cover
Contact Name
Haidar Ensang Timuda
Contact Email
krepaabdimas@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
krepaabdimas@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/liberosis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30267889     DOI : -
Jurnal psikologi adalah publikasi ilmiah yang berfokus pada berbagai aspek dan penelitian dalam bidang psikologi. Jurnal ini merupakan saluran penting bagi para peneliti, ilmuwan, profesional, dan mahasiswa psikologi untuk membagikan temuan mereka, menyajikan data empiris, dan berkontribusi pada perkembangan pengetahuan di bidang psikologi. Jurnal psikologi mencakup berbagai topik, seperti: Psikologi Klinis: Memahami dan mengobati gangguan mental, terapi psikologis, dan penelitian tentang kesehatan mental. Psikologi Sosial: Menyelidiki interaksi sosial, perilaku kelompok, stereotip, prasangka, dan pengaruh sosial. Psikologi Perkembangan: Memahami perkembangan individu dari masa kanak-kanak hingga Psikologi Pendidikan: Mengkaji pembelajaran dan pendidikan, termasuk metode pengajaran, motivasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Articles 396 Documents
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UPN VETERAN JAWA TIMUR Rusdi Hidayat; Indah Respati Kusuma; Safa Alifiah Sagita; Chris Louis Budiarto
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.6769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kecerdasan emosional terhadap proses pengambilan keputusan di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN Veteran Jawa Timur. Kecerdasan emosional merujuk pada kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain, yang dianggap penting dalam situasi pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan kuesioner terbuka. Partisipan dipilih secara purposif untuk menggali pengalaman dan persepsi terkait peran emosi dalam pengambilan keputusan akademik dan non-akademik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dari jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat kecerdasan emosional yang baik lebih mampu mempertimbangkan berbagai faktor dan mengendalikan impuls emosional saat membuat keputusan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan kecerdasan emosional sebagai bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi situasi yang kompleks. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan program pelatihan kecerdasan emosional di lingkungan pendidikan tinggi.
ANALISIS KASUS KDRT SELEBGRAM X MELALUI KACA MATA PSIKOLOGI FORENSIK : SEGI 4 KEJAHATAN Putri Anggraini; Pingkan Visionari Prasetyaningtyas; Tugimin Supriyadi
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.6776

Abstract

Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh selebgram X menjadi salah satu perhatian publik yang signifikan, terutama karena aspek keterbukaan korban dalam mengungkapkan pengalamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus kekerasan dalam rumah tangga selebgram X melalui perspektif kriminologis "Segi Empat Kejahatan," yang mencakup empat elemen utama: korban, pelaku, kejahatan, dan reaksi masyarakat. Pendekatan ini berguna untuk memahami dinamika kejahatan dalam konteks sosial, terutama dalam hal faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pelaku dan respon sosial terhadap kasus kekerasan. Berdasarkan hasil analisis kasus selebgram X melalui segi empat kejahatan maka didapat hasil analisis berupa korban merupakan selebgram berinisial CI, pelaku dari kasus ini yaitu suami dari CI, kejahatan yang terjadi pada kasus ini yaitu masuk ke dalam kejahatan dalam bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan reaksi masyarakat yang muncul diantaranya yaitu dukungan emosional, awarenya masyarakat mengenai KDRT dan sebagainya. Studi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tindak kekerasan serta peran reaksi sosial dalam penanganan dan pencegahan kasus kekerasan dalam rumah tangga.
ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH ZAINUDDIN DALAM NOVEL “TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK” KARYA HAMKA Ahmad Firdiyansyah Darussalam; Muhammad Bayu Firmansyah; Badriyah Wulandari
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.6815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian tokoh Zainuddin dan psikologi perkembangan tokoh Zainuddin dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka dengan pendekatan psikologi sastra. Pendekatan ini dianggap relevan untuk mengkaji mengenai masalah-masalah dalam lingkungan psikologis dan menafsirkan karya sastra tanpa mengaitkannya dengan biografi pengarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan konsep psikologi kepribadian (id,ego super ego) dan psikologi perkembangan (hierarki abraham maslow) sebagai kerangka analisis utama tokoh Zainuddin dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Data dalam penelitian ini yaitu berupa teks yang menunjukkan kepribadian dan perkembangan psikologis dari tokoh Zainuddin dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Sumber data diambil dari narasi maupun dialog tokoh Zainuddin dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa psikologi kepribadian Zainuddin dibagi menjadi tiga struktur utama: id, ego, dan superego. Masing-masing bagian ini berfungsi untuk mempengaruhi perilaku dan keputusan individu. Sementara itu Psikologi perkembang Zinuddin memiliki lima tingkat kebutuhan hidup yang menunujukksn perkembang dalam kehidupannya yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keselamatan, kebutuhan akan rasa memiliki dan rasa cinta, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan akan aktualisasi diri.
TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENANGANI SELF ESTEEM RENDAH PADA SEORANG REMAJA BROKEN HOME DI DESA KETAPANGTELU Mu’arofah; Amriana
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.6944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik assertive training dalam upaya mengatasi self esteem rendah pada seorang remaja broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode observasi dan wawancara. Adapun tahapan-tahapan dalam assertive training, meliputi : 1) identifikasi masalah, 2) membedakan perilaku asertif dan tidak asertif, 3) bermain peran sesuai dengan perilaku yang ditentukan, 4) memberikan umpan balik, 5) latihan dan praktik dari perilaku yang telah dipelajari, 6) evaluasi oleh konselor terhadap layanan yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa assertive training efektif dalam meningkatkan self esteem rendah pada remaja broken home. Setelah mengikuti layanan konseling, remaja tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan untuk lebih terbuka dalam menghadapi masalah, membangun rasa percaya diri, serta memperbaiki hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: Assertive Training; Self Esteem; Broken Home
POLA ASUH ORANG TUA DAN DAMPAKNYA PADA KARAKTER ANAK Hanny, Charysma Really Priscilla; Andini, Betti; Gusmaneli, Gusmaneli
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.7095

Abstract

Pendidikan karakter anak sangat dipengaruhi oleh peran keluarga, terutama melalui pola asuh dan keteladanan orang tua. Pola asuh yang diterapkan orang tua, baik itu otoriter, demokratis, permisif, atau neglectful, memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kepribadian anak. Keteladanan orang tua dalam menunjukkan perilaku positif juga berperan penting dalam membentuk karakter anak, diikuti dengan komunikasi yang efektif dan penghargaan atas perilaku baik. Selain itu, kolaborasi antara orang tua dan guru menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter anak secara holistik. Meskipun menghadapi tantangan seperti kesibukan orang tua dan pengaruh luar, komitmen yang tinggi dalam pendidikan karakter akan menghasilkan generasi yang lebih bertanggung jawab dan berintegritas. Children’s character education is highly influenced by the role of the family, particularly through parenting styles and parental role models. The parenting style applied by parents, whether authoritarian, democratic, permissive, or neglectful, has a significant impact on the development of children’s personalities. Parental role modeling in demonstrating positive behaviors is also crucial in shaping the character of children, along with effective communication and the appreciation of good behaviors. Furthermore, collaboration between parents and teachers plays an important role in creating an environment that supports children’s holistic character development. Despite challenges such as parental busyness and external influences, a strong commitment to character education will result in a more responsible and integrity-driven generation.
EKSPLORASI PENYEBAB MELAKUKAN SELF DISCLOSURE DI SECOND ACCOUNT INSTAGRAM PADA DEWASA AWAL Tasya Angraeni; Yohanes Budiarto
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.7096

Abstract

Penelitian ini mengenai penyebab melakukan keterbukaan diri atau self disclosure di second account Instagram, penelitian ini melakukan eksplorasi mengenai apa saja penyebab-penyebabnya. Dengan menggunakan metode survei kualitatif, melalui open-ended question yang dibuat di Google form, yang datanya diolah dengan bantuan software MAXQDA untuk menganalisis data. Pada penelitian ini terdapat 110 partisipan dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 7, dan jenis kelamin perempuan sebanyak 103. Hasil dari penelitian penyebab melakukan self disclosure di second account Instagram adalah karena merasa terlindungi, merasa memiliki keleluasaan, lebih menjadi diri sendiri saat di second account, lalu second account dapat digunakan untuk menyimpan memori yang berharga, kemudian terdapat kedamaian, dan memiliki perasaan positif.
AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA GENERASI Z Almira, Deniella Kesya; Sarahsanty, Davina; Salma, Meysun; Gunawan, Jessica; Tiara, Farillah; Tumanggor, Raja Oloan
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.7116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penerapan nilai-nilai Pancasila pada generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2007, dengan rentang usia 17 hingga 27 tahun. Generasi Z merupakan kelompok usia yang lahir dan tumbuh di era digital, di mana perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 106 partisipan yang termasuk dalam generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan pengambilan data secara daring. Penelitian ini menggunakan kuesioner mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila. Hasil pengujian deskriptif menunjukkan bahwa generasi Z menerapkan nilai-nilai Pancasila yang tinggi. This study aims to identify and evaluate the application of Pancasila values in Generation Z, born between 1997 and 2007, with an age range of 17 to 27 years. Generation Z is an age group born and raised in the digital era, where the development of technology and information affects many aspects of life, including the understanding and practice of national values such as Pancasila. The sample in this study consisted of 106 participants who belonged to Generation Z. This research uses a non-experimental quantitative approach with online data collection. This study used a questionnaire regarding the application of Pancasila values. The results of descriptive testing show that Generation Z has a high application of Pancasila values.
HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK DENGAN GENDER SEBAGAI MODERATOR Jesslyn Nathalee Aurelia Arief; Yohanes Budiarto
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.7143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fear of missing out (FoMO) dengan psychological well-being (PWB) pada mahasiswa pengguna media sosial TikTok yang berada Jabodetabek, dengan gender sebagai moderator. Penelitian ini dilatar belakangi oleh peningkatan penggunaan media sosial yang dapat memicu tingkat FoMO individu, dan berpengaruh pada PWB. Gender dianggap sebagai moderator karena individu laki-laki dan perempuan memiliki respons yang berbeda terhadap tingkat FoMO, yang pada akhirnya berpengaruh pada PWB mereka. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berusia 18-25 tahun, dan berdomisili di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan dua pengukuran, yaitu Ryff Psychological Well-being Scale oleh Ryff dan Keyes (1995), serta ON-FoMO Scale oleh Sette et. al (2020). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah conveniencesampling. Data akan diolah menggunakan program IBM SPSS dan SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara FoMO dengan PWB sebesar -.487, dan p < 0.05. Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh nilai koefisien R2 = .237, artinya ada hubungan antara FoMO dengan PWB sebesar 23.7%, sedangkan sisanya sebesar 76.3% dipengaruhi oleh faktor lain Selain itu, ditemukan juga bahwa gender memiliki peran dalam memprediksi atau memoderasi hubungan antara FoMO dengan PWB sebesar .261, dan p < 0.05.
PANDANGAN KECANTIKAN WANITA INDONESIA: ANTARA KONSTRUKSI SOSIAL DAN PERSPEKTIF DIRI Lisa Cosmona Visidia; Yohanes Budiarto
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.7149

Abstract

Standar kecantikan yang terlihat di media sosial sering kali menjadi acuan bagi banyak orang. Gambar-gambar dan tren kecantikan yang tersebar luas media sosial mendorong individu, terutama wanita, untuk mengejar penampilan yang sesuai dengan standar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana standar kecantikan yang berkembang di media sosial memengaruhi persepsi kecantikan yang dimiliki oleh individu, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi pandangan mereka tentang diri sendiri dan orang lain. Dalam penelitian ini, menyertakan 120 partisipan wanita yang terlibat. Metode penelitian menggunakan survei kualitatif dengan tipe pertanyaan open-ended. Penelitian ini menggunakan pengolahan data mix methoddengan prosedur exploratory sequential design, kemudian di olah menggunakan aplikasi MAXQDA. Hasil analisis penelitian menunjukan standar kecantikan mempengaruhi perspektif wanita terkait kecantikan yang ideal. Namun, sebagian responden berpendapat bahwa kecantikan tidak hanya dinilai dari fisik, tetapi juga mencakup kualitas psikologis.
BEBAS DARI BELENGGU LAYAR : DAMPAK DAN INTERVENSI ADIKSI GADGET PADA REMAJA Nurhaliza, Siti; Agustina, Rina; Hafarinto, Bagus; Tarigan, Elda Dita Felysa br; Agustin, Abelia; Alrefi
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i3.7160

Abstract

Teknologi merupahkan alat atau perangkat yang tujuannya untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Salah satu contohnya adalah gadget. Gadget adalah sebuah alat elektronik yang sering digunakan oleh banyak orang di masa saat ini. Gadget ini sangat populer karena bisa membantu kita dalam berkomunikasi, mencari informasi, atau bahkan bermain game. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait dampak yang ditimbulkan oleh adiksi/kecanduan gadget, serta menjelaskan intervensi yang tepat untuk mengatasi perilaku adiksi/kecanduan gadget pada remaja. Metode dalam penelitian ini studi kepustakaan, dimana peneliti telah mencari literatur artikel jurnal yang berkaitan dengan dampak dan intervensi adiksi gadget pada remaja dalam rentang waktu (2020-2024). Hasil yang diperoleh dari analisis berbagai penelitian yang memaparkan bahwa kecanduan gadget tidak hanya memperburuk kesehatan mental, tetapi juga berimplikasi pada perilaku sosial dan pola asuh. Intervensi mindfulness memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat kecanduan gadget pada remaja, yang menunjukkan bahwa pendekatan psikologis dapat membantu mengatasi masalah ini. Kata Kunci: Adiksi; Dampak; Gadget

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 5 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konselin Vol. 7 No. 5 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling More Issue