cover
Contact Name
Haidar Ensang Timuda
Contact Email
krepaabdimas@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
krepaabdimas@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/liberosis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Published by CV SWA Anugrah
ISSN : -     EISSN : 30267889     DOI : -
Jurnal psikologi adalah publikasi ilmiah yang berfokus pada berbagai aspek dan penelitian dalam bidang psikologi. Jurnal ini merupakan saluran penting bagi para peneliti, ilmuwan, profesional, dan mahasiswa psikologi untuk membagikan temuan mereka, menyajikan data empiris, dan berkontribusi pada perkembangan pengetahuan di bidang psikologi. Jurnal psikologi mencakup berbagai topik, seperti: Psikologi Klinis: Memahami dan mengobati gangguan mental, terapi psikologis, dan penelitian tentang kesehatan mental. Psikologi Sosial: Menyelidiki interaksi sosial, perilaku kelompok, stereotip, prasangka, dan pengaruh sosial. Psikologi Perkembangan: Memahami perkembangan individu dari masa kanak-kanak hingga Psikologi Pendidikan: Mengkaji pembelajaran dan pendidikan, termasuk metode pengajaran, motivasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Articles 396 Documents
STUDI KASUS INTERVENSI SOSIAL PADA ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL: LITERATURE REVIEW Delisabet Mediana Putri; Muhammad Fadillah Nugroho; Muhammad Aqsa Pradipta; M Virgie Rivaldo Hiero
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i2.10291

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak adalah masalah serius yang memberikan dampak besar pada fisik, mental, dan sosial korban. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi literatur untuk mengeksplorasi berbagai metode intervensi yang digunakan dalam membantu pemulihan anak-anak korban kekerasan seksual. Fokusnya adalah pada pendekatan psikologis, medis, dan sosial, serta bagaimana metode-metode tersebut dapat diterapkan sesuai kebutuhan di Indonesia.
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI PADANG Al Zira Sakinah; Indriany Syafitri; Nurhayati Nurhayati; Khaila Chantika Sari; Qurratu Nisaa’ Pingatian; Marsha Nafisa; Izzanil Hidayati
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i2.10326

Abstract

The main problem faced by students, especially psychology students, who are often faced with academic loads and emotional demands is academic stress. Academic stress levels can be influenced by a person's ability to control their emotions in an appropriate manner. The aim of this research is to find out how emotional regulation impacts the academic stress levels of Psychology students at Padang State University. This research uses a quantitative approach and uses a questionnaire distributed to 302 respondents. This research uses the Questionnaire of Emotion Regulation (ERQ) and the Perceived Stress Scale. According to the results of this research, there is an influence between academic stress variables and emotional regulation variables on students. The calculated F value is 5.522, with a significance level of 0.019 < 0.05. The results of this research indicate that emotional regulation is very important as a way to protect students from academic stress. This research also encourages the development of emotional regulation training programs for students. Faculty can use this information to create better methods for managing academic loads, reducing stress, and supporting student well-being.
ANALISIS PSIKOLOGIS DAN SOSIAL ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL Ghina Rizkirabbani Labibah; Laila Azizah; Rajif Fadillah Muhammad; Ricard Novan Marbun
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i2.10346

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor psikologis dan sosial yang berperan dalam menjadikan anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan seksual, dengan tujuan untuk memahami fenomena kompleks ini dalam konteks sosial yang lebih luas. Melalui pendekatan kajian literatur, penelitian ini mengidentifikasi dua kategori utama faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang anak: faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik mencakup elemen-elemen seperti kecerdasan, usia, jenis kelamin, dan posisi dalam keluarga; di mana anak-anak dengan kecerdasan verbal yang rendah dan ketidakmatangan emosional cenderung lebih rentan terhadap perilaku negatif. Sementara itu, faktor ekstrinsik melibatkan pengaruh dari lingkungan keluarga, pendidikan, dan interaksi sosial yang dapat memperkuat atau mengurangi kecenderungan menyimpang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya perhatian dari orang tua, ketidakharmonisan dalam keluarga, serta rendahnya pendidikan moral secara signifikan berkontribusi pada pembentukan perilaku menyimpang. Selain itu, sistem peradilan anak di Indonesia, yang dirancang dengan fokus pada rehabilitasi, masih memerlukan optimalisasi untuk meningkatkan efektivitas penanganan kasus-kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak.
ANALISIS STUDI KASUS: HUKUMAN BAGI PELAKU KEJAHATAN DENGAN GANGGUAN DAN MASALAH KEJIWAAN Rizka Octavia Aura Putri; Adinda Dhiya Hanan; Dinda Novita; Putri Nur Ramdhani; Tugimin Supriyadi
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i2.10350

Abstract

Hukuman bagi pelaku kejahatan yang mengalami gangguan dan masalah kejiwaan merupakan topik yang kompleks dan kontroversial dalam sistem peradilan pidana. Pelaku kejahatan dengan gangguan jiwa sering kali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara penuh atas tindakannya, karena kondisi kejiwaannya yang dapat memengaruhi kesadarannya terhadap akibat dari perbuatannya. Dalam hukum Indonesia, ada ketentuan yang mengatur bahwa individu yang terbukti mengalami gangguan jiwa pada saat melakukan kejahatan bisa dikenakan hukuman yang berbeda dengan pelaku yang sehat secara mental. Pendekatan rehabilitasi lebih diutamakan daripada hukuman pidana, dengan tujuan untuk memulihkan kondisi mental pelaku agar bisa berfungsi normal dalam masyarakat. Artikel ini akan membahas bagaimana sistem hukum di Indonesia memperlakukan pelaku kejahatan dengan gangguan jiwa, perbedaan hukuman yang diberikan, serta tantangan yang dihadapi dalam penegakan hukum bagi mereka yang mengalami masalah kejiwaan
INTERVENSI SOSIAL PERILAKU JUDI ONLINE DIKALANGAN MAHASISWA Hildegardis Patricia Loko Wewa; Puspa Lusiana; Firanti Dhiva Kirana; Daniel Tahi Malau; Adikana Rusyda Hylmi; Rijal Abdillah
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i3.10391

Abstract

Fenomena judi online semakin marak di kalangan mahasiswa, membawa dampak negatif seperti kecanduan, kerugian finansial, konflik sosial, dan gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang bahaya judi online melalui program psikoedukasi. Program ini melibatkan penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, dan kampanye kesadaran yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang dampak buruk judi online (85%) dan 70% peserta berkomitmen menjauhi aktivitas tersebut serta menyebarkan informasi kepada orang lain. Diskusi juga menghasilkan rekomendasi, termasuk pengawasan lebih ketat terhadap iklan judi online, penguatan edukasi keuangan, dan kerja sama dengan institusi pendidikan untuk memperluas dampak program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa psikoedukasi merupakan metode yang efektif dalam meminimalkan keterlibatan mahasiswa dalam judi online serta mendorong kesadaran kolektif untuk memilih aktivitas yang mendukung kesejahteraan sosial dan mental.
PROFIL MENEJERIAL GURU BK DALAM OPERASIONALISASI DI SEKOLAH Putri, Nayla Olivia; Kadafi, M. Raihan
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i3.10401

Abstract

Manajerial guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa secara holistik. Guru BK tidak hanya memberikan layanan konseling, tetapi juga mengelola berbagai aspek operasionalisasi program bimbingan, termasuk pengelolaan waktu, sumber daya, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Seiring dengan semakin kompleksnya peran mereka, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, waktu, dan pemahaman yang mendalam mengenai peran manajerial masih menjadi isu penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran manajerial guru BK dalam operasionalisasi program bimbingan di sekolah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan PRISMA, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis berbagai studi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan waktu yang efektif, komunikasi yang baik, serta penggunaan teknologi merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan program BK. Oleh karena itu, disarankan agar guru BK memperoleh pelatihan berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA GURU BK Elmukhtary, Qinan; Wu, Muhammad Yasdi Arzaq; Lesmana, Gusman
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i3.10404

Abstract

Kinerja guru bimbingan dan konseling implementasinya di lapangan sejauh ini belum optimal. Hal ini dilandasi oleh kurang memiliki pengetahuan, kurang memiliki keterampilan yang dimiliki guru bimbingan dan konseling dalam melakukan pendekatan terhadap peserta didik. Di sisi lain, gaya kepemimpinan kepala sekolah juga berkontribusi terhadap pola kerja guru bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Kerja Guru Bk . Unit analisis dalam penelitian ini adalah guru tetap Bimbingan dan Konseling yang berjumlah 73 orang dan bertugas di SMAN 3 Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Kerja Guru Bk.
PENGARUH INTERNALIZATION AND SOCIAL PRESSURE OF APPEARANCE IDEALS TERHADAP BODY DISSATISFACTION PADA REMAJA PEREMPUAN Alfina Rizqyani; Panca Kursistin Handayani; Ria Wiyatfi Linsiya
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i3.10408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengetahui bagaimana pengaruh antara internalization and social pressure of appearance ideals terhadap body dissatisfaction. Konsep Tripartite Influence Model menjelaskan bahwa orang tua, teman sebaya dan media massa menjadi penyebab utama dalam berkembangnya body dissatisfaction pada remaja. Hal ini dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung melalui dua proses, dimana salah satu prosesnya adalah melalui internalization of appearance ideals. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif korelasional, dengan sampel sejumlah 398 remaja perempuan yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Kabupaten Jember, dengan usia 18 – 21 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan dikumpulkan melalui media Google Formulir. Alat ukur yang digunakan adalah BSQ-34 (34 item, α = 0.974) dan SATAQ-4 (22 item, α = 0.926). Model regresi variabel internalisasi dan tekanan menunjukkan nilai F sebesar 179.976 dan 141.336 dengan signifikansi sebesar 0.000a < 0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa internalization of appearance ideals dan social pressure memiliki pengaruh yang signifikan terhadap body dissatisfaction. Nilai R Square menunjukkan pengaruh yang diberikan internalization of appearance ideals terhadap body dissatisfaction sebesar 0.477 sedangkan social pressure sebesar 0.518. Hal ini berarti bahwa internalization of appearance ideals memiliki pengaruh yang cukup kuat dan social pressure memperkuat internalisasi tersebut sehingga memunculkan body dissatisfaction. Pada penelitian selanjutnya disarankan memperluas rentang usia dari remaja awal hingga remaja akhir dan menyertakan BMI untuk melihat perbedaan body dissatisfaction yang dialami remaja serta membandingkan tekanan dari agen sosial mana yang lebih dominan dalam membentuk internalisasi penampilan ideal.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA LAKI-LAKI YANG MENGALAMI TOXIC RELATIONSHIP Azzahra Siti Nurlatifah; Kayla Azzahra; Shinta Putri Mulyadi; Dwi Dinda Tiara Apriani; Rama Wijaya Abdul Rozak
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i3.10421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait dengan toxic relationship yang dialami laki-laki dan bagaimana dampaknya pada kesejahteraan psikologis. Hubungan yang memiliki dinamika toxic sering menyebabkan pada dampak psikologis yang serius. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan pendekatan wawancara pada tiga orang laki-laki yang pernah berada dalam hubungan toxic. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan toxic dapat mempengaruhi kesejahteraan laki-laki karena individu belum mampu untuk memenuhi enam dimensi dari kesejahteraan psikologis, khususnya dimensi positive relation with others, autonomy, dan environmental mastery.
PENGARUH REGULASI EMOSI DALAM AKTIVITAS OLAHRAGA FISIK TERHADAP PERILAKU SELF-HARM Mutiara Hartika Budiman; Salwa Aulia Putri; Rashiqa Putri Prabakti; Iqlima Shaffiani Al-Abror; Firly Alfiana Rahmawati; Rama Wijaya Abdul Rozak
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i3.10422

Abstract

Self-harm is often interpreted as a form of self-injury, this behavior experiences very intense difficulties and difficulty in regulating negative emotions caused by negative thoughts that always blame oneself. This research aims to see the influence of emotional regulation in physical sports activities on self-harm behavior. This research uses qualitative methods. Data collection techniques using two main methods, interviews and observation, were used to collect data in this research. This research was conducted by 4 participants, 1 teenager and 3 early adults, 3 subjects were interviewed without intervention and 1 subject underwent intervention. The results of this research are that exercise has a significant relationship with reducing the desire to do self-harm. Physical activity can reduce stress and anxiety which often trigger self-harm behavior. The subject also admitted that the results of the intervention made the subject feel more confident and increased self-control which helped the individual overcome the negative impulses that emerged. As long as the body does exercise, it is known that the body will release endorphins, thereby increasing mood and creating a feeling of calm. Engagement in a regular exercise routine can divert attention from thoughts or feelings that trigger destructive behavior, thereby making exercise an effective way to manage emotions, improve mental well-being, and reduce the tendency to self-harm.

Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 5 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 4 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konselin Vol. 7 No. 5 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 4 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 3 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2023): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling More Issue