Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar adalah jurnal nasional yang memuat hasil kajian atau penelitian bidang pendidikan dan pengajaran yang difokuskan pada jenjang Sekolah Dasar atau yang setara. Jurnal ini diterbitkan oleh Edupedia Publisher dan pertama kali terbit bulan Desember tahun 2022. Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar merupakan jurnal yang memuat hasil penelitian yang berkaitan dengan pengajaran atau pembelajaran di Sekolah Dasar, dengan sub fokus antara lain: (1) Strategi dan metode pengajaran tematik/non-tematik; (2) Pengembangan nilai moral dan agama; (3) Pendidikan jasmani dan olahraga; (4) Perkembangan fisik motorik, sosio-emosional, kognitif, dan bahasa; (5) Manajemen pembelajaran; (6) Media pembelajaran; (7) Penilaian pembelajaran; (8) Muatan/Kearifan lokal; (9) Pendidikan inklusif; (10) Parenting sekolah dasar; dan (11) Inovasi pendidikan.
Articles
115 Documents
Penggunaan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Berbantuan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Suradi, Futeri Maharani;
Sumiati
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v1i1.107
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas I Madrasah Ibtidaiyah dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menjelaskan bagaimana pembelajaran kontekstual berbantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas I. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas I MIS Darul Ihya Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang diadaptasi dari Kemmis Mc Taggart, dan teknik pengumpulan data meliputi lembar tes tertulis, rubrik penilaian, dan observasi selama kegiatan pembelajaran. Perkembangan proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II meningkat, terlihat dari semakin kondusif dan antusiasnya kegiatan selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Hasil pra siklus menunjukkan hanya 40% peserta didik yang mencapai KKM. Kemudian pada siklus I peserta didik yang mencapai KKM sebesar 70%. Pada siklus II, 85% peserta didik menyelesaikan KKM. Dengan demikian, dalam penelitian ini hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika dengan menggunakan Contextual Teaching and Learning berbantuan media pembelajaran audio visual meningkat sebesar 15%, hasil belajar peserta didik di MIS Darul Ihya Kabupaten Ciomas.
Analisis Keterlibatan Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
Eliyanti, Tabela;
Prasetyo, Teguh;
Mawardini, Annissa
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.208
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh keterlibatan orang tua dalam pembelajaran matematika siswa kelas V di masa pandemi COVID-19 di SDN Cilember 02 Kabupaten Bogor. Metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi kausalitas digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V di masa pandemi COVID-19. Persamaan regresi linier yang diperoleh dan uji signifikansi menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa 26,9% variasi prestasi belajar dapat dijelaskan oleh keterlibatan orang tua, sedangkan 73,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pembelajaran matematika siswa kelas V di masa pandemi COVID-19 berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa. Oleh karena itu, orang tua akan selalu berpartisipasi dalam proses pembelajaran anaknya, khususnya matematika, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini kemungkinan akan memberikan masukan bagi pihak sekolah dan orang tua dalam mendorong prestasi belajar siswa kelas V di masa pandemi COVID-19.
Model Pembelajaran Learning Cycle 5 Fase Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 3
Eriska;
Firmansyah, Wilis;
Muhdiyati, Iyon
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.224
Pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dan guru yang bertujuan untuk mencapai hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SDN Puspanegara 05. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kurt Lewin. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kurt Lewin dengan melibatkan 38 siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3. Pada tahap siklus I, persentase ketuntasan siswa pada tes akhir mencapai 63%. Namun, pada tahap siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan persentase ketuntasan siswa mencapai 87%. Selain itu, terdapat peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus I sebesar 34, dan dari pra siklus ke siklus II sebesar 48. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas 3 SDN Puspanegara 05. Model pembelajaran ini mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran dan merangsang komunikasi dua arah antara guru dan siswa.
Menilai Kompetensi Pedagogik dan Profesionalisme Guru: Studi Kasus di SD Cisarua
Gunadi, Gugun;
Sumarni, Dedeh
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.257
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru di SD Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada guru dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menampilkan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan sumber-sumber yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru-guru di SD Cisarua memiliki kompetensi pedagogik yang baik dalam merencanakan pembelajaran, mengelola kelas, mengidentifikasi potensi siswa, dan melakukan evaluasi pembelajaran. Profesionalisme guru juga terbukti berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Implikasi temuan ini adalah pentingnya pengembangan profesionalisme guru dan perhatian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan di SD Cisarua.
Pengaruh Metode Pair Check Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKN Kelas III SDN 02 Cibadak
Yustiasyah, Alda;
Hayu, Wiworo Retnadi Rias;
Efendi, Irwan
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.297
Siswa cenderung malu bertanya dan tidak berani menyampaikan pendapatnya. Siswa mendengarkan tanpa mampu mengembangkan informasi yang diperoleh atau berdiskusi. Sehingga keterampilan berpikir kritis siswa belum optimal. Oleh sebab itu, pembelajaran menggunakan metode pair check dalam pembelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh metode pair check terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 02 Cibadak pada kelas III. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat korelatif dengan dua variabel yang terdiri dari variabel bebas yaitu metode pair check dan variabel terikat yaitu keterampilan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan angket untuk semua variabel dari 35 siswa kelas rendah. Hasil data yang didapatkan dianalisis secara statistik menggunakan Program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode pair check terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai f sebesar 2.113 dan signifikansi sebesar 0,156 > 0,05. Besaran pengaruh variabel metode pair check terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 0,245 atau 24,5%. Hal ini dapat diartikan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas III dipengaruhi oleh metode pair check. Sehingga rumusan persamaan regresi pada penelitian ini adalah Y = 15,071 + 0,246 X. Oleh karena itu, semakin baik dan menarik metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru maka semakin meningkat keterampilan berpikir kritis siswa. Salah satu metode yang direkomendasikan bagi guru untuk diterapkan yaitu metode pair check sehingga meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn.
Analisis Kebutuhan Media Digital Pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
Maisarah;
Ayudia, Inge;
Prasetya, Cyndi;
Mulyani
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.314
Artikel ini membahas tentang kebutuhan media digital pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian pada artikel ini berjenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu kuesioner yang disebarkan menggunakan google form. Responden pada penelitian ini yaitu 100 orang guru di sekolah dasar kota Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) semua responden berpendapat bahwa guru sangat membutuhkan media digital; (b) kendala dalam menggunakan media digital yaitu: guru belum terbiasa dan tidak percaya diri menggunakan teknologi untuk menyampaikan materi IPA, guru tidak mengetahui adanya media digital berbasis website, guru dan kepala sekolah fokus pada kurikulum merdeka yang akan diterapkan pada tahun ajaran mendatang; (c) saran untuk mengatasi kendala, yaitu: guru mengikuti workshop atau pelatihan, kepala sekolah menerima mahasiswa Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan meminta bantuan mereka untuk menggunakan media digital, dan kepala sekolah menerima kerja sama dengan dosen di kota Langsa dalam bentuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait media digital. Artikel ini merekomendasikan para guru untuk menggunakan media digital pada pembelajaran IPA, seperti powtoon, PhET simulation, maupun scratch. Artikel ini dapat dijadikan sebagai referensi tambahan atau dasar penelitian lanjutan terkait pengembangan atau penerapan media digital, khususnya pada pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Fluktuasi Pembelajaran-Peziarahan-Profesionalitas-Kode Etik Guru di Indonesia
Pengky, Pengky;
Octavia, Octavia;
Seruyanti, Natali;
Endri, Endri;
Munthe, Yesyurun
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.335
Latar Belakang penelitian ini penulis telisik melalui adanya fluktuasi pembelajaran sebagai peziarahan guru-guru pada masing-masing wilayah. Perjalanan sebagai sebuah langkah profesionalitas guru, penulis mencari dan memeriksa peziarahan tersebut melalui subjek penelitian di salah satu Sekolah Dasar di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa upaya guru mendampingi peserta didik dalam hal hambatan dan peluang belajar mengajar oleh narasi guru-guru di SD Negeri 1 kuala Kurun melalui kelas IV. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik wawancara langsung kepada narasumber melalui penyedia audio (telepon seluler) selama berada di sekolah. Penulis menemukan ragam usaha guru sekolah SD Negeri yang terletak di salah satu Kabupaten kota Palangka Raya tersebut selama proses pembelajaran. Pelibatan tersebut tidak hanya menyasar pada peserta didik (murid), tetapi juga orang tua. Urgensitas temuan peluang oleh guru-guru kelas mampu meredefinisi narasi kesulitan dalam konteks salah satu SD yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah.
Komparatif Epistemologi-Aksiologis Kurikulum K13 dengan Kurikulum Merdeka
Kristiani, Ella;
Andrianti, Papin;
Enjelie, Enjelie;
Norjanah, Norjanah;
Bulandari, Bulandari
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.337
Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana dan bagaimana problematika yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 dan manifestasinya pada kurikulum merdeka di SDN 1 Ugang Sayu. Berdasarkan permasalahan di lapangan, peneliti menemukan kekurang-pahaman sinkronisasi antara konsep perencanaan pada kurikulum 2013 dan dalam pelaksanaan pembelajaran berdasar pada keahlian guru dalam profesionalitasnya kepada peserta didik. Selanjutnya peneliti menemukan tingkat keaktifan siswa belum merata antara yang satu dengan yang lain ketika bertemu dengan mata pelajaran di SD Negeri 1 Ugang Sayu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada subjek wawancara. Penelitian ini para pendidik telah dan terus berusaha mengimplementasikan kurikulum 2013 di SDN 1 Ugang Sayu. Sehingga, antara para pendidik dan peserta didik sama-sama saling menyesuaikan cara belajar dan mengajar tanpa perlu saling mensegregasi. Kemudian, peneliti menemukan harapan dalam kurikulum K13 yaitu memiliki kesamaan dalam hal pemberian aktivitas mandiri secara leluasa kepada peserta didik. Namun, bedanya terletak pada porsi masing-masing dalam perbedaan kurikulum K13 dan kurikulum merdeka.
Partisipasi Guru Musik Berbasis Potensi Siswa Pendidikan Musik: Kajian Studi di Sekolah Musik
Seruyanti, Natali;
Sihombing, Maria Octa;
Hanriani , Sinta;
Aditia, Yosafat;
Wahyunisa, Wahyunisa
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.347
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaku sekaligus pengguna pembelajaran yakni guru musik bagi anak musik. Penggunaan tersebut penulis temukan melalui piano klasik, keyboard, olah vokal, dan rekaman. Bagaimana mengiringi musik, pengulangan materi di minggu berikutnya termaktub dalam bagaimana anggapan/persepsi guru musik atas profesinya sebagai guru di sekolah informal. Tujuan penelitian ini untuk menelusuri cerita guru musik sebagai bentuk berdaya guru atas perubahan mood, tingkah laku serta perkembangan murid musik. Penelitian ini adalah penelitian berjenis kualitatif dengan pencarian data berbagai pengalaman guru-guru musik di sekolah informal melalui wawancara mendalam. Wawancara mendalam atas strategi pembelajaran, cara menangani murid musik ketika tidak menyukai pembelajaran musik (piano, keyboard, vokal). Audio transkrip wawancara kemudian dipadatkan pada padatan faktual melalui transkrip verbatim. Padatan faktual diolah menjadi tema-tema yang dekat dengan narasi subjek penelitian. Penulis menemukan narasi bahwa ketakutan tidak hanya berada atau inheren dalam diri murid musik (takut salah, takut konsekuensi), tetapi juga pada guru musik itu sendiri (takut tertolak oleh anak atau/dan orang tua, takut kehilangan pekerjaan dan takut kehilangan murid musik). Selain itu, penulis menemukan sebagai hasil dari penelitian ini bahwa strategi pembelajaran, tantangan-hambatan dan peluang guru musik terletak sejauh mana ia mempersiapkan diri untuk belajar melalui perkembangan mental murid musik.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) di Sekolah Dasar
Suradi, Futeri Maharani;
Aliyyah, Rusi Rusmiati
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.351
Penelitian ini dipicu oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar matematika materi satuan debit menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) di SDN 1 Cicurug. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian yang dikembangkan oleh Kurt Lewin yang terdiri dari 4 tahapan penelitian pada setiap siklusnya yang terdiri dari 1) perencanaan, 2) aksi atau tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase ketuntasan siswa dari pra siklus ke siklus I sebesar 51%, pada pra siklus ke siklus II peningkatan hasil belajar menunjukkan nilai yang cukup tinggi yaitu sebesar 81%. Lebih lanjut, peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II menunjukkan persentase sebesar 29% yang berarti hanya 2 siswa yang tidak tuntas KKM dari total keseluruhan siswa sebanyak 31 siswa. Selain itu, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada setiap siklusnya. Dari pra siklus ke siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 34. Kemudian pada pra siklus ke siklus II peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 48. Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi debit di kelas VB SDN 1 Cicurug semester ganjil tahun ajaran 2022/2023.