cover
Contact Name
I Gusti Ngurah Santika
Contact Email
ngurahsantika88@gmail.com
Phone
+6285237832582
Journal Mail Official
jocerjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pandu No. 48, Sumerta Kelod, Kota Denpasar, Bali 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal of Civic Education Research
Published by CV Tirta Pustaka Press
ISSN : 29887380     EISSN : 29887372     DOI : https://doi.org/10.60153/jocer
Core Subject : Education, Social,
This journal is a scientific and professional communication medium for researchers around the world to publish their research results in the field of civic education and learning. We seek responsive manuscripts that are able to make theoretical and empirical contributions to the development of civic studies and civic education in an interdisciplinary perspective covering the fields of ideology, politics, law, social, culture, education, history, and economics.
Articles 25 Documents
Mengatasi Degradasi Moral Bangsa Melalui Pendidikan Karakter Ni Made Suarningsih
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 1 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i1.47

Abstract

Sebenarnya banyak hal yang dapat digunakan sebagai pedoman atau indikator suatu negara dapat dikatagorikan sebagai negara maju. Kajian literatur deskriptif dilakukan untuk menjawab tujuan penulis untuk mengatasi degradasi moral bangsa melalui pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur (kajian pustaka). Literatur yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa salah satu solusi untuk mengatasi perdebatan tentang degradasi moral bangsa adalah dengan memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Pembentukan karakter menjadi suplemen yang dibutuhkan bagi penguatan generasi muda. Pendidikan karakter dapat dijadikan sebagai alternatif untuk memecahkan persoalan degradasi moral. Karena pendidikan karakter merupakan suatu proses pendidikan yang bersifat holistik dan menyeluruh yang menghubungkan dimensi moral siswa dengan ranah sosial dalam kehidupannya sebagai fondasi kuat bagi terbentuknya generasi bangsa berkualitas yang mampu hidup secara mandiri dan memegang teguh prinsip kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Pentingnya pendidikan karakter yang di selenggarakan di sekolah untuk menanggulangi terjadi degradasi moral karena sekolah adalah tempat siswa untuk melatih atau pembiasaan diri, mengenal dan mematuhi aturan bersama dan proses pembentukan identitas diri. Secara garis besar pendidikan karakter diterapkan untuk membentuk atau membimbing bagaimana agar manusia memiliki sikap dan moral yang baik. Moral atau moralitas dapat diartikan suatu kapasitas seseorang untuk dapat membedakan mana yang benar dan salah.
Membangun Kesadaran Hukum Warga Negara Melalui Pendidikan Kewarganegaraan I Made Sila
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 1 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i1.49

Abstract

Dewasa ini di berbagai media, baik media cetak maupun media elektronik semakin marak pemberitaan mengenai kasus yang menyangkut dengan pelanggaran hukum atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan permasalahan kesadaran hukum yang dilakukan oleh setiap lapisan masyarakat. Banyak model dan kasus yang dilakukan oleh masyarakat dan aparat, seperti tindakan pungli, pelanggaran lalu lintas, sikap anarkis dan premanisme, serta tindakan lainnya yang modelnya beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data menggunakan dokumentasi dan kepustakaan. Penelitian ini menunjukan, bahwa Pendidikan kewarganegaraan membantu mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang hukum dan peraturan di Indonesia. Melalui mata pelajaran ini, siswa dapat mempelajari prinsip-prinsip dasar hukum, hak asasi manusia, sistem peradilan, dan aturan hukum lainnya. Peningkatan kesadaran mengenai peran dan tanggungjawab warga negara pada generasi muda dalam bidang hukum melalui Pendidikan Kewarganegaraan menjadikan generasi muda memiliki arah dalam penentuan sikap sebagai warga negara Indonesia. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berpengaruh terhadap pensosialisasian hukum, yang dimana cara pensosialisasian hukum tersebut melalui pembelajaran di sekolah.
Hubungan Antara Masifnya Fenomena Korupsi Dengan Kesadaran Pajak Warga Negara Indonesia I Gusti Ngurah Santika; Ida Ayu Putu Sri Mas Sunariyanti
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 1 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i1.51

Abstract

Pajak merupakan pendapatan negara yang paling utama. Pajak menjadi salah satu iuran wajib masyarakat atas kegiatan perekonomian yang dilakukannya. Upaya pemerintah untuk meningkatkan jumlah pajak dilakukan dengan segala cara supaya wajib pajak membayar pajak tepat waktu dan tanpa merasa dipaksa. Upaya pemerintah ini akan meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan. Upaya tersebut tentunya berbanding terbalik dengan fenomena akhir-akhir ini, dimana korupsi marak terjadi di Indonesia. Korupsi di Indonesia sudah menjadi permasalahan mendasar bahkan telah mengakar sedemikian dalam sehingga sulit untuk diberantas. Hal ini terlihat semakin lama tindak pidana korupsi di Indonesia semakin meluas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa adanya kasus korupsi pajak menjadi pemicu tidak patuhnya wajib pajak. Faktor berikutnya adalah pandangan negatif wajib pajak atas perilaku korupsi petugas pajak yang dirasa belum sesuai dengan yang diinginkan wajib pajak. Tindakan-tindakan demikian yang dilakukan oleh petugas pajak, menimbulkan kekecewaan wajib pajak terhadap petugas pajak, yang akan mempengaruhi kepatuhan dari wajib pajak. Faktor maraknya kasus korupsi tersebut pada gilirannya melahirkan pandangan negatif wajib pajak terhadap pegawai pajak yang kedepannya dapat menimbulkan ketidakpatuhan terhadap kewajiban membayar dan melaporkan pajak.
Syarat Pewarganegaraan Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Darmidi; Ni Putu Ika Putri Sujianti; Geraldine Thirdaswari Adnyana
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 1 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i1.52

Abstract

Salah satu hal yang paling penting bagi sebuah negara agar bisa terbentuk adalah warga negara. Tanpa warga negara, tidak mungkin ada negara. Warga negara itu sangat penting sehingga ada atau tidaknya sebuah negara ditentukan oleh keberadaan warga negaranya. Warga negara merupakan tiang atau sokoguru negara, sehingga kedudukan warga negara sangatlah penting dalam suatu negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa buku, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal online, peraturan perundang-undangan, dan berbagai referensi yang dianggap relevan dengan tulisan yang dibuat. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa Status warga negara Indonesia sebenarnya dapat diperoleh orang asing dengan tiga cara, yaitu (1) naturalisasi dapat dilakukan dengan mengajukan permohonan kepada presiden, (2) perkawinan dimana orang asing di Indonesia dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia, karena melakukan perkawinan dengan WNI, dan (3) Pemberian oleh pemerintah RI Pemerintah dapat memberikan status WNI kepada orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia karena telah berjasa kepada negara.
Kompleksitas Nasionalisme Warga Negara Indonesia Rismawati Ningrum
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 1 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i1.60

Abstract

Nasionalisme, sebagai konsep yang melibatkan identifikasi kuat terhadap negara dan solidaritas dengan sesama warga negara, telah memainkan peran krusial dalam membentuk dan mempertahankan negara-negara modern di seluruh dunia. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki kompleksitas nasionalisme warga negara Indonesia, melihat peranannya dalam membentuk identitas nasional, politik, budaya, dan pembangunan negara. Metode kualitatif dalam penelitian tentang nasionalisme memberikan pemahaman yang mendalam tentang identitas nasional dan nasionalisme. Metode kualitatif yang dapat digunakan dalam penelitian tentang nasionalisme adalah analisis naratif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literature atau kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nasionalisme warga negara sangat erat hubungannya dengan identitas nasional. Identitas nasional adalah konstruksi sosial yang mencakup persepsi bersama tentang siapa kita sebagai sebuah bangsa, dengan mengakui dan merayakan kesamaan, kesatuan, dan nilai-nilai bersama Secara umum, bahwa kompleksitas nasionalisme warga negara Indonesia memiliki dampak yang cukup signifikan dalam pembentukan politik di Indonesia. Nasionalisme warga negara Indonesia sering kali digunakan sebagai alat untuk memperkuat legitimasi politik pemerintah. Pemerintah pun sering kali memanfaatkan semangat nasionalisme untuk memperkuat dukungan publik terhadap kebijakan-kebijakan tertentu, terutama yang berkaitan dengan pertahanan keamanan nasional atau ketahanan ekonomi.
Penerapan Metode Mind Mapping Dalam Meningkatkan Hasil Belajar PKN I Made Sutika; I Wayan Kandia; Lidia Resa Jara
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 2 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i2.88

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di kelas XI 2 SMA Dwijendra, permasalahannya yang dijumpai adalah guru masih menggunakan metode pembelajaran ekspositori. Dalam pelaksanaannya, metode pembelajaran ekspositori masih didominasi oleh guru yang mengakibatkan peserta didik kurang beraktivitas dalam belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, jenis tes yang digunakan adalah tes uraian, subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI 2 SMA Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukan, bahwa berdasarkan hasil analisis data siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 71,5% daya serap sebesar 71,5% dan nilai ketuntasan klasikal sebesar 31,48% dengan peserta didik sebanyak 34 orang dimana 10 peserta didik yang sudah tuntas dan 24 peserta didik yang belum tuntas. Jika dibandingkan dengan kriteria ketuntasan yang ditetapkan oleh SMA Dwijendra Denpasar untuk mata pelajaran PKn, peserta didik yang dikatakan tuntas (berhasil) apabila mendapatkan nilai minimal hasil belajar 70 dan dikatakan tuntas secara individu minimal tingkatan penguasaan 70% dan materi pembelajaran yang diajarkan dengan ketuntasan klasikal ≥85%. Ada siklus II sehingga dperoleh hasil analisis pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas 81,79,29 peserta didik tuntas dan 5 peserta didik belum tuntas, daya serap sebesar 81,79% ketuntasan klasikal sebesar 93,75%. Jika dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan di SMA Dwijendra Denpasar untuk mata pelajaran PKn, maka hasil belajar pada siklus II sudah mulai terbiasa dengan penerapan pembelajaran metode mind mapping pada konsep sistem dan dinamika demokrasi Pancasila.
Hubungan Hak Asasi Manusia Dengan Demokrasi I Gede Sujana; Sutrisno; Rudi Ana Pali
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 2 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i2.91

Abstract

Demokrasi dan hak asasi manusia yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan mencerminkan kehendak masyarakat agar demokrasi dan hak asasi manusia bisa diwujudkan dalam kehidupan yang damai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara demokrasi dengan hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan mengumpulkan data-data yang bersumber dari berbagai bahan bacaan, baik buku maupun jurnal-jurnal online. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara mendalam dan dideskripsikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa hubungan hak asasi manusia dengan demokrasi, yaitu hak asasi manusia merupakan salah satu syarat untuk mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. Hak asasi manusia tidak mungkin eksis di suatu negara yang bersifat totaliter (tidak demokratis), namun sebaliknya negara yang demokratis pastilah menjamin eksistensi hak asasi manusia. Pelaksanaan hak asasi manusia bergantung pada kualitas demokrasi sebuah negara, jika demokrasi suatu negara maju, maka maju pula pelaksanaan hak asasi manusia di negara tersebut. Dalam tataran empiris hubungan antara demokrasi dengan hak asasi manusia dapat dicermati melalui bagaimana praktek penyelenggaraan negara oleh suatu rezim.
Civic Education in the UK and Japan Ayhan Azan
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 2 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i2.96

Abstract

Every country has a unique civic education system in accordance with its values, history, and system of government. Several countries worldwide, including the UK and Japan, need to focus on implementing civic education. The approach used in writing this article is a qualitative approach with a literature review method. Civic education in the UK should be an education to build civic identity, with the center of attention on three “strands” of work, namely “social and moral responsibility, community involvement, and political literacy”—or” the development of social and moral responsibility, community involvement, and political literacy. Civic education in Japan, known in the terminology of social studies as living experience and moral education, is oriented towards the experiences, knowledge, and abilities of citizens in relation to efforts to build the Japanese nation.Thus, it can be concluded that this paper mainly focuses on examining the birth context, development foundation, systemic framework, curriculum, and teaching materials of civic education in Japan.
Pendidikan Karakter Di Indonesia Dalam Berbagai Perspektif (Definisi, Tujuan, Landasan dan Prakteknya) Ni Made Suarningsih; I Gusti Ngurah Santika; Ariance Rambu Bangi Roni; Rai Jaya Kristiana
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 2 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i2.100

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi penting bagi kehidupan manusia. Tanpa pendidikan, manusia akan sulit untuk mengembangkan diri dan mencapai tujuan hidupnya. Melalui pendidikan, transfer nilai-nilai moral dan etika pun terjadi yang pada gilirannya akan mengarahkan dan mengantarkan manusia pada kehidupan yang lebih baik. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan memadukan antara difinisi, tujuan, landasan dan praktek pendidikan karakter di Indonesia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan karakter di Indonesia dalam berbagai perspektif (definisi, tujuan, landasan dan prakteknya). Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan memadukan antara difinisi, tujuan, landasan dan praktek pendidikan karakter di Indonesia. Peneliti berupaya untuk menghimpun data dari berbagai literatur, baik buku, majalah ilmiah (artikel-artikel) yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal online. Penelitian ini menghasilkan data deskriptif, baik berupa tulisan maupun ungkapan yang diperoleh langsung dari pokok-pokok pikiran yang tertuang dari berbagai sumber. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana serta terarah melalui lingkungan pembelajaran untuk tumbuh kembangnya seluruh potensi manusia yang memiliki watak berkepribadian baik, bermoral-berakhlak dan berefek positif konstruktif pada alam dan masyarakat. Tujuan pendidikan karakter adalah peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi, serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia, sehingga terwujud dalam perilakunya sehari-hari. Landasan pendidikan karakter Indonesia, yaitu landasan ideologis (Pancasila), landasan yuridis (peraturan perundang-undangan), dan landasan sosiologis (masyarakat). Praktek pendidikan karakter di Indonesia diimplementasikan melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Pembelajaran Project Citizen dalam Mengembangkan Keterampilan Abad 21 Putu Ronny Angga Mahendra; Rudi Ana Pali; Andriyanto
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 2 No. 2 (2024): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v2i2.101

Abstract

Diangkatnya topik ini karena di abad ke-21 ini, dunia mengalami perubahan yang sangat cepat. Perubahan ini menyangkut di segala lini kehidupan, yaitu bidang ekonomi, transportasi, teknologi, komunikasi, informasi, dan lain-lain. Perubahan ini perlu diantisipasi dengan menguasai keterampilan abad ke-21. Keterampilan abad ke-21 ini meliputi berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, komunikasi, dan kolaborasi. Pengembangan keterampilan abad ke-21 ini dapat dilakukan pada semua disiplin. Salah satu tantangan nyata bagi lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi lengkap, yang dikenal dengan kompetensi atau keterampilan abad 21.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran project citizen dalam mengembangkan keterampilan abad 21. Jenis kualitatif yang digunakan ialah studi pustidaka yang dapat digunakan untuk mengkaji topik adalah 1) penentuan sumber data 2) seleksi dan pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pada abad 21, mereka memiliki beberapa keterampilan yang meliputi 1) keterampilan belajar dan inovasi, 2) keterampilan dalam menggunakan teknologi dan media informasi dan 3) keterampilan hidup dan karir. Untuk dapat meningkatkan keterampilan abad 21 pada siswa diperlukan suatu upaya yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan salah satu rekomendasi inovasi pembelajaran adalah melalui penerapan model project citizen. Project citizen adalah pembelajaran berbasis masalah dan berbasis portofolio, melalui model ini siswa tidak hanya diajak untuk memahami konsep dan prinsip ilmiah, tetapi juga mengembangkan kemampuannya untuk bekerja secara kooperatif, inovatif, kreatif, dan kritis melalui kegiatan pembelajaran praktik empiris (pengalaman). Dengan demikian, proses pembelajaran akan lebih menantang, aktif dan lebih bermakna.

Page 2 of 3 | Total Record : 25