cover
Contact Name
Ahmad Albar Al Akso
Contact Email
kohesi55@gmail.com
Phone
+62812330129
Journal Mail Official
kohesi55@gmail.com
Editorial Address
Perum. Griya Kencana Blok 2i No.68 Mojosarirejo Driyorejo Gresik Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30258855     DOI : -
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah jurnal open access yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang ilmu kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, keperawatan, ilmu nutrisi, gizi, urgensi stunting dan permasalahan kesehatan di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Februari, April, Juli, dan September. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal kesehatan ini.
Articles 668 Documents
PENGARUH EDUKASI METODE RICE TERHADAP PENGETAHUAN PENANGANAN CEDERA ANKLE SPRAIN PEMAIN SEPAK BOLA DI DESA BILUANGO KABUPATEN BONE BOLANGO Djibu, Pratiwi; Djamaluddin, Nurdiana; Pomalango, Zulkifli B.
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i3.11359

Abstract

Cedera ankle sprain merupakan salah satu jenis cedera yang sering dialami oleh pemain sepak bola akibat aktivitas fisik yang intens. Penanganan yang tepat pada fase awal cedera sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan. Metode RICE merupakan langkah penanganan awal yang efektif untuk cedera. Sebagian besar di dapatkan pemain sepak bola belum mendapatkan pelatihan atau informasi tentang edukasi metode RICE untuk penanganan cedera ankle sprain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi metode RICE terhadap pengetahuan penanganan cedera ankle sprain di Desa Biluango Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian kuantitatif menggunakan quasi experiment dengan pendekatan nonequivalent control group design yaitu kelompok metode edukasi ceramah dan kelompok edukasi ceramah audiovisual. Populasi penelitian yakni seluruh pemain sepak bola di Desa Biluango sebanyak 30 responden, 15 responden untuk setiap kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji statistika yang digunakan yaitu uji independent sample t-test. Hasil penelitian didapatkan, kelompok yang diberikan edukasi antara kelompok A dan Kelompok B (p- value A < 0.000, P- value B <0.000). Artinya terdapat pengaruh kedua metode edukasi ceramah dan edukasi ceramah audiovisual. Kedua metode edukasi ini sangat efektif karena sama-sama dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang baik bagi responden. Diharapkan dapat memberikan masukkan bagi profesi kesehatan agar dapat memberikan edukasi kesehatan tentang Metode RICE untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang kesehatan.
ANALISIS FAKTOR KELELAHAN KERJA PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DI KOTA TANGERANG SELATAN Alhafids, Mahpud Stya; Hardiman
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i3.11362

Abstract

Lebih dari 20% kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia disebabkan oleh kelelahan pengemudi, dan lebih dari 25% insiden ini berakibat fatal atau berbahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, metodologi penelitian kuantitatif, dan menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berhubungan dengan kelelahan (p-value = 0,021), jenis kelamin berhubungan dengan kelelahan (p-value = 0,000), durasi tidur berhubungan dengan kelelahan (p-value = 0,000), kebiasaan merokok berhubungan dengan kelelahan (p-value = 0,000), dan masa kerja berhubungan dengan kelelahan (p-value= 0,000). Pengemudi ojek online di Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dengan menjaga jam tidur, beristirahat ketika merasa lelah, dan selalu memeriksakan kesehatan secara rutin.
GAMBARAN LUASAN LESI RADIOGRAFI THORAKS PADA PENDERITA TB PARU DENGAN DM DAN TANPA DM Mohammad Alvin Febrian Tiffany; Winansih Gubali; Sitti Rahma; Vivien Novarina Kasim; Nanang Roswita Paramata
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i3.11383

