cover
Contact Name
Merry Pongdatu
Contact Email
merrypongdatu85@gmail.com
Phone
+6285299479260
Journal Mail Official
merrypongdatu85@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. AH. Nasution, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93561 Telepon: (0401) 3191472 Email/Website:www.umw.ac.id Provinsi: Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28096762     DOI : DOI: https://doi.org/10.54883
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (Jakmw)adalah jurnal (Open Journal System) yang didirikan oleh Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Mandala Waluya. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu Keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik Keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Januari-Juni dan Juli – Desember.
Articles 81 Documents
Pengaruh Posisi Head Up 30  Terhadap Kestabilan Hemodinamik Pada Pasien Cedera Kepala Sedang : Studi Kasus Hakiem, Nabiel Maulana; Arif Wahyu Setyo Budi; Yuli Eko Romaningsih
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1060

Abstract

Cedera kepala sedang merupakan salah satu bentuk cedera otak traumatik yang berpotensi menimbulkan gangguan hemodinamik dan peningkatan tekanan intrakranial. Penatalaksanaan awal yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh posisi head up 30° terhadap kestabilan hemodinamik pada pasien cedera kepala sedang di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua pasien yang mengalami cedera kepala sedang. Parameter hemodinamik seperti tekanan darah, tekanan arteri rata-rata (MAP), denyut nadi, dan saturasi oksigen diukur sebelum dan sesudah intervensi posisi head up 30° dengan interval pengamatan setiap 15 menit selama 30 menit. Hasil observasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah, MAP, dan denyut nadi, serta peningkatan saturasi oksigen pada kedua pasien setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa posisi head up 30° dapat membantu menstabilkan hemodinamik dan memperbaiki perfusi serebral tanpa menurunkan oksigenasi. Kesimpulannya, posisi head up 30° merupakan intervensi non-invasif yang efektif dan mudah diterapkan dalam manajemen awal pasien cedera kepala sedang.
Evaluasi Penerapan Bundle Prevention VAP pada Pasien yang terpasang Ventilasi Mekanik Di Ruang ICU Novita Tri Rahayu; Al Afik; Mariyadi, Mariyadi
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1061

Abstract

Pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) umumnya memerlukan ventilator mekanik sebagai alat bantu pernapasan. Namun, penggunaan ventilator dalam jangka panjang berisiko menimbulkan Ventilator-Associated Pneumonia (VAP), salah satu bentuk infeksi nosokomial yang serius. Pencegahan VAP menjadi prioritas dalam pelayanan keperawatan kritis, salah satunya melalui penerapan bundle VAP, yaitu seperangkat intervensi berbasis bukti yang bertujuan menurunkan insidensi VAP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan bundle VAP terhadap kejadian VAP pada pasien yang menggunakan ventilator mekanik di ICU. Metode penelitian menggunakan pendekatan case study dengan jumlah subjek sebanyak tiga pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap penerapan bundle VAP selama 3x 24 jam dan penilaian skor Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) pada hari ke tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bundle VAP belum sepenuhnya terlaksana sesuai standar, terutama pada komponen oral hygiene yang idealnya dilakukan setiap 4–6 jam dan penyikatan gigi setiap 12 jam. Hambatan utama yang diidentifikasi adalah tingginya beban kerja perawat. Dari hasil pengamatan, hanya satu responden yang menunjukkan skor CPIS ≥6 dan terdiagnosis VAP, sementara dua lainnya tidak. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bundle VAP di ruang ICU belum optimal, yang berpotensi meningkatkan risiko kejadian VAP. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap protokol bundle VAP, terutama dalam aspek kebersihan oral, guna menurunkan risiko kejadian VAP
Kualitas Hidup Pasien Lansia yang Menderita Kanker : Literature Review Hunowu, Sri Yulian; Sartika , Sartika; Purwanto, Erwin; Indra, Indra; Dumar, Bergita
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1062

Abstract

Kanker merupakan penyakit mematikan kedua setelah jantung.  Kualitas hidup pasien lansia yang menderita penyakit kanker menjadi hal yang perlu diperhatikan. Faktor usia dapat mempengaruhi keberhasilan proses pengobatan pada pasien lansia selain itu juga dapat memperberat efek samping terapi dan mempengaruhi kualitas hidup pasien itu sendiri. Tujuan dari literature review untuk membahas terkait kualitas hidup pasien lansia yang menderita kanker. Metode: Pencarian Literature review menggunakan artikel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2014 - 2024). Format kata kunci menggunakan format PICO sesuai dengan topik pada literature review. Database yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu; Pubmed dan Google Scholar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan. Identifikasi artikel menggunakan bagan PRISMA Flowchart. Hasil didapatkan 8 artikel yang ditinjau berdasarkan tema kualitas hidup pada lansia yang mengalami kanker. Hasil tinjauan menunjukkan adanya penurunan kualitas hidup pasien lansia menderita kanker dan adapula kualitas hidup yang baik pada lansia yang menderita kanker. Kesimpulan: penyebab penurunan kualitas hidup lansia menderita kanker karena kurangnya dukungan sosial, penurunan fungsi fisik, dan masalah psikologis. Sedangkan penyebab kualitas hidup yang baik karena diagnosis kanker yang baik, dukungan sosial, perasaan positif, peningkatan spritualitas pasien, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Mengikuti Program Prolanis Dengan Pengetahuan Pola Makan Pasien Diabetes Melitis Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabilasmas kabila jibran, AHMAD JIBRAN; Zainuddin, Zainuddin; Fatimah M. Arsyad, Sitti Fatimah M. Arsyad
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1068

