cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Nur Wachid Adi Pratama
Contact Email
emailku.rifqi@gmail.com
Phone
+6287819993212
Journal Mail Official
mediaakademikpublisher@gmail.com
Editorial Address
JL.Tanjung Dusun Sono Sidokerto RT.01 RW.04, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (61252).
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Akademik (JMA)
ISSN : -     EISSN : 30315220     DOI : https://doi.org/10.62281/jma
Jurnal Media Akademik (JMA) merupakan platform publikasi jurnal atau hasil karya suatu penelitian orisinil atau tinjauan pustaka yang ditulis oleh dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya: Hukum, Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Keagamaan, Bisnis, Budaya, Ilmu Sosial Humaniora, Ilmu Komunikasi, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kedokteran, Keperawatan, Peternakan, Perikanan, Politik, Pendidikan, Pengabdian Masyarakat, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Informatika, Desain Komunikasi Visual, dan Seni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,732 Documents
AKIBAT HUKUM KETIDAKSESUAIAN AKTA NOTARIS TERHADAP UNDANG-UNDANG PERTANAHAN: ANALISIS KEWENANGAN DAN KEABSAHAN AKTA OTENTIK Siti Maltufah; Ervina Dwi Rahayu; Djulaeka
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/5m18pk43

Abstract

Tulisan ini menganalisis akibat hukum ketika akta yang dibuat oleh notaris tidak selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pertanahan, dengan fokus pada batas kewenangan pejabat (notaris vs PPAT) dan derajat keabsahan akta otentik. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual, dilengkapi pembahasan praktik administrasi pendaftaran tanah. Hasil kajian menunjukkan: pertama, perbuatan hukum atas hak atas tanah (peralihan maupun pembebanan) merupakan domain khusus PPAT sebagai dasar pendaftaran pada kantor pertanahan; kedua, akta yang dibuat oleh notaris di luar kompetensi materiil atau tidak memenuhi formalitas mengakibatkan hilangnya keotentikan dan menurunkan kekuatan pembuktian menjadi akta di bawah tangan sebagaimana rezim Pasal 1868–1869 KUH Perdata; ketiga, secara keperdataan hubungan obligatoir para pihak dapat tetap mengikat sepanjang syarat sah perjanjian terpenuhi, namun tanpa instrumenum yang sah, peralihan hak tidak dapat didaftarkan sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan risiko terhadap pihak ketiga. Implikasi tanggung jawab meliputi ganti rugi perdata serta sanksi administratif/etik terhadap notaris sesuai UU Jabatan Notaris. Rekomendasi kebijakan dan praktik mencakup due diligence kewenangan sebelum penandatanganan, pembuatan ulang akta oleh PPAT sebagai dasar pendaftaran, penguatan dokumentasi transaksi, serta pengaturan alokasi risiko dalam perjanjian pendahuluan. Kontribusi artikel ini adalah memperjelas garis batas kewenangan dan menyediakan kerangka kepatuhan yang operasional bagi praktisi untuk menjaga kepastian hukum transaksi pertanahan.
URGENSI PENERAPAN ASAS DUE PROCESS OF LAW DALAM PEMERIKSAAN SAKSI SEBELUM PENETAPAN TERSANGKA I Gusti Ayu Agung Erlina Putri Astana; Anak Agung Ngurah Oka Yudistira Darmadi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/j7jw1g58

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kekaburan norma dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), khususnya mengenai frasa “bukti permulaan yang cukup” yang menjadi dasar dilakukannya penetapan tersangka yang tidak dijelaskan secara konkret. Kekaburan ini menimbulkan multitafsir dan membuka peluang bagi aparat penegak hukum untuk bertindak sewenang-wenang. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 hadir untuk memberikan kepastian dengan menegaskan bahwa bukti permulaan harus didasari oleh minimal dua alat bukti berdasarkan Pasal 184 KUHAP, serta mewajibkan adanya pemeriksaan calon tersangka sebagai saksi. Meskipun demikian, praktik di lapangan menunjukkan masih banyak penetapan tersangka yang masih tidak mematuhi ketentuan tersebut, di mana calon tersangka kerap tidak diperiksa terlebih dahulu. Pelanggaran terhadap kewajiban pemeriksaan saksi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari pelanggaran hak asasi manusia, hilangnya perlindungan hukum, ketidakadilan prosedural, hingga potensi pembatalan status tersangka dalam penyidikan melalui praperadilan. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan asas due process of law melalui pemeriksaan saksi sebelum penetapan tersangka, sebagai instrumen untuk menjamin perlindungan hak individu, mencegah penyalahgunaan kewenangan penyidik, serta menjaga legitimasi sistem peradilan pidana di Indonesia.
PROGRAM MINI BANK SEKOLAH: MENANAMKAN KEBIASAAN MENABUNG SEJAK DINI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mehra Selisa Fadyani; Nita Wahyuni; Nurintan Oktaviani; Nur Elawati; Desi Jelanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9cmw1070

Abstract

Program Mini Bank Sekolah merupakan salah satu inovasi pendidikan yang dirancang untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini kepada siswa sekolah dasar sebagai bagian dari upaya penguatan literasi keuangan dan pembentukan karakter. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan uang secara sederhana, tetapi juga bertujuan menumbuhkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta kemandirian dalam diri peserta didik. Penelitian ini mengintegrasikan berbagai konsep dan praktik dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di sejumlah sekolah dasar di Indonesia, termasuk di SDN 01 Pamulang, sebagai model implementasi program. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui sosialisasi, edukasi interaktif, observasi perilaku siswa, wawancara dengan guru dan orang tua, serta praktik menabung secara langsung menggunakan media celengan dan buku tabungan mini. Proses pelaksanaan dilakukan secara berkelanjutan untuk melihat perubahan perilaku dan tingkat pemahaman siswa terhadap pentingnya menabung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai manfaat menabung, peningkatan motivasi untuk menabung secara rutin, serta keterlibatan aktif pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung keberlanjutan program. Selain itu, program ini juga terbukti mampu menjadi sarana efektif dalam pendidikan karakter, penguatan literasi keuangan dasar, serta pembentukan sikap hemat dan tanggung jawab terhadap pengelolaan uang sejak usia dini. Dengan demikian, Program Mini Bank Sekolah dapat direkomendasikan sebagai model inovatif pembelajaran kontekstual berbasis praktik keuangan yang tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang mandiri, bijak, dan beretika dalam mengelola keuangan di masa depan.
PEMBAJAKAN MUSIK DIGITAL DAN PERLINDUNGAN HAK CIPTA DI INDONESIA: STUDI KASUS LAGU ‘SIAL’ Anak Agung Ngurah Gede Arya Den Santana; Made Aditya Pramana Putra
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/payk6t72

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif perlindungan hukum hak cipta di Indonesia terhadap praktik pembajakan lagu yang canggih melalui manipulasi metadata, dengan mengangkat studi kasus lagu ‘Sial’ milik Mahalini. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach), penelitian ini mengkaji modus “pencurian identitas karya” tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pembajakan ini merupakan pelanggaran langsung yang bersifat multidimensional, menyerang secara fundamental hak moral (khususnya hak atribusi dan integritas ciptaan) serta hak ekonomi (terutama hak penggandaan dan pendistribusian) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Namun, analisis mengidentifikasi adanya jurang fundamental antara kecukupan norma substantif dengan kelemahan struktural dalam penegakan hukum di ranah digital. Kelemahan ini berpuncak pada rezim tanggung jawab platform (intermediary liability) yang tidak mengikat, dimana doktrin safe harbor di Indonesia hanya diatur melalui Surat Edaran Menkominfo No. 5 Tahun 2016 yang lemah secara hukum. Kasus ini menggarisbawahi bahwa masalah utamanya adalah “ketidaksesuaian kerangka kerja” (framework mismatch) hukum nasional dengan arsitektur ekonomi digital global. Oleh karena itu, diperlukan reformasi legislatif yang mendesak untuk mentransformasi tanggung jawab platform menjadi norma setingkat undang-undang dan memodernisasi hukum acara, demi mengoptimalkan perlindungan hak cipta yang efektif
PERAN CONTENT CREATOR SEBAGAI EDUKASI HALAL AWARENESS PADA UMKM DI PASAR TRADISIONAL BANGKALAN Wahdatul Nadia Rawi; Nabila Ika Ariyanti; Riski Rahmawati; Muhammad Ersya Faraby
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/0x51x683

Abstract

Kesadaran akan nilai-nilai keagamaan, kualitas, dan kesehatan produk telah mendorong meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya produk halal. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini semakin termotivasi untuk tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, tetapi juga memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar halal yang diakui secara resmi oleh lembaga terkait, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Upaya edukasi menjadi aspek penting dalam meningkatkan kesadaran halal, salah satunya melalui peran content creator. Kemudahan akses terhadap berbagai platform media sosial menjadikan content creator sebagai sumber informasi yang menarik dan mudah diikuti oleh masyarakat. Dengan jumlah pengikut yang besar, mereka memiliki pengaruh dalam membentuk pola pikir dan gaya hidup, termasuk dalam mendorong pemahaman terkait produk halal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kontribusi content creator dalam meningkatkan kesadaran produk halal di kalangan UMKM maupun masyarakat luas.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBAJAKAN KARYA TULIS NOVEL DI MEDIA SOSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG HAK CIPTA Tjokorda Istri Agung Pramita Dewi; I Gede Perdana Yoga
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/6eavem76

Abstract

Di era digital, pertumbuhan informasi teknologi telah mengubah cara penerbitan karya tulis, khususnya karya tulis novel melalui media sosial. Meskipun menawarkan peluang untuk menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, media sosial juga menghadapi tantangan serius yang bersifat pembajakan karya tulis. Undang-Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta berfungsi melindungi Ha.k Moralitas da.n H.ak Ek.onomi (Economy Rights) penulis karangan tulis novel, tetapi implementasinya pada media sosial masih lemah. Selain itu, rendahnya pemahaman hukum di kalangan penulis dan pengguna menjadi penyebab terus-menerusnya praktik pembajakan, mengancam ekosistem industri kreatif dan memotiviasi penulis untuk terus berkarya. Perlindungan Kekayaan Intelektual dapat dilakukan dengan menempuh langkah Perlindungan Hukum Pencegahan (Preventif) yakni sebuah kerangka proteksi, jadi rakyat diberikan peluang guna mengutarakan sanggahan atau pandangan lebih dahulu nantinya satu ketentuan negara memperoleh kerangka yang definitif. Selain menempuh langkah preventif guna melindungi Karya Tulis, Undang-Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dibuat gu.n.a menempuh langkah Represif sebagai bentuk proteksi suatu hak cipta karangan tulis melalui istrumen hukum.
PERLINDUNGAN GARAM KETEWEL SEBAGAI INDIKASI GEOGRAFIS: TINJUAN NORMATIF HUKUM INDONESIA Ni Kadek Ayumi; Made Aditya Pramana Putra
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/gf9ec288

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan Garam Ketewel sebagai Indikasi Geografis berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Garam Ketewel yang dahulu diproduksi secara tradisional kini menghadapi tantangan akibat abrasi pesisir yang mengancam keberlanjutan produksi dan reputasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan historis, yang menggunakan bahan hukum primer berupa Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2007 tentang Indikasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi perlindungan Garam Ketewel dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan Kelompok Petani Garam Loloan Ketewel, penyusunan deskripsi Indikasi Geografis, dan pemulihan proses produksi tradisional. Hambatan utama meliputi minimnya pemahaman masyarakat, belum adanya lembaga pemohon resmi, serta dampak abrasi pantai. Sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan perlindungan hukum yang efektif
ANALISA VRIO PADA BISNIS KEDAI KOPI: STUDI PADA MODERATE CAFFE BLITAR Indria Guntarayana
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/t8wgxh75

Abstract

Persaingan dalam industri kedai kopi di Indonesia sangat intensif, menuntut setiap pelaku usaha untuk tidak hanya menawarkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya yang unik untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Kerangka kerja VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization) merupakan alat strategis yang relevan untuk mengevaluasi sumber daya dan kapabilitas internal sebuah perusahaan sebagai fondasi penciptaan keunggulan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada Kedai Kopi Moderate Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik/kedai, observasi partisipan, dan analisis dokumen internal terkait operasional, sumber daya manusia, dan strategi pemasaran. Analisis data dilakukan secara bertahap, mulai dari identifikasi sumber daya kunci, pemetaan terhadap empat kriteria VRIO, dan diakhiri dengan interpretasi terhadap posisi keunggulan kompetitif kedai kopi tersebut. Hasil analisis VRIO menunjukkan bahwa kapabilitas inti, seperti kualitas customer experience yang personal dan skillset barista yang telah terspesialisasi, memenuhi keempat kriteria VRIO (Bernilai, Langka, Sulit Ditiru, dan Didukung Organisasi). Sumber daya ini menghasilkan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan. Sementara itu, aspek seperti lokasi yang strategis hanya menghasilkan keunggulan kompetitif sementara karena mudah ditiru.
PENGARUH BRAND IMAGE, PERCEIVED EASE OF USE, PERCEIVED USEFULNESS, DAN PERCEIVED RISK TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN APLIKASI BANK DIGITAL PADA GENERASI Z DI SOLORAYA Soffiyah Arwuni Kharomah; Dianing Widya Kusumastuti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/58j0m297

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi telah mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan layanan perbankan digital di Indonesia, terutama di kalangan Generasi Z sebagai pengguna dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Citra Merek, Persepsi Kemudahan Kegunaan, Persepsi Manfaat, dan Persepsi Risiko terhadap minat menggunakan aplikasi bank digital pada Generasi Z di wilayah Soloraya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada responden Generasi Z pengguna aplikasi bank digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat variabel independen tersebut berpengaruh sebesar 69,5% terhadap minat menggunakan aplikasi bank digital, sedangkan 30,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti promosi, kepercayaan, dan pengalaman pengguna. Citra merek yang positif, kemudahan penggunaan, dan manfaat nyata menjadi faktor dominan, sementara persepsi risiko tidak signifikan dalam menurunkan minat. Temuan ini merekomendasikan agar industri perbankan digital memperkuat inovasi layanan, keamanan transaksi, serta strategi pemasaran yang adaptif terhadap perilaku dan gaya hidup Generasi Z sebagai pengguna utama layanan keuangan digital di Indonesia.
METODE TILAWAH: PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN SISWA SMP AS-SOFA MEDAN SUMATERA UTARA Nurul Sapika; Elmaya Lisa; Aura Maritza Zen; Pani Akhiruddin Siregar
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/rasjgy71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tilawah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di SMP As-Sofa Medan, Sumatera Utara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa dari tiga kelas yang mengikuti pembelajaran Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode tilawah berjalan secara sistematis melalui tahapan mendengarkan bacaan guru, menirukan secara bertahap, pembetulan makhraj dan hukum tajwid, serta latihan membaca secara mandiri. Pembelajaran dilakukan secara berulang dan terstruktur sehingga membantu siswa meningkatkan kelancaran, ketepatan makhraj, dan penerapan tajwid. Selain itu, adanya pembiasaan membaca Al-Qur’an setiap pertemuan meningkatkan sikap religius dan minat siswa terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Dengan demikian, metode tilawah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa pada tiga kelas di SMP As-Sofa Medan.