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menyebabkan kematian terbesar ke-13 di dunia. Luas lesi yang tampak pada foto thoraks diklasifikasikan oleh American Thoracic Society dan National Tuberculosis Association yaitu minimal, moderate advanced, dan far advanced lesion. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran luasan lesi radiografi thoraks pada pasien TB paru dengan DM dan TB paru tanpa DM di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Periode Agustus 2023 - Agustus 2024. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 dengan desain penelitian deskriptif retrosepktif. Sampel diambil dengan metode purposive sampling yaitu pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 100 orang. Hasil: Didapatkan distribusi pasien TB Paru DM dan TB Paru tanpa DM masing-masing berdasarakan jenis kelamin dominan perempuan yaitu 54,3% dan laki-laki 55,4%, kelompok usia dominan pada kelompok usia 19-59 tahun yaitu 74,3% dan 81,5%. Luasan lesi pada TB Paru DM mayoritas pada lesi luas yaitu 74,2% dan untuk TB Paru tanpa DM juga dominan pada lesi luas yaitu 63,1%. Simpulan: Distribusi pasien TB Paru dengan DM mempunyai persentase lesi luas lebih tinggi dibanding TB Paru tanpa DM. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan landasan untuk melakukan pemeriksaan gula darah pada pasien TB agar dapat mencegah peningkat luasan lesi.
ANALISIS PERILAKU KONSUMSI SUGAR-SWEETENED BEVERAGES TERHADAP RISIKO PREDIABETES PADA REMAJA USIA 18-21 DI TANGERANG SELATAN Salamah, Fathiyatus; Suherman
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11402

Abstract

Prediabetes adalah periode emas untuk mencegah dan mengurangi progresivitas menjadi diabetes melitus. Terdapat banyak faktor yang berkontribusi pada peningktan risiko prediabetes remaja. Kebiasaan sehat yang dibentuk selama masa remaja, seperti pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang teratur, dapat mengurangi risiko penyakit kronis di kemudian hari. Pola makan yang tidak sehat termasuk konsumsi sugar-sweetened beverages banyak digemari oleh remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 77 remaja di wilayah Kota Tangerang Selatan yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square untuk menguji hubungan antara variabel Pengetahuan tentang DM (DKQ-24), Perilaku Sendetari (SBQ), dan Konsumsi Sugar-sweetened Beverages (BEVQ-15) terhadap risiko prediabetes, yang diukur dengan IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,1% responden mengonsumsi SSBs dalam jumlah tinggi, sementara 51,9% mengonsumsinya dalam jumlah rendah. Dari total responden, 15,6% teridentifikasi mengalami prediabetes. Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi SSBs dan risiko prediabetes, di mana responden yang mengonsumsi SSBs dalam jumlah tinggi memiliki kemungkinan 18,8 kali lebih besar untuk mengalami prediabetes dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi SSBs dalam jumlah rendah (p < 0,001). Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja mengenai faktor-faktor risiko ini.
PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA 2025 Nabilah, Luthfiyyah; Fajrini, Fini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11406

Abstract

Academic achievement is one of the important indicators of success in the education process. Learning achievement, which reflects the results of learning efforts, can be measured through various parameters, such as the Achievement Index (IP). This IP value is obtained from the evaluation process during the study period, including the assignments given, the results of the mid and final semester exams, class participation, and the level of student activeness in learning. This research is a quantitative study using a Cross Sectional approach. The population in this study were all students of the Faculty of Public Health, Muhammadiyah University of Jakarta who were administrators of organizations, totaling 161 students. The sampling technique is using Total Sampling with a sample size of 161 Respondents. Data analysis methods using Univariate and Bivariate with Chi-Square test at 95% confidence level (α=0.05). The results showed that the variables associated with learning achievement were organizational activity (p=0,004) and learning motivation (p=0,002). Students are expected to maintain a balance between organizational and academic activities so that learning achievement is not neglected, the faculty can provide more support for students who are active in organizations by implementing more flexible academic policies, and further research is recommended to use a larger sample. Prestasi akademik menjadi salah satu indikator penting keberhasilan dalam proses pendidikan. Prestasi belajar, yang mencerminkan hasil usaha belajar, dapat diukur melalui berbagai parameter, seperti Indeks Prestasi (IP). Nilai IP ini diperoleh dari proses evaluasi selama masa studi, mencakup tugas-tugas yang diberikan, hasil ujian tengah dan akhir semester, partisipasi di kelas, serta tingkat keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta yang menjadi pengurus organisasi, yakni berjumlah 161 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 161 Responden. Metode analisis data menggunakan Univariat dan Bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel yang berhubungan dengan prestasi belajar adalah keaktifan berorganisasi (p=0,004) dan motivasi belajar (p=0,002). Mahasiswa diharapkan untuk tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan organisasi dan akademik agar prestasi belajar tidak terabaikan, fakultas dapat memberikan dukungan lebih bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi dengan menerapkan kebijakan akademik yang lebih fleksibel, dan penelitian selanjutnya dianjurkan menggunakan sampel lebih besar.
GAMBARAN NILAI HASIL OSCE BLOK RRESPIRASI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Septianingsi Katili; Muhamad Nur Syukriani Yusuf; Elen Lukum; Maimun Ihsan; Vivien Novarina A. Kasiem
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11418