Abstract

Diabetes tipe 2  (DMT2) merupakan gangguan metabolik yang kompleks ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, yang terjadi karena produksi insulin yang tidak mencukupi. Beberapa faktor yang mempengaruhi (DMT2) meliputi gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tinggi gula serta lemak jenuh. Untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari (DMT2), pemerintah  telah melakukan upaya penanganan dengan meluncurkan program prolanis melalui BPJS, yang fokus pada edukasi kesehatan, khususnya pola makan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Mengikuti Program Prolanis Terhadap Pengetahuan Pola Makan Pasien  DMT2 di wilayah kerja Puskesmas kabila. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 292, sampel sebanyak 72 responden di tentukan megunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 72 responden,  Dalam kepatuhan dikategorikan patuh sebanyak 60 orang responden (83,3%), kategori tidak patuh berjumlah 12 orang responden (16,7%). tingkat pengetahuan pola makan pasien DMT2 pada kategori baik berjumlah 60 orang responden (83,3%), dan pada kategori buruk berjumlah 12 orang responden (16,7%). Berdasarkan Uji chi square diperoleh p-value sebesar 0.000 < 0.0 menunjukan ada hubungan tingkat kepatuhan mengikuti prolanis dengan pengetahuan pola makan pasien diabetes melitus
Pengobatan Tuberkulosis terhadap Kepatenan Jalan Napas pada Kualitas Hidup Pasien Anak: Literatur Review Sri Dewi, Iluh Danu; Woria, Hikmah Nur; Salsabila, Andi Fadilah; Dwirahmah Winalda, Pretty Queen; Rifqi Tri Putra, Muhammad Abim; uni, Yusni; Aulia, Syahruni; Shinta , Pristiana; Safitri , Inang; Purnamasari, Anisa
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1069

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu kondisi Dimana  tubuh terserang suatu bakteri infeksi menular yang di akibatkan  bakteri mycobacterium tuberculosis pada bakteri ini dapat dengan mudah masuk ke dalam organ tubuh. Tujuan : Untuk mengeksplorasi, mengevaluasi strategi diagnosis, pengobatan, serta pencegahan tuberculosis (TB) pada anak-anak termasuk deteksi dini, penanganan TB, resistensi obat, serta peningkatan efektivitas metode diagnostik. Metode: Metode yang digunakan yaitu literatur rivew yang dimana Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui beberapa database Pubmed dan Google Schooler yang telah di publikasi pada tahun 2022-2023. Kata kunci : Pengobatan Tuberkulosis; Anak; Patensi Jalan Napas; Kualitas Hidup. Hasil: Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kriteria dan kata kunci yang di tetapkan sehingga mendapatkan 10 jurnal yang sesuai. Dari 10 artikel terdapat 3 artikel yang menjelaskan bahwa pengobatan tuberculosis terhadap kepatenan jalan napas pada kualitas hidup pasien anak menunjukkan hasil yang efektif yang dimana pengobatan anak dengan MDR-TB regimen BPaLM/BPaL adalah pendekatan pengobatan yang paling efektif untuk menjaga kepatenan jalan napas pada anak dengan TB aktif, terutama pada kasus resisten obat. Sementara itu, untuk pencegahan dan pengendalian perkembangan TB sejak dini, regimen 3HR pun tidak kalah penting guna mencegah kerusakan paru dan gangguan napas sebelum injeksi berkembang lebih lanjut. Kesimpulan: Pelaksanaan terapi serta pemeriksaan diagnostic dengan pasien tuberculosis pada anak terhadap pencegahan penularan serta perkembangan penyakit tuberculosis
Literatur Review: Terapi Antibiotic Pada Anak Dengan Pneumonia dan Malnutrisi Berat Thalib, Sophya Cindyka Lestari; Wahyuni, Sri; Dita, Narni; Ramadhani, Bintang Kurnia; Usman, Dian Fadillah; Cahyana, Atma; Alamsyah, Tegar; Muhamad Dani; Fadlan, Ahmad; Purnamasari, Anisa
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1075

