cover
Contact Name
Normaidah
Contact Email
normaidah@ulm.ac.id
Phone
+6285248257718
Journal Mail Official
jpmp@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru 70714 Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
ISSN : 30315778     EISSN : 3025129X     DOI : https://doi.org/10.20527/jpmp
Core Subject : Health, Science,
Focus Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea aims to provide a forum for researchers in the field of health sciences to publish original articles originating from community service activities. Scope The scope of the Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea includes health sciences. This journal displays the results of research-based community engagement such as Participatory Action Research (PAR), Asset-Based Community Development (ABCD), Community-Based Research (CBR), Service Learning, Community Development, and other related methodologies. Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea accepts article submissions from all over the world.
Articles 65 Documents
Peningkatan Pengetahuan Melalui Pemberian Informasi DAGUSIBU Sediaan Farmasi di Posyandu Pemurus Dalam Istiqomah, Nurul; Sari, Okta Muthia; Putra, Dian Kusuma; Sari, Novia Fahrina Purnama; Rendati, Hema Novita; Mahdi, Lukman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16745

Abstract

Masyarakat cenderung tidak mengetahui tata cara pengelolaan obat dengan tepat, yang berpotensi mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) sediaan farmasi di Posyandu Pemurus Dalam. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah edukasi kesehatan dengan media leaflet, yang disampaikan kepada masyarakat saat kegiatan posyandu. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan obat. Kegiatan diikuti 12 peserta yang merupakan masyarakat di wilayah kerja Posyandu Pemurus Dalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pengelolaan sediaan farmasi yang tepat, dengan peningkatan pengetahuan rerata pretest ke postest sebesar 11,67%. Kesimpulan kegiatan ini pemberian informasi mengenai DAGUSIBU membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang tepat. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Farmasi, Lingkungan, Obat The community often lacks awareness of proper procedures for obtaining, using, storing, and disposing of medicines, which can have adverse effects on individual and community health. This community service activity aims to provide information related to the DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, and Dispose) of pharmaceutical preparations at the Pemurus Dalam Posyandu. The method used in this activity is counselling through leaflets distributed to the community during posyandu activities. The activity was carried out in several stages, namely planning, preparation, and implementation. Evaluation was conducted through pretests and posttests to measure the effectiveness of the counseling in improving the community's understanding of drug management. The activity was attended by 12 community members from the Pemurus Dalam Posyandu working area. The results of the activity showed an increase in community knowledge about the proper management of pharmaceutical preparations, with an average increase in scores from the pretest to the posttest of 11,67%. This activity concludes that providing information about DAGUSIBU increases community knowledge and understanding of proper medicine management.
Peran Agen Perubahan sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular akibat Perilaku Merokok Andiarsa, Dicky; Rachmawati, Tety; Wurisastuti, Tri; Tumaji, Tumaji; Sitorus, Nikson; Yulianti, Anni; Ridha, Muhammad Rasyid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16799

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung semakin meningkat di Indonesia. Salah satu faktor risiko utama adalah tingginya prevalensi merokok. Upaya pengendalian rokok tidak cukup hanya melalui regulasi, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Agen perubahan dipandang memiliki peran penting sebagai penggerak di komunitas. Artikel ini bertujuan menjelaskan peran agen perubahan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan perilaku merokok dan pengendalian Penyakit tidak menular. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2024 di wilayah kerja Puskesmas Cibinong, Kabupaten Bogor. Sebanyak 20 agen perubahan dipilih dari tokoh masyarakat, kader kesehatan, pemuda, dan perwakilan organisasi lokal. Intervensi dilakukan melalui edukasi tematik, diskusi kelompok, refleksi lapangan, serta penyusunan komitmen bersama. Evaluasi hasil dilakukan dengan membandingkan kondisi pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah kegiatan serta analisis naratif terhadap refleksi peserta. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan pada berbagai aspek, termasuk dampak merokok pada ibu hamil, remaja, penyakit menular, dan beban ekonomi keluarga. Sikap peserta juga berubah positif, ditandai dengan meningkatnya kesediaan menjadi teladan, memberikan edukasi, dan mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Refleksi lapangan memperlihatkan bahwa hambatan perubahan perilaku merokok bukan kurangnya informasi, tetapi pengaruh lingkungan dan kebiasaan sosial. Agen perubahan terbukti berperan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan ini, terbentuk kesadaran, komitmen kolektif, serta potensi dukungan terhadap kebijakan pengendaliannya. Kata Kunci: Agen Perubahan, Pemberdayaan Masyarakat, Merokok, PTM Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes, and cardiovascular diseases continue to rise in Indonesia, with smoking identified as a major risk factor. Tobacco control requires not only regulations but also active community engagement. This study highlights the role of change agents as a strategy for community empowerment in smoking prevention and NCD control. The program was implemented in May 2024 in the working area of Cibinong Health Center, Bogor District, involving 20 selected change agents consisting of community leaders, health cadres, youth, and representatives of local organizations. Interventions included thematic education, group discussions, field reflections, and the development of collective commitments. Evaluation was based on pre- and post-activity comparisons of knowledge and attitudes, complemented by narrative analysis of participant reflections. Results showed improved understanding on the health and social impacts of smoking, including its effects on pregnant women, adolescents, communicable diseases, and household economic burdens. Positive changes in attitudes were also observed, such as greater willingness to act as role models, deliver education, and support smoke-free area initiatives. Field reflections revealed that environmental influences and social norms, rather than lack of information, were the main barriers to behavior change. Overall, change agents proved effective in fostering awareness, collective commitment, and support for tobacco control policies. 
Penyuluhan Interaktif DAGUSIBU: Meningkatkan Kesadaran Rasional dalam Penggunaan Antibiotik Mukti, Chera Ananda; Ramadhani, Salwa Thifali Cori; Erwin, Nur Aulia; Rahmawati, Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.15959

Abstract

Permasalahan penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Rendahnya pemahaman terkait cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang antibiotik secara benar dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko resistensi antimikroba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif dengan pendekatan edukatif berbasis konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi secara partisipatif kepada jamaah pengajian Masjid Nurul Falah, dilengkapi dengan sesi diskusi, visualisasi media edukatif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan (pretest–posttest). Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan peserta. Sebelum penyuluhan, sebanyak 44% peserta berada pada kategori pengetahuan “baik”, dan setelah kegiatan angka tersebut meningkat menjadi 97,4%. berdasarkan uji McNemar test menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Edukasi mencakup pemahaman mengenai klasifikasi infeksi, prinsip penggunaan antibiotik yang rasional, bahaya resistensi, serta tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang sesuai standar. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik secara bijak. Kata Kunci: Literasi Kesehatan, Edukasi Interaktif, Pengabdian Masyarakat, Penggunaan Antibiotik  The inappropriate use of antibiotics remains a serious challenge in efforts to improve public health. This community service activity aimed to assess the level of public knowledge before and after an interactive educational session, evaluate the effectiveness of the DAGUSIBU approach, and identify the challenges and barriers in applying rational antibiotic use behavior. The activity was conducted participatively with the congregation of Nurul Falah Mosque through educational presentations, interactive discussions, visual media, and pre-test and post-test evaluations. Data were analyzed using the McNemar test through SPSS to determine differences in knowledge levels before and after the intervention. The results showed a significant increase from 43.60% to 97.40% of participants categorized as having good knowledge (p < 0.05). The main challenges identified included limited implementation time, habitual acquisition of antibiotics without prescriptions, and lack of access to accurate health information. Overall, the interactive DAGUSIBU-based education proved effective in improving public health literacy and serves as a strategic model for antimicrobial resistance prevention at the community level.
Edukasi tentang “Bijak Pakai Antibiotik 5T” di Apotek Adimulyo Kabupaten Kebumen Mufidah, Aidatul; Kesuma, Alfira Anggita Mutiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16313

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat telah menjadi permasalahan serius. Antibiotik seharusnya digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun kurangnya pengetahuan membuat banyak orang menggunakannya untuk penyakit yang tidak membutuhkan antibiotik, dimana kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi. Tujuan kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan edukasi serta melihat bagaimana tingkat pengetahuan pasien di Apotek Adimulyo Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan saat menyampaikan edukasi kepada responden adalah dengan menggunakan leaflet dan edukasi secara langsung. Kegiatan dilakukan kepada 50 orang responden. Hasil yang didapatkan adalah responden yang mendapatkan kategori baik adalah sebanyak 26 responden (52%), kategori cukup adalah sebanyak 14 responden (28%), dan kategori kurang adalah sebanyak 10 responden (20%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memberikan hasil yang baik. Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi, Farmasi, Komunitas, Obat, Pengetahuan The inappropriate use of antibiotics has become a serious problem. Antibiotics should be used to treat infections caused by bacteria, but a lack of knowledge leads many people to use them for conditions that do not require antibiotics, which can lead to the development of resistance. The purpose of this health promotion activity was to provide education and assess the level of knowledge of patients at the Apotek Adimulyo in Kebumen Regency. The methods used to deliver education to respondents included leaflets and direct education. The activity was conducted with 50 respondents. The results showed that 26 respondents (52%) received a good score, 14 respondents (28%) received an enough score, and 10 respondents (20%) received a poor score. Based on these results, it can be concluded that most respondents gave good results.
Penyuluhan tentang Oralit dan Zink untuk Terapi Diare Pada Balita di Posyandu Nabila, Nabila; Muliasari, Dreiyani Abdi; Hadi, Samsul; Mahdi, Nur; Mahdi, Lukman; Mardiati, Nurul; Setiawan, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16568

Abstract

Diare pada balita sangat berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi dalam waktu yang singkat, yang jika tidak ditangani segera, berisiko fatal bagi tumbuh kembang anak. Oralit dan zink merupakan obat yang diberikan pada anak untuk mengatasi diare. Tujuan dari kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya cara penggunaan dan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan oralit atau zink. Kegiatan promosi kesehatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2024 di posyandu kembang barenteng V. Metode yang digunakan dalam kegiatan promosi kesehatan ini adalah metode ceramah, yaitu dengan menjelaskan terkait perbedaan, cara penggunaan, dan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan oralit atau zink. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat. Kegiatan promosi kesehatan diikuti oleh 20 orang peserta. Nilai rata-rata pretest 20 peserta promosi kesehatan adalah 67,5% dan nilai rata-rata posttest adalah 98,125%. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap oralit dan zink sehingga diharapkan masyarakat dapat menggunakan obat oralit dan tablet zink secara tepat dan aman. Kata Kunci: Zink, Oralit, Diare, Posyandu, Balita Diarrhea in toddlers is very dangerous because it can cause dehydration in a short time, which, if not treated immediately, can be fatal for the child's growth and development. ORS and zinc are medications given to children to treat diarrhea. The purpose of this health promotion activity is to provide knowledge to the community, especially regarding how to use and things to pay attention to when using ORS or zinc. This health promotion activity was held on Tuesday, October 22, 2024, at the Kembang Barenteng V Integrated Health Service Post (Posyandu). The method used in this health promotion activity was the lecture method, namely by explaining the differences, how to use, and things to pay attention to when using ORS or zinc. Evaluation was carried out through pretests and posttests to measure improvements in community knowledge. The health promotion activity was attended by 20 participants. The average pretest score of the 20 health promotion participants was 67.5%, and the average posttest score was 98.125%. There was an increase in public knowledge about ORS and zinc, so it is hoped that the community will use ORS and zinc tablets appropriately and safely.