cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Nur Wachid Adi Pratama
Contact Email
emailku.rifqi@gmail.com
Phone
+6287819993212
Journal Mail Official
mediaakademikpublisher@gmail.com
Editorial Address
JL.Tanjung Dusun Sono Sidokerto RT.01 RW.04, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (61252).
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Akademik (JMA)
ISSN : -     EISSN : 30315220     DOI : https://doi.org/10.62281/jma
Jurnal Media Akademik (JMA) merupakan platform publikasi jurnal atau hasil karya suatu penelitian orisinil atau tinjauan pustaka yang ditulis oleh dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya: Hukum, Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Keagamaan, Bisnis, Budaya, Ilmu Sosial Humaniora, Ilmu Komunikasi, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kedokteran, Keperawatan, Peternakan, Perikanan, Politik, Pendidikan, Pengabdian Masyarakat, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Informatika, Desain Komunikasi Visual, dan Seni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,732 Documents
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PENGGUNA JASA PROSTITUSI ONLINE DI INDONESIA Ni Putu Adinda Salsa Billa; I Gusti Ngurah Nyoman Krisnadi Yudiantara
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/sdxy8r51

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang pertanggungjawaban pidana pengguna jasa prostitusi online di Indonesia dengan fokus pengaturan hukum positif di Indonesia mengenai sanksi pidana bagi pengguna jasa prostitusi online dan peraturan hukum apa yang diharapkan mengenai pengenaan sanksi pidana terhadap pengguna layanan prostitusi online. Penelitian ini juga mengeksplorasi harapan terhadap pengaturan hukum yang lebih ideal, yang mencakup pemutakhiran peraturan perundang-undangan yang lebih spesifik dan komprehensif terkait prostitusi online. Prostitusi online telah menjadi tantangan besar bagi sistem hukum pidana Indonesia, khususnya dalam konteks penegakan hukum dan peraturan perundang-undangan. Pendekatan yuridis normatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat ketentuan hukum yang dapat digunakan untuk menjerat pengguna layanan prostitusi online, seperti pasal terkait kesusilaan dan penggunaan teknologi informasi untuk tindak pidana, namun penerapannya masih menghadapi berbagai kendala, termasuk dalam hal pembuktian. dan penegakan hukum. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengaturan hukum yang diimpikan dapat memberikan solusi yang lebih efektif. Pengaturan hukum yang diimpikan juga mencakup peningkatan kapasitas dan koordinasi aparat penegak hukum, serta penerapan pendekatan rehabilitatif bagi pelaku untuk mengurangi permintaan terhadap prostitusi online. Kesadaran masyarakat dan kampanye pendidikan juga diidentifikasi sebagai elemen penting dalam upaya pencegahan perkembangan prostitusi online yang merugikan, serta penerapan pendekatan rehabilitatif bagi pelaku untuk mengurangi permintaan akan prostitusi online. Kesadaran dan kampanye pendidikan masyarakat juga diidentifikasi sebagai elemen penting dalam mencegah berkembangnya prostitusi online.
KENDALA PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DI KEJAKSAAN NEGERI KOTA MOJOKERTO Vina Andriyana; Suniyah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3yc37y43

Abstract

Tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) merupakan salah satu bentuk kejahatan konvensional yang paling sering terjadi di wilayah perkotaan, termasuk di Kota Mojokerto. Kejahatan ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil bagi korban, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kendala yang dihadapi Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto dalam penanganan perkara curanmor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menelaah ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta ditunjang dengan data empiris dari aparat penegak hukum dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala utama dalam penanganan perkara curanmor, antara lain kesulitan memperoleh alat bukti dan keterangan saksi akibat rasa takut terhadap ancaman pelaku, koordinasi yang belum optimal antara penyidik dan jaksa penuntut umum, serta keterbatasan sumber daya manusia dan sarana pendukung di lingkungan kejaksaan. Meskipun demikian, Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto terus berupaya meningkatkan efektivitas penanganan perkara melalui penguatan koordinasi antarinstansi penegak hukum, perlindungan terhadap saksi dan korban, serta penerapan sistem administrasi berbasis teknologi untuk mempercepat proses penuntutan.
TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN TENTANG PERCERAIAN KARENA PERBEDAAN AGAMA Annisa Calista Maharani; I Wayan Novy Purwanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/0qbgn326

Abstract

Perkawinan merupakan ikatan yang sakral karena di dalam ikatan perkawinan tersebut tidak hanya terdapat ikatan lahir batin atau jasmani saja tetapi juga ada ikatan rohani yang berdasarkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cerai gugat adalah terputusnya ikatan suami istri dimana dalam hal ini sang istri yang melayangkan gugatan cerai kepada sang suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa perbedaan agama dapat digunakan sebagai alasan dalam cerai gugat di pengadilan agama Badung dan mengetahui pertimbangan majelis hakim dalam perkara di pengadilan agama Badung. Tipe penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Hukum Empiris yaitu di ambil berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan, yang didapatkan melalui penjelasan- penjelasan dari informan dan di pelajari dengan sikap hukum yang nyata atau sesuai dengan kehidupan di masyarakat. Hasil dari penelitian ini yaitu, perbedaan agama digunakan sebagai alasan dalam cerai gugat di pengadilan agama Badung sebenarnya Undang-undang perkawinan dan peraturan pelaksanaannya tidak mengatur tentang perpindahan agama (murtad) sebagai alasan putusnya perkawinan dikarenakan Negara Indonesia menganut prinsip kebebasan beragama. Akan tetapi di dalam KHI dalam Pasal 116 huruf (k) menyatakan salah satu alasan dalam perceraian, yaitu apabila salah satu pihak meninggalkan agama (murtad). 2) Pertimbangan majelis hakim dalam perkara cerai gugat di pengadilan agama badung sudah mempunyai pertimbangan- pertimbangan dan alasan yang kuat untuk di jadikan sebagai landasan dalam mengambil suatu keputusan, seperti dalam putusan perkara Nomor 0166/Pdt.G/2017/PA.Bdg. Maka dapat di simpulkan bahwa Perceraian hanya dikatakan sah setelah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, serta Majelis Hakim dalam mengadili perkara perceraian yang diajukan harus mengetahui jelas fakta yang menyebabkan perpindahan agama.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA KANAL YOUTUBE MAXWELL SALVADOR ”SEBULAN DI FINLANDIA I #SEKOPMENDUNIA PART 2/3  DAN DAMPAKNYA TERHADAP EKSISTENSI BERBAHASA GEN-Z: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Najwatul Auliah; Joko Purwanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/smf0cc92

Abstract

Di masa kini, media sosial sangat mengubah cara berkomunikasi anak muda, khususnya Generasi Z, yang gemar menggunakan aplikasi seperti TikTok. Salah satu hal menarik dalam bahasa di dunia maya ini adalah “campur kode”. Ini berarti menggabungkan beberapa bahasa dalam satu kalimat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana campur kode digunakan oleh pembuat konten TikTok bernama Maxwell, serta melihat bagaimana hal ini memengaruhi cara generasi Z menggunakan bahasa. Penelitian ini menggunakan cara penelitian deskriptif kualitatif, dengan melihat dari sudut pandang sosiolinguistik. Sumber data yang diambil dari dialog di Video TikTok berjudul “Sebulan di Finlandia I #SekopMendunia Part 2/3”. Data dikumpulkan dengan cara mendengarkan dan mencatat, lalu dianalisis menggunakan metode analisis interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan dua jenis campur kode. Pertama, campur kode ke dalam dan kedua, campur kode ke luar. Campur kode ke dalam menunjukkan identitas budaya dan rasa dekat penutur dengan bahasa daerahnya, sementara campur kode ke luar menunjukkan pengaruh globalisasi dan usaha menampilkan citra modern dalam komunikasi digital. Pengaruhnya terhadap bahasa Indonesia ada dua sisi: bisa mengurangi perhatian terhadap aturan bahasa Indonesia yang benar. Jadi, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang bahasa, agar penggunaan campur kode tetap sejalan dengan upaya menjaga bahasa Indonesia tetap lestari
DAMPAK MEDIA SOSIAL ATAS TIMBULNYA PRO DAN KONTRA MASYARAKAT TERHADAP SENI TARI MODERN YANG MENGINDIKASIKAN UNSUR LGBT Ni Nyoman Kharisma Wulan A; Ni Luh Putu Sri Candrawati; Diva Nisrina; Kana Arum Wijoyo Kusumanti; Ni Made Juniarti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/yygyav36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana media sosial berpengaruh terhadap timbulnya pro dan kontra masyarakat terhadap seni tari modern yang mengandung unsur LGBT. Media sosial kini menjadi sarana utama dalam penyebaran informasi dan pembentukan opini publik, termasuk dalam isu seni dan keberagaman gender. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang terdiri dari generasi milenial dan generasi Z di Provinsi Bali. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap pandangan masyarakat, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,425 dan tingkat signifikansi 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar pula pengaruhnya dalam membentuk sikap masyarakat terhadap seni tari modern yang bersifat inklusif. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bagaimana narasi, komentar, dan konten visual yang beredar di media sosial dapat memperkuat persepsi positif maupun negatif, sehingga menjadi faktor penting dalam dinamika penerimaan masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran media sosial sebagai wadah edukasi, komunikasi, dan pembentuk kesadaran publik terhadap keberagaman dalam seni dan budaya.
STRATEGI CAMPUR KODE DALAM PODCAST PWK CATHEEZ DAN PRAZ TEGUH PADA YOUTUBE HAS CREATIVE Fiona Aulia Rosanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fvmqe271

Abstract

Penelitian ini ditunjukan untuk menjelaskan jenis dan metode campur kode yang diterapkan oleh Catheez dan Praz Teguh di podcast PWK pada saluran YouTube HAS Creative. Fenomena campur kode menarik perhatian karena mencerminkan bagaimana kaum muda memanfaatkan bahasa untuk menunjukan identitas, kedekatan, dan inovasi dalam interaksi digital. Riset ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi terhadap percakapan dalam podcast. Temuan peneliti memperlihatkan bahwa bentuk campur kode yang teridentifikasi meliputi campur kode di tingkat kata dan campur kode di tingkat frasa. campur kode dalam kata melibatkan penambahan elemen dari bahasa asing seperti bahasa Inggris awkward, private, bully, ngedate dan bahasa lokal seperti bahasa Jawa ngawur, to, kon. Disisi lain, campur kode di tingkat frasa muncul dalam kombinasi ungkapan seperti gatheli kon, batinku bangsit sawet aku cok, dan koko ku, yang mencakup kombinasi bahasa Indonesia, Jawa, gaul, serta Mandarin. Penerapan campur kode dalam podcast ini berfungsi untuk memberikan elemen humor, memperkuar interaksi antara pembicara dan pendengar, menggambarkan identitas sosial penutur di era digital
ANALISIS SWOT KERJASAMA PENDIDIKAN VOKASI DIY-FINLANDIA: PELUANG DAN TANTANGAN Alfira Bilqis Indira Putri; Shellen Amabel Okdiyanti; Nindia Ananta Zalfa Wijaya; Deni Yuda Fatria
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/6323at22

Abstract

Pemerintah DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) melakukan kerjasama dengan Finlandia dalam bidang pendidikan, riset, dan teknologi. Melalui kerjasama tersebut diharapkan Finlandia dapat membantu DIY untuk kerjasama dalam meningkatkan peluang pendidikan vokasi, yaitu dengan diadakan adanya penambahan program studi vokasi D1, D2, dan D3 Digital untuk membuka jurusan vokasi animasi digital dan juga programming. Karena Finlandia terkenal terhadap sistem pendidikan vokasi yang adaptif, berintegrasi terhadap industri, serta menerapkan work-based learning yang efektif. Melalui latar belakang yang ada, penelitian ini memiliki urgensi tinggi baik dari sisi teori maupun praktik. Kemudian penelitian ini juga memiliki tujuan untuk mengidentifikasi faktor internal, menganalisis faktor eksternal, serta merumuskan strategi penguatan kerjasama vokasi berdasarkan analisis SWOT untuk meningkatkan kualitas serta daya saing. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kajian literatur atau studi pustaka. Oleh karena itu diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komperehensif terhadap topik penelitian serta memperkuat dasar teoritis. Hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti juga diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk pemerintah daerah serta lembaga pendidikan.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DAN PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PROSTITUSI ONLINE DI INDONESIA Rayandri Eva Pauline Saragih; I Gusti Agung Ayu Dike Widhiyaastuti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/22c8ca87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana serta strategi pencegahan terhadap tindak pidana prostitusi online di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Kajian dilakukan terhadap berbagai instrumen hukum nasional, antara lain Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU TPPO), Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta beberapa peraturan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki sejumlah peraturan yang mengatur mengenai prostitusi, belum terdapat ketentuan yang secara spesifik mengatur tentang prostitusi berbasis daring. UU No. 44 Tahun 2008 menjadi dasar hukum utama dalam penegakan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku maupun penyedia jasa prostitusi online. Selain penegakan hukum secara yuridis, diperlukan pula upaya pencegahan non-yuridis melalui pendidikan, peningkatan kesadaran sosial, penguatan nilai budaya, pemanfaatan teknologi informasi yang sehat, serta pengawasan orang tua. Upaya preventif dan represif yang terintegrasi diharapkan dapat memperkuat sistem hukum nasional dalam menekan maraknya praktik prostitusi online di Indonesia yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
PENGATURAN HUKUM TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KAWASAN PARIWISATA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN Ni Luh Adelia Anggreni Dewi; Tjokorda Istri Diah Widyantari Pradnya Dewi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/7a4nng45

Abstract

Riset ini dilakukan agar dapat menelaah bagaimana mekanisme pengolahan sampah khususnya sampah organik pada kawasan pariwisata dan mengevaluasi sudah seberapa jauh pengelolaan tersebut mendukung prinsip pariwisata berkelanjutan. Perolehan dari riset yaitu memperlihatkan pengolahan sampah organik yang efektif mengaitkan kerjasama antar pemerintahan terkhususnya pemerintah daerah setempat, pedagang yang berada di kawasan wisata, serta orang-orang lokal setempat, serta didukung oleh regulasi yang jelas dan inovasi teknologi pengolahan seperti kompos dan biogas. Maka dari itu, pengelohan sampah organik terintegrasi ini merupakan elemen penting dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan ekologi bagi kawasan wisata tersebut. Selain itu, pengelolaan sampah organik yang baik juga berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar kawasan wisata. Penerapan konsep pengelolaan berkelanjutan ini tidak hanya mendukung kelestarian alam tetapi juga memupuk kesadaran kolektif masyarakat serta pelaku wisata untuk menjaga lingkungan demi keberlangsungan sektor pariwisata di masa mendatang secara berkelanjutan. Hal ini penting dalam menghadapi tantangan lingkungan global dan perubahan iklim yang berdampak pada sektor pariwisata.
PENDIDIKAN INKLUSIF: ANALISIS YURIDIS PEMENUHAN HAK KESETARAAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS DALAM GERAKAN PRAMUKA I Gusti Agung Amrita Anandaswari; I Gede Perdana Yoga
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/mpa8zt86

Abstract

Gerakan Pramuka sebagai pendidikan non-formal memiliki potensi strategis dalam mendukung hak pendidikan setara bagi anak penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar hukum, implementasi prinsip inklusivitas, serta hambatan dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di lingkungan Gerakan Pramuka. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif dengan menelaah literatur dan data sekunder yang relevan terhadap norma hukum positif. Fokus kajian diarahkan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010, serta Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak pendidikan inklusif bagi anak disabilitas telah dijamin secara normatif dan mulai diimplementasikan melalui kegiatan seperti Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) 2025. Namun, tantangan masih ditemukan, seperti keterbatasan pembina terlatih, minimnya fasilitas aksesibel, dan belum optimalnya integrasi peserta berkebutuhan khusus. Diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas, dan penyediaan sarana inklusif agar Gerakan Pramuka menjadi ruang pendidikan yang adil dan setara.