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak, terutama di negara dengan sumber daya terbatas. Anak-anak dengan malnutrisi akut berat (SAM) memiliki kerentanan tinggi terhadap infeksi bakteri, termasuk pneumonia, akibat gangguan sistem imun dan status gizi yang buruk. Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi infeksi bakteri pada anak dengan SAM, pola resistensi antibiotik, serta efektivitas pendekatan terapi antibiotik di lingkungan dengan sumber daya terbatas. Metode: Metode yang digunakan adalah metode Literature review dengan pencarian  literatur yang dilakukan dengan menyeleksi studi dari database internasional yaitu PubMed, Google Schooler, dan ScienceDirect dengan Kata Kunci : Terapi antibiotik; Pneumonia; Bayi. Dengan menggunakan batasan waktu dari tahun 2022-2025 menggunakan Bolean Terms.  Hasil: Berdasarkan hasil dari pencarian literatur ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan. Dari 10 artikel menunjukkan bahwa baik terapi antibiotik jangka pendek maupun jangka panjang efektif mempercepat pemulihan klinis, bahkan saat patogen belum teridentifikasi. Pemberian antibiotik oral dinilai sama efektifnya dengan intravena pada kasus rawat jalan. Penggunaan antibiotik secara rasional terbukti aman dan dapat mencegah resistensi. Temuan ini mendukung pentingnya pemberian antibiotik yang tepat dalam menangani pneumonia pada balita serta perlunya strategi pengobatan yang efektif untuk menekan angka kesakitan dan kematian.  Kesimpulan: Pemilihan antibiotik yang rasional berbasis pola sensitivitas lokal sangat penting dalam pengelolaan pneumonia anak, terutama pada populasi dengan malnutrisi berat. Pendekatan terapi jangka pendek yang efektif juga mendukung upaya pengendalian resistensi antimikroba
Literature Review: Terapi Antibiotik pada Anak dengan Demam Tifoid SAHWA NABILAH, IIN; Dimas Maulana, Moch; Salbar, Putri; Ningsi, Sulistia; Fitri Ramadhani, Novalia; Nurul Fadillah, Waode; Eka Premasari, Januar; Nurmawati, Nurmawati; Ayu, Dyah; Purnamasari, Anisa
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1077

Abstract

Demam tifoid merupakan infeksi akut Salmonella typhi akibat makanan maupun air terkontaminasi, masih serius di negara berkembang, terutama anak-anak. WHO mencatat 11–21 juta kasus dan 128.000+ kematian tiap tahun, sebagian besar anak usia <15 tahun. Insiden tertinggi di Asia Selatan, diperparah resistensi antibiotik MDR dan XDR. Maka, terapi antibiotik tepat dan rasional krusial untuk mengurangi kesakitan serta mencegah resistensi. Tujuan: Menganalisis pendekatan terapi antibiotik pada anak demam tifoid, termasuk jenis antibiotik yang digunakan, tingkat sensitivitas, serta tantangan resistensi berdasarkan temuan dari sepuluh jurnal penelitian terkini. Metode: Pencarian literatur sistematis untuk terapi antibiotik demam tifoid pada anak dilakukan di PubMed, dan Google Scholar menggunakan kata kunci dan terbit antara 2022-2025. Hasil: Azitromisin dan seftriakson merupakan antibiotik paling efektif pada anak dengan demam tifoid. Meropenem efektif untuk kasus XDR. Resistensi tinggi ditemukan terhadap ampisilin, kloramfenikol, dan ciprofloxacin. Diagnosis berbasis kultur dan penerapan antibiotic stewardship penting untuk mencegah resistensi. Kesimpulan: Terapi antibiotik demam tifoid pada anak harus disesuaikan dengan sensitivitas lokal. Azitromisin dan seftriakson efektif; meropenem untuk kasus XDR. Pemilihan antibiotik tepat, diagnosa kuat, dan pengawasan penting guna mencegah resisten
Literatur Review : Efektivitas Imunoterapy Alergen (AIT) dalam Pengobatan Asma Pada Anak Nur Arsyika, Nabila; Ribiyanti Mandaya, Alya Idhany; Maharani Lasmin, Magrina Tantri; Hidayat, Sinta Amelia; Azzahra, Siti Patimah; Yanti, Laela Irma; Wulandari; Zakina, Siti Nur; Purnamasari, Anisa
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1078

