cover
Contact Name
Normaidah
Contact Email
normaidah@ulm.ac.id
Phone
+6285248257718
Journal Mail Official
jpmp@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru 70714 Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
ISSN : 30315778     EISSN : 3025129X     DOI : https://doi.org/10.20527/jpmp
Core Subject : Health, Science,
Focus Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea aims to provide a forum for researchers in the field of health sciences to publish original articles originating from community service activities. Scope The scope of the Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea includes health sciences. This journal displays the results of research-based community engagement such as Participatory Action Research (PAR), Asset-Based Community Development (ABCD), Community-Based Research (CBR), Service Learning, Community Development, and other related methodologies. Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea accepts article submissions from all over the world.
Articles 70 Documents
Peningkatan Pengetahuan Melalui Pemberian Informasi DAGUSIBU Sediaan Farmasi di Posyandu Pemurus Dalam Istiqomah, Nurul; Sari, Okta Muthia; Putra, Dian Kusuma; Sari, Novia Fahrina Purnama; Rendati, Hema Novita; Mahdi, Lukman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16745

Abstract

Masyarakat cenderung tidak mengetahui tata cara pengelolaan obat dengan tepat, yang berpotensi mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) sediaan farmasi di Posyandu Pemurus Dalam. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah edukasi kesehatan dengan media leaflet, yang disampaikan kepada masyarakat saat kegiatan posyandu. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan obat. Kegiatan diikuti 12 peserta yang merupakan masyarakat di wilayah kerja Posyandu Pemurus Dalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pengelolaan sediaan farmasi yang tepat, dengan peningkatan pengetahuan rerata pretest ke postest sebesar 11,67%. Kesimpulan kegiatan ini pemberian informasi mengenai DAGUSIBU membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang tepat. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Farmasi, Lingkungan, Obat The community often lacks awareness of proper procedures for obtaining, using, storing, and disposing of medicines, which can have adverse effects on individual and community health. This community service activity aims to provide information related to the DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, and Dispose) of pharmaceutical preparations at the Pemurus Dalam Posyandu. The method used in this activity is counselling through leaflets distributed to the community during posyandu activities. The activity was carried out in several stages, namely planning, preparation, and implementation. Evaluation was conducted through pretests and posttests to measure the effectiveness of the counseling in improving the community's understanding of drug management. The activity was attended by 12 community members from the Pemurus Dalam Posyandu working area. The results of the activity showed an increase in community knowledge about the proper management of pharmaceutical preparations, with an average increase in scores from the pretest to the posttest of 11,67%. This activity concludes that providing information about DAGUSIBU increases community knowledge and understanding of proper medicine management.
Peran Agen Perubahan sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular akibat Perilaku Merokok Andiarsa, Dicky; Rachmawati, Tety; Wurisastuti, Tri; Tumaji, Tumaji; Sitorus, Nikson; Yulianti, Anni; Ridha, Muhammad Rasyid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16799

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung semakin meningkat di Indonesia. Salah satu faktor risiko utama adalah tingginya prevalensi merokok. Upaya pengendalian rokok tidak cukup hanya melalui regulasi, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Agen perubahan dipandang memiliki peran penting sebagai penggerak di komunitas. Artikel ini bertujuan menjelaskan peran agen perubahan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan perilaku merokok dan pengendalian Penyakit tidak menular. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2024 di wilayah kerja Puskesmas Cibinong, Kabupaten Bogor. Sebanyak 20 agen perubahan dipilih dari tokoh masyarakat, kader kesehatan, pemuda, dan perwakilan organisasi lokal. Intervensi dilakukan melalui edukasi tematik, diskusi kelompok, refleksi lapangan, serta penyusunan komitmen bersama. Evaluasi hasil dilakukan dengan membandingkan kondisi pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah kegiatan serta analisis naratif terhadap refleksi peserta. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan pada berbagai aspek, termasuk dampak merokok pada ibu hamil, remaja, penyakit menular, dan beban ekonomi keluarga. Sikap peserta juga berubah positif, ditandai dengan meningkatnya kesediaan menjadi teladan, memberikan edukasi, dan mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Refleksi lapangan memperlihatkan bahwa hambatan perubahan perilaku merokok bukan kurangnya informasi, tetapi pengaruh lingkungan dan kebiasaan sosial. Agen perubahan terbukti berperan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan ini, terbentuk kesadaran, komitmen kolektif, serta potensi dukungan terhadap kebijakan pengendaliannya. Kata Kunci: Agen Perubahan, Pemberdayaan Masyarakat, Merokok, PTM Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes, and cardiovascular diseases continue to rise in Indonesia, with smoking identified as a major risk factor. Tobacco control requires not only regulations but also active community engagement. This study highlights the role of change agents as a strategy for community empowerment in smoking prevention and NCD control. The program was implemented in May 2024 in the working area of Cibinong Health Center, Bogor District, involving 20 selected change agents consisting of community leaders, health cadres, youth, and representatives of local organizations. Interventions included thematic education, group discussions, field reflections, and the development of collective commitments. Evaluation was based on pre- and post-activity comparisons of knowledge and attitudes, complemented by narrative analysis of participant reflections. Results showed improved understanding on the health and social impacts of smoking, including its effects on pregnant women, adolescents, communicable diseases, and household economic burdens. Positive changes in attitudes were also observed, such as greater willingness to act as role models, deliver education, and support smoke-free area initiatives. Field reflections revealed that environmental influences and social norms, rather than lack of information, were the main barriers to behavior change. Overall, change agents proved effective in fostering awareness, collective commitment, and support for tobacco control policies. 
Penyuluhan Interaktif DAGUSIBU: Meningkatkan Kesadaran Rasional dalam Penggunaan Antibiotik Mukti, Chera Ananda; Ramadhani, Salwa Thifali Cori; Erwin, Nur Aulia; Rahmawati, Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.15959

Abstract

Permasalahan penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Rendahnya pemahaman terkait cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang antibiotik secara benar dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko resistensi antimikroba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif dengan pendekatan edukatif berbasis konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi secara partisipatif kepada jamaah pengajian Masjid Nurul Falah, dilengkapi dengan sesi diskusi, visualisasi media edukatif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan (pretest–posttest). Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan peserta. Sebelum penyuluhan, sebanyak 44% peserta berada pada kategori pengetahuan “baik”, dan setelah kegiatan angka tersebut meningkat menjadi 97,4%. berdasarkan uji McNemar test menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Edukasi mencakup pemahaman mengenai klasifikasi infeksi, prinsip penggunaan antibiotik yang rasional, bahaya resistensi, serta tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang sesuai standar. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik secara bijak. Kata Kunci: Literasi Kesehatan, Edukasi Interaktif, Pengabdian Masyarakat, Penggunaan Antibiotik  The inappropriate use of antibiotics remains a serious challenge in efforts to improve public health. This community service activity aimed to assess the level of public knowledge before and after an interactive educational session, evaluate the effectiveness of the DAGUSIBU approach, and identify the challenges and barriers in applying rational antibiotic use behavior. The activity was conducted participatively with the congregation of Nurul Falah Mosque through educational presentations, interactive discussions, visual media, and pre-test and post-test evaluations. Data were analyzed using the McNemar test through SPSS to determine differences in knowledge levels before and after the intervention. The results showed a significant increase from 43.60% to 97.40% of participants categorized as having good knowledge (p < 0.05). The main challenges identified included limited implementation time, habitual acquisition of antibiotics without prescriptions, and lack of access to accurate health information. Overall, the interactive DAGUSIBU-based education proved effective in improving public health literacy and serves as a strategic model for antimicrobial resistance prevention at the community level.
Edukasi tentang “Bijak Pakai Antibiotik 5T” di Apotek Adimulyo Kabupaten Kebumen Mufidah, Aidatul; Kesuma, Alfira Anggita Mutiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16313

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat telah menjadi permasalahan serius. Antibiotik seharusnya digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun kurangnya pengetahuan membuat banyak orang menggunakannya untuk penyakit yang tidak membutuhkan antibiotik, dimana kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi. Tujuan kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan edukasi serta melihat bagaimana tingkat pengetahuan pasien di Apotek Adimulyo Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan saat menyampaikan edukasi kepada responden adalah dengan menggunakan leaflet dan edukasi secara langsung. Kegiatan dilakukan kepada 50 orang responden. Hasil yang didapatkan adalah responden yang mendapatkan kategori baik adalah sebanyak 26 responden (52%), kategori cukup adalah sebanyak 14 responden (28%), dan kategori kurang adalah sebanyak 10 responden (20%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memberikan hasil yang baik. Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi, Farmasi, Komunitas, Obat, Pengetahuan The inappropriate use of antibiotics has become a serious problem. Antibiotics should be used to treat infections caused by bacteria, but a lack of knowledge leads many people to use them for conditions that do not require antibiotics, which can lead to the development of resistance. The purpose of this health promotion activity was to provide education and assess the level of knowledge of patients at the Apotek Adimulyo in Kebumen Regency. The methods used to deliver education to respondents included leaflets and direct education. The activity was conducted with 50 respondents. The results showed that 26 respondents (52%) received a good score, 14 respondents (28%) received an enough score, and 10 respondents (20%) received a poor score. Based on these results, it can be concluded that most respondents gave good results.
Penyuluhan tentang Oralit dan Zink untuk Terapi Diare Pada Balita di Posyandu Nabila, Nabila; Muliasari, Dreiyani Abdi; Hadi, Samsul; Mahdi, Nur; Mahdi, Lukman; Mardiati, Nurul; Setiawan, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16568

Abstract

Diare pada balita sangat berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi dalam waktu yang singkat, yang jika tidak ditangani segera, berisiko fatal bagi tumbuh kembang anak. Oralit dan zink merupakan obat yang diberikan pada anak untuk mengatasi diare. Tujuan dari kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya cara penggunaan dan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan oralit atau zink. Kegiatan promosi kesehatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2024 di posyandu kembang barenteng V. Metode yang digunakan dalam kegiatan promosi kesehatan ini adalah metode ceramah, yaitu dengan menjelaskan terkait perbedaan, cara penggunaan, dan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan oralit atau zink. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat. Kegiatan promosi kesehatan diikuti oleh 20 orang peserta. Nilai rata-rata pretest 20 peserta promosi kesehatan adalah 67,5% dan nilai rata-rata posttest adalah 98,125%. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap oralit dan zink sehingga diharapkan masyarakat dapat menggunakan obat oralit dan tablet zink secara tepat dan aman. Kata Kunci: Zink, Oralit, Diare, Posyandu, Balita Diarrhea in toddlers is very dangerous because it can cause dehydration in a short time, which, if not treated immediately, can be fatal for the child's growth and development. ORS and zinc are medications given to children to treat diarrhea. The purpose of this health promotion activity is to provide knowledge to the community, especially regarding how to use and things to pay attention to when using ORS or zinc. This health promotion activity was held on Tuesday, October 22, 2024, at the Kembang Barenteng V Integrated Health Service Post (Posyandu). The method used in this health promotion activity was the lecture method, namely by explaining the differences, how to use, and things to pay attention to when using ORS or zinc. Evaluation was carried out through pretests and posttests to measure improvements in community knowledge. The health promotion activity was attended by 20 participants. The average pretest score of the 20 health promotion participants was 67.5%, and the average posttest score was 98.125%. There was an increase in public knowledge about ORS and zinc, so it is hoped that the community will use ORS and zinc tablets appropriately and safely.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Aktivitas Fisik Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah Awanis, Almas; Muazarroh, Salma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16829

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki hak yang sama untuk berkembang secara fisik, mental, dan sosial melalui aktivitas fisik yang sesuai. Namun, keterlibatan orang tua dalam mendukung aktivitas tersebut di rumah masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya aktivitas fisik bagi ABK dan memperkuat peran mereka sebagai fasilitator utama. Metode pelaksanaan meliputi pemberian pre-test dan post-test serta ceramah edukatif interaktif kepada 50 peserta yang terdiri dari orang tua. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman sebesar 86.2%. Setelah edukasi, skor post-test meningkat signifikan menjadi 100% jawaban orang tua benar, menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesiapan peserta. Kesimpulannya, pendekatan edukatif yang terstruktur dan kontekstual efektif dalam membangun literasi orang tua serta mendorong perubahan sikap positif. Kegiatan ini memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pelatihan lanjutan, media edukasi digital, dan kolaborasi lintas sektor guna mendukung keberlanjutan intervensi di tingkat keluarga. Kata Kunci: Stimulasi, Aktivitas, Perkembangan, Motorik, Fisioterapi Children with special needs (CSN) have equal rights to physical, mental, and social development through appropriate physical activities. However, parental involvement at home remains limited due to a lack of knowledge and skills. This community engagement program aimed to enhance parents’ understanding of physical activity for CSN and strengthen their role as primary facilitators. The method involved pre-test and post-test assessments and interactive educational lectures for 50 participants, including parents. Pre-test results showed an average understanding of 86.2%. After the intervention, post-test scores significantly increased to 100%, indicating improved knowledge and readiness. In conclusion, structured and contextual educational approaches are effective in building parental literacy and promoting positive behavioral change. This initiative holds potential for future development through advanced training, digital educational media, and cross-sector collaboration to ensure sustainable family-level interventions.
Sosialisasi dan Skrining Daya Tahan Jantung Paru Sebagai Upaya Promosi Gaya Hidup Sehat pada Remaja 'Amaliyah, Miftahul Nur; Triandari, Listya; Untung, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18366

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi krusial, namun pergeseran gaya hidup ke arah sedentari di era digital memicu tingginya inaktivitas fisik yang berdampak destruktif pada kapasitas daya tahan jantung paru (cardiorespiratory endurance). Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pendekatan promotif dan preventif guna melihat gambaran faktual kondisi fisik remaja, sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup aktif. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 3 Pontianak dengan melibatkan 20 siswa sebagai mitra sasaran. Metode pelaksanaan mencakup empat tahapan utama: pendataan dan skrining kesehatan awal, ceramah edukasi interaktif, pengukuran kapasitas kardiorespirasi secara objektif menggunakan instrumen Harvard Step Test, serta evaluasi dan analisis data. Hasil pengukuran menunjukkan temuan yang sangat homogen, di mana seluruh peserta teridentifikasi berada pada kategori poor (sangat kurang). Kondisi kebugaran yang berada pada titik terendah ini mengonfirmasi hipotesis awal bahwa dominasi gaya hidup pasif dan program olahraga sekolah yang kurang memfokuskan pada kapasitas aerobik berdampak nyata pada rendahnya kebugaran kardiovaskular siswa. Sebagai kesimpulan, program ini berhasil menyoroti urgensi krisis kebugaran di tingkat sekolah. Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan penyusunan program pendampingan praktik yang berkesinambungan dan berkolaborasi dengan pihak sekolah guna memodifikasi perilaku sehat remaja secara permanen demi mencetak generasi yang produktif. Kata Kunci: Remaja, Aktivitas Fisik, Gaya Hidup Sedentari, Harvard Step Test, Siswa Adolescence is a crucial transitional phase, but the shift towards a sedentary lifestyle in the digital era has triggered high physical inactivity, yielding a destructive impact on cardiorespiratory endurance. This Community Service Program (PKM) aims to provide promotive and preventive approaches to obtain a factual overview of adolescents' physical conditions while encouraging behavioral changes toward an active lifestyle. The activity was conducted at SMK Negeri 3 Pontianak, involving 20 students as target partners. The implementation method encompassed four main stages: initial data collection and health screening, interactive educational lectures, objective measurement of cardiorespiratory capacity using the Harvard Step Test instrument, and data evaluation and analysis. The measurement results revealed highly homogeneous findings, wherein all participants were classified in the Poor category. This remarkably low fitness level confirms the initial hypothesis that the dominance of a passive lifestyle and school sports programs lacking focus on aerobic capacity significantly impact the students' poor cardiovascular fitness. In conclusion, this program has successfully highlighted the urgency of the fitness crisis at the school level. As a follow-up, it is recommended to design a continuous practical assistance program in collaboration with the school to permanently modify adolescents' healthy behaviors in order to foster a productive generation.
Empowering Patients through Education on Medication Use during Fasting at Martapura 2 Community Health Center Sanha, Cut Nadia Anne; Tatsbita, Inatsa Dwi; Qadariah, Ira; Kumala, Dinna Fitria; Rizki, Muhammad Ikhwan; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Sari, Anna Khumaira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18382

Abstract

Bulan Ramadhan menyebabkan perubahan pola makan dan jadwal konsumsi obat yang berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat sehingga diperlukan edukasi yang tepat dari tenaga kefarmasian. Peran apoteker dalam kegiatan promotif dan preventif sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat secara rasional selama puasa. Keterbatasan pemahaman pasien di Puskesmas Martapura 2 mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi kesehatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi permasalahan dan perizinan, dilanjutkan penyusunan materi serta pembuatan leaflet edukasi, kemudian pemilihan 20 responden dengan teknik accidental sampling pada 21 Februari 2026, pelaksanaan edukasi individual menggunakan metode one-on-one disertai pre-test dan post-test, serta evaluasi melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan responden didominasi usia 20-40 tahun (50%), perempuan (70%), dan pendidikan SMA/sederajat (50%). Peningkatan pengetahuan tertinggi terdapat pada instruksi penggunaan obat selama puasa sebesar 89,47%, diikuti rute pemberian obat dan kepatuhan minum obat masing-masing 45%, sedangkan peningkatan terendah pada cara konsumsi obat sebesar 15% karena nilai awal sudah tinggi. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terkait pengelolaan obat selama puasa dan memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas dengan konseling berbasis brosur dan pelaksanaan berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi Farmasi, Pemberdayaan Pasien, Penggunaan Obat, Puasa, Ramadhan Ramadan leads to changes in eating patterns and medication schedules that may increase the risk of medication use errors, thereby requiring appropriate pharmaceutical education. The role of pharmacists in promoting and preventing medication errors is essential to improving patients’ understanding of rational medication use during fasting. Limited patient knowledge at Puskesmas Martapura 2 encouraged the implementation of this health education program. The activity began with problem identification and obtaining administrative permission, followed by the development of educational materials and leaflet design, the selection of 20 respondents using accidental sampling on February 21, 2026, the implementation of individual one-on-one education accompanied by pre-test and post-test, and evaluation through comparison of scores before and after the intervention. The results showed that respondents were predominantly aged 20-40 years (50%), female (70%), and had a senior high school education (50%). The largest increase in knowledge was observed in medication use instructions during fasting (89,47%), followed by routes of administration and medication adherence (45% each), while the smallest increase was observed in medication consumption methods (15%) due to high baseline scores. This educational intervention proved effective in improving patients’ understanding of medication management during fasting and has the potential to be implemented more broadly with leaflet-based counseling and sustainable programs.
Pemberdayaan Tanaman Pekarangan Sebagai Pestisida Nabati Dalam Upaya Pengendalian Hama Tanaman Pangan Ernawiati, Eti; Chrisnawati, Lili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.16456

Abstract

Tanaman hortikultura bersifat rentan terhadap gangguan hama yang berdampak signifikan terhadap kualitas dan hasil tanaman, sehingga diperlukan pestisida untuk menanggulanginya.[d1]  Namun, ketergantungan berlebihan pada pestisida sintetis menimbulkan masalah ekonomi dan lingkungan. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan tanaman sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama, melalui praktik pembuatan pestida nabati. Objek pengabdian ini adalah anggota KWT Bayur Lestari di kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Data dikumpulkan melalui pretest, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok, lalu dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dan tematik. Hasil pretes menunjukkan sebagian besar peserta belum mengenal insektisida nabati; 73% tidak tahu apa itu insektisida, dan 91% belum pernah membuat insektisida alami. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam meracik larutan dari bahan seperti daun pepaya dan kulit bawang. Peserta mulai memahami perbedaan insektisida kimia dan nabati serta manfaat ekologis penggunaan pestisida nabati. Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan partisipan, mendorong peralihan ke pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Hama Tanaman, Insektisida, Pestisida Nabati, Tanaman Pekarangan, Pertanian Berkelanjutan Plants are inherently vulnerable to pest infestation, which can critically affect crop quality and yield. Excessive reliance on synthetic pesticides creates substantial economic and environmental concerns. This initiative aimed to equip members of the Bayur Lestari Women Farmers’ Group (KWT) in Rajabasa, Bandar Lampung, with knowledge and awareness regarding the use of backyard plants as botanical pesticides for pest management. The community service employed an educational and participatory method, comprising outreach sessions, demonstrations, and hands‑on training in the preparation of botanical pesticide formulations. Data were collected through pre‑tests, interviews, observation, and group discussions, and subsequently analyzed using descriptive quantitative and thematic analysis. The pre‑test results indicated that most participants were unfamiliar with botanical insecticides—73% did not know what an insecticide was, and 91% had never formulated a natural pesticide. After the training, participants demonstrated increased comprehension and skill in preparing solutions from ingredients such as papaya leaves and onion skins. They also began to appreciate the ecological advantages of botanical versus chemical insecticides. Overall, the outreach and demonstration activities successfully enhanced participants’ awareness, knowledge, and practical abilities, fostering a transition toward environmentally sustainable agricultural practices.
Edukasi Berbasis Video Animasi untuk Meningkatkan Ketepatan Penggunaan Suppositoria di Pelayanan Primer Maharani, Ni Ayu; Syarifuddin, Nur Indriyani; Setiawan, Deni; Mahdi, Nur; Hadi, Samsul; Mahdi, Lukman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18044

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk pada penggunaan suppositoria yang masih sering salah dalam penggunaannya oleh pasien. Kurangnya pemahaman mengenai teknik penggunaan dan penyimpanan suppositoria dapat menurunkan efektivitas terapi serta menimbulkan ketidaknyamanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketepatan penggunaan suppositoria melalui edukasi menggunakan video animasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan sasaran pasien dan atau keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan secara individu melalui pendekatan tatap muka yang didukung oleh video animasi edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari lima soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukatif, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 26 menjadi 98 pada nilai postest dan 90% responden memperoleh skor maksimal. Selain itu, responden menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi melalui video animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait penggunaan suppositoria. Media edukasi ini berpotensi untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai sarana promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Suppositoria, Penggunaan Obat Abstrakrasional, Puskesmas Onal drug use constitutes a crucial aspect of healthcare services, including the administration of suppositories, which are still frequently misused by patients. Inadequate understanding of proper techniques for the use and storage of suppositories may reduce therapeutic effectiveness and cause discomfort. This community service activity aimed to improve knowledge and the accuracy of suppository use through educational interventions utilizing animated videos. The program was conducted at the Inpatient Public Health Center Cempaka, Banjarbaru City, South Kalimantan, targeting patients and/or their family members visiting the health center. The method employed was individual health promotion through a face-to-face approach supported by an educational animated video. Evaluation was carried out using a pretest and posttest consisting of five multiple-choice questions to measure the participants’ improvement in knowledge. The results demonstrated a significant increase in knowledge following the educational intervention, with the mean pretest score improving from 26 to 98 in the posttest, and 90% of respondents achieving the maximum score. In addition, respondents showed active participation during the discussion and question-and-answer sessions. In conclusion, education delivered through animated videos was effective in enhancing understanding and knowledge regarding the proper use of suppositories. This educational medium has strong potential for sustainable implementation as a health promotion tool in primary healthcare facilities.