Abstract

Background: Clinical competence is one of the essential aspects that medical faculty graduates must master to provide quality health services. Evaluation of clinical skills through Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is an important method in assessing student abilities, including in Respiratory Block, which discusses high-prevalence diseases such as asthma, tuberculosis, and COPD. This study aims to determine the description of the OSCE results of Respiratory Block in students of the Faculty of Medicine, Gorontalo State University. Method: This study uses a descriptive quantitative design, with 158 students from the 2020, 2021, and 2022 classes participating in total sampling. Data were obtained from OSCE score archives and analyzed descriptively. Results: Most students have scores in the 80-84 range. The class of 2022 achieved the highest average score (85.9), followed by the class of 2021 (85.4) and the class of 2020 (82.7). The class of 2022 also achieved the highest percentage of graduation without remedial (56.9%). Conclusion: Based on the final OSCE scores between batches each year, these results reflect improved student performance influenced by curriculum development and learning quality. This study provides input for future curriculum evaluation and development to support the optimal achievement of student clinical competence. This study is limited by a small sample, short period, and uncontrollable variables, so future research is expected to overcome this with a larger sample, more extended period, and more complex study design. Latar Belakang: Kompetensi klinis merupakan salah satu aspek esensial yang harus dikuasai oleh lulusan fakultas kedokteran untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Evaluasi keterampilan klinis melalui Objective Structured Clinical Examination (OSCE) menjadi metode penting dalam menilai kemampuan mahasiswa, termasuk pada Blok Respirasi yang membahas penyakit berprevalensi tinggi seperti asma, tuberkulosis, dan PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai hasil OSCE Blok Respirasi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Metode : Penelitian ini bersifat menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan total sampling, melibatkan 158 mahasiswa dari angkatan 2020, 2021, dan 2022. Data diperoleh dari arsip nilai OSCE dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Mayoritas mahasiswa memiliki nilai pada rentang 80–84. Rata-rata nilai tertinggi dicapai oleh angkatan 2022 (85,9), diikuti angkatan 2021 (85,4), dan angkatan 2020 (82,7). Persentase kelulusan tanpa remedial tertinggi juga dicapai oleh angkatan 2022 (56,9%). Kesimpulan: Berdasarkan nilai akhir OSCE antarangkatan setiap tahunnya, hasil ini mencerminkan peningkatan kinerja mahasiswa, yang diduga dipengaruhi oleh pengembangan kurikulum dan kualitas pembelajaran. Penelitian ini memberikan masukan untuk evaluasi dan pengembangan kurikulum di masa mendatang untuk mendukung pencapaian kompetensi klinis mahasiswa secara optimal. Penelitian ini terbatas oleh sampel kecil, periode singkat, dan variabel tak terkendali, sehingga penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengatasi hal tersebut dengan sampel lebih besar, periode lebih panjang, dan desain studi yang lebih kompleks.
HUBUNGAN PERAN FAMILY CAREGIVER DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN SELF-CARE PASIEN PASCA STROKE DI KLINIK KINESIA SENTRA REHABILITASI KOTA GORONTALO Ismail, Mirta Della; Pakaya, Nasrun; Hiola, Dewi Suryaningsi; Pomalango, Zulkifli B.; Indra
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11422

Abstract

WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan serta menjadi masalah kesehatan dunia yang signifikan. Kondisi ini sering kali berdampak pada tingkat kemandirian self-care seperti makan/minum, mandi, berpakaian, penggunaan toilet termasuk mengontrol buang air kecil dan besar, berpindah, dan berjalan serta naik turun tangga sehingga hal tersebut membuat penderita stroke memiliki ketergantungan yang meningkat pada orang lain, terutama family caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran family caregiver dengan tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien pasca stroke yang datang berkunjung ke Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 responden dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan peran family caregiver dalam kategori cukup 39 responden (43,3%), kategori baik 29 responden (32,2%), kategori sedang 22 responden (24,4%). Berdasarkan tingkat kemandirian self-care dalam kategori mandiri 52 responden (57,8%), ketergantungan sebagian 36 responden (40,0%), ketergantungan total 2 responden (2,2%). Kesimpulan terdapat hubungan antara peran family caregiver dengan tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo menggunakan uji rank spearman dengan hasil p-value = 0,000 (p-value <0,05). Keterlibatan keluarga dalam memberikan peran seperti latihan fisik, kepatuhan program pengobatan, kebutuhan nutrisi maupun dukungan emosional memiliki dampak positif terhadap tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kesadaran kepada keluarga tentang pentingnya sebuah peran family caregiver dalam merawat pasien pasca stroke.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PERAWATAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABILA Thalib, Juliani; Djamaluddin, Nurdiana; Arsad, Sitti Fatimah Meylandri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11423

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit multisistem kronis yang berhubungan dengan sekresi insulin yang tidak normal. DM dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satu yang paling sering terjadi yaitu neuropati diabetik, dan jika tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan ulkus kaki atau kaki diabetik. Perawatan kaki sebagai salah satu tindakan untuk mencegah komplikasi tersebut. Untuk mencapai perawatan kaki yang baik seseorang perlu memiliki self efficacy yang tinggi. Self efficacy yang tinggi dapat meningkatkan motivasi untuk mencapai suatu tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan perawatan kaki pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DM yang tergabung dalam prolanis yang berjumlah 422 dan sampel pada penelitian ini yaitu 74 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Foot Care Confidence Scale (FCCS) dan Nottingham Assessment of Functional Foot care (NAFF). Hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi chi-square didapatkan nilai p value = 0,000 (< α (0,05). Dari hasil tersebut didapatkan asumsi H1 diterima yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy dengan perilaku perawatan kaki pada pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Dengan adanya penelitian ini diharapkan penderita DM dapat meningkatkan self efficacy agar dapat melakukan perawatan kaki yang baik sehingga terhindar dari komplikasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIGIENE SANITASI PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DI KAWASAN ALUN-ALUN PAMULANG Reza Nuur Wahyuningtias; Noor Latifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11434

Abstract

Latar Belakang: Keadaan higiene sanitasi yang buruk dapat memengaruhi kualitas makanan yang disajikan, yang pada gilirannya berdampak pada tingkat kesehatan konsumen yang mengonsumsinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Higiene Sanitasi Pedagang Makanan di Alun-Alun Pamulang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2024 sampai Februari 2025. Populasi pada penelitian ini adalah pedagang makanan di Alun-Alun Pamulang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat 23 responden (46%) yang berpengetahuan kurang baik. Jumlah responden dengan sikap kurang baik sama dengan jumlah responden dengan sikap baik, masing-masing sebanyak 25 orang (50%). Lebih banyak responden yang masa kerjanya ≤ 5 tahun yaitu sebanyak 27 responden (54%). Rata-rata responden tidak memiliki ketersediaan sarana yang lengkap yaitu sebanyak 28 responden (56%). Mayoritas responden tidak mendapatkan pengawasan yaitu sebanyak 36 responden (72%). Dan terdapat sebanyak 30 responden (60%) memiliki perilaku yang kurang baik. Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan perilaku higiene sanitasi pedagang makanan di Alun-Alun Pamulang adalah pengetahuan (P= 0,000), sikap (P= 0,000), lama bekerja (P= 0,028), ketersediaan sarana (P= 0,000), dan pengawasan (P= 0,001). Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku higiene sanitasi pedagang makanan di Alun-Alun Pamulang adalah pengetahuan, sikap, lama bekerja, ketersediaan sarana, dan pengawasan. Dalam hal ini, penjamah makanan perlu secara aktif mengikuti pelatihan atau workshop mengenai higiene sanitasi makanan.
HUBUNGAN SENSE OF HUMOR DENGAN TEKANAN KERJA TENAGA KESEHATAN DAN MEDIS DI RUMAH SAKIT BALADHIKA HUSADA Ajeng Ratu Pramestim; Mad Zaini; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11482

Abstract

Pendahuluan : Sense of humor merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan humor sebagai sarana penyelesaian masalah, kemampuan menciptakan humor, kemampuan menghargai atau menanggapi humor. Tujuan adanya sense of humor dalam dunia kerja adalah mengurangi tekanan kerja. Metode : Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah dokter jaga IGD dan ICU, perawat IGD dan ICU serta perawat IGD yag berjumlah 30. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik sampling yaitu total sampling. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil: penelitian diperoleh p value = 0,000 dengan nilai α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara sense of humor dengan tekanan kerja tenaga medis. Diskusi: Penelitian ini menambah pengetahuan tenaga medis dalam meningkatkan sense of humor dan mengurangi tekanan kerja medis dengan sense of humor.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 6 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan More Issue