Abstract

Asma adalah penyakit gangguan pernapasan. Gejala asma dipicu berbagai faktor, termasuk alergen, polusi udara, dan infeksi pernafasan. Asma ditandai dengan batuk, mengi, dan sesak napas. Menurut WHO tahun 2022, penderita asma didunia diperkirakan sekitar 262 juta jiwa dengan angka kematian sekitar 455ribu kematian. Sebagian besar kematian akibat asma terjadi di negara berpenghasilan rendah. Untuk mengatasi asma disertai alergi pada anak ditemukan beberapa macam pengobatan atau terapi. Salah satu terapi yang paling efektif adalah Immunoterapi allergen (AIT). Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas terapi asma, pola penggunaan obat, bukti keefektifan Immunoterapi, kemajuan diagnosa, dampak paparan alergen, prevalensi gejala, hubungan antara asma dan fungsi memori, pengembangan model prediksi, serta kritik terhadap pedoman manajemen asma tertentu. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu ScienceDirect, PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan Bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2022-2025. Hasil: Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan. Kesimpulan: Pengelolaan asma pada anak memerlukan pendekatan komperehensif yang mencakup terapi biologis, imunoterapi, dan pemantauan lingkungan, serta penetapan standar pengobatan yang lebih lanjut untuk meningkatkan hasil kesehatan.  
Literatur Review : Terapi Cairan Pada Anak Dengan Diare Hasilun, Laode Ahmad Nurrabiul Awal; Dalma, Siti Fatima; Andika; Salim, Marsya Siskamayanti; Dany, Waode Mutiara Ariesta; Rahma; Srirahayu, Annizha Gita; Septiani, Nabila; Purnamasari, Anisa
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1079

Abstract

Diare masih menjadi keprihatinan serius sebagai salah satu penyebab utama kematian balita, khususnya di negara-negara berkembang. Berbagai riset dilakukan untuk mencari cara paling efektif dalam menanganinya, baik melalui terapi rehidrasi oral (ORT) maupun dukungan tambahan seperti zinc dan probiotik. Beberapa studi menyoroti faktor-faktor kunci di balik penggunaan garam rehidrasi oral. Penelitian lain meninjau khasiat dan keamanan Bacillus clausii sebagai probiotik tambahan dalam pengobatan diare akut. Hasilnya cukup menjanjikan, menunjukkan potensi manfaat dalam mempersingkat durasi diare pada anak. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas terapi oral rehidrasi pada anak dengan diare. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu PubMed dan google schoolar dengan menggunakan bolean terms dan tahun pencarian 2022-2025 . Informasi mengenai artikel yang digunakan terkait pertanyaan penelitian, metode mencakup sampel penelitian, pengambilan jumlah sampel, metode penelitian, hasil, penelitian serta level of evidence dari suatu artikel. Hasil: Terapi rehidrasi oral dan suplementasi zinc sangat vital dalam penanganan diare akut pada anak, terutama di negara berkembang, meski pemanfaatannya masih terhambat berbagai faktor. Probiotik dan Racecadotril juga efektif sebagai terapi tambahan, menunjukkan perlunya pendekatan holistik. Kesimpulan: Terapi rehidrasi oral (ORT) terbukti efektif dalam mengurangi durasi dan keparahan diare pada anak-anak. Meskipun ada kemajuan dalam penggunaan ORT dan zinc, tantangan tetap ada dalam memastikan akses yang adil dan merata terhadap terapi ini.
Literatur Review : Pemberian Terapi Oksigen Nasal Kanul Pada Anak Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Inang, Inang; Keyla Syahfitri, Fahrez; Ismi, Miftahul; Kirana Rachmad, Aiska; Bintang, Adel; Mutmaina, Zahra; Dwi Aulia, WaOde; Halmawati, Halmawati; Aulia Ridwan, Utanul; Anugrah, Reza; Purnamasari, Anisa
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v4i2.1092

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang paling umum di seluruh dunia, yang paling sering menyerang bayi dan anak-anak dengan gejala ringan hingga berat. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) penyebab kematian utama pada anak-anak dibawah usia lima tahun. Angka kematian ISPA sangat tinggi dikalangan anak-anak dibawah usia lima tahun hingga orang dewasa, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di seluruh dunia. Tujuan: Untuk mengevaluasi seberapa efektif penggunaan terapi oksigen melalui nasal kanul baik dengan aliran rendah maupun tinggi, dalam membantu mempercepat proses pemulihan dan mencegah terjadinya komplikasi pada anak-anak dibawah usia lima tahun yang mengalami infeksi saluraan pernapasan akut. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada database yaitu ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar dengan menggunakan bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full text dan publikasi artikel tahun 2022-2025. Hasil: menunjukan bahwa pemberian terapi oksigen merupakan terapi yang sangat efektif diberikan pada anak-anak dibawa lima tahun dengan infeksi saluran pernapasan akut. Dengan pemberian terapi oksigen nasal kanul dapat mencegah kekambuhan pada anak dengan gangguan pernapasan. Kesimpulan:Penggunaan terapi oksigen melalui kanul hidung terbukti efektif dalam membantu pemulihan anak-anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut.