cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENGATASI NYERI TENGKUK PADA PENDERITA HIPERTENSI DIRUMAH SAKIT DAERAH BALUNG Adeline Tasya Risqiya; Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4872

Abstract

Hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal atau tekanan darah ≥140/90 mmHg. Penggunaan terapi kompres hangat merupakan salah satu metode pengendalian nyeri dengan cara menghantarkan energi panas secara konduksi, dimana panas dapat melebarkan pembuluh darah, meningkatkan relaksasi otot, sehingga meningkatkan sirkulasi, dan meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan pembuluh darah. Nyeri tengkuk merupakan rasa tidak nyaman di sekitar leher bagian belakang, yang disebabkan karena nyeri ujung saraf yang terletak di berbagai ligament dan otot leher, serta sendi uncovertebral dan lapisan luar diskus annulus fibrosus. Tujuan mendeskripsikan penerapan kompres hangat untuk mengatasi nyeri tengkuk pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Daerah Balung. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan case study, subjek penelitian ini adalah pasien dengan hipertensi yang memenuhi 2 kriteria yaitu inklusi dan eksklusi, fokus studi kompres hangat pada pasien Ny. S dengan nyeri tengkuk, lokasi dan waktu penelitian dirumah sakit daerah balung dilaksanakan selama 1 minggu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengkajian, lembar observasi nyeri, lembar standar operasional prosedur. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi dokumen. Berdasarkan hasil studi kasus pada Ny. S yang dilakukan selama 3 hari didapatkan data pasien hipertensi yang dilakukan tindakan penerapan kompres hangat di area tengkuk. Evakuasi dari tindakan ini adalah terdapat penurunan skala nyeri dari skala nyeri sedang (5) menjadi skala nyeri ringan (3). Kompres hangat di area tengkuk dapat mengatasi nyeri tengkuk pada penderita hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Kompres Hangat, Nyeri Tengkuk
IMPLEMENTASI TERAPI TEBAK GAMBAR DENGAN GANGGUAN SENSORI PENGLIHATAN PADA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JEMBER: STUDI KASUS Yeti Aprilisa Karunia Dewi Putri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4873

Abstract

Latar Belakang: Orang yang telah mencapai umur enam puluh tahun atau lebih dianggap lanjut usia atau lanjut usia berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 (Gemini, 2021). Orang lanjut usia merupakan kelompok yang paling terkena dampak masalah penglihatan, yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup mereka yang sudah rendah. Karena keberadaan suatu penyakit menurunkan kualitas hidup, maka keberadaan suatu penyakit dan gangguan penglihatan mempunyai pengaruh (Aninda Putri, 2024). Terapi tebak gambar ini adalah kegiatan stimulasi sensori dengan menstimulasi panca indra dengan menggunakan guessing game. Kegiatan penglihatan yaitu tebak gambar, lansia diajak untuk bisa mempersepsikan dan menstimulasi otak( Chintia Theresia Lumintang,2023). Metode: Metodologi studi kasus digunakan dalam desain penelitian ini. Pembahasan : Untuk memberikan asuhan keperawatan yang dibutuhkan Ny.R, dilakukan tebakan lebih lanjut pada gambar dan penjelasan fungsinya. Kesimpulan: Setelah dua minggu dari empat sesi menebak foto. Kata kunci : Lansia, Gangguan Penglihatan, Terapi Tebak Gambar
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RS dr. SOEBANDI JEMBER Zahrotul Jinani Nur Farishya; Nikmatur Rohmah; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4874

Abstract

Kecemasan merupakan ketidakberdayaan neurotik, perasaan tidak aman, tidakdewasaan, dan ketidakmampuan menghadapi tuntutan realitas (lingkungan), kesulitan dan tekanan kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap anggota keluarganya, berupa dukungan infor-masional, dukungan instrumental, dukungan emosional dan dukungan penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan Tingkat kecemasan pasie Intensive Care Unit (ICU) RS dr. Soebandi Jember.Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 32 pasien ICU. Sampel penelitian ini sejumlah 30 pasien ICU. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan cara quota sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Dari penelitian ini didapatkan bahwa dukungan keluarga baik (10%), dukungan keluarga cukup (36,7%), dukungan keluarga kurang (53,3%), kecemasan sedang (53,3%), kecemasan berat (33,3%), kecemasan sangat berat (13,3%). Hasil uji Spearman’s Rank Rho dengan (ɑ = 0,05) didapatkan hasil p value = 0, sehingga H1 diterima yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien Intensive Care Unit (ICU) RS dr. Soebandi Jember dengan kekuatan hubungan kuat ( r = 0,890 ).
HUBUNGAN PERSEPSI BUDAYA DENGAN KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL TRIMESTER I DI DESA KARANGPRING KECAMATAN SUKORAMBI Kristiningrum, Ratih; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4887

Abstract

ABSTRAK Masyarakat yang tinggal di pedesaan umumnya masih kental dengan adat istiadat atau kebiasaan masa lampau, sehingga sebagian besar masyarakat masih percaya dengan budaya-budaya leluhurnya, salah satu persepsi budaya yang ada dimasyarakat yaitu keluarga yang tidak mengizinkan seorang wanita meninggalkan rumah untuk memeriksakan kehamilannya, sehingga ibu hamil yang tinggal di pedesaan umumnya tidak mau melakukan pemeriksaan kehamilan ANC. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi budaya dengan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester I di Desa Karngpring Kecamatan Sukorambi. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 68 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Penelitian didapatkan nilai r = 0,768, menunjukkan tingkatan kekuatan hubungan antara persepsi budaya dengan kunjungan ANC memiliki korelasi yang kuat dan memiliki arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa dua variabel tersebut searah, semakin negatif persepsi budaya ibu hamil maka semakin tidak aktif ibu hamil melakukan kunjungan ANC. Kata kunci : Persepsi Budaya, Kunjungan ANC ABSTRACT People who live in rural areas are generally still thick with customs or habits of the past, so that most people still believe in the culture of their ancestors, one of the cultural perceptions that exist in the community is a family that does not allow a woman to leave the house to check her pregnancy, so pregnant women who live in rural areas generally do not want to do ANC pregnancy checks. The purpose of this study was to determine the relationship between cultural perceptions and ANC visits among first trimester pregnant women in Karngpring Village, Sukorambi District. This study used correlational research with a cross-sectional approach. The study population amounted to 68 respondents. The sampling technique used simple random sampling technique. The sampling technique used questionnaires and observation sheets. The study obtained a value of r = 0.768, indicating the level of strength of the relationship between cultural perceptions and ANC visits has a strong correlation and has a positive relationship direction. This shows that the two variables are in the same direction, the more negative the cultural perceptions of pregnant women, the more inactive pregnant women make ANC visits. Key words: Cultural Perception, ANC Visit
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Penerapan Terapi Pijat Refleksi Kaki Untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah Diruang Seruni Rsud Kabupaten Tangerang Purwanti, Resi; Dewi Nur Puspita Sari; Irda Julianida
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4889

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) atau penyakit gula merupakan salah satu penyakit gangguan metabolik pankreas yang tidak dapat memproduksi cukup insulin secara efektif yang dapat menimbulkan gejala hiperglikemia, sehingga membutuhkan terapi insulin untuk menstabilkan kadar glukosa darah dalam tubuh. Salah satu tindakan untuk mengatasi terjadi peningkatan kadar gula darah yaitu dengan melakukan terapi pijat refleksi secara umum, terapi pijat membantu meningkatkan sikulasi darah di kaki dan bebas dari gula dan endapan darah yang membawa oksigen dan nutrisi. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Melitus dengan penerapan Terapi Relaksasi Pijat Kaki menggabungkan berbagai teknik dalam perawatan seperti teknik relaksasi, sentuhan, dan distraksi. Pijat refleksi merangsang kulit dengan berbagai tingkat tekanan tangan untuk meningkatkan sirkulasi dan rileksasi. Metode Penelitian: terapi relaksasi pijat kaki dilakukan sesuai SOP dengan waktu 30 menit dalam kurun waktu 3 hari. Masing-masing Gerakan selama 3-5 menit. Hasil Penelitian: Hasil implementasi selama 3 hari dengan intervensi penerapan terapi relaksasi pijat kaki dan berkolaborasi dengan novorapid didapatkan hasil hari pertama sebelum diberikan novorapid hasil gds 385mg/dl setelah diberikan novorapid hasil 325 mg/dl penurunan 60 mg/dl, sebelum diberikan terapi relaksaki pijat kaki 325 mg/dl, setelah diberikan terapi relaksasi pijat kaki 297mg/dl penurunan 28 mg/dl, implementasi hari kedua sebelum diberikan novorapid 300mg/dl, setelah diberikan novorapid 260 mg/dl penurunan 70 mg/dl, sebelum diberikan terapi relaksasi pijat kaki 260 mg/dl, setelah diberikan terapi relaksasi pijat kaki 234 mg/dl penurunan 26 mg/dl, implementasi hari ketiga sebelum diberikan novorapid 272 mg/dl, setelah diberikan novorapid 222 mg/dl penurunan 70 mg/dl, sebelum dilakukan terapi relaksasi pijat kaki 222 mg/dl setelah 195mg/dl penurunan 50 mg/dl. Kesimpulan: Hasil implementasi selama 3 hari dengan intervensi penerapan terapi relaksasi pijat kaki berkolaborasi dengan Novorapid untuk menurunkan kadar glukosa darah. Didapatkan hasil bahwa ada penurunan setelah diberikan terapi relaksasi pijat kaki secara bertahap selama 3 hari. Saran: diharapkan dapat digunakan sebagai alternative untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Terapi Relaksasi Pijat Kaki
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN PENERAPAN TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR), COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPHY (CBT), DAN MENGGAMBAR UNTUK MENINGKATKANHARGA DIRI PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI YAYASAN REHABILITASI MENTALGRIYA BHAKTI MEDIKA 2024 Sarimanah, Upit; Ayu Pratiwi; Mukhamad Saeful
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4891

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Harga diri rendah merupakan perasaan individu bahwa dirinya tidak diterima dilingkungan dari gamabaran negatif tentang dirinya. Harga diri rendah adalah perasaan yang tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang neagtif terhadap diri sendiri atau kemampuan diri. Adanya perasaan hilang percaya diri, merasa gagal karena tidak mampu mencapai keinginan sesuai ideal diri. Rumusan masalah : Asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan harga diri rendah menggunakan terapi menggambar untuk meningkatkan harga diri. Tujuan : Untuk mengetahui penerapan terapi menggambar pada klien skizofrenia untuk meningkatkan harga diri. Metode : Menggunakan 4 koesioner Pre-Test dan Post-Test Yaitu MHQL, BAI, CDSS, EBN. Hasil : terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) yang dilakukan selama 1 minggu 2 kali. sebelum dilakukan 3 (33%), 23 (70%), 10 (71%). Dan sesudah dilakukan Terapi didapatkan hasil 6 (67%), 10 (30%) 4 (29%). Terapi Cognitive Behavioral Theraphy (CBT) yang dilakukan selama 1 minggu 2 kali. Didapatkan hasil sebelum terapi 4 (40%), 20 (71%), 8 (67%). Dan sesudah dilakukan terapi didapatkan hasil 6 (60%), 8 (29%), 8 (67%). Dan Terapi Menggambar selama 4 Hari, Hari pertama sebelum dilakukan terapi menggambar didapatkan hasil dari aspek Kognitif nilai 8 dengan presentase (80%), Afektif nilai 8 (73%), Perilaku nilai 5 (100%), Pasif nilai 1 (100%), Sosial nilai 4 (100%). Dan hari ke empat sesudah dilakukan terapi menggambar di dapatkan hasil dari aspek Kognitif nilai 2 dengan presentase (20%), Afektif nilai 2 (27%), Perilaku nilai 0 (0%), Pasif nilai 0 (0%), Sosial nilai 0 (0%). Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan bahwa terapi menggambar dapat meningkatkan harga diri klien, terapi PMR dan CBT dapat perbedaan hasil dari kualitas hidup, kecemasan dan depresi pada klien skizofrenia. Saran : Karya tulis ilmiah dapat digunakan sebagai tambahan referensi asuhan keperawatan jiwa. Kata Kunci : Keperawatan Jiwa, Skizofrenia, Harga Diri Rendah, Terapi Menggambar, Progressive Muscle Relaxation (PMR), Cognitive Behavioral Theraphy (CBT) ABSTRACT Hand hygiene is the most important basic technique in preventing and controlling disease, especially infectious Background: Low self-esteem is an individual's feeling that he/she is not accepted in the environment from a negative picture of himself/herself. Low self-esteem is a feeling of worthlessness, meaninglessness and low self-esteem that lasts due to negative evaluation of oneself or one's abilities. There is a feeling of loss of self-confidence, feeling of failure because of being unable to achieve desires according to one's ideal self. Problem formulation : Mental nursing care for patients with low self-esteem using drawing therapy to improve self-esteem. Objective : To determine the application of drawing therapy to schizophrenia clients to improve self-esteem. Method : using 4 Pre-Test and Post-Test questionnaires, namely MHQL, BAI, CDSS, EBN. Results : Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy carried out for 1 week 2 times. before being carried out 3 (33%), 23 (70%), 10 (71%). And after the therapy was carried out the results were 6 (67%), 10 (30%) 4 (29%). Cognitive Behavioral Therapy (CBT) therapy carried out for 1 week 2 times. The results before therapy were 4 (40%), 20 (71%), 8 (67%). And after therapy the results were 6 (60%), 8 (29%), 8 (67%). And Drawing Therapy for 4 Days, The first day before drawing therapy was carried out, the results were obtained from the Cognitive aspect with a value of 8 with a percentage of (80%), Affective with a value of 8 (73%), Behavior with a value of 5 (100%), Passive with a value of 1 (100%), Social with a value of 4 (100%). And the fourth day after drawing therapy was carried out, the results were obtained from the Cognitive aspect with a value of 2 with a percentage of (20%), Affective with a value of 2 (27%), Behavior with a value of 0 (0%), Passive with a value of 0 (0%), Social with a value of 0 (0%). Conclusion : It can be concluded that drawing therapy can increase client self-esteem, PMR and CBT therapy can have different results from quality of life, anxiety and depression in schizophrenia clients. Suggestion : Scientific papers can be used as additional references for mental health nursing care. Keywords: Mental Health Nursing, Schizophrenia, Low Self-Esteem, Drawing Therapy, Progressive Muscle Relaxation (PMR), Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERGLIKEMIA DENGAN PENERAPAN TERAPI AKUPRESUR UNTUK PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH DIRUANG SERUNI RSUD KABUPATEN TANGERANG Aprillia, Faradina; Dewi Nur Puspita Sari; Irda Julianida
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4893

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Tujuan: untuk mengetahui Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Melitus dengan penerapan Terapi Akupresur menggabungkan berbagai teknik dalam perawatan seperti teknik relaksasi, sentuhan, dan distraksi. Terapi Relaksasi merangsang kulit dengan berbagai tingkat tekanan tangan untuk meningkatkan sirkulasi dan rileksasi.Metode Penelitian : mengimplementasikan terapi relaksasi pijat kaki pada pasien diabetes melitus untuk menurunkan kadar glukosa darah, waktu pelaksanaan 30 menit 2 kali dalam sehari. Hasil: Hasil implementasi hari pertama sebelum 485mg/dl setelah 385mg/dl, implementasi hari kedua sebelum 325mg/dl setelah 192mg/dl, implementasi hari ketiga sebelum 217mg/dl setelah 117mg/dl. Terdapat penurunan gula darah sebelum dan sesudah pemberian insulin lantus dengan penerapan Terapi Akupresur DM yang telah dilakukan pada pasien Ny. Y terdapat penurunan kadar gula darah 160 mg/dl, penurunan kadar gula darah 133 mg/dl, penurunan kadar gula darah 100 mg/dl, karena pasien mendapatkan terapi farmakologis lantus 1x12 unit, drip insulin 2 unit/jam, NaCl/Rl 1 unit/24 jam. Dan terapi non farmakologis berupa terapi Akupresur DM selama 30 menit dengan pemberian 30 menit, edukasi diet DM, dan edukasi tentang DM. Saran : Diharapkan dapat digunakan sebagai alternative tindakan non farmakologi terapi Akupresur DM untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kata Kunci : Diabetes Mellitus (DM), Terapi Akupresur DM
HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PETANI DI DESA GAMBIRAN KECAMATAN KALISAT KABUPATEN JEMBER Uslimatul Hasanah; Luh Titi Handayani; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4896

Abstract

Latar Belakang: Musculoskeletal disorders merupakan cedera yang terjadi pada bagian otot, saraf, sendi, ligament, tulang rawan, dan tulang belakang, baik bersifat sementara maupun kronis. Gangguan ini dapat disebabkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis, terutama pada pekerjaan pertanian yang memerlukan energi yang tinggi dan melibatkan berbagai aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada petani di Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah petani di Desa Gambiran dengan jumlah 473 orang, dan sampel yang digunakan adalah 148 petani yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil: Hasil uji statistik Spearman rhomenunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada petani di Desa Gambiran (p-value = 0,709). Nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh adalah 0,031, yang menunjukkan bahwa hubungan antara postur kerja dan keluhan musculoskeletal disorders sangat lemah. Kesimpulan:Tidak ada hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada petani di Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.
MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD I dan MMD II) SERTA IMPLEMENTASI PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RW 10 RT 01-06 KECAMATAN PERIUK KOTA TANGERANG Padilah, Padilah; Alfika Safitri; Linmus, Linmus
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4897

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan kepada masyarakat, terutama kelompok berisiko tinggi, untuk mencapai kesehatan optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Pelayanan ini menjamin keterjangkauan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran utamanya adalah seluruh masyarakat, termasuk individu, keluarga, dan kelompok berisiko tinggi seperti penduduk di daerah kumuh, terisolasi, bayi, balita, lansia, dan ibu hamil. Tujuan: Untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas di RW.10 Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk. Metode: Metode pelaksanaan senam hipertensi terhadap proses penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Pemberian Jus Semangka untuk menurunkan Hipertensi. Senam Diabetes Mellitus. Kompres air hangat menggunakan jahe merah pada penderita asam urat. Hasil Penelitian: Di RW 10 Cluster Alamanda, tiga penyakit tertinggi adalah Hipertensi, DM, dan Asam Urat. Sebelum pendidikan kesehatan, pengetahuan masyarakat tentang hipertensi berada pada kategori tidak baik. Setelah pendidikan kesehatan, pengetahuan meningkat ke kategori baik. Selain itu, setelah diberikan pendidikan kesehatan dan tindakan non-farmakologis seperti Jus Semangka dan Senam Hipertensi, keluarga memahami dan dapat mengimplementasikan cara-cara tersebut.
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN PENERAPAN TERAPI PROGRESIF MUSCLE RELAXATION (PMR), COGNITIVE BEHAVIOR THERAPI (CBT), DAN TERAPI MUSIK UNTUK MENURUNKAN HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI YAYASAN PANTI REHABILITAS MENTAL GRIYA BAKTI MEDIKA Ayu Pratiwi; Mukhamad Saeful; Elfiana Yusronah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4903

Abstract

Latar Belakang : Halusinasi ialah gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan hal yang tidak benar-benar terjadi. Halusinasi pendengaran sendiri adalah kondisi seseorang yang mendengar suara-suara atau kebisingan (paling sering suara orang). Suara berbentuk kebisingan yang kurang jelas, dimana pasien disuruh untuk melakukan yang kadang membahyakan. Rumusan Masalah : Karya Tulis Ilmiah ini adalah Asuhan Keperawatan Pada Pasien Skizofrenia Dengan Pemberian Intervensi Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Halusinasi Pendengeran Di Panti Rehabilitas Mental Griya Bakti Medika. Tujuan : Untuk mengetahui efektifitas terapi music klasik terhadap penanganan halusinasi pendengaran Ppada pasien Skizofrenia. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu 4 kuesioner yang diisi oleh kita sesuai dengan pengamatan dari pasien tersebut. Hasil :.didapatkan bahwa persentase tanda dan gejala halusinasi dari 9 didapatkan hari ke 1 berjumlah 9 dengan tingkat kognitif menurun (20%). Dan dihari ke tujuh berjumlah 3 dengan tingkat perilaku dan sosial meningkat (7%). Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan bahwa terapi musik klasik pada pasien skizofrenia efektif dapat menurunkan halusinasi pendengaran. Sebelumnya telah dilakukan terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang didapatkan Berdasarkan data diatas hasil terapi Cognitive Behavioral Theraphy (CBT) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) , yaitu hasil dari skor Beck Anxiety Inventory (BAI) pre-test 26 hingga post-test: 10. Hasil skor Calgary Depresi Skala untuk Skizofrenia (CDSS) pre-test 15 hingga post-test 9 yang dari data yang didapatkan dinilai efektif untuk menurunkan halusinasi pendengaran. Saran : karya tulis ilmiah ini dapat digunakan sebagai tambahan referensi dan bacaan yang dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya asuhan keperawatan jiwa

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue