cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, DAN RIWAYAT DIABETES MELLITUS DENGAN KEJADIAN FISTULA PERIANAL DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG PERIODE 2020-2023 Angellika, Villicia; Efman E.U. Manawan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11537

Abstract

Fistula perianal merupakan saluran patologis yang menghubungkan anus dengan area kulit perianal. Ditemukan dominansi nyata kelompok usia dewasa muda (rata-rata usia 40 tahun) dan berjenis kelamin pria pada penderita fistula perianal, dengan diabetes mellitus sebagai faktor predisposisi. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik penderita fistula perianal serta menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, dan riwayat diabetes mellitus dengan kejadian fistula perianal di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada 48 pasien fistula perianal. Usia dan jenis kelamin ditemukan memiliki pengaruh bermakna terhadap kejadian fistula perianal. Pengaruh riwayat diabetes mellitus yang mendekati signifikan menunjukkan kemungkinan relevansinya secara klinis sehingga perlu dipertimbangkan untuk memahami pengaruhnya terhadap kejadian fistula perianal. Kata kunci: fistula perianal, faktor risiko, usia, jenis kelamin, riwayat diabetes mellitus, penyakit perianal
ANALIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KANKER SERVIKS DI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK RUKAM BATURAJA Sari, Lisna Ferta
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11540

Abstract

Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua setelah kanker payudara pada wanita di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian kanker serviks yang didapat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) diketahui terdapat 493.243 jiwa per-tahun penderita kanker serviks baru dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa per-tahun. Di Indonesia sendiri, diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahunnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks ditinjau dari faktor usia > 35 tahun, usia menikah muda, wanita perokok, berganti pasangan seks, riwayat keputihan ,penggunaan alat kontrasepsi hormonal, jumlah paritas, pola konsumsi, riwayat PMS, penggunaan antiseptik vagina, berhubungan seks saat menstruasi dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriftif dan menggunakan teknik wawancara mendalam yang memfokuskan penelitian pada faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks. Pada peniltian ini jumlah sampel 2 orang wanita yang dicurigai kanker serviks. Dari hasil penelitian dengan wawancara mendalam terhadap 2 informan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks dapat disimpulkan pada informan pertama faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks yaitu penggunaan alat kontrasepsi hormonal dan jumlah paritas sedangkan pada informan kedua faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks yaitu usia pertama kali menikah, penggunaan alat kontrasepsi hormonal, defisiensi gizi dan sosial ekonomi. Dengan demikian disarankan bagi petugas kesehatan dapat meningkatkan penyuluhan tentang faktor-faktor yang bisa menyebabkan kejadian kanker serviks.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA REMAJA TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS DI SMPN 2 PURWOJATI Nurfajri, Achmad; Netra W, Ikit; Triana, Noor Yuninda
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11550

Abstract

Casual sex is a relationship between two different genders and sexual relations occur without any marriage ties. The aim of this research is to find out the level of knowledge of teenagers regarding the dangers of free sex at SMPN 2 Purwojati. The type of research used is the descriptive method, namely research that aims to present an overview of a phenomenon to describe a number of variables, the approach used is Cross Sectional. The results of the study showed that respondents aged 15 years were (63.1%), most of whom were male, 79 respondents (50.3%) and female (49.7%), most of whom had knowledge about the meaning of casual sex. enough as many as 71 respondents (45,2%). Seks bebas merupakan hubungan antara dua jenis kelamin yang berbeda dan terjadi hubungan seksual tanpa ada ikatan pernikahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan anak remaja terhadap bahaya seks bebas di SMPN 2 Purwojati. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyajikan gambaran mengenai suatu fenomena untuk mendeskripsikan sejumlah variabel, pendekatan yang digunakan yaitu Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden berumur 15 tahun sebanyak (63,1%), sebagian besar mempunyai jenis kelamin laki-laki sebanyak 79 responden (50,3%) dan perempuan (49,7%), sebagian besar mempunyai pengetahuan tentang pengertian seks bebas cukup sebanyak 71 responden (45,2%).
HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN GEJALA BABY BLUES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Sahrain, Patmawati; Jusuf, Herlina; Salawali, Siti Hajar
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11553

Abstract

Baby Blues kini masih menjadi masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada ibu hamil dan melahirkan yang seringkali sulit dideteksi. Usia ibu hamil umumnya dapat menjadi faktor terjadinya baby blues, baik selama masa kehamilan maupun masa persalinan dikarenakan usia juga mempengaruhi kondisi dari rahim ibu Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia pada ibu hamil dengan gejala baby blues di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo.Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini yakni seluruh ibu hamil yang berjumlah 41 orang dengan teknik pengambilan sampel yakni Total Sampling. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara usia ibu hamil dengan gejala Baby Blues di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo yakni 0,002 yang berarti (p£0,05) dengan tingkat kemaknaan a = 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan tenaga kesehatan dapat mengedukasi masyarakat khususnya para wanita terkait baby blues dan melakukan skrining awal pada ibu hamil untuk mendeteksi gejala baby blues serta diharapkan ibu hamil dan remaja dapat meningkatkan pengetahuannya tentang baby blues, bagaimana gejalanya, serta apa saja risikonya.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK NEROLI DALAM MENGURANGI KETIDAKNYAMANAN SINDROM MENOPAUSE PADA WANITA UMUR 45-55 TAHUN DI DUSUN TANJUNG GUNUNG TAHUN 2024 Holilah, Holilah; Sitiwati, Sitiwati; Retnonigrum, Dyah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11559

Abstract

Menopause is a natural phase marked by the cessation of menstruation for 12 consecutive months, accompanied by physical and emotional symptoms. Menopause occurs due to decreased ovarian function which reduces the hormones estrogen and progesterone. The average age of menopause is 45-55 years. In Tanjung Gunung Village, there were 48 women aged 45-55 who experienced menopause symptoms such as anxiety, insomnia and hot flushes. Non-pharmacological therapies such as neroli oil aromatherapy can be used to reduce the discomfort of menopausal syndrome due to its calming effects. This study aims to examine the effect of neroli oil in reducing menopausal symptoms in Tanjung Gunung Hamlet. This research used a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design with a sample of 48 women aged 45-55 years in Tanjung Gunung hamlet in 2024. As for the symptoms of menopausal syndrome in respondents, there were anxiety, insomnia and hot flushes. The results showed that neroli oil therapy significantly reduced menopausal symptoms such as hot flushes and anxiety (p = 0.000). These results are consistent with earlier studies supporting the effectiveness of neroli oil in reducing menopausal discomfort. Menopause adalah fase alami ditandai dengan tidak adanya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, disertai dengan berbagai gejala fisik dan emosional. Menopause terjadi akibat penurunan fungsi ovarium yang mengurangi hormon estrogen dan progesteron. Usia menopause rata-rata 45-55 tahun. Di Desa Tanjung Gunung, terdapat 48 wanita usia 45-55 yang mengalami gejala menopause seperti cemas, susah tidur, dan hot flush. Terapi non-farmakologi seperti aromaterapi minyak neroli dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan sindrom menopause karena efek menenangkannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh minyak neroli dalam mengurangi gejala menopause di Dusun Tanjung Gunung. Dalam penelitian ini memanfaatkan metode Quasi-experimental memakai desain nonequivalent control group design dengan sampel 48 wanita umur 45-55 tahun di dusun tanjung gunung Tahun 2024. Adapun gejala sindrom menopause pada responden adalah cemas, susah tidur, dan hot flush. Hasil menunjukkan terapi minyak neroli secara signifikan mengurangi gejala menopause seperti hot flushes dan cemas (p = 0,000). Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mendukung efektivitas minyak neroli dalam mengurangi ketidaknyamanan menopause.
ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN SENG (Zn) PADA AIR DI DANAU TONDANO DESA ERIS KECAMATAN ERIS Mikhael Setiawan; Woodford B. S. Joseph; Odi R. Pinontoan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11560

Abstract

Pencemaran air menjadi masalah utama di banyak perairan Indonesia, termasuk Danau Tondano, yang mengalami pendangkalan dan pencemaran akibat aktivitas manusia, seperti pertanian dan kegiatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar logam berat kadmium (Cd) dan seng (Zn) di Danau Tondano, yang memiliki potensi dampak negatif terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat sekitar. Desa Eris dipilih sebagai lokasi penelitian karena sebagian besar penduduknya menggunakan air dari danau untuk kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan kadar Cd dan Zn berada di bawah nilai ambang batas yang aman, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei deskriptif berbasis laboratorium. Subjek penelitian ini adalah air dari Danau Tondano, yang dianalisis di laboratorium menggunakan alat spektrofotometer. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kandungan kadmium (Cd) pada permukaan air Danau Tondano berkisar 0,00295 mg/l, sedangkan pada dasar air sekitar 0,00316 mg/l. Kandungan seng (Zn) pada permukaan air tercatat 0,0075 mg/l, dan pada dasar air 0,00758 mg/l. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun kandungan kadmium (Cd) dan seng (Zn) telah terdeteksi di air Danau Tondano, kadar logam berat tersebut masih berada di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak melebihi baku mutu yang ada.
HUBUNGAN ASUPAN AIR MINUM DENGAN KEJADIAN UROLITHIASIS DI RSUD TOTO KABILA Polapa, Sitti Muthmainnah Nur; Yusuf, Zuhriana K.; Liputo, Gusti Pandi; Djamaluddin, Nurdiana; Purwanto, Erwin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11568

Abstract

Prevalensi urolithiasis bervariasi di setiap daerah, dengan angka kejadian batu ginjal di Gorontalo mencapai 0,6%. Salah satu faktor utama yang memengaruhi terjadinya urolithiasis (batu saluran kemih) adalah kurangnya asupann air minum. Asupan air minum yang kurang dapat menyebabkan volume urine berkurang sehingga tidak cukup untuk membuang zat sisa metabolisme, dan mengurangi saturasi urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan air minum dengan kejadian urolithiasis di RSUD Toto kabila. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Jumlah Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien poli urologi yang berjumlah 64 pasien. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel yaitu 55 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan air minum dengan kejadian urolithiasis, dengan hasil yang didapatkan nilai chi-square sebesar 0.00 (p < 0.05%). Dari total 55 responden, 39 orang (70,91%) mengalami urolithiasis, dengan mayoritas berasal dari responden yang memiliki konsumsi air minum <2000 ml/hari 32 orang (58,18%). Saran dalam penelitian ini diharapkan masyarakat untuk dapat diberikan edukasi tentang pentingnya hidrasi yang cukup, terutama di daerah beriklim panas seperti di Gorontalo yang meningkatkan risiko dehidrasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLIT DI RSUD DEPATI HAMZAH KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2021-2023 Zahra, Zuni; Kusumajaya, Hendra; Kusumawardhani, Shandy
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11578

Abstract

Incomplete abortion is where some of the tissue resulting from conception is still left in the uterus where bleeding is still occurring and the amount can be large or small depending on the remaining tissue, which causes some of the placental tissue to still be open resulting in continuous bleeding. The aim of this research is to analyze the factors associated with the incidence of incomplete abortion at Depati Hamzah Hospital, Pangkalpinang City in 2021-2023. This research uses quantitative methods with a cross sectional design. Data collection using medical record data. The population in this study was all abortion mothers with a sample of 73 people. This research was conducted in August 2024. This data was analyzed using the chi quadrat test. The results of the study concluded that factors related to the incidence of incomplete abortion were age (P=0.000), occupation (P=0.000), history of abortion (P=0.000) and factors that were not related to the incidence of incomplete abortion, parity (P=0.943).The recommendation of this research is that hospitals need to provide intensive and continuous education to prevent incomplete abortions for mothers aged at risk (<20 years and >35 years), working mothers and mothers who have a history of abortion. Abortus inkomplit adalah dimana sebagian jaringan hasil konsepsi masih tertinggal di dalam uterus dimana perdarahannya masih terjadi dan jumlahnya bisa banyak atau sedikit bergantung pada jaringan yang tersisa, yang menyebabkan sebagian jaringan plasenta masih terbuka sehingga terjadi perdarahan terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang tahun 2021-2023. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dengan data rekam medis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu abortus dengan sampel sebanyak 73 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus 2024. Data ini dianalisis menggunakan Uji Chi quadrat. Hasil penelitian menyimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit, usia (P=0,000), pekerjaan (P=0,000), riwayat abortus (P=0,000) dan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit, paritas (P=0,943). Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya rumah sakit melakukan penyuluhan yang intensif dan continue untuk mencegah abortus inkomplit kepada ibu usia berisiko (<20 tahun dan >35 tahun), ibu yang bekerja dan ibu yang memiliki riwayat abortus.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD DEPATI HAMZAH KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2024 Frameswari, Alfina; Ayudita, Ayudita; Megawati, Megawati
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11579

