cover
Contact Name
Yunida Iashania
Contact Email
yunida.iashania@mining.upr.ac.id
Phone
+6285251136207
Journal Mail Official
jtp@upr.ac.id
Editorial Address
Kampus UPR Tunjung Nyaho Jalan Hendrik Timang
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Pertambangan (JTP)
ISSN : 20871058     EISSN : 29887712     DOI : 10.36873
JTP atau Jurnal Teknik Pertambangan merupakan media komunikasi yang berupa penelitian, kajian ataupun penemuan dalam bidang Teknik Pertambangan, membantu para akademis, peneliti dan praktisi untuk memberikan hasil penelitian. Semua publikasi di jurnal JTP bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berbayar atau berlangganan apapun. JTP menerbitkan artikel dalam setahun terbit secara berkala yaitu 2 kali pada bulan Febuari dan Agustus. Artikel jurnal berfokus pada apalikasi pertambangan yaitu: Eksplorasi, Geologi,Geomekanik, Pengolahan Mineral dan Batubara,Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pertambangan, Sistem Manajemen Pertambangan, Ekonomi Mineral dan Batubara dan Lingkungan Pertambangan.
Articles 54 Documents
OPTIMASI PIT TAMBANG TERBUKA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE LERCHS-GROSSMANN: OPEN-PIT COAL MINE OPTIMIZATION USING THE LERCHS-GROSSMANN METHOD Supriyadi; Ahmad Fauzan Haryono; Supardi Razak; Fajar Abdulfattah; Muhammad Manaqib
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.26761

Abstract

Penentuan batas pit tambang terbuka harus menyeimbangkan perolehan batubara, volume material penutup, kendala geometri, dan nilai ekonomi blok. Tujuan: Penelitian ini menentukan batas pit ekonomis PT XYZ dan mengevaluasi perubahan dari pit ramp hasil optimasi menjadi final pit operasional. Data topografi, pemboran, model seam, kualitas batubara, biaya, harga jual, dan geometri tambang diintegrasikan ke dalam model blok ekonomi. Pemodelan awal menggunakan blok 1 m x 1 m x 1 m dengan atribut CV, total moisture, densitas, total sulfur, dan ash, kemudian diagregasi pada grid ekonomi 20 m x 40 m. Nilai blok dioptimasi dengan algoritma Lerchs-Grossmann pada faktor diskon harga 0%, 10%, dan 30%. Skenario 0% menghasilkan net value US$208,31 juta, sedangkan skenario 10% dan 30% menghasilkan US$183,94 juta dan US$135,55 juta. Pada skenario 30%, net value turun 34,93%, tetapi tonase batubara tetap 1.211.630 ton dan volume overburden hanya turun 3,13%. Konversi pit ramp menjadi final pit menaikkan overburden 10,59%, tonase batubara 0,77%, stripping ratio 9,74%, dan net value 0,10%. Marginal stripping ratio penyesuaian sebesar 85,07 BCM/ton, sedikit lebih rendah daripada BESR operasional sebelum pajak sebesar 85,53 BCM/ton. Lerchs-Grossmann efektif membentuk batas ekonomis, tetapi kelayakan perubahan menuju desain operasional perlu dinilai dengan stripping ratio marginal, bukan hanya stripping ratio total. Kata kunci: batubara, discount rate, metode Lerch Grossman, optimasi, profit.
EVALUASI AKURASI PERHITUNGAN VOLUME ESTIMASI DAN AKTUAL PELEDAKAN QUARRY MENGGUNAKAN GNSS RTK DAN FOTOGRAMETRI UAV: ACCURACY EVALUATION OF ESTIMATED AND ACTUAL QUARRY BLASTING VOLUMES USING GNSS RTK AND UAV PHOTOGRAMMETRY Virnanda Nur Mahanani; Hanif Ilmawan; Hidayat Panuntun; Muhammad Iqbal Taftazani
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.26776

Abstract

Evaluasi volume hasil peledakan quarry merupakan bagian penting dalam pengendalian produksi dan penilaian kinerja peledakan pada tambang terbuka. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi akurasi volume estimasi peledakan quarry terhadap volume aktual yang didapatkan dari pengukuran menggunakan GNSS Real Time Kinematic (RTK) dan fotogrametri Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Penelitian dilakukan di tiga lokasi sampel. Volume estimasi dihitung menggunakan metode C. J. Konya berdasarkan parameter geometri peledakan, sedangkan volume aktual dihitung dengan metode net volume between DTMs menggunakan Digital Terrain Model (DTM) yang dibangun dari data GNSS RTK dan fotogrametri UAV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume aktual dari kedua metode pengukuran secara konsisten lebih besar dibandingkan volume estimasi, yang mengindikasikan terjadinya overbreak. Perbandingan volume GNSS RTK terhadap estimasi menghasilkan relative error rata-rata 2,328%, sedangkan fotogrametri UAV terhadap estimasi sebesar 3,864%. Sementara itu, perbandingan GNSS RTK dan fotogrametri UAV menghasilkan relative error rata-rata 1,490%. Hasil uji paired t-test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antar metode perhitungan volume. Kata kunci: Konya, Fotogrametri UAV, GNSS RTK, Peledakan Quarry, Perhitungan Volume
TRANSFORMASI PENDEKATAN VALUASI MINERAL DALAM FORMULA HARGA PATOKAN MINERAL (HPM) INDONESIA : THE TRANSFORMATION OF MINERAL VALUATION APPROACHES IN INDONESIA'S MINERAL BENCHMARK PRICE (HPM) FORMULA Wd Rizky Awaliah Nafiu; Marwan Zam Mili
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.27055

Abstract

Harga Patokan Mineral (HPM) merupakan instrumen penting dalam tata kelola harga mineral dan penilaian nilai ekonomi bijih. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan formula HPM dan transformasi pendekatan valuasi mineral dalam regulasi pertambangan Indonesia periode 2017–2026. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif melalui technical review terhadap Permen ESDM No. 7 Tahun 2017, No. 11 Tahun 2020, Kepmen ESDM No. 72/K/MB.01/MEM.B/2025, No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025, dan No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur formula, basis harga acuan, corrective factor (CF), kadar air, dan perlakuan terhadap mineral ikutan, kemudian menginterpretasikan perubahannya dari perspektif ekonomi mineral. Hasil menunjukkan bahwa formula HPM periode 2017–2025 masih berorientasi pada nikel sebagai mineral utama melalui kadar Ni, CF, dan HMA nikel, sedangkan Kepmen ESDM No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026 memperluas formula dengan memasukkan Fe, Co, dan Cr sebagai mineral ikutan serta kadar air sebagai faktor penyesuaian. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran menuju pendekatan valuasi yang lebih komprehensif. Implementasinya memerlukan standardisasi pengukuran kadar mineral dan kadar air serta penguatan validasi data kualitas bijih agar penetapan HPM lebih konsisten dan merepresentasikan karakteristik mineralisasi. Kata kunci: Ekonomi Mineral, Harga Patokan Mineral, Mineral Ikutan, Valuasi Mineral 
PERHITUNGAN TONASE BATUBARA BERDASARKAN METODE MINE SURVEY DAN TRUCK COUNT DI PIT KUMALA PT. KHOTAI MAKMUR INSAN ABADI: COAL TONNAGE CALCULATION BASED ON MINE SURVEY AND TRUCK COUNT METHOD AT PIT KUMALA PT. KHOTAI MAKMUR INSAN ABADI Yosia Paonganan; Henny Magdalena; Tommy Trides; Windhu Nugroho; Agus Winarno
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.27128

Abstract

Perhitungan tonase batubara merupakan parameter penting dalam evaluasi pencapaian produksi dan pengendalian kegiatan penambangan. Penelitian bertujuan membandingkan hasil perhitungan tonase batubara menggunakan metode mine survey dan truck count serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perbedaan tonase pada kegiatan penambangan di Pit Kumala, PT. Khotai Makmur Insan Abadi. Penelitian menggunakan dengan data primer koordinat roof dan floor batubara hasil pengukuran Total Station serta data ritase dan timbangan sebagai data sekunder. Perhitungan tonase metode mine survey menggunakan cut and fill, metode truck count menggunakan data ritase dan timbangan. Identifikasi penyebab perbedaan tonase menggunakan analisis fishbone. Pada progres pertama, tonase mine survey untuk Seam 22 dan Seam 19 masing-masing sebesar 47.185,14 ton dan 5.768,56 ton, sedangkan truck count sebesar 45.846,64 ton dan 5.708,75 ton. Pada progres kedua, tonase mine survey sebesar 54.661,23 ton dan 4.653,49 ton, sedangkan truck count sebesar 53.313,09 ton dan 4.650,68 ton. Berdasarkan analisis fishbone, perbedaan tonase dipengaruhi oleh faktor manusia, lingkungan, metode pengukuran, dan karakteristik material. Selisih tonase yang diperoleh masih berada dalam batas toleransi operasional perusahaan, sehingga kedua metode dapat digunakan sebagai dasar evaluasi produksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi akurasi perhitungan. Kata kunci: cut and fill, fishbone, mine survey, tonase batubara, truck count