cover
Contact Name
Risky R. Sarapung
Contact Email
riskyrichlossarapung@gmail.com
Phone
+6285398915733
Journal Mail Official
riskyrichlossarapung@gmail.com
Editorial Address
Jln. Siswa Darame Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai
Location
Kab. pulau morotai,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pasifik Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2828125X     DOI : https://doi.org/10.51135/jukip
Core Subject : Education,
Cakupan dari Jurnal Pasifik Pendidikan meliputi : 1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2. Pendidikan Bahasa Inggris 3. Pendidikan Bahasa Indonesia 4. Pendidikan Matematika 5. Pendidikan Fisika 6. Pendidikan Biologi 7. Pendidikan Kimia 8. Pendidikan Geografi 9. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 10. Pendidikan IPA 11. Pendidikan IPS 12. Pendidikan Olahraga
Articles 79 Documents
PERSEPSI GURU TERHADAP KEBIJAKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SD UNGGULAN 1 PULAU MOROTAI Rajab, Dian; Upara, Salbia; Hariyanto, Seftiani; Aipasa, Ronaldo Junior; Pratiwi, Febriana
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SD Unggulan 1 Pulau Morotai, dengan menyoroti persepsi guru, tantangan, dan solusi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru dan siswa . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa, mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan siswa. Tantangan yang dihadapi guru signifikan pada kurikulum ini, kurangnya bahan ajar, terbatasnya pelatihan, dan minimnya sosialisasi mengenai kurikulum baru. Selain itu, akses internet menjadi pendukung utama bagi guru untuk menyelaraskan tujuan pengajaran dengan sasaran kurikulum. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan komprehensif dari pemerintah termasuk pelatihan, sumber daya, dan bantuan teknis, untuk memastikan implementasi kurikulum berjalan efektif. Kurikulum Merdeka mendorong berpikir kritis, kreativitas, dan pembelajaran kolaboratif, terutama dalam pendidikan agama, di mana perencanaan dan evaluasi yang sistematis menunjukkan hasil yang menjanjikan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang efektivitas Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menyerukan upaya kolaboratif untuk mengatasi kendala implementasi di daerah terpencil seperti Pulau Morotai.
Model Discovery Learning Berbantuan Wordwall terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas IV SD Suhirno; Rizqi, Hesti Yunitiara; Aji, Prima Wahyu
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.104

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan wordwall di kelas IV SDN Kalongan 02. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Kalongan 02. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga kelas IV A sebagai kelas control dan kelas IV B sebagai kelas eksperimen dengan masing-masing kelas terdiri dari 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan hasil rata-rata kelas eksperimen sebesar 77,86 lebih tinggi dari kelas kontrol yang diperoleh nilai 70,68 dengan selisih nilai 7,18. Hasil uji hipotesis regresi juga menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan model pembelajaran discovery learning berbantuan wordwall terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa sebesar 89%. Pendukung lain yaitu terlihat dari respon positif siswa sebesar 87,5% terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan model discovery learning berbantuan wordwall memperoleh kriteria sangat baik.
EFEKTIVITAS PEMBUATAN RPS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI IAIN TERNATE Sebe, Kamarun M; Adam, Adiyana
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di IAIN Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPS yang disusun secara sistematis mampu meningkatkan keterstrukturan pembelajaran, efektivitas metode pengajaran, dan pemahaman mahasiswa terhadap capaian pembelajaran. Namun, terdapat kendala dalam implementasi, seperti kurangnya fleksibilitas dalam penyesuaian materi dan keterbatasan sumber daya. Untuk mengoptimalkan efektivitas RPS, diperlukan pelatihan bagi dosen, sistem monitoring yang lebih ketat, serta sinergi antara institusi, dosen, dan mahasiswa. Kesimpulannya, perbaikan dalam penyusunan dan penerapan RPS dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta daya saing lulusan.
EKSPLORASI KUALITATIF HUBUNGAN KELUARGA SINGLE PARENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR ANAK Soru, Grasella; Bangkulu, Inggrit; Prong, Widya; Puni, Nofi; Kabarei, Yeremia Rahul; Pratiwi, Febriana
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keluarga single parent terhadap motivasi belajar siswa, khususnya di lingkungan SMP Kristen Daruba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami dinamika hubungan keluarga single parent dengan motivasi belajar siswa melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri dari dua siswa, seorang ibu single parent, dan seorang guru wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga single parent memengaruhi motivasi belajar siswa melalui berbagai aspek, seperti keterlibatan orang tua, dukungan emosional, dan kondisi psikologis siswa. Anak-anak dari keluarga single parent sering menghadapi tantangan emosional dan finansial yang memengaruhi konsentrasi belajar mereka. Namun, perhatian konsisten dari orang tua tunggal, meskipun terbatas, dapat mendorong siswa untuk tetap termotivasi dalam belajar. Selain itu, dukungan dari guru dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam membantu siswa mengatasi hambatan yang dihadapi. Faktor pendukung motivasi belajar siswa dalam keluarga single parent meliputi perhatian orang tua terhadap pendidikan anak, motivasi untuk mencapai cita-cita, serta dukungan sosial dari guru dan teman sebaya. Sebaliknya, faktor penghambat mencakup keterbatasan ekonomi, waktu yang terbatas, dan kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua tunggal dan dukungan lingkungan sosial yang kuat dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Studi ini merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran intervensi pendidikan dan sosial dalam mendukung anak-anak dari keluarga single parent.
ANALISIS KUALITATIF TERHADAP TRANSFORMASI KURIKULUM DAN PENGARUHNYA PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Fabanyo, Rusmila; Mustika, Ajmiyati; Sangate, Nabila; Hi Muda, Nurlela; Pratiwi, Febriana
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan dan dampak dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013 (K-13), dan Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah 1 Pulau Morotai, serta untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan di antara ketiga kurikulum tersebut dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur. Responden dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah dan wali kelas 3 hingga 5. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait dengan penerapan kurikulum dan pengaruhnya terhadap kualitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangannya. KTSP lebih terfokus pada pembelajaran yang terstruktur dengan peran dominan guru, sementara K-13 menekankan pada keaktifan siswa dan pendekatan tematik. Kurikulum Merdeka memberikan lebih banyak kebebasan bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, namun masih menghadapi tantangan dalam hal waktu dan fasilitas. Secara keseluruhan, efektivitas dari ketiga kurikulum sangat bergantung pada peran guru dalam mengoptimalkan proses pembelajaran dan bagaimana kurikulum tersebut diimplementasikan di lapangan. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan dalam memahami implementasi kurikulum di sekolah dasar.
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Asnawi, Nur Rahmah; Agus
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.108

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak penggunaan teknologi informasi terhadap efektivitas pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif analitis, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 300 responden, terdiri dari 250 mahasiswa dan 50 dosen. Hasil menunjukkan bahwa 85% mahasiswa dan 78% dosen menggunakan teknologi informasi dalam pembelajaran harian. Sebanyak 79% mahasiswa melaporkan peningkatan pemahaman materi, dan 82% mengindikasikan peningkatan partisipasi kelas. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses internet (32% mahasiswa) dan kebutuhan pelatihan tambahan bagi dosen (45%) masih ada. Temuan ini sejalan dengan teori pembelajaran konstruktivis Vygotsky dan pembelajaran multimedia Mayer, yang menekankan pentingnya interaksi dan media dalam meningkatkan pemahaman. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur digital dan pelatihan dosen direkomendasikan untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis teknologi di perguruan tinggi.
PERAN SUPERVISI KEPALA MADRASAH DALAM MENGOPTIMALKAN KINERJA GURU DI MAN 1 KOTA TIDORE Asmiraty; Burhan
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran supervisi kepala madrasah dalam mengoptimalkan kinerja guru di MAN 1 Kota Tidore. Supervisi kepala madrasah dilakukan melalui pengawasan, monitoring, dan evaluasi terhadap guru-guru di sekolah. Penelitian dilakukan di MAN 1 Kota Tidore dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, dan dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supervisi kepala madrasah di MAN 1 Kota Tidore sudah terlaksana dengan efektif dalam kepengawasan terhadap guru, sehingga dalam proses peningkatan kinerja guru semakin meningkat setiap tahunnya.
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI MAN 1 KOTA TIDORE Baharudin
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang implementasi Kurikulum Merdeka di MAN 1 Kota Tidore. Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memberikan kebebasan kepada sekolah dan pendidik dalam mengembangkan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 1 Kota Tidore telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti Peningkatan Mutu Bahasa Inggris Siswa, Reuni Akbar, dan Studi Kolaborasi dengan sekolah lain untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan kemampuan adaptasi teknologi oleh guru, sarana prasarana yang kurang memadai, dan akses internet terbatas. Untuk mengatasi kendala tersebut, Kemendikbudristek menyediakan program pendampingan dan pelatihan guru, serta berkomitmen untuk meningkatkan sarana prasarana dan akses internet di sekolah. Dengan dukungan pemerintah dan upaya MAN 1 Tidore, diharapkan implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih baik sesuai dengan tujuan.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD NEGERI GORUA KABUPATEN PULAU MOROTAI Lessy, Ledy Yanti; Saksi, Yerlina
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.111

Abstract

Pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan penghargaan terhadap budaya dan tradisi lokal. Guru memegang peranan yang sangat strategis dalam pengembangan pembelajaran ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peran guru dapat mengembangkan pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dengan kearifan lokal, sehingga siswa dapat memahami dengan mudah budaya-budaya yang ada. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjeknya yaitu guru-guru wali kelas dan kepala sekolah di SD Negeri Gorua. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu Peran guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal sangatlah besar. Selain berfungsi sebagai pengajar, guru juga menjadi fasilitator, motivator, dan teladan bagi siswa dalam memahami dan melestarikan budaya lokal. Pengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran guru tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang menghargai dan mencintai budaya mereka. Guru juga memiliki tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan guru tentang kearifan lokal yang ada di daerah mereka sehingga penting bagi guru untuk mendapatkan pelatihan atau pembekalan tentang kearifan lokal agar dapat lebih efektif mengajarkan nilai-nilai budaya dan tradisi kepada siswa. Tantangan selanjutnya yaitu keterbatasan sumber daya dan sarana. Banyak sekolah di Pulau Morotai yang berada di daerah perbatasan, tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya yang dapat digunakan untuk pembelajaran berbasis budaya lokal.