Abstract

Maternal and Child Health is one of the focuses in the Sustainable Development Goals (SDGs) which globally is still faced with a complex situation. In general, this research aims to determine the factors associated with the incidence of hyperemesis gravidarum in Depati Hamzah Hospital, Pangandaran City in 2024. This research uses quantitative methods with a Case Control research design. The instruments used are secondary data, namely data from medical records and maternal registers at Depati Hamzah Regional Hospital, Pangkalpinang City. The samples to be taken are 132 people divided into 66 case samples and 66 control samples. The non-probability sampling technique is total sampling. The statistical test used is the Chi Square test. The results showed that there was a significant relationship p = 0.001 < 0.05, OR value = 3.946 (1.841 – 8.459), Parity value p = 0.001 < 0.05 OR value = 4.126 (1.797 – 9.475), employment p value = 0.041 < 0 .05, OR value = 2.122 (0.978 – 4.604), with the incidence of hyperemesis gravidarum at Depati Hamzah Regional Hospital, Pangkalpinang City in 2024. The conclusion of this study is that there is a relationship between age, parity and employment status with the incidence of Hyperemesis gravidarum at Depati Hamzah Regional Hospital, Pangkalpinang City in 2024. Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu fokus dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang secara global masih dihadapkan pada situasi yang kompleks. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hiperemesis gravidarum di RSUD Depati Hamzah kota Pangkalpinang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Case Control. Adapun instrumen yang digunakan berupa data sekunder yaitu data dari rekam medis dan register ibu di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang. Sampel yang akan diambil adalah sebanyak 132 orang yang terbagi menjadi 66 sampel kasus dan 66 sampel kontrol. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara usia ibu dengan p-value = 0,001 < 0,05, nilai OR = 3,946 (1,841 – 8,459), Paritas nilai p = 0,001 < 0,05 nilai OR = 4,126 (1,797 – 9,475), status pekerjaan nilai p = 0,041 < 0,05, nilai OR = 2.122 (0,978 – 4,604), dengan kejadian hiperemesis gravidarum di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang tahun 2024. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, paritas dan status pekerjaan dengan kejadian Hiperemesis gravidarum di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang tahun 2024.
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN OBAT NON RESEP DI APOTEK GRYA CANDRA KLUNGKUNG TAHUN 2025 Widiantari, Ni Putu Juni
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11592

Abstract

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Mutu kualitas pelayanan kefarmasian dapat berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Konsumen baru akan merasa puas apabila kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama atau melebihi harapannya. Sebaliknya, ketidakpuasan konsumen akan muncul apabila kinerja layanan kesehatan yang diperoleh itu tidak sesuai dengan harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan obat non resep di Apotek Grya Candra Klungkung tahun 2025. Penelitian merupakan penelitian deskritif observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling menggunakan teknik accidental sampling terhadap 72 konsumen yang membeli obat non resep. Tingkat kepuasan konsumen diukur dengan model SERVQUAL (Service Quality) terhadap 5 dimensi kualitas pelayanan. Analisis data menggunakan Customer Satisfiaction Indeks (CSI) dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi keandalan, jaminan, dan empati mendapatkan skor tertinggi, yaitu 92% dikategorikan sangat puas. Dimensi bukti langsung dan daya tanggap juga mendapatkan penilaian yang sangat puas dengan skor 90% dengan kategori sangat puas. Hasil perhitungan tingkat kepuasan konsumen secara keseluruhan (CSI) berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan menunjukkan bahwa konsumen memberikan penilaian yang sangat positif terhadap apotek, dengan indeks kepuasan mencapai 91% dikategori sangat puas. Hubungan antara tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan obat non resep di Apotek Grya Candra Klungkung dengan taraf signifikansi 0,001 (<0,05). Sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang sangat kuat.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue