cover
Contact Name
Hasriani
Contact Email
mediasi341@gmail.com
Phone
+6285696685341
Journal Mail Official
mediasi341@gmail.com
Editorial Address
Jalan Muhajirin, Makassar, Sulawesi-Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
INDOPEDIA (Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan)
ISSN : 29857309     EISSN : 29857309     DOI : -
Core Subject : Education,
INDOPEDIA : Journal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education and Teaching. Scopes INDOPEDIA : Journal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan includes research papers from researchers, academics, and practitioners. In particular, papers which consider the following general topics are invited: Teaching and Learning in Education Educationcal Technology Curriculum Development Material Development Education Professionalism Education Curriculum Education in 5.0 era E-Learning in Education Character building. Special Needs Education. Global Issues in Education. Technical and Vocational Education. Language and Literature Education. Social Sciences Education. Education Management. Sports Science and Physical Education. Learning Models and Strategies Other Fields in Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SD NEGERI 17 BAJOE KABUPATEN BONE Sudarto Sudarto; Muhammad Awal Nur; Melda Melda
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan peenelitian ini adalah mengetahui gambaran minat belajar IPAS serta faktor penyebab rendahnya minat belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 17 Bajoe Kabupaten Bone. Subjek dalam penelitian ini adalah satu guru kelas V dan enam siswa kelas V. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan angket. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik (wawancara, observasi dan angket). Indikator rendahnya minat belajar IPAS ialah kurangnya perhatian siswa, rendahnya keaktifan siswa, kurangnya antusiasme siswa, mudah merasa bosan, dan rendahnya rasa ingin tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar IPAS siswa dipengaruhi oleh faktor internal berupa motivasi intrinsik, kesiapan belajar, dan minat pribadi. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan belajar, pengaruh guru, dan dukungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat belajar IPAS siswa masih tergolong rendah yang dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
MENGAPLIKASIKAN GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA: DAMPAK EDUCANDY TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA DI KALANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Naia Shafira Indriani Arbeta; Yunik Susanti; Rika Riwayatiningsih
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh Educandy, sebuah platform pembelajaran berbasis permainan, terhadap penguasaan kosakata siswa kelas X di SMAN 4 Kediri. Dengan menggunakan desain pre-eksperimental kuantitatif yang melibatkan satu kelompok serta tes awal dan tes akhir, para peneliti mengukur kemahiran kosakata siswa sebelum dan sesudah penerapan Educandy. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam penguasaan kosakata siswa, terutama dalam hal pengucapan, penggunaan kata, dan kelas kata. Analisis statistik menegaskan bahwa Educandy cocok digunakan dalam pengajaran penguasaan kosakata. Oleh karena itu, Educandy dianggap sebagai media yang efektif dan tepat untuk pengajaran kosakata serta direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di kelas. Disarankan pula untuk mempertimbangkan perangkat yang digunakan untuk mengakses Educandy, seperti laptop, tablet, atau layar LCD, karena ukuran font mungkin terlalu kecil jika menggunakan ponsel pintar. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan ukuran sampel yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih kuat, serta melakukan studi yang berfokus pada aspek-aspek kosakata yang menunjukkan peningkatan terbatas dengan menyesuaikan bahan pembelajaran agar secara khusus menargetkan aspek-aspek tersebut guna lebih memvalidasi temuan-temuan ini.
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI LEADERSHIP DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN 240 POREANG LUWU UTARA Muh. Faldi; Firman Patawari; Sarmila Sarmila; Fauziah Zainuddin; Firmansyah Firmansyah
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDN 240 Poreang, Kabupaten Luwu Utara, serta mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, dan strategi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran kepemimpinan yang strategis melalui fungsi mengarahkan, membimbing, memotivasi, mengawasi, serta memberikan keteladanan untuk meningkatkan kinerja guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Pelaksanaan kepemimpinan didasarkan pada visi dan misi sekolah sehingga berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi kerja sama yang baik antarwarga sekolah dan komitmen terhadap pengembangan pendidikan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya motivasi sebagian guru, serta kurangnya partisipasi masyarakat. Untuk mengatasi kendala tersebut, kepala sekolah menerapkan strategi berupa penguatan visi sekolah, peningkatan kompetensi guru, pelaksanaan supervisi akademik, optimalisasi sumber daya sekolah, serta penguatan kemitraan dengan orang tua dan masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu kepemimpinan pendidikan dengan menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif merupakan faktor penting dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan di sekolah dasar.
MANAJEMEN PELATIHAN LIFE SKILL DALAM MENGEMBANGKAN KECAKAPAN VOKASIONAL DI MADRASAH ALIYAH AL-FALAH LEMAHABANG Wavik Azizah; Alauddin Alauddin; Dwi Risky Arifanti
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pelatihan life skill dalam mengembangkan kecakapan vokasional peserta didik serta menganalisis dampak pelatihan tersebut di Madrasah Aliyah Al-Falah Lemahabang Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan life skill dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, pengorganisasian melalui pembagian tugas kepada pembina dan pihak terkait, pelaksanaan menggunakan metode praktik langsung, sedangkan evaluasi dilakukan untuk menilai ketercapaian tujuan pelatihan dan perkembangan kompetensi peserta didik. Pelatihan life skill memberikan dampak positif terhadap peningkatan kecakapan vokasional peserta didik yang ditandai dengan berkembangnya hard skills dan soft skills, seperti kemampuan praktik, komunikasi, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan kepercayaan diri. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan motivasi belajar, kesiapan memasuki dunia kerja maupun berwirausaha, serta memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen pendidikan, khususnya dalam penerapan fungsi-fungsi manajemen pelatihan life skill di madrasah sebagai strategi untuk meningkatkan kecakapan vokasional peserta didik dan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan dalam mengembangkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja
KOMIK DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS: PENGARUH WEBTOON BERTEMA HOROR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARATIF Vaela Sukma; Yunik Susanti; Dewi Kencanawati
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, kemampuan menulis teks naratif menempati posisi penting karena melatih siswa menuangkan gagasan, menyusun alur peristiwa, sekaligus menyampaikan pengalaman secara runtut. Kenyataannya, tidak sedikit siswa yang masih kesulitan mengembangkan gagasan, membangun struktur naratif, serta menggunakan kosakata dan tata bahasa yang sesuai. Kondisi ini menuntut hadirnya media pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan siswa secara lebih aktif dalam proses menulis. Horror-themed Webtoon, sebagai salah satu bentuk komik digital, menawarkan solusi melalui narasi visualnya yang dapat memantik imajinasi siswa dan menghadirkan konteks bermakna bagi kegiatan menulis naratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan horror-themed Webtoon terhadap kemampuan menulis naratif siswa di SMA Negeri 4 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental berupa one-group pretest-posttest design. Partisipan penelitian adalah siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui tes menulis naratif yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired-sample t-test. Temuan penelitian memperlihatkan peningkatan kemampuan menulis naratif siswa setelah penggunaan horror-themed Webtoon. Uji statistik mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest, yang menunjukkan bahwa horror-themed Webtoon berkontribusi positif terhadap kemampuan menulis naratif siswa. Sebagai kesimpulan, horror-themed Webtoon dapat dianggap sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis naratif siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL).
BEYOND GRAMMAR: UNDERSTANDING EFL STUDENTS’ CHALLENGES IN OPINION-BASED SPEAKING ACTIVITIES Amysha Azzahra; Yunik Susanti; Diani Nurhayati
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate the challenges faced by English as a Foreign Language (EFL) students in opinion-based speaking activities. Although previous studies have emphasized vocabulary limitations and grammatical difficulties as the primary barriers to speaking performance, limited research has specifically examined the challenges that emerge when students are required to express opinions, an activity that demands idea generation, argument construction, and spontaneous communication in English. This study employed a quantitative descriptive survey design involving 278 students of SMAN 6 Kediri selected through simple random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire covering five aspects of speaking challenges: linguistic limitations, pronunciation concerns, fear of negative evaluation, cognitive load, and contextual classroom barriers. The data were analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, and mean scores. The findings revealed that students experienced speaking challenges at a moderate level overall. However, pronunciation concerns, grammar uncertainty, and cognitive load emerged as the most dominant challenges. The results indicate that students’ difficulties in expressing opinions are not solely related to linguistic accuracy but also to concerns about being understood by listeners and their ability to manage ideas and information simultaneously during communication. Therefore, opinion-based speaking activities require pedagogical support that focuses not only on linguistic competence but also on students’ cognitive readiness and communicative effectiveness.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIOANL KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN DEEP LEARNING DI SMA NEGERI 15 LUWU Rahmat Adityia; Firmansyah Firmansyah; Sarmila Sarmila
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam menerapkan konsep deep learning di SMA Negeri 15 Luwu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kepala sekolah berperan sebagai pemimpin transformasional dalam mendorong perubahan pembelajaran yang lebih mendalam, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai informan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah telah diterapkan melalui beberapa aspek, yaitu pemberian visi dan motivasi kepada guru, penguatan budaya kolaboratif, serta dorongan terhadap inovasi pembelajaran berbasis deep learning. Kepala sekolah juga berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif peserta didik. Namun demikian, implementasi deep learning belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep deep learning, kurangnya pelatihan yang berkelanjutan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan yang berkesinambungan, penguatan dukungan kebijakan sekolah, serta optimalisasi peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah agar penerapan deep learning dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DI SDK ROWOREKE 2 Carysa Melinda Moi; Maria Purnama Nduru; Manggu Ngguna Raji
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri terhadap keterampilan sosial siswa di SDK Roworeke 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal selanjutnya teknik pengumpulan data digunakan dengan menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas I-VI Sdk Roworeke 2 yang berjumlah 69 orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel kepercayaan diri mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keterampilan sosial siswa di Sdk Roworeke 2. Hal tersebut dilihat dari koefisien determinasi (R2) yang didapatkan dari perhitungan yaitu sebanyak 0,675 atau 67,5% dan sebagiannya dipengaruhi oleh faktor lain yaitu sebanyak 32,5% yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.