cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 83 Documents clear
Pengembangan Karakteristik Warga Negara Melalui Media Web Centric Course Di Pembelajaran PKn SD Yudha Popiyanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1881

Abstract

Pengembangan karakteristik warga negara, khususnya guru dan murid di era digital mengimplementasikan pembelajaran berbasis internet di jenjang Sekolah Dasar (SD). Realitanya guru mentranformasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks) masih konvensional dan belum memanfaatkan media web centric course di pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SD. Pengembangan karakteristik warga negara melalui media web centric course diharapkan dapat menginternalisasikan nilai-nilai kewarganegaraan yang meliputi tanggung jawab, toleransi, cinta tanah air, serta sikap demokratis guru dan murid di pembelajaran PKn SD. Tujuannya mengembangkan karakteristik warga negara cerdas, partisipatif, bertanggung jawab, dan religius penuh toleransi melalui media web centric course di Pembelajaran PKn SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus pada guru dan murid, serta kepala sekolah maupun tenaga kependidikan sebagai informan pendukung dalam pengumpulan dan analisis data. Hasil penelitian pengembangan karakteristik warga negara cerdas mengeksplorasi materi ipteks, partisipatif berdiskusi, bertanggung jawab menyelesaikan proyek-proyek pembelajaran yang diberikan secara luring maupun daring, religius penuh toleransi mengimplementasikan hasil proyek pembelajaran cinta tanah air dan demokrasi melalui media web centric course di pembelajaran PKn SD untuk menciptakan lingkungan madani di SD Negeri 200 Gresik.
Uang Saku Harian Sebagai Penentu Status Gizi Siswa Di SMKN 16 Pandeglang Yania Febsi; Nisri Ina Zahrah; Ade Salma YR; Defi Selvianita; Qonita; Tunjung Tri Agita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.2659

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang mempunyai permasalahan kesehatan yang kompleks terutama dalam masalah gizi. Kalangan remaja masih termasuk kedalam sorotan utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Data WHO (2024) menyatakan prevalensi overweight dan obesitas pada anak dan remaja di seluruh dunia, meningkat dari 8% (1990) menjadi 20% (2022). Uang saku berperan dalam penentu status gizi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara uang saku dan status gizi siswa SMKN 16 Pandeglang. Sampel penelitian berjumlah 50 orang responden, dipilih dengan menggunakan Teknik total sampling dengan uji CHI-SQUARE. Hasil penelitian menyatakan adanya hubungan positif yang signifikan antara uang saku dengan status gizi siswa. Ditunjukkan dengan nilai p < 0,05. Yaitu p = 0,000. Hasil uji ini mengindikasikan bahwa uang saku memiliki hubungan positif yang kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara uang saku dengan status gizi.
Pengaruh Mutu Layanan Terhadap Waktu Tunggu Pasien Di Puskesmas Koya Barat, Kota Jayapura Romeicky Jenli Abram Korwa; Agus Zainuri; Novita Medyati; Semuel Piter Irab; Sarce Makaba; Anneke Yacob
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.2861

Abstract

Lama waktu tunggu pelayanan merupakan salah satu masalah utama dalam praktik pelayanan kesehatan yang dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Waktu tunggu mengacu pada durasi yang digunakan pasien untuk memperoleh pelayanan, mulai dari registrasi hingga penerimaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mutu layanan terhadap waktu tunggu pasien di Puskesmas Koya Barat, Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien rawat jalan di Puskesmas Koya Barat, dengan jumlah sampel sebanyak 95 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square dan rasio prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara mutu layanan dan waktu tunggu pasien. Daya tanggap memiliki pengaruh signifikan terhadap waktu tunggu (p-value = 0,000; RP = 2,614; CI 95% = 1,597 – 4,279). Perhatian juga berpengaruh signifikan (p-value = 0,045; RP = 1,642; CI 95% = 1,065 – 2,532). Sementara itu, bukti langsung menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap waktu tunggu (p-value = 0,0299; RP = 1,735; CI 95% = 1,149 – 2,2622). Di sisi lain, mutu layanan yang tidak menunjukkan pengaruh signifikan adalah jaminan (p-value = 0,736; RP = 0,878; CI 95% = 0,548 – 1,406) dan bukti langsung yang hampir signifikan (p-value = 0,051; RP = 1,647; CI 95% = 1,084 – 2,502). Pengaruh mutu layanan terhadap waktu tunggu pasien di Puskesmas Koya Barat cukup signifikan, dengan daya tanggap dan perhatian menjadi faktor yang paling memengaruhi. Peningkatan kualitas pelayanan pada aspek ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien.
Adopsi ZISWAF Digital: Studi Mahasiswa Ekonomi Syariah STEBI Tanggamus Dedi Wahyudi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman dan minat mahasiswa Semester 2 Program Studi Ekonomi Syariah STEBI Tanggamus terhadap pemanfaatan platform Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) digital. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, survei dilakukan terhadap 20 mahasiswa dengan kuesioner sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep dasar dan manfaat platform ZISWAF digital, meskipun pemahaman terkait keamanan dan legalitas masih perlu ditingkatkan. Tingkat minat mahasiswa untuk memanfaatkan platform digital ini juga tinggi, namun belum sepenuhnya terealisasi dalam penggunaan aktif. Faktor-faktor seperti literasi digital, persepsi kemudahan penggunaan, kebermanfaatan, dan kepercayaan menjadi penentu utama. Penelitian ini merekomendasikan integrasi materi ZISWAF digital yang lebih mendalam dalam kurikulum dan peningkatan strategi sosialisasi oleh pengelola platform untuk membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi aktif.
Perilaku Belanja Online Gen Z dalam Pembelian Kosmetik Melalui E-Commerce Shopee: Kasus Remaja Putri SMAN 1 Sukoharjo Ari Fatihatul Hidayah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.3082

Abstract

Adanya internet dan kemajuan teknologi yang pesat dapat dengan mudah melakukan belanja secara online. Generasi Z beranggapan bahwa berbelanja online lebih praktis dan efisien. Generasi Z juga mempunyai pengaruh yang besar dan banyak terlibat dalam kegiatan belanja online. Shopee merupakan situs belanja online yang paling sering digunakan dalam berbelanja. E-commerce yang paling banyak diminati oleh generasi Z adalah shopee. E-commerce dapat memunculkan perilaku konsumtif pada Generasi Z. Generasi Z saat ini menggunakan kosmetik hanya sebagai keinginan gaya hidup yang didorong oleh gengsi. Generasi Z pada penelitian ini dengan rentan usia 14-17 tahun lebih memilih melakukan pembelian produk kosmetik secara online dibanding offline. Generasi Z lebih memilih membeli produk kosmetik berupa skincare dan makeup disbanding bodycare dan haircare. Penulisan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulkan data yang dilakukan adalah dengan observasi, pengisian angket dan wawancara. Keywords: Belanja Online, Generasi Z, Produk Kosmetik, Shopee
Analisis Psikososial Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel Terjemahan “Pangeran Kecil” Jola Kristiani Liuw; Gerry kadamehang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.3155

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Psikososial Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel Terjemahan “Pangeran Kecil”. Penelitian ini dilakukan kurang lebih empat bulan dan telah mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan teori yang telah penulis ikuti, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi pustaka dan mengumpulkan data-data serta dokumen yang diperlukan agar dapat diolah menjadi bahan kajian. Novel ini ditulis ke dalam beberapa Bahasa yang ada di dunia dan salah satunya adalah Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh penerbit Gramedia. Pembahasan tentang psikososial dalam novel ini mengajak pengarang ikut masuk ke dalam penelitian karena cerita yang ditulis mengambil pengarang dan bagian dari kehidupan Antoine sebagai penulis dan tokoh utama. Pengaran kecil yang berperan sebagai tokoh utama memulai ceritanya pada umur enam tahun dan begitu antusias untuk mengetahui hal-hal yang belum pernah ia ketahui. Psikologi sastra dalam penelitian ini mempunyai hubungan yang dalam dengan para tokoh yang ada dimana karakter yang diperankan mempunyai karakteristik berbeda-beda tapi dapat menyatu dengan tokoh yang lain.
Analisis Kesalahan Komunikatif dalam Tuturan Lisan Jefry H. Tamboto; Jola Kristiani Liuw
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.3213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori, jenis, dan frekuensi kesalahan komunikasi dalam bahasa Prancis di Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Manado. Penelitian ini juga memiliki tujuan lain dalam menemukan jenis dan sumber kesalahan tersebut. Teori yang terapkan dalam penelitian ini menghasilkan jenis kesalahan komunikasi dalam berbicara, yaitu: kesalahan resepsi, produksi, dan resepsi-produksi. Penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif kualitatif, di mana data yang ditemukan kemudian diinterpretasikan dan disimpulkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan kesalahan berbahasa dalam berkomunikasi dengan urutan frekuensi sebagai berikut: 1) kesalahan produktif yang disebabkan oleh inkoherensi, 2) tidak ada reaksi, 3) kesalahan produktif yang disebabkan oleh ketidaktepatan, 4) kesalahan resepsi yang disebabkan/tidak tahu atau salah memahami pertanyaan, 5) kesalahan produktif yang disebabkan oleh kesalahan penyambungan kalimat, 6) kesalahan produktif yang disebabkan oleh kesalahan interpretasi latar belakang budaya, dan 7) kesalahan produktif yang disebabkan oleh kesalahan kata atau idiom. Penelitian ini juga menemukan sumber kesalahan komunikasi dalam berbicara, yaitu: 1) tidak mengetahui gaya bahasa Prancis yang tepat, 2) tidak mengetahui makna kata/idiom dalam bahasa Prancis, dan 3) tidak mengetahui budaya bahasa Prancis. Berdasarkan hasil pembahasan yang ada di atas, dapat disimpulkan bahwa kesalahan-kesalahan komunikatif dapat diklasifikasikan menjadi kesalahan reseptif dan produktif. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan frekuensi terdapat 5 kategori kesalahan menjawab tidak koheren.
Dinamika Komunikasi Antarbudaya Desa Wisata Ende di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Ida Ayu Sutarini; Novita Maulida; Najamuddin Amy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.3305

Abstract

Pariwisata di Indonesia, sebagai salah satu sektor yang digalakkan oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, mengalami perkembangan pesat melalui program “Bali Baru” yang bertujuan untuk meratakan sektor pariwisata di berbagai wilayah. Desa wisata menjadi salah satu konsep yang diadaptasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memperkenalkan wisata alam dan keberagaman budaya Indonesia. Namun, keberadaan industri pariwisata ini menghadirkan tantangan baru, terutama terkait dengan pelestarian budaya lokal yang dipengaruhi oleh pengaruh budaya asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur sosial dan budaya yang mempengaruhi komunikasi antarbudaya di Desa Wisata Ende, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, serta mengidentifikasi solusi untuk meningkatkan kualitas komunikasi antarbudaya antara masyarakat lokal dan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara semi-terstruktur dan analisis data dengan teknik pengkodean deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur sosial dan budaya, seperti kepercayaan, nilai budaya, bahasa, pola berpikir, dan perilaku nonverbal, berperan penting dalam membentuk dinamika komunikasi antarbudaya di Desa Ende. Meskipun Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa penghubung, keterbatasan kemampuan bahasa asing menjadi hambatan utama dalam komunikasi dengan wisatawan mancanegara. Untuk meningkatkan komunikasi antarbudaya, solusi yang disarankan antara lain: pelatihan bahasa asing, peningkatan kesadaran budaya bagi wisatawan, pemanfaatan teknologi, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengalaman wisata dan mendukung pariwisata di Desa Wisata Ende.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Imunisasi Dasar Pada Anak Di Kecamatan Dewantara Kiki Asrifa Dinen; Dian Rahyu; Srie Wahyuni; Tiwanto Dakhi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.3356

Abstract

This study aims to analyze the frequency distribution of community behavior towards immunization programs in Dewantara District. The research method used is quantitative descriptive surveillance, involving 52 respondents, all of whom are women. The majority of respondents are aged between 26-35 years (57.8%), representing a productive age group actively involved in child rearing. Most respondents are housewives (65.38%), which enables them to be more engaged in their children's immunization activities. In terms of education, the majority of respondents have a high school education (55.77%), although some have lower levels of education (elementary and junior high school), indicating a need for more focused immunization education. The results show that 82.69% of respondents are aware of the importance of complete basic immunization, but only 11.54% know the types of immunizations their children should receive. Additionally, 88.46% of respondents understand the benefits of immunization for their children's health. Although support for basic immunization is high (90.38%), a small proportion of respondents (11.54%) delay or skip their children's immunization schedules, indicating challenges in immunization implementation. Most respondents (90.38%) are satisfied with the immunization services in their village, although a small number express dissatisfaction. This study recommends enhancing educational programs and outreach to address barriers such as concerns about side effects, accessibility, and family influence. With a more integrated and participatory approach, it is hoped that immunization coverage can be significantly improved.
Perlindungan Hukum Terhadap Pihak Yang Dirugikan Dalam Perjanjian Tidak Tertulis H Yasir; Rizky Perdana Bayu Putra; Dedi Dores
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3534

Abstract

This research aims to analyze the forms of legal protection for parties disadvantaged in unwritten agreements (oral contracts), which remain widely practiced in Indonesian society due to factors such as trust, simplicity, and cultural habits of informal transactions. Despite their prevalence, unwritten agreements often create vulnerabilities when disputes arise, as the absence of written documentation complicates the process of proving rights and obligations in legal proceedings. The study adopts a normative juridical approach combined with empirical data collection through interviews and case analysis to understand how such agreements are treated in practice. Findings indicate that while Article 1320 of the Indonesian Civil Code recognizes the validity of oral agreements as long as they meet essential legal requirements—consent, capacity, a specific object, and lawful cause—the practical enforcement faces challenges. Courts often encounter difficulties due to the weak evidentiary value of oral testimony compared to written contracts. Legal protection for disadvantaged parties is predominantly repressive, realized through litigation mechanisms (civil lawsuits) and non-litigation pathways such as mediation and arbitration. However, preventive legal protection is still limited, as public awareness of legal risks and the use of written or digital contracts remains relatively low. This research emphasizes the urgent need for regulatory reform, particularly in strengthening the recognition of electronic evidence under Indonesian law, and promoting legal literacy to encourage society to document agreements more effectively. By highlighting both theoretical and practical dimensions, the study contributes to the development of contract law discourse in Indonesia and provides policy recommendations to improve the balance of legal protection between parties in contractual relations.