan keterampilan organisasi, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kepemimpinan, dan kesadaran spiritual. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan perancangan modul dengan desain tematik, aktivitas reflektif, dan strategi kolaboratif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa modul memiliki struktur yang sistematis, lima unit utama, dan aktivitas yang mendukung refleksi diri serta penguatan kesadaran berorganisasi. Modul ini dapat menjadi sumber belajar mandiri bagi siswa dan panduan bagi guru dalam pembelajaran karakter berbasis ekologi pendidikan.
Konsep Malakah dalam Perspektif Ibnu Khaldun dan Implikasinya terhadap Pendidikan Kejuruan Kontemporer Mustawa Mustawa; Hidayatil Muslimah
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 4 (2026): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v4i1.2866

Abstract

Pendidikan kejuruan kontemporer dituntut untuk tidak hanya membekali peserta didik dengan keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi adaptif yang relevan dengan tuntutan era Industri 5.0. Salah satu gagasan klasik yang berpotensi menjadi landasan filosofis pengembangan pendidikan kejuruan adalah konsep malakah yang dikemukakan Ibnu Khaldun dalam Al-Muqaddimah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep malakah dalam perspektif Ibnu Khaldun serta mengkaji implikasinya terhadap pendidikan kejuruan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang datanya dihimpun dari sumber primer berupa Al-Muqaddimah dan sumber sekunder berupa artikel jurnal, buku, serta hasil penelitian terkini, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa malakah, sebagai kemampuan yang terbentuk melalui pembelajaran bertahap, pengulangan, pengalaman langsung, dan pembiasaan yang integratif, memiliki relevansi kuat dengan paradigma pendidikan berbasis kompetensi, teaching factory, praktik kerja lapangan, pengembangan soft skills, dan deep learning dalam pendidikan kejuruan. Penelitian ini juga menawarkan rekonstruksi model pendidikan kejuruan berbasis malakah yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, pembiasaan, dan karakter profesional. Dapat disimpulkan bahwa konsep malakah memiliki potensi besar sebagai landasan filosofis dan pedagogis dalam pengembangan pendidikan kejuruan kontemporer yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan etika profesi.
Integrasi Prinsip Montessori Dalam Formasi Spiritual Anak Sekolah Minggu Usia 3-6 Tahun : Sebuah Kajian Pustaka Bagi Guru Sekolah Minggu Linda Mayasari
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 4 No. 1 (2026): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v4i1.2879

Abstract

Formasi spiritual anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter Kristiani, namun implementasinya dalam konteks Sekolah Minggu sering menghadapi tantangan akibat keterbatasan rentang perhatian, pola pikir yang konkret, dan karakteristik perkembangan anak usia 3–6 tahun. Kondisi ini menuntut guru Sekolah Minggu untuk menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak agar kebenaran teologis dapat dipahami dan diinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi prinsip-prinsip Montessori terhadap formasi spiritual anak usia dini serta merumuskan kerangka konseptual dan implikasinya bagi guru Sekolah Minggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari buku karya Maria Montessori, jurnal ilmiah, buku serta dokumen pendidikan Kristen. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat prinsip Montessori yang relevan untuk mendukung formasi spiritual anak usia dini 3-6 tahun, yaitu Absorbent Mind dengan pengulangan kegiatan rohani, Sensitive Period  dengan internalisasi iman melalui dimensi afektif, Prepared Environment dengan pengalaman konkret di lingkungannya, serta Prepared Teacher melalui relasi dengan guru yang mengasihi Tuhan. Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini menawarkan kerangka konseptual yang menjadi rujukan teoretis bagi guru Sekolah Minggu dalam memahami dan memaknai formasi spiritual anak usia dini usia 3–6 tahun.

Page 11 of 11 | Total Record : 108